LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 299. Angin Dingin.


__ADS_3

Saat Bing An melihat itu, ia sebenarnya memiliki keinginan untuk mencegahnya tetapi ia mengurungkan niatnya tersebut pada saat Ling Yan sudah memegang tangan Qianlin dan memeriksa nadinya.


Ling Yan mengalirkan tenaga dalamnya dan merasakan aura dingin yang sama seperti tubuh Xui pada tubuh Qianlin, dan seperti dugaannya ia bisa merasakan ada penyumbatan energi alam pada beberapa meridian kecil milik gadis itu.


Hal ini bisa terjadi disebabkan karena ia terlalu sering berlatih di tengah malam dengan suhu yang begitu dingin di pulau es utara.


Walaupun energi alam yang ada di pulau es utara sangat cocok dengan keadaan tubuh Qianlin yang memiliki akar roh bunga teratai es, tetapi jika menyerap energi alam di malam hari secara terus menerus, maka energi alam itu akan menyebabkan penyumbatan pada meridian-meridian kecilnya, karena energi tersebut tercampur dengan energi alam dari sinar bulan.


"Hmm seperti yang aku prediksikan, beberapa meridian kecil miliknya benar benar tersumbat, namun selain itu ada juga faktor lain yang menyebabkan latihannya menjadi lambat, aku ingin tahu apakan kau memiliki memar berwarna biru di beberapa bagian tubuhmu?"


Pertanyaan Ling Yan tersebut membuat Bing Qianlin terkejut karena tebakan Ling Yan memang benar, tetapi pernyataan Ling Yan tersebut langsung dibantah oleh Bing An dengan cepat.


"Memar!!! Apa maksudmu? Qianlin tidak mungkin memiliki memar gelap seperti yang kau...." Tiba-tiba saja Bing An menghentikan perkataannya saat melihat ekspresi wajah Qianlin yang sedikit memerah padam.


Ia sebenarnya mengerti maksud Ling Yan yang ingin mengatakan kalau Qianlin memiliki memar gelap pada bagian tubuhnya akibat terkena angin dingin dari latihan tersebut.


"Selain itu... Kau juga akan merasakan panas seperti terbakar pada memar tersebut saat menjelang pagi dan saat ini rasa sakit itu menjadi semakin parah bukan? Jika saja hal ini terus berlanjut, maka kau bisa saja mati sebelum berumur 20 tahun."


Perkataan Ling Yan barusan membuat tubuh Qianlin bergetar hebat, semua yang dikatakan oleh pemuda itu memang benar dan sudah lebih dari 3 bulan Qianlin merasakan rasa sakit yang dikatakan oleh Ling Yan itu.


"Itu...." Bing An tidak bisa berkata-kata lagi karena dari ekspresi wajah cucunya saja ia sudah tau kalau yang dikatakan oleh Ling Yan memang benar.


Ling Yan mengetahui itu semua dari buku milik Yan Shiki yaitu buku tentang akar roh surgawi dan akar roh bunga teratai es, dan didalam buku tersebut terdapat semua penjelasan tentang kedua kondisi tubuh tersebut.


"Sepertinya tebakanku benar, tapi tidak masalah, aku bisa membantumu menghilangkannya tapi itu membutuhkan persetujuanmu dan keluargamu karena untuk mengobati itu aku harus menggunakan teknik memijat menggunakan api kehidupan." Jelas Ling Yan.


Bing Qianlin kembali memerah saat Ling Yan mengatakan kalau cara mengobati memar biru akibat angin dingin miliknya adalah dengan cara dipijat, dan pastinya hal itu harus dilakukan dengan cara sentuhan fisik.

__ADS_1


"Bagaimana ini... salah satu memar biru itu ada di tempat yang hampir tidak terjangkau, bahkan kakekku saja tidak bisa melihatnya." Batin Qianlin dengan wajah memerah padam.


Sementara Ling Yan yang melihat ekspresi wajah gadis dihadapannya itu nampak kebingungan sambil membatin.


"Ada apa dengan gadis ini, memangnya ada yang salah dengan cara pengobatan yang aku jelaskan barusan?" Batin Ling Yan.


Lain halnya dengan Ling Yan, Shuyang yang sedari tadi berdiri dekat dengan Xui nampak sedikit bergidik ngeri karena merasakan adanya aura membunuh dari gadis itu, ia bisa melihat kalau Xui saat ini mengetahui maksud dari ekspresi wajah Qianlin yang terlihat malu-malu di hadapan Ling Yan.


Bing Qianlin terlihat menatap kakeknya sejenak sambil meminta persetujuan, dan yang ia dapatkan hanya anggukan kecil dari Bing An, karena saat ini ia yang seorang pendekar suci bahkan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap masalah tubuh cucunya itu.


"Baiklah.... Aku... Tidak masalah dengan itu." Jawab Qianlin sedikit menunduk.


Ling Yan menganggukkan kepalanya sebelum mengajak Qianlin duduk terlebih dahulu.


"Sebelum itu aku akan menggunakan api kehidupanku untuk menghilangkan sumbatan yang terjadi pada meridian-meridian kecilmu, mungkin akan sedikit sakit, tetapi ini tidak akan berlangsung lama." Jelas Ling Yan disambut anggukan kepala oleh Qianlin.


Dan disaat yang bersamaan, Qianlin bisa merasakan ada aura hangat yang mengalir pada meridian-meridian kecilnya hingga membuat tubuh menjadi terasa lebih baik.


Akan tetapi tidak lama berselang, rasa sakit yang dimaksud oleh Ling Yan mulai terasa menyerang tubuh Qianlin.


"Akh......"


Suara teriakan kecil Qianlin terdengar begitu jelas hingga membuat ruangan tersebut bergema, Bing An bahkan hampir saja bergerak menghentikan Ling Yan saat melakukan hal tersebut, namun disaat yang sama ia juga sadar kalau hal itu bisa saja membuat cucunya celaka jika ia menghentikan Ling Yan.


Berselang beberapa saat akhirnya rasa sakit yang dirasakan oleh Qianlin berubah menjadi rasa nyaman, bahkan saat ini tubuhnya sudah tidak merasakan hawa dingin seperti sebelumnya.


"Huh..... ternyata ini cukup melelahkan juga." Ling Yan menghembuskan asap putih dari dalam mulutnya pertanda ia sudah menyerap energi dingin yang menyumbat meridian-meridian kecil dari Qianlin.

__ADS_1


"Sekarang bisakah kau tunjukkan memar hitam yang kau miliki." Ucap Ling Yan yang membuat Qianlin sedikit salah tingkah, namun setelah beberapa saat ia kemudian berkata.


"Ada satu memar di telapak kakiku." Jawab Qianlin sebelum Ling Yan melihat ke arah kaki Qianlin.


"Telapak kaki? Kalau begitu biar aku melihatnya terlebih dahulu." Jawab Ling Yan.


Qianlin kemudian mengubah posisinya dan memperlihatkan telapak kakinya yang terdapat sebuah memar berwarna biru gelap berbentuk bulat sempurna dan itu lumayan besar.


Ling Yan yang melihat itu nampak menggelengkan kepalanya pelan sambil berkata.


"Bisa-bisanya kau bertahan dengan kondisi tubuh seperti ini, sebagai seorang pendekar kau seharusnya mengetahui kondisi tubuhmu sangat tidak baik bukan, tapi kenapa kau tetap memaksakan diri seperti ini."


Qianlin hanya melirik ke samping karena tidak sanggup melihat mata Ling Yan yang sedang menyinggungnya, sementara Bing An saat ini hanya bisa memasang wajah bersalah saat melihat memar biru gelap yang ada di telapak kaki cucunya itu.


"Ini semua salahku, aku selalu memikirkan masa depan sekteku dan memaksa Qianlin untuk berlatih tanpa memikirkan kondisi tubuhnya, aku memang kakek tua yang tidak berguna." Ungkap Bing An.


"Akhirnya kau menyadarinya." Sahut Ling Yan dengan nada sinis, tapi di dalam hatinya ia juga merasa tidak tega.


Bing An hanya bisa menghelat nafas panjang saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ling Yan, karena perlakuan tersebut memang pantas untuk dirinya.


"Haihhh.... Qianlin, maafkan kakek dan ayahmu karena selalu memaksamu untuk berlatih keras kakek...." Bing An menghentikan perkataannya setelah melihat Qianlin menyuruhnya untuk berhenti berbicara.


Pemandangan itu juga membuat Xui yang awalnya marah kini terlihat seperti merasa iba terhadap Qianlin, namun rasa kesalnya terhadap Ling Yan masih tidak berubah sama sekali.


"Kali ini akan terasa lebih sakit, jadi cobalah untuk bertahan." Ucap Ling Yan disambut anggukan kepala dari Qianlin.


Ling Yan lalu mengalirkan tenaga dalam pada jari telunjuk dan jari tengahnya sebelum api kehidupan keluar membentuk kobaran api kecil pada ujung kedua jari Ling Yan itu.

__ADS_1


__ADS_2