
"Membelah samudra!!!" Keringat di dahi Ling Yan sudah mulai bercucuran, tetapi keringatnya tersebut tidak sia-sia karena saat ini teknik pedang api membelah samudra miliknya sudah berhasil ia kembangkan menjadi lebih kuat dari sebuah teknik bertarung bumi tingkat menengah.
Senyuman sumringah di iringi deruan nafasnya yang tidak beraturan kini terukir di bibir Ling Yan pada saat ia sudah berhasil mengembangkan teknik pedangnya itu.
Di dalam pikirannya saat ini pun ia sudah bisa melihat kelopak bunga mata jiwa yang harus ia dapatkan jika ia ingin berhasil meracik pil pelindung jiwa dan menyerap dua api spiritual yang sudah berada dekat dengannya.
"Sepertinya pada saat pertandingan nanti, aku akan menjadi cukup lelah, karena sebelum menantang tetua Wu Ya, aku harus menjadi salah satu dari 10 peringkat tertinggi murid inti terlebih dahulu." Batin Ling Yan.
Jika Ling Yan adalah seorang pendekar senior biasa, mungkin hal tersebut akan menjadi sangat mustahil baginya, akan tetapi saat ini Ling Yan memiliki akar roh surgawi serta 4 roh api spiritual yang membuatnya bisa mengubah kemustahilan menjadi keberhasilan.
Tanpa terasa Ling Yan kini sudah berlatih seharian penuh, dan saat ini matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat menandakan hari akan berganti malam.
Ling Yan yang sudah sangat lelah karena tenaga dalamnya terkuras cukup banyak terlihat berbaring di tengah arena bersama pedang kayu yang sedari tadi menemani latihannya.
"Mungkin sudah cukup untuk hari ini, masih ada dua hari lagi sebelum pertandingan dimulai, aku harus bisa melatih ilmu pedangku yang lain agar aku tidak bergantung pada satu ilmu pedang saja."
Ling Yan lalu mengeluarkan sebuah pil pengembalian tenaga dalam untuk mengembalikan tenaga dalamnya yang ia gunakan sebelumnya dan setelah kembali pulih, iapun akhirnya kembali ke kediamannya.
Sesampainya di kediamannya, Ling Yan menutup rapat rapat pintu kediamannya tersebut sebelum akhirnya mengeluarkan semua barang berharga serta bahan obat langka yang ia miliki saat ini.
Tak lupa juga Ling Yan mengeluarkan semua gulungan-gulungan teknik bertarung miliknya, baik yang ia dapatkan dari makam Shen Long, pemberian Wei Tian Long, maupun yang ia dapatkan dari cincin nat lawan yang telah ia kalahkan.
Ling Yan lalu memilah-milah gulungan teknik bertarung yang belum pernah ia pelajari yang totalnya ada sebanyak 5 gulungan teknik bertarung dan 3 di antaranya adalah teknik bertarung elemen cahaya milik Shen Long, 1 teknik bertarung petir milik Shen Long dan satu lagi adalah teknik pedang halilintar biru milik Yu Zhong yang belum ia kuasai.
__ADS_1
Ling Yan tersenyum kecut saat melihat teknik pedang halilintar biru tersebut karena baru kali ini ia cukup merasa kesulitan untuk memahami cara menggunakan sebuah teknik bertarung.
"Teknik pedang ini cukup rumit, aku bahkan sudah mencoba menggunakannya lebih dari 50 kali, tapi hasilnya aku masih belum bisa menciptakan halilintar biru pada pedangku." Ucap Ling Yan.
Ling Yan lalu teringat kembali pada saat pertarungan antara dirinya melawan Yu Zhong waktu itu.
"Saat itu.... Yu Zhong juga tidak menggunakan teknik ini, apakah ia juga masih belum menguasainya." Batin Ling Yan.
Ling Yan lalu memasukkan semua gulungan itu lagi kedalam cincinnya lalu menatap bahan bahan obat berharga yang cukup langka di hadapannya.
Total bahan langka tingkat tinggi yang Ling Yan miliki saat ini adalah 3 bahan obat langka yang berbeda-beda, yaitu buah apel keabadian, Akar bunga surga, dan yang terakhir adalah bunga kristal api dan es dan salah satu dari ketiganya pun adalah bahan obat yang bisa dibilang sangat mustahil untuk didapatkan.
"Sang raja obat saja mungkin hanya memiliki salah satu dari ketiga bahan obat ini, itupun mereka mungkin mendapatkannya dengan harga yang sangat mahal serta dengan perjuangan yang mempertahankan nyawa mereka sendiri, entah apa yang akan dipikirkan oleh sang raja obat jika mengetahui aku memiliki ketiganya." Batin Ling Yan sambil tertawa kecil.
"Lampu pengikat roh ini, entah bagaimana cara menggunakannya ya, ketua Han bahkan hanya memberikan ini padaku tanpa menjelaskan apapun tentang cara untuk menggunakannya." Ling Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ketua Klannya Ling Han juga tidak memberitahukan cara penggunaan pusaka langit itu padanya.
"Apa mungkin ia juga tidak mengerti cara kerjanya ya, karena sebelumnya ia juga hanya memberitahuku kalau yang ada di dalam lampu ini adalah roh, lalu setelah itu ia juga mengatakan kalau ia tidak bisa melihat roh seperti apa yang ada di dalamnya." Gumamannya.
Ling Yan lalu meraih gulungan kuning yang berisi cara membuat boneka roh dari tubuh seorang pendekar yang sudah mati.
"Untuk membuat sebuah boneka roh, diperlukan 3 bahan utama yakni sebuah kristal raja siluman kalajengking, tubuh seorang pendekar suci bintang 5 ke atas, serta bahan terakhir yaitu roh seorang pendekar suci yang tingkatannya berada di bawah tingkatan dari tubuh pendekar suci yang akan digunakan."
Ling Yan nampak mengerutkan dahinya saat membaca bagian terakhir dari penjelasan tersebut.
__ADS_1
"Roh seorang pendekar suci, bagaimana aku mendapatkan rohnya jika aku membunuh lawanku." Batin Ling Yan berpikir.
Namun pada detik berikutnya, ia tiba-tiba teringat akan lampu pengikat roh yang ada di hadapannya saat ini.
"Apa mungkin leluhur Ling Tian menggunakan lampu ini untuk mengikat roh lawannya yang telah ia kalahkan."
"Benar, ingatan dari pecahan roh ku mengatakan kalau leluhurmu itu dulunya memiliki 10 boneka roh sebelum ia mati." Sahut api abadi di dalam pikiran Ling Yan.
Mendengar perkataan api abadi membuat Ling Yan tersentak dan membulatkan matanya.
"Huo jangan-jangan ingatan pecahan rohmu juga mengetahui cara kerja dari lampu ini." Sahut Ling Yan.
"Tentu saja, roh seorang pendekar suci yang sudah mati tidak mungkin akan langsung menghilang dari tubuhnya melainkan roh tersebut akan hilang setelah 10 hari berlalu, tapi itu akan berbeda jika kau mengakhiri hidup lawanmu hingga membuat tubuhnya menjadi debu." Jawab Roh api abadi yang membuat Ling Yan terkekeh.
Pasalnya selama ini, Ling Yan tidak pernah sekalipun mengasihani lawan-lawan yang telah ia kalahkan seperti para pendekar aliran hitam yang berakhir meleleh karena efek dari racun ular sisik hijau yang ia miliki serta tubuh Yu Zhong yang ia ubah menjadi kepulan debu yang terbawa oleh angin.
"Sepertinya setelah ini aku akan banyak menyimpan roh dan tubuh dari lawan-lawan yang telah aku kalahkan, karena tidak ada yang tahu dimasa depan mungkin aku akan bisa mendapatkan kristal raja siluman kalajengking dan membuat boneka roh yang dapat melindungi ku nantinya."
Setelah mengatakan itu, Ling Yan akhirnya kembali memasukkan semua barang-barangnya kedalam cincin sebelum akhirnya mengubah posisinya menjadi berbaring.
Sebaiknya malam ini aku beristirahat dan tidak berlatih tenaga dalam dulu, lagi pula besok aku berencana untuk masuk kedalam menara seribu pedang dan berlatih di sana dengan poin misi yang baru selesai aku kumpulkan.
Ling Yan mulai menutup matanya dan kesadarannya perlahan menghilang dan kini sudah berada di alam mimpi.
__ADS_1