
Tetapi diantara mereka ada juga beberapa murid yang sedikit membela keputusan Shuyang.
"Kau benar, tapi kita juga tidak bisa meremehkan Shuyang, bukankah pada saat ujian masuk sebelumnya ia juga mengalahkan salah seorang calon murid yang kekuatannya sedikit diatasnya." Jawab salah satu murid membela.
"Benar juga katamu, selain itu hadiah yang ia dapatkan jika berhasil mengalahkan Wen Kuo juga akan bertambah serta bisa saja membuat para tetua pedang menjadi tertarik untuk merekrutnya menjadi murid khusus." Sambung salah seorang murid lagi.
"Hahaha sepertinya kalian tidak mengerti, kita tidak bisa menyamakan kekuatan seorang pendekar perak dan pendekar emas, apalagi aku dengar-dengar Wen Kuo baru saja berhasil menguasai sebuah teknik bertarung yang sangat kuat." Sambung yang lainnya.
Teman-teman Shuyang yakin Han Li dan yang lainnya yang mendengar itu hanya diam sambil saling memandang satu sama lain.
"Kak Han Li, apakah kau tahu mengapa dia bisa sampai senekat itu?" Tanya Zhu Qing.
"Entahlah, aku juga tidak mengerti, mungkin pikirannya sedikit terganggu." Jawab Han Li.
Sementara Han Fung yang sedang berdiri disebelah Han Li terlihat tersenyum penuh makna dan berkata.
"Sepertinya ia berniat melampaui batas kekuatan miliknya, mungkin ia bermaksud menarik perhatian para tetua agar melihat kemampuannya." Sambung Han Fung.
Gao Lang yang melihat keyakinan di mata Shuyang hanya tersenyum tipis sebelum memanggil Wen Kuo untuk naik ke atas arena.
"Wen Kuo, silahkan naik ke atas arena untuk mempertahankan kedudukan peringkatmu sebagai salah satu dari murid dalam." Panggil Gao Lang.
Wen Kuo yang tidak menyangka kalau ada seorang murid luar yang kekuatannya berada di bawah tingkatannya itu memilihnya sebagai lawan hanya memasang wajah datar dan menatap Shuyang dengan malas.
"Heh seekor tikus kecil berani menantang ku, lihat saja aku akan mengalahkannya dan menendang bokongnya di akhir serangan ku." Ujar Wen Kuo sambil berjalan menuju arena.
Sebelum ia berhasil naik ke atas arena, Lui Yang terlihat menghampiri Wen Kuo sambil memasang tatapan penuh arti.
"Kau adalah salah satu anggota dari paviliun pedang bencana ku, kalahkan dia dan jangan membuat ku malu."
__ADS_1
Walaupun sebenarnya Shuyang bukanlah orang yang mengejeknya sebelumnya, akan tetapi saat melihat Shuyang yang juga ikut tertawa saat Han Fung mengejeknya tadi membuatnya sangat kesal.
"Jangan khawatir ketua, kekuatannya berada di bawahku, aku pasti akan mengalahkannya dengan mudah." Wen Kuo berkata yakin sebelum akhirnya melompat ke atas arena dan berdiri di depan Shuyang dan di tengahi oleh Gao Lang.
"Peraturan pertarungan latih tanding kalian sama seperti latih tanding yang kalian pernah lakukan sebelum ini, apakah kalian mengerti." Perkataan Gao Lang pun langsung di sambut anggukan kepala dari keduanya.
Gao Lang lalu mundur beberapa langkah di ikuti keduanya yang kini telah bersiap sambil menarik pedangnya masing-masing.
"Mulai!!!!" Bertepatan dengan teriakkan Gao Lang itu, keduanya serentak mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan kebetulan kedua murid yang sedang bertarung itu memiliki tipe elemen yang sama yaitu elemen petir.
Dua pedang petir akhirnya beradu dan menciptakan percikan percikan energi petir pada saat pedang keduanya terus bertemu di ikuti oleh teriakan antusias dari para murid yang menonton pertarungan antara keduanya.
"Wohooo!!! ayo Shuyang kalahkan dia!!!" Teriakan rekan Shuyang yang tidak lain adalah Zhu Qing dan yang lainnya terdengar cukup keras.
Sementara di sisi lain.
"Kalahkan murid rendahan itu Wen Kuo, beritahukan padanya kekuatan seorang murid dalam yang sebenarnya." Teriak salah satu rekan Wen Kuo yang juga berasal dari paviliun pedang bencana.
Di sisi yang lain, Ling Yan terlihat tersenyum penuh makna sambil bersandar pada pohon di dekatnya, dari penglihatannya saat ini, ia sudah bisa menebak siapa yang akan menjadi pemenang.
"Aku kira Shuyang akan mendapatkan kesulitan yang sangat berarti saat menghadapi Wen Kuo, tapi nyatanya Shuyang sudah jelas akan keluar sebagai pemenang." Gumam Ling Yan sambil memperhatikan pertarungan antara keduanya.
Ling Yan mengatakan hal tersebut bukanlah tanpa alasan, pasalnya pada saat kedua petarung tersebut melepaskan tenaga dalamnya masing-masing, Ling Yan bisa melihat kalau penguasaan Wen Kuo terhadap tenaga dalamnya masih berada jauh di bawah Shuyang.
Dalam sekali lihat saat ini kecepatan serta kekuatan yang ditujukan oleh Wen Kuo memang berada di atas Shuyang, akan tetapi itu semua nantinya akan berubah pada saat ia mulai kehabisan tenaga dalamnya.
Apalagi Shuyang adalah seorang pendekar yang pengendalian tenaga dalamnya termasuk sangat baik, serta ia jugalah yang mengajarkan kepada Ling Yan bagaimana caranya mengendalikan tenaga dalam saat pertarungan.
Trang Ting Ting Trang
__ADS_1
Suara pedang yang terus beradu terdengar menggema, terlihat sesekali Shuyang berhasil mendapatkan celah dan melepaskan serangan sambaran petir kearah Wen Kuo.
Berkat pengalaman bertarungnya saat menjalani misi, Shuyang yang dulunya tidak terlalu lihai dalam pertarungan kini sudah berubah drastis dan bahkan serangan-serangan yang ia lakukan hampir tidak bisa dibaca oleh lawannya saat ini.
Hal itu pun membuat Wen Kuo melompat dan mengambil jarak sambil mengerutkan dahinya dan membatin.
"Bagaimana bisa ia mengimbangi kecepatan ku, padahal kekuatannya jelas-jelas berada dua tingkat di bawahku."
Wen Kuo yang masih cukup awam dalam sebuah pertarungan pun mengira kalau Shuyang juga memiliki kecepatan serangan yang setara dengannya, padahal itu tidak sepenuhnya benar karena Shuyang hanya membuat gerakan-gerakan serangan yang membuat Wen Kuo mengikuti arahan serangannya.
"Tidak boleh, aku tidak boleh kalah dari murid luar rendahan ini." Wen Kuo lalu memperagakan sebuah gerakan sambil mengalirkan tenaga dalam yang cukup banyak pada pedangnya.
Seketika elemen petir miliknya menjadi cukup tebal dan menciptakan permukaan energi petir yang bergelombang pada pedangnya.
"Teknik pedang petir!! Ular Petir Kembar!!!"
Tiba-tiba muncul 2 energi petir berbentuk 2 ekor ular Petir melilit pada pedang Wen Kuo di ikuti oleh Wen Kuo yang maju menyerang dengan kecepatan tinggi.
Shuyang yang melihat lawannya menyerang dengan kecepatan seperti itu pun tidak ada pilihan lain selain menahan serangan tersebut dengan pedang petirnya, karena tidak akan sempat baginya jika ingin menghindari serangan tersebut.
"Teknik pedang petir melintasi langit!!!" Shuyang berhasil menahan serangan Wen Kuo menggunakan teknik pedang pemberian Ling Yan yang sudah ia kuasai beberapa hari yang lalu.
Tetapi walaupun berhasil menahan serangan tersebut, tiba-tiba saja tanpa ia ketahui, 2 ular energi petir yang ada pada pedang Wen Kuo bergerak menggigit lengan Shuyang yang membuatnya terkena serangan petir yang cukup kuat.
"Dasar bodoh!!! Ular Petir Kembar!!." Teriak Wen Kuo.
"Ahhhhhh!!!!!!!" Shuyang berteriak keras karena kesakitan karena serangan yang dilancarkan oleh Wen Kuo cukup telak mengenainya.
Percaya atau tidak, serangan tersebut sempat membuat pikirannya hampir hilang sebelum tiba-tiba ia tersadar dan menggerakkan kakinya untuk menendang ke arah pedang Wen Kuo.
__ADS_1
Beruntung tendangan yang ia lakukan cukup cepat, dan membuat Wen Kuo sedikit tergerak mundur kebelakang sehingga menyebabkan ular petir kembar nya terlepas dari tubuh Shuyang.
.