
Sepeninggal Xui dari kediaman Ling Yan, bersama kedua adik angkatnya Ling Yan lalu masuk kedalam rumah dan mendapati ayahnya sedang duduk di ruang tengah.
Ling San yang melihat putranya beserta kedua anak angkatnya yang sudah pulang itu langsung menyambutnya dengan senyuman.
"Eh, kalian sudah pulang." Ucapnya.
"Iya ayah kami baru saja sampai." Ucap Ling Yan.
Nampak Ling San sedikit menelisik kearah ketiganya seakan sedang mencari sesuatu.
"Ada apa ayah, apakah ada sesuatu yang salah dari kami." Ucap Ling Yan yang kini memeriksa keadaannya diikuti oleh kedua adik angkatnya.
"Ah tidak Yan'er, tapi... bukankah tadi kalian pergi bersama dengan Xui, lalu kemana perginya dia." Ucap Ling San bertanya dengan wajah yang sedikit bingung.
Pasalnya baru kali ini Xui langsung pulang tanpa pamit kepadanya atau Ling Yue.
"Kau tidak membuatnya kesal bukan." Ucap Ling San.
"Eh, tidak ayah, dia sendiri yang langsung ingin pulang tadi." Jawab Ling Yan yang langsung di potong oleh Yu Qian.
"Ayah tadi kak Xui langsung pulang karena saat berjalan-jalan di sekitar kota kak Ling Yan terus saja melamun." Ucap Yu Qian.
Mendengar perkataan Yu Qian, Ling San sontak langsung menatap ke arah Ling Yan yang kini hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hmm ayah, bisakah kita berbicara sebentar." Ucap Ling Yan yang langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.
Ling San sontak menganggukkan kepalanya dan membatin. "Sepertinya ada sesuatu hal yang mengganjal pikiran Ling Yan saat ini."
Ling San lalu menyuruh Yu Fei dan Yu Qian masuk kedalam bersama Ling Yue. "Yu Fei, Yu Qian, masuklah ke dalam bersama ibu, aku dan kakakmu akan keluar sebentar, jika ibu bertanya pada kalian kemana ayah dan kakakmu pergi, katakan saja jika kami berdua ada urusan yang mendesak, kalian mengerti." Ucap Ling San.
"Baik ayah." Ucap Yu Fei lalu mengajak Yu Qian masuk kedalam. Setelah keduanya pergi, Ling San lalu mengajak anaknya pergi ke suatu tempat untuk membicarakan apa yang ingin Ling Yan katakan.
__ADS_1
"Ayo." Ucap Ling San lalu melesat di ikuti oleh Ling Yan menuju bukit dibelakang kediaman Klan Ling.
*****
Kediaman Klan Chu.
"Ayah, pil macam apa ini." Ucap Chu Ma putra dari ketua Klan Chu yang saat ini memiliki kekuatan pendekar perak bintang 4.
"Hmp pil ini merupakan pil yang dapat meningkatkan kekuatanmu dengan cepat, setelah meminum pil itu kekuatanmu akan meningkat pesat hingga 5 tingkatan." Ucap Chu Ning yang sebenarnya sudah menelan pil yang sama sebelumnya dan kini kekuatannya naik ke tingkat pendekar jiwa bintang 7.
"Tapi ayah bukankah efek pil ini terlalu tinggi, apakah tidak apa-apa jika aku mengkonsumsinya." Ucap Chu Ma khawatir.
Yu Huang yang sedari tadi melihat keduanya kini maju dan angkat bicara. "Tuan muda Chu, percayalah pada kami, setelah kau meminum pil itu kekuatanmu akan meningkat pesat, dan setelah itu kami akan membantu kalian untuk menguasai kota Teratai ini." Ucap Yu Huang dengan senyum sinisnya.
"Ayah apakah perkataan orang ini bisa di percaya." Ucap Chu Ma.
"Hehehe, akan aku pastikan kedua Klan besar yang selalu merendahkan kalian menghilang dari kota ini." Ucap Yu Huang lagi.
"Ugh... ini..." Setelah beberapa saat menelan pil itu, sebuah ledakan tenaga dalam dari dalam tubuhnya langsung keluar dan menyebabkan tekanan yang luar biasa.
"Aaaaaaa!!!!" Chu Ma berteriak menahan ledakan tenaga dalamnya itu dan setelah beberapa saat, Chu Ma akhirnya menembus tingkatannya bahkan hingga 7 tingkatan sekaligus.
"Kekuatan ini, luar biasa, sekarang aku sudah memiliki kekuatan setara dengan pendekar emas bintang 1." Ucapnya tersenyum puas.
"Bagaimana, aku tidak membohongimu kan." Ucap Yu Huang tertawa sinis.
"Hahaha, Klan Ling, Klan Li, akan aku pastikan keduanya menghilang dari kota ini." Ucap Chu Ning.
Sebenarnya pada awalnya Chu Ning sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yu Huang yang bisa membantunya menguasai kota Teratai.
Akan tetapi setelah menerima pil penembus Xuan dari Yu Huang dan meningkatkan kekuatan hingga 5 tingkatan sekaligus, akhirnya Chu Ning kini mulai percaya pada Yu Huang.
__ADS_1
Kesepakatan diantara keduanya sendiri adalah Yu Huang akan membantu mereka untuk menguasai kota Teratai dengan catatan Chu Ning harus membantunya mendapatkan apa yang ia inginkan yaitu Gulungan Teknik Ilmu Halilintar Bumi dan juga api spiritual milik Ling Yan.
"Hmp kalau begitu, Chu Ma, panggil seluruh tetua klan kemari, kita harus meningkatkan kekuatan mereka semua agar kita bisa meratakan kedua Klan itu dengan mudah." Ucap Chu Ning yang disambut anggukan kepala dari Chu Ma.
Sepeninggal Chu Ma dari sana, Yu Huang lalu tertawa sinis dan berkata kepada Chu Ning.
"Kau tidak melupakan kesepakatan kita bukan." Ucapnya.
"Hahaha, kau tenang saja aku hanya akan mengambil apa yang aku inginkan, sisanya itu terserah padamu." Ucap Chu Ma lalu tertawa sinis.
"Hehehehe." Tawa Yu Huang kembali bergema didalam ruangan itu.
"Dasar orang tua bodoh, setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan, mana mungkin aku membiarkan kalian lolos." Batin Yu Huang.
*****
Ling Yan beserta ayahnya yang sudah sampai di bukit dibelakang kediaman Klan Ling kini memulai pembicaraan mereka.
"Ayah sebenarnya saat kami berempat berjalan di tengah kota, aku melihat seorang pria berpakaian hitam seperti anggota sakte petir hitam yang menginginkan ilmu halilintar bumi sebelumnya." Ucap Ling Yan.
Mendengar perkataan Ling Yan, Ling San lalu mengerutkan dahi dan menatap mata Ling Yan dengan seksama. "Apakah kau yakin, itu orang yang sama yang kau temui di desa rumput giok." Ucap Ling San.
"Aku tidak bisa memastikannya ayah, tetapi pakaian yang mereka kenakan sama persis." Ucap Ling Yan.
Sebenarnya sesaat setelah Ling Yan melihat orang berpakaian hitam saat berjalan-jalan di tengah kota, tanpa sepengetahuan Yu Fei, Yu Qian, dan juga Xui, Ling Yan menggunakan teknik tubuh ilusi dan mencoba mengikuti kemana orang itu pergi.
Dan di saat Ling Yan menemukannya, ternyata orang itu berjalan menuju kediaman Klan Chu, dan disana tubuh ilusi yang Ling Yan ciptakan melihat pemandangan yang sangat mengejutkan.
"Bukan hanya satu ayah, melainkan ada lebih dari 10 orang berpakaian sakte Petir Hitam dan salah satunya memiliki kekuatan pendekar raja bintang 1." Ucap Ling Yan.
"Apa, pendekar raja, kalau begitu ini sudah benar-benar gawat, kita harus memberitahu ketua Klan tentang masalah ini." Ucap Ling San yang kini memasang ekspresi wajah yang buruk.
__ADS_1
"Itu benar ayah, selain itu kita juga harus meningkatkan keamanan serta mewaspadai kediaman Klan Chu, karena sepertinya Klan Chu merencanakan sesuatu bersama para anggota sakte aliran hitam itu." Ucap Ling Yan