LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 239. Kekalahan Sang Dewi


__ADS_3

Yun Kai bahkan masih tidak bisa percaya kalau ia akan kalah dari seorang murid yang umurnya 3 tahun lebih muda darinya, selain itu ia juga hanya menggunakan teknik pedang paling dasar milik sekte seribu pedang untuk mengalahkannya.


"Bagaimana bisa dia mengalahkan ku hanya menggunakan teknik pedang rendahan seperti itu." Batin Yun Kai yang pikirannya bisa dibaca oleh Ling Yan.


Ling Yan menurunkan pedangnya dan mengulurkan tangannya ke arah Yun Kai.


"Tidak ada yang namanya teknik pedang rendahan, yang ada adalah manusia yang tidak dapat memanfaatkannya dengan baik." Ucap Ling Yan.


Ucapan yang Ling Yan katakan barusan terasa seperti sebuah pedang yang menusuk ke dadanya dan tersirat kalau teknik pedang yang ia anggap sebagai teknik rendahan itu masih lebih baik dari kemampuan berpedang yang ia miliki.


Ia menatap mata Ling Yan sejenak sebelum meraih tangan itu sambil berkata.


"Terimakasih karena telah mengajariku." Ucapnya sebelum berlalu meninggalkan Ling Yan yang masih berdiri di tempatnya.


"Walaupun memiliki sifat yang sedikit sombong, tetapi sifatnya tidak sama dengan Lui Yang." Batin Ling Yan sambil menatap punggung Yun Kai yang perlahan menjauh.


"Ekhm! Ling Yan, karena kau baru saja melakukan pertarungan, kau akan diberikan kesempatan untuk beristirahat selama beberapa menit untuk memulihkan kekuatanmu." Ucap Wu Ya.


Ling Yan yang mendengar itu tentu saja tidak menolak, ia hanya menganggukkan kepalanya sejenak lalu berjalan turun dari atas arena.


Sebenarnya walaupun tidak diberikan waktu beristirahat, Ling Yan merasakan kalau dirinya masih bisa bertahan jika melakukan 3 kali pertarungan lagi karena kekuatan fisiknya saat ini sudah berada di atas rata-rata.


Berkat kualitas tulang raja naga serta otot-ototnya yang sudah 100 persen menjadi otot merah muda, Ling Yan mampu bertahan walaupun mengangkat beban seberat 100 Kilo gram selama 1 hari full.


Namun ada sesuatu yang lain yang membuatnya harus menerima waktu istirahat tersebut yaitu Xiao Hu yang sudah bangun dari tidurnya, karena disaat harimau kecil itu bangun, itu artinya ia pasti akan meminta makanan dari Ling Yan.


Miao.....


"Iya iya tunggu sebentar." Ucap Ling Yan sembari berjalan melewati para murid sekte.

__ADS_1


Ling Yan lalu keluar dari kerumunan murid dan mencari tempat sepi dimana tidak ada seorangpun yang melihat dirinya.


Cukup lama Ling Yan berusaha mencari tempat yang lumayan sepi sampai akhirnya ia menemukan tempat dimana tidak ada satupun murid yang berkeliaran di sana.


"Teknik tubuh ilusi." Ling Yan menciptakan sebuah tubuh ilusi dan memberikan Xiao Hu pada tubuh ilusinya itu.


Tak lupa Ling Yan juga memberikan 10 kristal siluman pada tubuh ilusi itu untuk diberikan kepada Xiao Hu karena ia berpikir kalau nafsu makan Xiao Hu suatu waktu bisa meningkat kapanpun.


Setelah tubuh ilusinya pergi, Ling Yan lalu kembali ke arena utama dimana di atas arena Zhao Yun Zhi sudah menunggunya sambil menggenggam pedang kayu di tangannya.


Ling Yan yang melihat itu hanya mengulas senyum kecut sambil bergumam.


"Sepertinya wanita ini merasa sedikit tidak sabaran." Ucapnya sambil berjalan naik ke atas arena.


Ling Yan lalu mengambil pedang kayu yang telah di sediakan lalu berjalan ke arah Zhao Yun Zhi yang sudah berdiri di tengah arena bersama Wu Ya.


Sorakan para murid pun tidak dapat dibendung, ada yang menyorakkan dan mendukung Ling Yan, dan ada pula yang mendukung Zhao Yun Zhi.


"Ling Yan, jika kau berani menyakiti kak Yun Zhi, maka kami semua akan menjadi musuh mu." Ucap para murid itu.


"Dasar kau!! jauhkan pedang kayumu itu dari dewiku." Teriak salah seorang murid lagi yang membuat Ling Yan sedikit tertekan.


Ling Yan yang mendengar cacian dan kutukan dari para murid itu terlihat menggaruk kepalanya sambil bergumam.


"Aku penasaran, bagaimana ekspresi mereka semua jika aku mengalahkan Dewi mereka dengan satu jurus ya?" Gumamannya pelan.


Sementara dari pihak Zhao Yun Zhi sendiri, ia masih terlihat menatap wajah Ling Yan tanpa berkedip dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan.


Zhao Zhang yang berada di tempat duduknya, dapat melihat ekspresi aneh dari wajah putrinya itu.

__ADS_1


"Ada apa dengan Yun Zhi? baru kali ini aku melihatnya menatap seorang pria dengan tatapan seperti itu, apakah dia...."


"Apakah kalian sudah siap." Ujar Wu Ya yang menyadarkan Yun Zhi yang sedari tadi menatap Ling Yan.


Zhao Yun Zhi yang tersadar dengan perkataan Wu Ya, terlihat menggelengkan kepalanya sedikit sebelum memasang posisi bertarungnya di ikuti oleh Ling Yan.


Melihat keduanya yang sudah bersiap, Wu Ya kembali mengambil jarak dan kembali meneriakkan aba-aba untuk memulai pertarungan.


Pada saat yang bersamaan dengan aba-aba dari Wu Ya itu, kedua pendekar mudah yang saling berhadapan tersebut langsung saja bergerak saling menyerang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Membelah samudra!!!"


Tiba-tiba dengan sekali gerakan cepat, Ling Yan menggunakan teknik bertarung andalannya yang beberapa hari lalu ia latih begitu keras hingga ia membuat teknik pedang itu menjadi teknik pedang yang lebih kuat dari teknik pedang bumi tingkat tinggi sekalipun.


Entah apa yang terjadi, pertarungan tersebut tiba-tiba saja berakhir dengan Ling Yan berhasil keluar sebagai pemenang karena berhasil membuat pedang kayu milik Yun Zhi terlempar jauh dari atas arena.


Tidak ada yang menyangka, kalau gerakan sekali serangan Ling Yan barusan sudah cukup untuk membuat Yun Zhi mengakui kekalahannya, bahkan para tetua pedang termasuk kelima jagoan pedang juga dibuat melongo dengan gerakan tersebut.


"Itu.... tadi itu..... dia hanya maju bergerak sekali sajakan?" Tanya salah seorang murid pada rekannya yang hanya bisa dijawab anggukan kepala dari rekannya itu.


Sementara para tetua pedang, tidak ada seorangpun yang dapat berkata-kata karena teknik pedang yang baru saja di gunakan oleh Ling Yan hanyalah sebuah teknik pedang tingkat Hitam, tetapi ketepatan serangannya begitu akurat hingga tidak sempat membuat lawannya bereaksi.


Zhao Zhang yang berada di tempatnya pun sampai tidak percaya dengan gerakan yang dilakukan Ling Yan tadi.


"Bagaimana mungkin, padahal ia baru mulai melatih teknik itu 3 hari yang lalu setelah meminta pendapat ku, apakah pemahaman ilmu pedang miliknya sudah sampai ke tahap itu, bahkan ini sudah hampir melampaui pemahaman ilmu pedang ku." Batin Zhao Zhang yang masih memasang wajah terkejutnya.


Wu Ya yang melihat serangan itu dari dekat hanya bisa terperangah dan tidak bisa berhenti berdecak kagum, karena mendapati kalau pemahaman ilmu pedang miliknya mungkin tidak bisa dibandingkan dengan Ling Yan.


"Anak ini, padahal baru beberapa bulan namanya menjadi perbincangan di antara para murid dan tetua, tetapi ia sudah mencapai pemahaman ilmu pedang tingkat tinggi seperti ini." Batin Wu Ya dengan tatapan kagum.

__ADS_1


Sementara itu, Yun Zhi yang sedari tadi masih melongo karena serangan Ling Yan tadi, ia baru saja tersadar dari lamunannya pada saat Ling Yan mendekat dan memberikan pedang kayu miliknya.


"Maaf karena harus mengalahkanmu dengan begitu cepat, jujur saja aku sudah mulai kelelahan karena beberapa pertarungan." Ucap Ling Yan malas.


__ADS_2