
Ling Yan mengangkat alisnya saat mendengar perkataan ibu Ling Feng padanya.
"Padahal jika waktu itu Ling Feng tidak menggunakan pil pembangkit amarah, mungkin saja hal itu tidak akan terjadi." Batin Ling Yan yang memang tidak bersalah.
"Ling lue!!!" Ling Han menegur wanita paruh baya itu.
Mendengar itu Ling Lue hanya bisa terdiam sementara Ling Yuan tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi orang yang menegur istrinya adalah ketua Klannya sendiri.
"Seharusnya kau mengetahui bahwasanya anakmu menjadi seperti ini karena kesalahannya sendiri yang malah menelan pil pembangkit amarah, kau tidak bisa menyalahkan Ling Yan untuk...." Belum sempat Ling Han menyelesaikan perkataannya.
"Ketua Han, sudahlah, aku tidak ingin membahas masa lalu." Ling Yan menahan perkataan Ling Han lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam cincin natnya.
"Bibi Lue, jika memang kau masih menganggap kejadian waktu itu adalah kesalahanku, aku meminta maaf, jadi untuk menebusnya, berikan ini pada Ling Feng untuk menyembuhkannya." Ling Yan menyodorkan kotak kecil tersebut yang berisi pil matahari emas.
Awalnya Ling Lue tidak ingin menerima pemberian Ling Yan itu, namun setelah Ling Han menatapnya tajam, Ling Lue akhirnya meraihnya dan membuka isi kotak tersebut.
Aroma pil obat yang begitu pekat segera menyeruak keluar bersamaan dengan terbukanya kotak kecil tersebut, walaupun Ling Han sudah mengetahui kalau isi dari dalam kotak kecil itu adalah pil matahari emas, tetapi ia tetap saja terkejut saat melihatnya dari dekat.
"Pil ini...." Pandangan Ling Yuan tidak dapat berpaling dari pil tersebut hingga membuatnya tidak dapat berkata apa-apa.
"Pil matahari emas, ini adalah pil penyembuh tingkat tinggi yang sangat langka, dengan pil itu Ling Feng akan bisa kembali berkultivasi dan sembuh dari kelumpuhan yang ia derita." Jelas Ling Yan.
Ling Yuan yang mendengar itu langsung menatap wajah Ling Yan dengan ekspresi bingung.
"Untuk apa kau memberikan ini pada kami, bukankah dulu kami selalu menyulitkan mu, atau kau memiliki niat lain?"
Ling Yan hanya tersenyum kecut saat melihat tetua Ling Yuan yang mengira ia ingin mengambil keuntungan darinya.
"Maaf tetua, tapi ini aku berikan karena Ling Feng tetaplah salah satu dari anggota Klanku, lagi pula tidak ada dari anggota Klan ini yang lebih membutuhkannya selain Ling Feng." Jawab Ling Yan.
__ADS_1
Ling Yuan tertegun sejenak sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Ling Feng, ia terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia tidak menggerakkan mulutnya.
"Aku tidak masalah jika tetua berpikir aku memiliki niat lain dari pemberianku, tapi aku berharap pil ini anda pastikan diberikan pada Ling Feng, aku permisi dulu."
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Yan lalu pergi dari tempat tersebut di ikuti oleh Ling Han dibelakangnya.
"Kau terlalu berlebihan sampai meminta maaf pada tetua Yuan." Ucap Ling Han dengan tatapan mata menghadap ke depan.
Sementara Ling Yan hanya tersenyum tipis sebelum berkata. "Aku tidak masalah dengan itu." Jawab Ling Yan.
Ling Han menatap ke arah Ling Yan sejenak lalu berkata kembali.
"Ling Yan, aku ingin mengajakmu menuju kediamanku, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu."
"Hmm apa itu?"
"Kau akan mengetahuinya nanti." Ling Han lalu memimpin jalan di ikuti oleh Ling Yan dibelakangnya.
"Untuk apa kita kemari?" Tanya Ling Yan yang disambut senyuman dari Ling Han.
Tak lama kemudian Ling Han lalu berjalan ke arah sebuah lemari kecil dan menarik sebuah gulungan dari lemari kecil itu, dan drtt.....
Sebuah getaran tiba-tiba terjadi dan membuat lantai dibawah meja pertemuan terbuka dan memperlihatkan tangga ruang bawah tanah yang tersembunyi.
"Ruang rahasia? aku tidak pernah tau kalau di dalam tempat ini ada ruang rahasia seperti ini." Ucap Ling Yan.
"Hahaha bagaimana kau akan tau, ruang rahasia ini hanya di ketahui oleh para ketua Klan terdahulu dan juga aku, selain itu para tetua termasuk ayahmu juga tidak tahu mengenai ruangan ini." Jawab Ling Han.
Ling Han lalu masuk kedalam ruangan tersebut, tetapi melihat Ling Yan tidak mengikutinya, Ling Han lantas memanggil nya. "Ayo ikutlah." Ujar Ling Han.
__ADS_1
Ling Yan lalu mengangguk setuju sebelum mengikuti langkah Ling Han kedalam ruangan rahasia itu, didalam terlihat sebuah ruangan yang berkelok dan ada beberapa jebakan yang melindungi ruangan tersebut.
Dengan kemampuan yang ia miliki, Ling Han menonaktifkan semua jebakan itu lalu berjalan masuk lebih dalam.
"Ketua Han, sebenarnya ini tempat apa?" Tanya Ling Yan penasaran.
"Ini adalah ruang penyimpanan harta Karun milik Klan kita yang diwariskan oleh para ketua terdahulu." Jawab Ling Han singkat.
Setelah berjalan beberapa waktu, keduanya akhirnya sampai di depan sebuah pintu yang terbuat dari perunggu dan terlihat sudah usang dan di penuhi oleh sarang laba-laba.
Ling Han lalu mengeluarkan sebuah giok berbentuk kunci dari dalam cincin natnya dan memasukkannya kedalam lubang kunci dari pintu tersebut.
Pada saat pintu itu terbuka, Ling Yan dapat merasakan adanya aura petarung yang begitu kuat keluar dari dalam ruangan yang gelap itu.
"Aura petarung ini..... aku baru pertamakali merasakan aura petarung yang sangat kuat, apakah pemilik dari aura ini sudah berada di atas pendekar suci?" Batin Ling Yan.
Walaupun aura Petarung tersebut sempat membuat Ling Yan terkejut, namun dengan kemampuannya saat ini, Ling Yan dapat menekannya dan membuat dirinya tidak tertekan.
Ling Han begitu terkesan melihat Ling Yan yang tidak bergeming sedikitpun saat merasakan aura Petarung yang keluar dari dalam ruangan itu.
"Ini adalah makam dari 11 generasi ketua Klan terdahulu, dan aura petarung yang kau rasakan tadi adalah milik dari ketua Klan pertama bernama Ling Tian." Ucap Ling Han sambil menyalakan sebuah obor dengan tenaga dalamnya dan membuat semua obor lain yang ada didalam ruangan tersebut ikut menyala.
Ling Yan bisa melihat ada 11 makam yang tertata rapi beserta dengan senjata yang tertancap di sebelah setiap makam itu, dan dengan matanya yang jeli, ia bisa menebak keseluruhan senjata tersebut merupakan sebuah pusaka langit yang setidaknya berada di bawah tingkatan pedang darah api miliknya.
Mata Ling Yan tidak bisa berkedip sedikitpun sampai tiba saat pandangannya tertuju pada salah satu makam ketua Klan dimana pada makam itu terdapat sebuah lampu yang didalamnya berisi sebuah kobaran api berwarna biru sama seperti api abadi miliknya.
"Ketua Han api didalam lampu itu, bukankah itu....." Ling Yan bisa melihat roh api abadi yang ada di dalam lampu tersebut tidak memiliki bentuk.
"Hmm itu adalah makam milik tetua pertama, dan lampu itu adalah salah satu pusaka miliknya, sampai sekarangpun aku tidak tahu apa yang ada di dalam lampu itu, tapi menurut ketua Klan sebelumnya, lampu itu berisi sebuah roh." Jawab Ling Han.
__ADS_1
Mendengar itu Ling Yan lalu mengangguk dan berpendapat kalau Ling Han tidak dapat melihat roh api abadi yang ada di dalam lampu tersebut.