
Namun pada saat memasuki kamar milik Ling Yan, Shuyang malah tidak menemukan Ling Yan dan Jin Yuan disana dan malah bertemu mereka berdua di depan penginapan saat ia berjalan-jalan.
Selain itu ia juga mendapati ada sedikit noda darah pada wajah Jin Yuan meskipun itu sangat sedikit tapi sudah cukup membuatnya curiga.
"Sepertinya memang benar mereka berdua yang melakukannya, sial mereka memberantas kejahatan tanpa mengajakku, aku kan juga ingin bertarung." Batin Shuyang.
Tepat setelah hukuman mati di jatuhkan pada para pendekar aliran hitam itu, Ling Yan kemudian mengajak teman-temannya untuk bersiap kembali melanjutkan perjalanan.
"Sebaiknya kita berkemas sekarang dan melanjutkan perjalanan kita, setelah melanjutkan perjalanan selama 2 hari, maka kita akan sampai di pelabuhan batu hitam sebelum berangkat menuju pulau es utara."
Ketiga rekannya akhirnya mengangguk mengerti sebelum mengikuti Ling Yan dari belakang, dan setelah mengisi semua persediaan, perjalanan Ling Yan dan kawan-kawan pun kembali berlanjut.
Di dalam kereta kuda, Shuyang sedikit berbisik kepada Ling Ling tentang yang baru saja terjadi di desa pesisir Tian Yuan sebelumnya.
"Kau dan Jin Yuan tega sekali tidak mengajakku untuk menumpas para pendekar aliran hitam itu." Ucap Shuyang yang membuat Ling Yan sedikit terkekeh.
Sementara Xui yang melihat itu hanya memasang wajah kebingungan sambil membatin.
"Ada apa dengan mereka?" Batin Xui.
*****
Sementara itu, sekte pulau es utara.
Seorang gadis cantik terlihat sedang duduk bersila di atas es sambil melafalkan sebuah teknik pengembangan yang hanya ada satu di sekte tersebut.
Teknik pengembangan yang sedang di gunakan oleh gadis ini adalah ilmu pemeliharaan akar roh bunga teratai es yang hanya ada satu serta hanya dimiliki sekte pulau es Utara.
Gadis cantik berpakaian serba putih kebiruan ini adalah cucu dari ketua sekte pulau es Utara Bing An yang bernama Bing Qianlin.
Bing Qianlin adalah murid paling berbakat di pulau es utara dan saat ini sudah berada di tingkat pendekar raja bintang 6 sangat berbeda jauh dengan Xui yang bahkan belum naik ke tingkat pendekar jiwa walaupun memiliki kondisi tubuh yang sama.
__ADS_1
Di tempat yang sama, seorang pria paruh baya bernama Bing Xuyan sedang mengawasi pelatihan yang dilakukan oleh putrinya itu dengan ekspresi wajah yang sedikit masam.
"Akar Roh Bunga Teratai Es, padahal Bing Qianlin sudah menggunakan ilmu pemelihara akar roh bunga teratai es, tetapi tetap saja peningkatan kultivasinya masih terlalu lamban." Gumam pria paruh baya tersebut.
Seperti halnya akar roh surgawi, akar roh bunga teratai es juga memiliki keistimewaan yang sama yaitu meningkatkan kecepatan kultivasi seorang pendekar.
Seperti Xui misalnya, dengan hanya menggunakan teknik pengembangan Klan Ling yang hanya setingkat ilmu pengembangan tingkat hitam, dalam waktu tiga tahun ia sudah berhasil naik ke tahap pendekar berlian dan sebentar lagi naik ke tingkat pendekar jiwa.
Bahkan Ling Xuilan saat ini masih belum membangkitkan elemen es yang ia miliki serta belum menumbuhkan lebih dari 1 akar roh teratai es.
Namun sepertinya Bing Qianlin sedikit memiliki kendala pada perkembangannya saat ini, karena seharusnya dengan teknik yang ia pelajari setidaknya ia saat ini sudah berada di tingkat pendekar senior.
Tidak hanya itu, akar roh bunga teratai es yang ia miliki saat ini juga baru saja menumbuhkan 2 akar roh saja hanya setingkat lebih tinggi daripada Xui.
Bing Xuyan sedikit menggelengkan kepalanya pelan sebelum keluar dari tempat tersebut dengan ekspresi kecewa, namun ekspresi wajahnya itu berubah saat pandangannya berpapasan dengan sang raja dari pulau es Bing An.
"Ayah...." Bing Xuyan sedikit membungkuk untuk memberi hormat kepada ayahnya.
Sementara Bing Xuyan hanya menunduk mendengarkan nasihat ayahnya itu.
"Akar roh bunga teratai es adalah bakat yang muncul selama seribu tahun sekali, dan yang memiliki bakat itu sudah pasti berpeluang untuk menjadi pendekar tingkat tinggi yang sangat kuat seperti leluhur kita yang sebelumnya." Jelas Bing An.
"Tetapi walaupun Qianlin memiliki itu, kita juga tidak bisa terlalu berharap banyak padanya apalagi menekan pikirannya, apalagi saat ini nasib sekte kita ada di tangannya." Lanjut Bing An.
Sekte pulau es utara sendiri akhir-akhir ini memiliki potensi masalah penurunan bakat pada seluruh anggota bahkan keturunan para petinggi sektenya.
Bahkan beberapa keturunan para petinggi sekte yang sudah menginjak usia yang sama dengan Bing Qianlin ada yang baru naik ke tingkat emas dan perak.
Hal ini membuat para petinggi sekte pulau es utara termasuk Bing An sedikit was-was karena takut sekte aliran netral miliknya menjadi tersisihkan oleh sekte-sekte lain yang ada di kekaisaran Wei.
Sampai akhirnya pada saat Bing An mengetahui kalau cucunya Qianlin memiliki tubuh istimewa membuat seluruh anggota dan petinggi sekte mulai menaruh harapan padanya untuk masa depan sekte pulau es utara.
__ADS_1
Di saat itu juga Bing An langsung memberikan kitab ilmu pemeliharaan akar roh bunga teratai es untuk dipelajari oleh Bing Qianlin hingga membuat proses kultivasinya meningkatkan sangat pesat.
Namun setelah 3 bulan naik ke tingkat pendekar raja bintang 6, proses kultivasi Bing Qianlin tiba-tiba saja menurun cukup banyak dan ia sudah hampir mencapai 4 bulan berhenti di tingkat kultivasinya itu.
"Maafkan aku ayah.... Sepertinya kita memang harus bersabar sedikit, mungkin tubuh Qianlin memang butuh waktu sedikit lebih lama agar terbiasa dengan akar roh bunga teratai es yang ia miliki." Jawab Bing Xuyan.
Disisi lain yaitu di dalam kereta kuda, Xui terlihat sedang duduk bersila sambil mengumpulkan energi alam menggunakan teknik yang ia miliki.
Energi alam itu terlihat memutari tubuhnya sebelum masuk kedalam meridian Meridian kecil yang dimiliki oleh Xui.
"Perkembangan kultivasi Xui memang cukup cepat bahkan sebelum bergabung dengan sekte seribu pedang ia sudah hampir naik ke tingkat emas.
Sekarang dengan hanya menggunakan teknik yang sama ia bahkan sudah hampir naik ke tingkat pendekar jiwa, akar roh bunga teratai es memang luar biasa." Batin Ling Yan saat melihat perkembangan Xui.
Ling Yan sedikit mengerutkan keningnya saat matanya mendapati sebuah bayangan akar roh dari es keluar dari dalam tubuh Xui di sertai aura dingin yang sama seperti sebelumnya.
Shuyang yang ada di sebelah Ling Yan juga terlihat sedikit merasakan aura dingin tersebut walaupun itu hanya sedikit.
"Mengapa hawa di dalam kereta ini selalu dingin pada saat Xui berlatih." Gumam sahabatnya itu.
Ling Yan hanya diam sambil terus memperhatikan Xui berlatih, hingga beberapa saat kemudian sebuah pemandangan yang pernah ia alami saat latihan juga terjadi pada Xui.
"Ahhh Xui!!! Hentikan latihan yang kau lakuin!!!" Ling Yan berkata dengan nada sedikit berteriak dan berhasil menghentikan apa yang baru saja terjadi.
Xui yang mendengar teriakkan Ling Yan sontak mengehentikan latihannya sebelum membuka matanya sambil memasang ekspresi wajah kebingungan saat mendapati raut wajah Ling Yan yang terlihat khawatir.
Ling Yan terlihat menghela nafas lega karena Xui berhenti tepat pada saat akar roh bunga teratai es hampir membuka lebih dari seratus meridian kecil milik Xui.
"Hah..... Hampir saja...." Ucap Ling Yan sambil kembali duduk di tempatnya.
.
__ADS_1