
"Pen... pendekar muda, aku tau kau adalah pendekar aliran putih yang sangat bijaksana, aku mohon... biarkan kami pergi dan kami akan menebus kesalahan yang pernah kami perbuat." Ucap pendekar itu memohon sambil melontarkan pujian kepada Ling Yan.
Shuyang yang melihat itu dari jauh nampak menggelengkan kepalanya pelan, karena ini sudah kesekian kalinya ia mendengar perkataan yang sama dari para aliran hitam, dan saat pertama kali bertemu dengan yang seperti itu, ia sempat berpikir untuk melepaskannya hingga hampir kehilangan nyawanya saat itu.
Untungnya pada saat itu Ling Yan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berhasil membunuh pendekar aliran hitam tersebut di saat yang tepat dan membuatnya sadar kalau tidak ada gunanya melepaskan para aliran hitam yang seperti itu.
Ling Yan mengangkat pedangnya seakan-akan berniat untuk melepaskan kedua pendekar aliran hitam itu membuat Shuyang menjadi ingin tertawa dengan sikap sahabatnya itu.
Ia sudah tahu kalau pada akhirnya kedua pendekar suci itu akan berakhir lebih tragis dari dua orang saudaranya yang sudah dibunuh oleh Jin Yuan.
"Baiklah aku akan melepaskan kalian berdua, tapi sebelum itu kalian harus memakan pil penghilang tenaga dalam ini untuk memastikan kekuatan kalian sudah tidak bisa digunakan lagi." Ucap Ling Yan sambil melemparkan dua buah pil berwarna hitam.
"Ehhh pendekar muda, apakah kau akan benar-benar melepaskan kami setelah kami memakan pil ini?" Tanya kedua pendekar itu memastikan.
"Tentu saja, kami pendekar aliran putih tidak akan pernah mengingkari janji kami." Jawab Ling Yan sambil melihat ke arah keduanya.
Kedua pendekar itu nampak saling melirik sejenak sebelum memasukkan pil itu kedalam mulut mereka, dan seketika pil tersebut hancur dan masuk kedalam tubuh pendekar tersebut.
"Sudah, kami sudah memakannya." Jawab kedua pendekar itu tapi mereka tidak merasakan sama sekali kalau tenaga dalam mereka sudah menghilang.
"Pil itu akan bereaksi setelah beberapa jam, kalian boleh pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran." Ucap Ling Yan.
Tepat setelah perkataannya itu, kedua pendekar tersebut langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa.
Di dalam pikiran kedua pendekar tersebut saat ini pergi sejauh mungkin lalu menghilangkan efek pil tersebut sebelum tenaga dalam mereka menghilang.
Sementara Ling Yan yang melihat keduanya pergi terlihat tersenyum sinis sebelum berbalik arah mengajak teman-temannya untuk melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
"Hei teman, apakah kau benar-benar memberikan pil penghilang tenaga dalam pada kedua pendekar itu dan melepaskannya." Tanya Shuyang dengan ekspresi wajah curiga.
"Hahaha ayolah, kau yang paling mengerti sifatku selain Xui dan kedua orang tuaku." Jawab Ling Yan sambil tersenyum penuh makna.
Mendengar jawaban Ling Yan membuat Shuyang menjadi mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu, ia kemudian memukul pundaknya pelan sambil berkata.
"Kau tega sekali pada mereka Hahaha!!" Tawa Shuyang pecah pada saat mengingat kalau sahabatnya itu baru saja membuat sebuah pil aneh pada saat masih berada di pulau es utara.
Sementara dua gadis yang sedang melihat keduanya tertawa terlihat memasang wajah dongkol karena tidak mengerti apa yang sedang keduanya tertawakan.
Dan tentu saja pil tersebut bukanlah pil penghilang tenaga dalam seperti yang dikatakan oleh Ling Yan melainkan pil lain yang efeknya tidak dapat dibayangkan oleh siapapun.
Ling Yan memang sudah tau kalau kedua pendekar aliran hitam itu pasti tidak akan menepati janji mereka, dan untuk mengantisipasi hal tersebut, Ling Yan memberikan pil yang terbuat dari 2 tetes racun ular sisik hijau raksasa yang dikombinasikan dengan inti kekuatan siluman elemen api serta rumput lidah naga.
Dan hasil dari campuran ketiga bahan tersebut adalah racun yang begitu mematikan dan sangat berbahaya, tetapi hanya akan bereaksi pada saat kedua pendekar tersebut mencoba menetralisir efek dari pil tersebut ataupun mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.
Walaupun Ling Yan sangat yakin dengan efek pil racun buatannya, Ling Yan harus tetap memastikan kalau kedua perampok tersebut memang benar-benar mati karena pil racun racikannya, bisa dibilang kedua perampok itu digunakan oleh Ling Yan sebagai kelinci percobaan.
Kedua pendekar aliran hitam yang awalnya di lepaskan oleh Ling Yan kini sedang duduk berjongkok sambil memeriksa keadaan tubuh serta tenaga dalam yang mereka punya.
"Aneh.... mengapa tenaga dalam kita masih tidak menghilang, selain itu aku juga baru mendengar ada pil penghilang tenaga dalam yang bereaksi setelah beberapa jam." Ucap pendekar itu merasa curiga.
"Aku juga tidak tahu, tapi lebih baik kita hilangkan dulu efek pil itu." Kedua pendekar suci itu kemudian duduk bersila dan mengalirkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya.
Namun pada saat tenaga dalam itu baru saja mereka alirkan, tiba-tiba saja keduanya merasakan sakit yang luar biasa pada jantungnya di ikuti rasa sakit pada organ dalam mereka yang lain.
"Akh!!! Apa yang terjadi pada.... Uhuk!!! Seteguk darah segar kini keluar dari dalam mulut kedua pendekar suci itu hingga nyawa keduanya melayang akibat efek racun ular sisik hijau raksasa.
__ADS_1
Sama seperti saudara bungsu mereka, tubuh pendekar suci tersebut kini berakhir meleleh dan menjadi gumpalan darah yang mulai membusuk secara perlahan.
Di balik kegelapan, tubuh ilusi Ling Yan yang sedari tadi sudah mengikuti mereka berdua nampak menyunggingkan senyum jahatnya sebelum menghilang menjadi kepulan asap.
"Pilnya berhasil." Ujar Ling Yan yang duduk di dalam kereta kuda.
Selang beberapa saat, Xui yang awalnya duduk di bangku sebelah malah berpindah tempat di samping Ling Yan sambil menyenderkan kepalanya di bahu pria tersebut.
Ling Yan bisa melihat sedikit rasa ketidaknyamanan di dalam ekspresi wajah Xui kali ini.
"Kak Ling Yan, apakah dunia luar itu memang selalu di penuhi dengan darah." Tanya Xui dengan tubuh sedikit bergetar.
Walaupun sudah dua kali dirinya berada dalam kondisi pertarungan hidup dan mati, tetapi ia masih merasa begitu tidak nyaman dengan pemandangan berdarah yang baru saja mereka lewati.
Apalagi pada saat melihat secara langsung bagaimana Ling Yan membakar puluhan mayat para perampok yang sebelumnya menyerang mereka.
Ling Yan sedikit tidak enak hati melihat ekspresi wajah Xui yang sedikit menggelap.
"Maaf karena memaksamu melihat kejadian seperti itu secara langsung." Jawab Ling Yan.
Menurut Ling Yan tidak ada salahnya memperlihatkan kejadian seperti itu secara langsung kepada teman-temannya lebih cepat, karena walau bagaimanapun juga, lambat laun Xui dan yang lainnya akan tahu kalau dunia persilatan itu memang jauh lebih menyeramkan dari apa yang mereka bayangkan.
Jadi lebih baik mereka mengetahuinya lebih dulu, agar namun mereka menjadi terbiasa dan tidak ragu jika suatu saat kembali berada di dalam posisi yang seperti ini.
Ling Yan lalu memalingkan pandangan ke arah Qianlin dan juga Shuyang.
Shuyang yang sudah pernah melihat kejadian yang sama saat misi pertamanya nampak memasang ekspresi biasa saja, berbeda dengan Qianlin yang nampak menahan sesuatu di dalam dirinya.
__ADS_1
"Sepertinya ia sedang menahan muntah karena bau mayat panggang yang aromanya masih tercium sampai sekarang." Batin Ling Yan.