
Ling Yan sempat berpikir kalau keluarga Jia sebenarnya bukan hanya di incar oleh satu pihak melainkan ada pihak lain pula yang menginginkan kehancuran dari keluarga ini.
"Haihh untuk apa aku memikirkan hal ini, lebih baik aku memeriksa keadaan sekitar kota sekarang." Ling Yan menggunakan teknik tubuh ilusi dan membuat 5 kloning dirinya sekaligus.
Berkat kemampuan pengendalian tenaga dalam serta akar roh surgawinya, Ling Yan kini sudah dapat membuat kloning dirinya sebanyak 7 kloning yang kekuatannya setara dengan seorang pendekar jiwa bintang 1.
Namun saat ini ia lebih memilih membuat 5 kloning saja yang kekuatannya setara dengan Pendekar jiwa bintang 8.
"Kalian mengerti apa yang harus kalian lakukan." Ujar Ling Yan yang di sambut anggukan dari kelima tubuh ilusinya itu, lalu setelah anggukan tersebut kelima kloning itu langsung melesat menghilang dari tempat Ling Yan.
*****
Di bawah gelap malam terlihat ada beberapa sosok pendekar berpakaian hitam melesat dari atas bangunan bangunan kota di sekitar lokasi kediaman keluarga Jia.
Dari penampilan mereka yang menggunakan topeng, para pendekar tersebut bisa dilihat berasal dari organisasi bunga darah yang beberapa waktu lalu menyerang rombongan keluarga Jia yang di kawal oleh Ling Yan.
Beberapa orang ini terlihat membawa senjata yang berbeda dan ketiganya merupakan Pendekar yang sudah berada di tingkat pendekar jiwa bintang 5.
5 orang pendekar itu berhenti di sebuah tempat yang cukup gelap dan tak lama kemudian ada lebih dari 10 pendekar lagi yang juga ikut bersama mereka.
Beberapa dari mereka terlihat berpencar dan seakan mengepung kediaman keluarga Jia tersebut.
"Aduh sial apa yang kau lakukan, apakah kau mau mati karena kecerobohanmu." Salah satu anggota bunga darah memarahi temannya karena hampir saja menjatuhkan sebuah benda yang bisaa menarik perhatian para penjaga.
Pendekar itu langsung saja meminta maaf kepada rekannya tanpa menyadari ada seorang pendekar yang sedang menggenggam pedangnya dan bersiap untuk menghabisi keduanya.
Tidak jauh dari tempat tersebut terlihat ada 3 orang pendekar berjubah hitam lain yang tengah mengawasi kediaman keluarga Jia itu dari jauh.
__ADS_1
"Memangnya keuntungan apa yang diberikan orang-orang itu hingga membuat ketua menyuruh kita memastikan kematian Jia Li ini." Tanya salah seorang dari ketiga pendekar itu yang tidak lain adalah tetua dari organisasi bunga darah.
Ia adalah Hai Dong, salah satu anggota pembunuh bunga darah yang sudah memiliki kekuatan puncak pendekar senior, sementara kedua rekannya bernama Fang Min dan juga Gua Sha yang juga memiliki kekuatan puncak pendekar senior.
"Ini adalah ke 3 kalinya kau bertanya tentang itu, lebih baik kau pastikan saja Tao Ming dan pendekar sekte seribu pedang itu mati, sementara untuk pendekar cilik dan Jia Li, aku dan Fang Min akan mengurusnya." Ucap pendekar bertopeng itu.
"Cih kau memberikan tugas berat padaku dan kalian hanya mengurus 2 anak kecil, dasar tidak adil." Pendekar yang bernama Hai Dong sedikit berdecih kesal sebelum melesat kembali mengikuti anak buahnya yang lain, sementara Fang Min dan Gua Sha melesat ke arah berlawanan menuju bangunan paling besar kediaman keluarga Jia.
Hai Dong yang sedikit kesal samar-samar melihat ada bayangan seseorang tengah berdiri sambil melipat kedua lengannya di depannya.
Dan saat dirinya tersadar kalau ada yang tidak beres dengan sekitarnya, tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada para bawahannya yang memiliki kekuatan pendekar jiwa dan Pendekar raja telah terkapar dengan luka sayatan pedang pada tubuh mereka serta orang tersebut yang sudah hilang dari tempatnya berdiri tadi.
"Sial apa yang terjadi?" Hai Dong langsung dibuat terkejut saat tiba-tiba sebuah pisau api mengarah ke kepalanya tetapi masih sempat ia hindari.
Srakk
Flashback on
Ling Yan tengah bersila di dalam kamarnya sambil berlatih dan mencari titik-titik Meridian kecil di dalam tubuhnya karena ia berniat membangkitkan elemen baru agar akar roh surgawinya menjadi sempurna dengan 3 elemen berbeda yaitu elemen api, petir, dan juga ia berniat melatih elemen cahaya.
Namun hingga tengah malam, Ling Yan masih belum bisa menemukan satu titik Meridian pun sampai akhirnya kelima tubuh ilusinya sudah kembali membawa berita yang membuat menghentikan latihannya tersebut.
"Hmm ternyata begitu, 3 orang puncak pendekar senior dan puluhan pendekar berlian serta masing-masing 7 orang pendekar jiwa dan pendekar raja, sepertinya kekuatan organisasi ini cukup banyak." Ujar Ling Yan.
"Hmm sepertinya kita tidak perlu memberitahu ketua Yan dan yang lainnya, kalian berlima urus para pendekar jiwa itu, sementara aku akan mengurus sisanya."
Tepat setelah mengatakan hal tersebut, Ling Yan dan kelima tubuh ilusinya langsung bergerak dan menghabisi para pendekar aliran hitam dari organisasi bunga darah tersebut.
__ADS_1
"Maaf senior, maaf atas kecerobohanku." Ucap pendekar bunga darah yang hampir saja membuat para penjaga terbangun.
Sementara itu, orang yang tadinya menegur rekannya itu terlihat terkejut karena 3 orang rekannya yang tadinya mengikuti dari belakang sudah tidak ada di tempat.
"Sial, kemana mereka bertiga." Tanpa sepengetahuannya, 2 tubuh ilusi Ling Yan yang memang sudah dari tadi ada di sana kini sudah berhasil membunuh satu orang rekannya lagi tanpa bersuara sedikitpun.
Dan saat ia berbalik kembali, kini ia hanya mendapati tubuh rekannya yang sudah terkulai lemas dan perlahan menjadi dingin.
"Sial ini jebakan." Ucapnya dan Srakkk.....
Tubuh pendekar itu kini bersimbah darah tanpa sempat melihat wajah ataupun pedang yang baru saja membuatnya tewas.
"Masih ada satu lagi rupanya." Ling Yan yang melihat Hai Dong baru saja sampai langsung tersenyum menyeringai sebelum menghilang dari tempatnya sambil melemparkan pisau bara api ke arah Hai Dong.
Ia melihat Hai Dong berhasil menghindari pisau tersebut bertepatan dengan ia yang juga sudah menyatu kembali dengan kelima kloningnya dan beberapa detik kemudian ia sudah menebas tubuh pendekar senior itu menjadi dua bagian dengan pedang darah apinya.
Flashback off.
"Satu selesai, sisa 2 lagi." Ling Yan tersenyum sinis sebelum mengambil cincin nat milik Hai Dong lalu melesat ke arah Fang Min dan juga Gua Sha yang sedang mengarah menuju kediaman Jia Li.
Di tempat Gua Sha dan juga Fang Min.
"Hmmm berhenti, aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres disini." Ucap Gua Sha yang juga dirasakan oleh Fang Min dan sontak membuat keduanya menatap sekelilingnya waspada.
"Bau darah!!! Ada hawa nafsu pembunuh juga, sepertinya ada seseorang yang--" Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya tiba-tiba saja 4 buah pisau bara api berwarna biru melesat cepat ke arah keduanya.
"Sial menghindar!!!" Fang Min yang melihat kedua pisau itu lebih dulu langsung berteriak dan menghindarinya di ikuti oleh Gua Sha, dan setelah itu muncullah seorang pemuda dari balik bayangan yang membuat keduanya mengerutkan dahinya.
__ADS_1