
Kediaman Cabang Keluarga Jia Kota teratai.
Seorang tuan muda keluarga Jia bernama Jia Wu terlihat baru saja sampai di kediaman keluarga cabang yang ada di kota teratai bersama seorang pendekar yang terlihat sepuh dengan jenggotnya yang sudah memutih sebagian.
"Terimakasih paman Tao Ming." Ucap Jia Wu yang baru saja di bukakan pintu kereta kuda oleh Tao Ming.
"Tuan muda Jia Wu, setelah ini aku harus kembali ke kota bufeng untuk mengawal putri Jia Li menuju kota heihan, maaf karena tidak bisa menemanimu lebih lama." Ucap Tao Ming sambil menunduk.
"Jia Li?, bukankah ia sudah melakukan perjalanan menuju kemari, seharusnya ia sudah sampai sejak tadi bukan?" Kata Jia Wu kebingungan.
Jia Wu merupakan salah satu keturunan dari Jia Wang yang tidak lain adalah kakak dari Jia Li dan saat ini ia baru saja tiba dari kota Jiangzhi bersama Tao Ming.
Jia Wu sebenarnya mendapatkan surat dari ayahnya beberapa hari lalu yang menyuruhnya untuk pergi ke kota teratai bersama Tao Ming.
Di dalam surat itu juga tertulis kalau Jia Wu harus ikut bersama Jia Li menuju ibukota kekaisaran Wei untuk mengambil beberapa barang dagangan mereka sebelum pergi menuju kota heihan.
Namun sepertinya Tao Ming tidak mengetahui hal tersebut dan hanya tahu kalau Jia Li juga akan melakukan perjalanan menuju heihan saja.
"Beberapa hari yang lalu ayah menyuruhku kemari untuk menunggu Jia Li, makanya ia menugaskan paman Tao Ming untuk mengawalku, sementara adikku akan dikawal oleh beberapa penjaga dan 4 orang anggota sekte seribu pedang." Sambung Jia Wu.
"Ohh seperti itu rupanya, kalau begitu lebih baik sekarang....." Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, sebuah ledakan besar terdengar dan membuat semua orang yang ada di kediaman itu terkejut.
Boommm!!!!
"Ahh.... ledakan apa itu." Tao Ming langsung mengalihkan pandangannya ke arah ledakan tersebut dan terlihat ada kepulan asap yang cukup tebal dari arah ledakan itu.
Jia Wu yang melihat hal itu juga memandang ke arah yang sama sambil berkata.
"Tunggu, bukankah ledakan itu berasal dari kediaman Klan Ling, apa yang sudah terjadi di sana."
Berselang beberapa saat kemudian, baru saja Jia Wu ingin menyuruh Tao Ming untuk memeriksa tempat tersebut, sebuah ledakan yang lain kembali terdengar dari arah desa huazi, namun kali ini ledakan tersebut berasal dari sebuah kembang api yang langsung dikenali oleh Tao Ming.
__ADS_1
"Ah itu.... itu sinyal dari putri Jia Li, maaf tuan muda, aku harus pergi kesana sekarang." Tanpa berpikir lagi, Tao Ming melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya menuju desa huazi tempat sinyal tersebut berasal.
Sementara Jia Wu.
"Pengawal!! cepat susul paman Tao ke desa huazi, adikku sepertinya berada dalam masalah!!!" Jia Wu berteriak di ikuti dengan belasan pengawal keluarga Jia dengan kemampuan pendekar emas dan perak yang ikut melesat mengikuti Tao Ming ke arah desa huazi.
Di pertarungan lain antara Yu Leng dan seorang pendekar raja sekte petir hitam terlihat masih berimbang dan sudah tak terhitung berapa jurus yang telah mereka keluarkan.
Akan tetapi sepertinya setelah bertukar jurus sebanyak itu, pendekar raja sekte petir hitam terlihat mengerutkan dahinya karena saat ini tenaga dalamnya sudah terkuras banyak, sementara Yu Leng terlihat masih segar seperti masih memiliki banyak tenaga dalam yang tersisa.
"Setelah saling bertukar serangan sebanyak itu, bagaimana mungkin tenaga dalam miliknya masih banyak tersisa." Batin pendekar raja tersebut sambil mengerutkan dahinya.
Dalam pertarungan keduanya itu, pendekar raja yang di hadapi oleh Yu Leng sudah menelan 2 buah pil darah naga yang telah meningkatkan tenaga dalamnya hingga menjadi setingkat dengan Yu Leng.
Akan tetapi setelah bertukar jurus sebanyak itu, Yu Leng malah terlihat masih bugar seperti tidak pernah menggunakan tenaga dalam sedikitpun.
Yu Leng yang berada tidak jauh dari lawannya terlihat tersenyum sinis sambil berkata.
"Apa kau bilang!!!" Pendekar raja yang kesal itu kembali maju menyerang Yu Leng dengan pedangnya, akan tetapi tanpa menyadari hal yang tengah terjadi, tenaga dalam yang ia miliki kini sudah hampir mencapai batasnya.
Buak!!!
"Ughhhh...." Pukulan telak Yu Leng mendarat pada dada pendekar raja itu dan membuatnya terhempas sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Wajah pendekar raja itu segera berubah menjadi buruk saat mendapati tenaga dalam yang ia miliki sudah habis sepenuhnya.
"Bagaimana mungkin, tenaga dalam ku seakan terhisap habis." Umpatnya kesal dan kini sudah menyadari seseorang.
"Tunggu dulu, pada saat aku menyentuh tubuhnya tadi...."
"Heheh baru menyadarinya sekarang, jauh sebelum pertarungan kita tadi aku menggunakan sebuah teknik khusus bernama teknik darah petir yang dapat menyerap tenaga dalam seseorang saat aku bersentuhan dengan lawanku." Jelas Yu Leng yang membuat pendekar raja itu mengubah ekspresi wajahnya menjadi buruk.
__ADS_1
"Baru menyadarinya sekarang adalah tindakan yang ceroboh, selain itu.... sudah terlambat jika kau ingin memohon pengampunan." Yu Leng dengan cepat bergerak menebas leher lawannya hingga tewas sebelum ikut Tumbang ke tanah dengan nafas tersengal-sengal.
"Hah.. ha... hah... Aku menguras tenaga dalam yang cukup besar untuk menggunakan teknik itu." Ucapnya.
Teknik darah petir memanglah salah satu teknik bertarung yang sangat hebat karena dapat menyerap tenaga dalam milik lawan pada saat tubuh antara pengguna dan lawan bersentuhan.
Namun untuk menggunakan teknik tersebut diperlukan tenaga dalam yang cukup besar serta resiko yang sangat besar pula, karena jika setelah menggunakan teknik ini dalam waktu tertentu penggunanya tidak segera mengalahkan lawannya, maka bisa saja akan menjadi pihak yang kalah karena tenaga dalam yang sudah terkuras habis.
Seperti Yu Leng contohnya, ia sampai menggunakan teknik tersebut sebanyak 2 kali dan menghabiskan seluruh tenaga dalam yang ia miliki.
Beruntungnya pendekar raja yang menjadi lawannya itu hanya memiliki 2 buah pil darah naga dan membuatnya berhasil mengalahkannya setelah menggunakan teknik tersebut sebanyak 2 kali.
"Hiah!!!! tarian pedang angin puyuh!!!" Yan Shiki maju menyerang lawannya dengan jurus tarian pedangnya.
Sudah puluhan jurus keduanya keluarkan selama pertarungan, namun tetap saja pertarungan itu masih berimbang dan terlihat ada banyak luka bekas sayatan pedang pada tubuh keduanya.
"Angin puyuh membelah hujan!!!"
"Sambaran kilatan Petir!!!
Ting!!!!
Pertukaran jurus kembali terjadi antara keduanya, tak lama kemudian kedua pendekar itu saling melayangkan tendangan yang membuat keduanya sama-sama terpental kebelakang.
"Sial tenaga dalam dari pil darah naga hampir pudar, aku harus menelan pil yang terakhir." Pendekar raja itu kembali mengeluarkan pil darah naga miliknya.
Yan Shiki yang melihat itu sontak bereaksi mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangannya dan mengeluarkan sebuah jurus yang membuat pendekar raja itu tidak sempat menelan pil yang ada di tangannya itu.
"Jarum angin!!" Yan Shiki membentuk tenaga dalamnya menjadi sangat kecil yang membuat elemen anginnya menjadi potongan jarum kecil.
Dengan gerakan tangan yang sangat cepat, jarum angin milik Yan Shiki berhasil mengenai pil yang tidak sempat masuk ke dalam mulut pendekar raja itu dan membuatnya terpaksa menghindar.
__ADS_1