LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 41. Keterkejutan Ling San


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Ling Yan, Ling Xuilan dapat melihat dengan jelas saat ini Ling Yan sedang duduk di ruang tengah sedang membicarakan sesuatu bersama ayahnya.


Awalnya Ling Xuilan berencana untuk masuk dan menyapa Ling Yan, akan tetapi ia mengurungkan niatnya dan memilih tetap berdiri di luar sambil memperhatikan Ling Yan disana.


Akan tetapi setelah beberapa saat berdiri, tanpa sengaja pandangan keduanya bertemu dan membuat Ling Xuilan salah tingkah dan berusaha kabur dari sana.


"Eh Xui, apa yang sedang kau lakukan di luar, mengapa kau tidak masuk." Ucap Ling Yan, akan tetapi setelah mengatakan itu Ling Yan malah melihat Xui berjalan keluar dengan tergesa-gesa.


*****


"Ling Yan, bisakah kau jelaskan tentang mereka berdua." Ucap Ling Yue yang baru saja ikut masuk ke dalam kamar Ling Yan.


Ling Yan mengangguk sejenak sebelum memakan pil penyembuh yang diberikan ayahnya, "Sebelum aku menceritakan tentang kedua anak ini aku akan menceritakan tentang semua hal yang kualami di dalam hutan kegelapan terlebih dahulu." Ucap Ling Yan.


"Baiklah, cepat ceritakan." Ucap Ling San dan Ling Yue dengan raut wajah penasaran.


Ling Yan lalu menceritakan semua pengalamannya saat pergi ke hutan kegelapan untuk berlatih, dari awal ia memasuki hutan kegelapan, bertarung melawan siluman tingkat rendah, hingga saat pertama kali ia berhasil menembus tingkatannya.


Ling Yan juga menceritakan tentang dirinya yang dikejar oleh siluman banteng tanduk besi tingkat 4 pada saat ia masih berada di bagian luar hutan kegelapan, dan akhirnya tanpa sengaja masuk ke bagian terdalam hutan kegelapan.


Akan tetapi Ling Yan tidak menceritakan tentang dirinya yang menemukan peninggalan Shen Long beserta teknik pengembangan surgawi yang ia miliki.


Jadi ia mengarang sedikit ceritanya dan memberikan alasan yang masuk akal pada kedua orangtuanya, ia juga menceritakan tentang bagaimana ia bisa keluar dari dalam hutan kegelapan dengan beberapa keberuntungan dan akhirnya sampai di ibukota karena di selamatkan oleh tuan putri kekaisaran Wei.


Saat Ling Yan menceritakan tentang semua pengalamannya itu raut wajah kedua orang tuanya terus saja berubah-ubah.


Dan pada saat Ling Yan menceritakan tentang dirinya yang mendapatkan inti kekuatan api kehidupan, raut wajah kedua menjadi serius dan sangat terkejut hingga muncul beberapa pertanyaan di dalam benak mereka.


"Ling Yan, bagaimana kau bisa mendapatkan inti kekuatan api kehidupan itu dari acara lelang, bukankah ayah hanya memberikan 1000 koin emas padamu sebelum melakukan perjalanan menuju hutan kegelapan." Ayah Ling Yan bertanya dengan sedikit curiga.


"Dasar bodoh, mengapa aku bisa melupakan ini, ayah jadi curiga padaku sekarang." Batin Ling Yan.

__ADS_1


"Ehh, mengenai itu, pada saat perjalananku menuju ibu kota, aku menyelamatkan nyawa tuan putri dari serangan beberapa orang perampok, jadi tuan putri membalas kebaikanku dan membayar api kehidupan itu untukku." Ucapnya dengan nada suara sedikit canggung.


Mendengar perkataan Ling Yan, raut wajah Ling San masih tetap tidak percaya, namun rasa curiganya itu menghilang saat Ling Yue memarahi Ling Yan.


"Dasar anak nakal, kau menyuruh tuan putri untuk membayar barang yang kau tawar." Ucap Ling Yue


"Aduh ibu aku kan hanya membelinya dengan harga 15 juta koin emas saja." Ucap Ling Yan tanpa rasa bersalah.


Mendengar Ling Yan mengatakan 15 juta koin emas dengan nada seperti itu Ling Yue kembali memukul kepalanya lagi.


"Apa kau bilang, 15 juta koin emas." Tatapan mata Ling Yue menjadi tajam dan mengeluarkan aura yang berapi api.


"Huhh syukurlah ayah sudah tidak curiga." Ucap Ling Yan yang melihat raut wajah ayahnya yang sudah kembali menjadi normal.


"Lalu sudah berada di tingkat berapa kau sekarang." Ucap Ling San.


"Hmm aku sudah berada di tingkat emas bintang 2 dan sebentar lagi naik ke tingkat emas bintang 3." Ucap Ling Yan santai.


"Ohh kau sudah berada di tingkat emas bintang 2, bagus bagus, kau...." Ling San tersadar dan membulatkan matanya.


"Apa!!! tadi kau bilang kau sudah di tingkat emas." Ucap Ling San sedikit berteriak, tetapi untung saja tidak ada yang mendengar teriakannya itu, Ling Yue juga sama terkejutnya dengan Ling San sampai tidak bisa berkata apa-apa.


"Ayah jangan berteriak seperti itu, bagaimana kalau ada yang mendengarmu." Ucap Ling Yan menyadarkan ayahnya.


"Ling Yan, jika kau benar-benar sudah berada di tingkat emas, berarti kau adalah jenius no 1 di Klan kita, kalau seperti ini ayah harus memberitahu ketua Klan soal ini." Ucap Ling San.


"Tidak ayah, upacara kedewasaan Klan kita akan diadakan 2 hari lagi bukan, lebih baik jika ayah menyembunyikan ini dan biarkan mereka tau di saat upacara kedewasaan nanti kalau aku bukanlah sampah yang dulu lagi." Ucap Ling Yan.


"Hmm baiklah jika itu yang kau inginkan, Hahaha aku pasti akan mengejek si tetua kedua sialan itu nanti." Ucap Ling San sambil tertawa lepas.


Ling Yan yang melihat sikap ayahnya yang seperti itu hanya bisa tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kakak yu Qian lapar." Ucap Yu Qian.


Tak lama kemudian suara perut lapar juga terdengar dari dalam perut Yu Fei. "Kakak aku juga lapar." Ucapnya sambil terkekeh.


"Kalian berdua lapar, kalau begitu ayo kita makan." Ucap Ling Yue lembut lalu mengajak Yu Fei dan Yu Qian menuju ruang makan.


"Hmm baik bibi." Ucap keduanya serentak dengan nada sedikit canggung.


"Hmm tidak perlu memanggil ibu dengan sebutan bibi, panggil saja ibu seperti Ling Yan memanggil ibu." Ucap Ling Yue.


"Hmm ba baik ibu." Ucap keduanya sedikit canggung.


Ling Yan tersenyum dan sangat senang kedua orang tuanya dapat menerima keberadaan Yu Fei dan Yu Qian.


Setelah beberapa saat kini Ling San kembali menanyakan tentang kedua anak yang ikut pulang bersama Ling Yan.


"Lalu bagaimana kau menjelaskan tentang yu Fei dan Yu Qian." Ucap Ling San.


"Hmm ayah, bisakah kita bicara di ruang tengah." Ucapnya yang di sambut anggukan kepala dari ayahnya, lalu keduanya kini berjalan menuju ruang tengah dan duduk berhadapan.


Akan tetapi pada saat Ling Yan baru saja menceritakan awal pertemuannya dengan Yu Fei di desa rumput giok, tatapan mata malah teralihkan oleh keberadaan Ling Xuilan yang sedang berdiri di halaman depan rumahnya.


"Eh Xui, apa yang sedang kau lakukan di luar, mengapa kau tidak masuk." Ucap Ling Yan, akan tetapi setelah mengatakan itu Ling Yan malah melihat Xui berjalan keluar dengan tergesa-gesa.


"Eh mengapa dia malah pergi." Ling Yan lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar menyusul Ling Xuilan yang berjalan keluar dari halaman kediamannya.


"Hei bisakah kau menyelesaikan ceritamu dulu." Ucap Ling San sedikit berteriak.


"Ayah aku akan menceritakan semuanya nanti, aku ingin menyusul Xui dulu." Ucap Ling Yan seraya berlari menyusul Ling Xuilan yang perlahan menjauh.


"Hahh dasar anak muda." Ucap Ling San.

__ADS_1


__ADS_2