LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 143. Elemen Kedua.


__ADS_3

Tanpa ia sadari ternyata tubuh ilusi Ling Yan kini sudah berada di dekatnya dan memperhatikan kemana arah pandangan Shuyang tertuju.


"Apa yang ia sedang lihat?" Gumam Ling Yan yang melihat ke arah dimana Shuyang memandang, dan saat pandangannya tertuju pada seorang gadis cantik yang dipandangi oleh Shuyang.


"Eh, bukankah itu adalah tuan putri Zhu Qing, apa yang dia lakukan disini, lalu... mengapa ia memakai pakaian sekte seribu pedang." Tubuh ilusi Ling Yan membatin dan itu semua bisa langsung diketahui oleh tubuh aslinya karena Ling Yan memasang benang energi pada tubuh ilusi itu sebelumnya.


"Ah aku lupa, bukankah aku sudah pernah melihat Zhu Qing dan Xui pada pelelangan asosiasi lelang harta waktu itu." Ling Yan mengingat sejenak pertemuannya dengan Xui waktu itu yang bahkan Xui dapat mengenalinya walaupun ia memakai topeng.


"Hei kau sedang melihat siapa." Ling Yan menepuk pundak Shuyang yang seketika membuatnya tersadar.


"Ah kau ini mengangetkanku, kemana saja kau tadi?" Tanya Shuyang padanya.


"Maaf, aku hanya punya urusan sejenak di belakang." Jawab Ling Yan yang tak lama kemudian namanya terpanggil ke atas arena.


"Pertandingan selanjutnya adalah Ling Yan melawan Yun Yhuchen." Teriak pengadil pertarungan tersebut.


Sementara itu para pendekar muda yang berhasil lolos ke babak berikutnya kini akan menjadi penonton pertandingan terakhir antara 2 orang pendekar muda terkuat diantara mereka.


Yun Yhuchen sendiri adalah anak muda keturunan keluarga Yun di kota heihan dan menjadi jenius termuda di kota ini.


Selain itu Yun Yhuchen juga merupakan cucu dari salah satu tetua sekte seribu pedang bernama Yun Yuangbao yang menjabat sebagai tetua pedang kembar yang mengajarkan teknik berpedang menggunakan 2 pedang di dalam sekte.


Sama seperti kakeknya, Yun Yhuchen juga mahir dalam teknik bertarung 2 pedang karena di ajarkan langsung oleh kakeknya sendiri.


Ling Yan memalingkan wajahnya sejenak ke arah Zhu Qing sebelum naik ke atas arena.


Sementara itu Zhu Qing yang berada tidak jauh dari arena sepertinya tidak mendengar nama Ling Yan yang disebutkan karena tak lama setelah itu ia berlalu meninggalkan tempat tersebut membawa beberapa kertas daftar nama peserta.

__ADS_1


Sementara itu para penonton yang melihat Ling Yan naik ke atas arena terlihat berbisik satu sama lain membicarakan tentang pertandingan yang akan segeralah berlangsung.


"Aku tidak yakin Ling Yan yang bertopeng itu bisa bertahan dari 3 serangan si jenius kota heihan, kau tahu bukan kalau Yun Yhuchen di ajarkan langsung oleh tetua pedang kembar di sekte ini." Ungkap salah satu pendekar muda pada orang di sebelahnya.


"Aku juga merasa demikian, tapi setelah pertarungannya melawan Xian Yin tadi, kita juga tidak bisa meremehkannya." Jawab pendekar itu.


Sementara itu di atas arena sendiri terlihat Yun Yhuchen yang menatap Ling Yan tanpa berkedip sedikitpun lalu setelah itu ia menarik kedua pedang kembarnya yang bersarung di pinggangnya.


Tidak sama seperti Xian Yin, walaupun Yun Yhuchen tau kalau tingkatan Ling Yan berada dibawahnya, akan tetapi dia tetap tidak ingin meremehkan lawannya seperti yang dilakukan oleh Xian Yin tadi.


Sementara Ling Yan sendiri, ia terlihat memberikan hormat sejenak sebelum akhirnya memasang kuda-kuda dan berniat menggunakan teknik tangan kosongnya.


"Sepertinya ini waktunya bagiku untuk mencoba membuka elemen kedua yang aku miliki karena Meridian ku sudah terbuka lebih dari 50." Batin Ling Yan.


Ling Yan ingin mencoba mengeluarkan tenaga dalam tanpa menggunakan elemen api dan ingin melihat elemen apa yang ia dapatkan setelah membuka kelima puluh Meridian kecilnya.


"Bersiap!!!! Mulai!!!"


Mata dari kedua pedang Yun Yhuchen dilapisi oleh elemen angin yang tajam dan mengarah ke arah Ling Yan yang berada di depannya.


Dalam sekejap dapat dilihat kalau pedang tersebut berhasil menembus Ling Yan yang ada di depannya, namun apa yang terlihat tidak seperti kenyataan karena tubuh ilusi Ling Yan sudah berada di belakang Yhuchen sebelum ia mengayunkan pedangnya.


"Hiahhh!!!" Ling Yan mengeluarkan tenaga dalam dan memfokuskan kepada elemen baru yang ia buka dan ternyata elemen kedua dari hasil latihannya itu adalah elemen petir.


"Akhhh...." Yhuchen yang terkena pukulan petir Ling Yan sontak terpental cukup jauh dan hampir saja terjatuh keluar arena.


"Sial bagaimana bisa seorang pendekar perak bisa menggunakan 2 elemen sekaligus." Ucap Yhuchen yang tadi sudah melihat elemen api milik Ling Yan yang sekarang menggunakan elemen petir.

__ADS_1


Sementara itu, para penonton yang melihat hal tersebut juga ikut sama terkejutnya.


"Bagaimana mungkin dia memiliki elemen kedua." Seperti itulah pertanyaan semua penonton pertandingan itu.


"Wah, ternyata Ling Yan memang memiliki kekuatan yang jauh di atas ku." Ujar Shuyang.


"Sungguh hebat, anak ini bahkan memiliki 2 elemen, apakah kelima puluh Meridian ya telah terbuka, tapi.... bagaimana mungkin." Pengadil pertandingan merasa sangat heran serta kagum terhadap bakat dan kemampuan Ling Yan, pasalnya membuka Meridian kecil merupakan hal yang sangat sulit dilakukan.


Bahkan saat ia ingin menerobos ke tingkat pendekar jiwa waktu itu, ia harus menggunakan sebuah pil untuk membantunya menemukan ke 25 Titik Meridian kecilnya, dan saat ini seorang pendekar muda yang berada di hadapannya malah sudah berhasil membuka Meridian ke 50 dan menguasai perubahan bentuk elemen yang kedua.


"Sudah kuduga kalau kekuatan yang kau miliki berada di atas kekuatanku, tapi tetap saja sebagai keturunan keluarga Yun dari kota heihan, aku tidak akan menyerah." Yun Yhuchen kembali mengumpulkan tenaga dalamnya hingga pedang yang ia miliki menjadi terlihat lebih besar karena elemen angin setajam pisau yang ia gunakan.


Ling Yan hanya memasang kuda-kudanya kembali dan bersiap untuk menyambut serangan Yun Yhuchen."Baiklah ayo maju tuan muda." Ling Yan tersenyum tipis.


"Walaupun aku harus kalah, setidaknya aku akan kalah secara terhormat." Yun Yhuchen maju menyerang dengan kecepatan penuh menyerang Ling Yan dengan serangan bertubi-tubi.


Ling Yan terlihat tidak kesulitan menghindari serangan Yhuchen dan setelah beberapa saat Ling Yan melihat sisi pertahanan Yhuchen yang kosong.


"Jurus seribu pukulan petir!!!" Ling Yan menggunakan jurus yang saat ini kembali ia kembangkan namun hanya menggunakan tenaga dalam setara dengan Pendekar perak bintang 5.


Serangan Ling Yan mendarat telak pada tubuh Yhuchen dan membuatnya terpental dengan darah segar keluar dari dalam mulutnya.


pengadil langsung saja meneriakkan kalau Ling Yan lah yang keluar sebagai pemenang.


"Pertandingan sudah berakhir dan dimenangkan oleh Ling Yan!!!".


Ling Yan memberikan hormat sebelum mengeluarkan pil penyembuh yang ia dapatkan dari cincin nat musuh-musuhnya sebelumnya lalu berjalan ke arah Yun Yhuchen.

__ADS_1


Ling Yan mengulurkan tangan untuk membantu Yhuchen berdiri dan setelah itu ia memberikan pil penyembuh tersebut padanya.


"Maaf telah membuatmu terluka." Ling Yan meminta maaf sambil memberikan pil tersebut sebelum akhirnya ia berjalan turun menuju ke arah Shuyang.


__ADS_2