LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 269. Telur Yang Rakus


__ADS_3

"Seperti itu rupanya, artinya tanpa melakukan kultivasipun tubuhku akan bisa membentuk tenaga dalam dengan sendirinya, ini sangat hebat." Gumamnya sambil berekspresi senang.


Ling Yan mulai berpikir kalau saat ini sepertinya ia akan lebih memprioritaskan untuk membuka seluruh Meridian kecilnya terlebih dahulu daripada membentuk tenaga dalam.


Karena semakin banyak Meridian kecil yang terbuka pada tubuhnya, maka akar roh surgawi yang ada di dalam lautan rohnya akan semakin cepat menyerap energi alam dengan sendirinya.


"Master." Tiba-tiba saja Zhao Yun Zhi menyapa Ling Yan dan membuatnya sedikit terkejut.


"Yun Zhi!! Huh... Kau membuatku terkejut." Ling Yan sedikit mengusap dadanya.


"Sejak kapan kau disana." Tanya Ling Yan.


"Sejak master memasang ekspresi wajah senang tanpa alasan." Jawab Yun Zhi.


Ling Yan membuka mulutnya tapi tidak jadi mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Lalu apa yang membuatmu datang kemari." Ling Yan sedikit mengangkat alisnya.


"Sebenarnya aku hanya ingin meminta saran master tentang gaya bertarung yang aku miliki, karena pada saat pertempuran beberapa waktu lalu aku masih sangat kesulitan melawan pendekar yang kekuatannya setingkat denganku." Jawab Zhao Yun Zhi.


Sebenarnya bukan cuma itu alasan Yun Zhi ingin belajar tentang gaya bertarung dari Ling Yan, tetapi karena ia telah melihat sendiri bagaimana dengan tubuh ilusi saja Ling Yan bisa membantai puluhan pendekar aliran hitam dalam beberapa tarikan nafas.


Ling Yan sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar permintaan Yun Zhi tersebut, pasalnya gaya bertarung yang ia miliki saat ini semuanya murni karena ia sudah terbiasa dengan keadaan saat masih berada di hutan kegelapan.


Apalagi Ling Yan juga sudah beberapa kali melewati situasi dimana ia harus bertarung untuk mempertahankan nyawanya serta melawan banyak pendekar yang memiliki kekuatan di atas tingkatannya.


"Hehehe sebenarnya semua gaya bertarung yang aku miliki ini aku dapatkan dari....." Tiba-tiba Ling Yan teringat akan sesuatu yang sepertinya bisa membantu Yun Zhi untuk mengembangkan gaya bertarungnya.


"Ah aku memiliki satu solusi untuk membantumu." Ling Yan mulai memperagakan sebuah teknik miliknya yaitu teknik tubuh ilusi dan menciptakan 3 tubuh ilusi yang kekuatannya setara dengan pendekar raja sama seperti Yun Zhi.


"Mereka akan membantumu untuk mengasah teknik bertarung, kau tidak perlu menahan diri saat menyerang mereka karena mereka hanya tubuh ilusi."


Ling Yan lalu berjalan menjauh dari sana sebelum akhirnya Zhao Yun Zhi menarik pedangnya bersamaan dengan tubuh ilusi Ling Yan yang melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Hiah!!!"


Kini pertarungan antara Yun Zhi melawan 3 tubuh ilusi sudah berlangsung dimana Ling Yan tidak menahan tubuh ilusinya untuk menyerang Yun Zhi secara bersamaan.


Dalam 10 tarikan nafas saja, Yun Zhi sudah kewalahan menghadapi 3 tubuh ilusi bahkan ia hampir saja terkena sayatan pedang pada bahunya.


Beruntung Ling Yan membatalkan tubuh ilusi tersebut sebelum pedangnya berhasil mengenai Yun Zhi. Sementara itu, Yun Zhi yang hampir terkena serangan hanya bisa membelalakkan matanya.


Ling Yan menghela nafas berat sambil menatap wajah Yun Zhi yang sudah berubah pucat.


"Mengapa kau ragu-ragu saat mengayunkan pedangmu, seandainya saja saat ini kau berada dalam posisi hidup dan mati, mungkin kepalamu sudah bergelinding di tanah."


Ling Yan sama sekali tidak menahan kata-katanya, sementara Yun Zhi hanya bisa termenung sebelum meminta maaf.


"Maaf master, aku akan mencoba memperbaikinya." Jawabnya.


Ling Yan kembali menghela nafas berat sambil membatin.


"Sepertinya memang mustahil jika melatihnya dengan cara seperti tadi.


"Kali ini berusahalah untuk menghancurkan tubuh ilusiku, dia hanya memiliki kekuatan pendekar raja bintang satu."


"Baik master." Zhao Yun Zhi menarik kembali pedangnya lalu mulai bertarung melawan tubuh ilusi tersebut.


Kali ini Zhao Yun Zhi sudah dapat mengimbangi kekuatan dari tubuh ilusi Ling Yan, tapi sepertinya ini membuat Ling Yan dapat mengukur kalau kekuatan yang di miliki muridnya itu sangat jauh dari tingkatannya sendiri.


"Sepertinya kau harus terus berlatih sampai bisa mengalahkan tubuh ilusiku yang satu ini terlebih dahulu, tubuh ilusiku akan menghilang saat matahari akan terbenam." Ucap Ling Yan sebelum akhirnya meninggalkan Yun Zhi disana.


Yun Zhi sedikit mengumpat kesal dengan keadaan yang ia hadapi saat ini.


"Ck padahal tubuh ilusi master hanya seorang pendekar raja bintang satu, tapi kenapa kekuatan bisa sampai mengimbangi kekuatanku." Batinnya disela pertarungan.


Beberapa saat kemudian tinju keduanya beradu dan membuat keduanya termundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Sebenarnya seberapa kuat kekuatan yang dimiliki master." Zhao Yun Zhi masih melanjutkan latihannya sementara Ling Yan, ia telah sampai di kediamannya.


Ia terlihat mengeluarkan telur merah yang sudah beberapa kali menyerap tenaga dalamnya.


"Entah berapa lama lagi telur ini akan menetas." Ling Yan menatap telur tersebut yang warna kemerahannya sudah semakin memudar.


Dahinya sedikit mengkerut saat mendapati kejanggalan dari telur tersebut.


"Tunggu dulu, mengapa telur ini tidak menyerap tenaga dalamku, bukankah biasanya setiap aku menyentuhnya ia akan menyerap banyak tenaga dalam?"


Ling Yan sedikit kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Apa mungkin aku harus mengeraminya seperti biasanya." Ling Yan lalu menaruh telur tersebut di atas tempat tidur lalu mengeraminya seperti saat pertama kali ia melakukannya.


Namun hal yang ia tunggu-tunggu masih tidak kunjung terjadi, bahkan ia sudah sempat berpikir kalau akar tuh surgawinya yang membuat telur itu tidak dapat menyerap tenaga dalam.


Hingga setelah beberapa saat berlalu, tiba-tiba saja telur itu seperti bergerak di dalam pelukan Ling Yan, dan di detik berikutnya telur tersebut akhirnya menyerap tenaga dalam yang ia miliki dengan sangat rakus.


"Ehh telurnya bergerak, apa yang terjadi... Ugh.... dia menyerap tenaga dalamku sangat banyak."


Whussssss!!!


Tenaga dalam Ling Yan terserap sangat banyak bahkan kini tenaga dalam salah satu akar roh surgawi yang ia miliki hampir terkura semuanya.


"Telur ini sudah menyerap tenaga dalamku yang setara dengan milik seorang pendekar senior puncak, tapi ia masih terus menyerap dengan rakusnya, kita lihat sebanyak apa dia bisa menyerap tenaga dalamku untuk saat ini."


Ling Yan masih bertahan dengan posisinya sebelum akhirnya telur tersebut berhenti setelah menyerap seluruh tenaga dalam dari 2 akar roh surgawi yang Ling Yan miliki.


"Dia sudah selesai?" Ling Yan bangkit dari tempatnya sambil memperhatikan telur itu.


Di depan matanya sendiri, ia bisa melihat corak merah telur tersebut kembali memudar dan bergerak sendiri seperti membentuk sebuah gambar misterius..


Jika di lihat dari dekat, corak merah tersebut sangat mirip dengan gambaran seekor burung besar dengan sayap yang sangat lebar.

__ADS_1


Ling Yan sangat bersemangat melihat itu.


"Coraknya terbentuk menjadi seperti ini, aku jadi sangat penasaran dengan wujudnya nantinya." Ling Yan akhirnya memasukkan kembali telur itu kedalam cincin natnya sebelum membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


__ADS_2