
Xiao Hu yang masih terlelap di dalam pelukan Ling Xuilan terlihat tidur sangat nyenyak dan sepertinya baru akan bangun jika ia sudah lapar kembali.
"Hahaha sepertinya dia merasa sangat nyaman bersamamu." Ucap Ling Yan.
"Sepertinya begitu." Ling Xuilan dengan hati-hati memindahkan Xiao Hu dan memberikannya pada Ling Yan, dan setelah itu Xiao Hu akhirnya pergi dan kembali ke sekte seribu pedang.
"Hehh dasar kucing pemalas." Ling Yan menatap Xiao Hu sejenak sebelum akhirnya memasukkannya kedalam jubahnya dimana Xiao Hu biasanya istirahat.
Ling Yan lalu berjalan mencari penginapan di kota karena sebentar lagi langit akan menjadi gelap.
"Semoga saja tubuh ilusiku berhasil menemukan markas mereka." Ucap Ling Yan yang menduga kalau anggota sekte Tengkorak iblis pasti sudah berpindah tempat setelah kejadian sebelumnya.
*****
Sementara itu di sekte seribu pedang, terlihat Zhu Qing dan juga Han Li yang masih mencari dimana keberadaan Ling Xuilan.
"Sebenarnya kemana kak Xui pergi, ini bahkan sudah hampir malam, tapi ia tidak juga kembali." Ujar Zhu Qing yang merasa sedikit khawatir.
Han Li juga sama khawatirnya dengan Zhu Qing, bahkan mungkin lebih dari itu, dan tak lama kemudian tiba-tiba saja Gao Lang muncul di hadapan mereka.
"Salam guru!!" Zhu Qing dan Han Li mengucapkan salam secara bersamaan.
Gao Lang hanya menganggukkan kepalanya sebelum menyadari kalau muridnya Ling Xuilan tidak bersama dengan keduanya.
"Dimana Xui, mengapa ia tidak bersama kalian." Tanya Gao Lang.
Sebenarnya hari ini adalah hari bagi Gao Lang untuk memberikan pelajaran ilmu pedang pada ketiga muridnya, namun karena Gao Lang yang bertugas untuk kegiatan ujian masuk untuk murid sekte yang baru, latihan mereka pun terpaksa di tunda menjadi malam hari.
"Maaf guru Gao, tapi...." Belum sempat Han Li menyelesaikan perkataannya tiba-tiba saja Ling Xuilan sudah berada disana.
"Salam guru, maaf karena murid datang terlambat." Ucap Xui yang baru saja sampai.
__ADS_1
Zhu Qing dan Han Li akhirnya bisa bernafas lega karena ternyata Xui baik-baik saja.
"Kak Xui kau dari mana saja, aku sangat khawatir." Ucap Zhu Qing.
Xui tersenyum kecil sebelum akhirnya menjawab, "Maaf, tadi aku ada keperluan di kota, jadi aku keluar sekte sebentar, namun ada sedikit masalah kecil di jalan yang membuatku sedikit lebih lama." Jawab Xui berbohong.
"Baiklah kalau begitu ayo ambil pedang kayu kalian, aku akan memperagakan sebuah jurus pedang dan kalian bertiga harus mempelajarinya hingga dapat menguasainya dengan sempurna." Ucap Gao Lang yang juga mengambil pedang kayu miliknya.
"Baik guru." Jawab ketiganya serentak.
Zhu Qing, Xui pun memperhatikan baik-baik setiap gerakan yang dilakukan Gao Lang sambil menghapal gerakan-gerakan tersebut.
Sementara Han Li, ia sudah mengetahui teknik pedang yang diperagakan oleh gurunya itu bernama teknik pedang memecah ombak yang biasanya digunakan dengan mengkombinasikan elemen petir pada pedang penggunanya.
Teknik ini memang sudah pernah di ajarkan oleh Gao Lang pada Han Li sebelumnya, namun Han Li belum terlalu menguasainya dan hanya sampai ketitik mahir dan belum sempurna.
"Teknik pedang yang aku peragakan tadi bernama teknik pedang memecah ombak yang sangat cocok di padukan dengan elemen petir kalian, jurus ini juga termasuk dalam kategori teknik bertarung hitam tingkat tinggi, jadi pelajarilah dengan baik karena itu akan sangat berguna bagi perkembangan ilmu pedang kalian." Jelas Gao Lang.
Setelah penjelasan tentang teknik tersebut, ketiga murid Gao Lang itu akhirnya mulai mencoba mengulangi gerakan tadi satu persatu secara bergantian.
*****
Ling Yan menyentuh segel yang mengunci isi jurus kedua serta api langit yang masih berada di dalam gulungan tersebut.
"Apakah kau berniat menyerap api langit saat ini juga." Ujar api abadi.
Ling Yan diam sejenak sebelum menjawab.
"Tidak, aku tidak akan bisa menyelesaikan itu malam ini." jawab Ling Yan.
"Lalu mengapa kau membuka gulungan itu." Tanya api abadi lagi.
__ADS_1
"Hmm, aku hanya memeriksa segelnya saja, aku berpikir kalau segel ini sepertinya lebih kuat dari segel yang mengunci api pembakar jiwa karena bahkan api langit pun tidak dapat berkutik di dalamnya." Ucap Ling Yan yang memang sepenuhnya benar.
"Tentu saja itu sangat kuat, tuan Shen long sendiri yang menyegel api langit di dalam gulungan itu." Api sakral surgawi juga ikut berbicara.
Ling Yan masih menatap segel tersebut dan bergumam. "Seandainya saja aku tau cara membuat segel ini, maka aku tidak perlu menggunakan kalian untuk menekan api pembakar jiwa." Ucap Ling Yan.
"Untuk apa tuan menekan api pembakar jiwa, bukankah akan lebih mudah jika tuan menyerapnya?" Api samudra juga ikut angkat bicara.
"Aku tau itu, tapi jika aku menyerapnya, maka sekte seribu pedang tidak akan punya menara latihan lagi seperti dulu." Ucap Ling Yan.
Kedua roh Api kehidupan yang sedari tadi hanya diam saja kini ikut berbicara juga.
"Tuan Ling Yan, sebenarnya tidak masalah jika tuan menyerap api pembakar jiwa, anda tetap bisa mengaktifkan menara itu seperti semula dengan memasukkan essensi dari api pembakar jiwa yang lebih muda." Ucap Xiao Bao dan Xiao Bai secara bersamaan.
Ling Yan yang mendengar itu sontak terkejut dan kemudian bertanya dengan serius.
"Tunggu, apa maksudmu dengan esensi api pembakar jiwa yang lebih muda." Tanya Ling Yan.
"Ah benar juga, mengapa itu tidak terlintas dipikiran ku." Api abadi juga setuju dengan pendapat Xiao Bao dan Xiao Bai.
"Begini tuan, esensi api pembakar jiwa sama seperti kami, semakin besar dan semakin tua umur roh api spiritual maka akan semakin kuat pula kekuatannya, maka dari itulah saat ini api pembakar jiwa menjadi semakin kuat dan mampu menghancurkan segel yang mengurungnya itu."Jawab Xiao Bai.
"Namun tetap saja walaupun kekuatan roh api pembakar jiwa meningkat, ia tetap tidak akan bisa menjadi lebih kuat dari api spiritual yang berada di atas tingkatannya." Sambung api abadi.
"Benar, jadi jika tuan berhasil menyerap api pembakar jiwa dan memasukkan esennsi yang lebih kecil kedalam menara itu, maka menara tersebut akan tetap aktif seperti dulu, bahkan mungkin akan butuh waktu selama ratusan tahun lagi bagi esennsi api itu untuk menjadi sekuat sekarang." Api samudra menambahkan.
"Ternyata bisa seperti itu, jadi setelah aku memasukkan essensi api pembakar jiwa yang lebih kecil kedalam menara, kekuatan api pembakar jiwa akan tetap aku miliki dan aku otomatis akan memiliki kekuatan baru bukan."
"Ya itu tepat sekali." Jawab api abadi.
Ling Yan yang mendengar itu sontak tersenyum sumringah karena saat ini ia sudah mendapatkan solusi untuk menundukkan api pembakar jiwa, bahkan saat ini ia sangat ingin melompat kegirangan jika saja tidak ada orang lain di dalam penginapan itu.
__ADS_1
"Tapi tuan, sebaiknya Jika ingin menyerap api pembakar jiwa, tuan harus menyiapkan pil pelindung jiwa agar saat menyerapnya tuan tidak terkena efek samping yang dapat membakar kekuatan jiwa yang tuan miliki." Jelas api samudra
"Baiklah, aku akan mengingatnya." Ucap Ling Yan seraya membaringkan tubuhnya di ranjang penginapan.