
Yuanrang hanya tersenyum mengerikan setelah mendengar perkataan Lei Wang itu.
"Hehehehe tidak kusangka aliran putih seperti kalian juga memiliki orang bodoh seperti ini."
Lei Wang langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi buruk saat mendapati Yuanrang mengeluarkan 3 buah bola api kecil pada telapak tangannya disertai aura pembunuh yang diarahkan padanya.
"Tu... tuan Yuanrang, apa maksudnya ini, aku sudah memberitahukan semua informasi sekte seribu pedang padamu, bukankah kau sudah berjanji akan memberikan api spiritual padaku?" Lei Wang berkata panik sambil perlahan bergerak mundur kebelakang.
Wajah Lei Wang pun mulai memucat disertai keringat dingin yang mengucur di punggungnya, kakinya sudah mulai lemas karena aura pembunuh milik Yuanrang yang sangat pekat.
"Khekhekhe sesuai janjiku aku memang akan memberikan api spiritual padamu." Jawab Yuanrang sambil tersenyum ke arah Lei Wang.
Namun senyuman itu kembali menghilang sebelum Yuanrang membunuh Lei Wang dengan 3 bola api kecil yang ia lemparkan ke arah Lei Wang sambil berkata-kata.
"Tapi api spiritual itu bukan untuk kau miliki melainkan untuk membunuh dan membakar mayatmu." Ucap Lei Wang sambil tersenyum licik.
Yuanrang menatap mayat Lei Wang sejenak sebelum mengarahkan pandangannya ke arah dinding pelindung segel yang menutupi menara seribu pedang.
Yuanrang sedikit menyentuh segel tersebut sebelum tersenyum tipis.
"Heh! pelindung yang cukup kuat, sepertinya pelindung ini hanya bisa dihancurkan menggunakan teknik setingkat langit, dan aku masih belum bisa menggunakan teknik permainan api karena hanya memiliki api batu bintang."
Tapi bukan aliran hitam namanya jika Yuanrang tidak memiliki cara lain untuk menghancurkan segel tersebut, ekspresi wajahnya kembali tersenyum sambil mengeluarkan pil naga api merah tua miliknya.
Yuanrang lalu menelan pil tersebut dan dengan cepat efeknya langsung bereaksi pada tubuhnya serta meningkatkan tenaga dalam yang ia miliki.
"Haaaaaa!!!!"
Kekuatan yang ia miliki kini mulai bertambah sebanyak 3 tingkat hingga setara dengan kekuatan pendekar bumi tahap pertama, lalu tanpa pikir panjang tenaga dalamnya langsung berpusat pada kedua telapak tangannya.
Api batu bintang yang ia miliki kini sudah menyelimuti telapak tangannya sebelum ia membentuk api tersebut menjadi bola api yang sangat besar.
"Bola api penghancur!!!"
__ADS_1
Bola api milik Yuanrang menghancurkan segel ketujuh bersamaan dengan tinju kobaran api Ling Yan yang kebetulan bertemu.
Yuanrang yang menyadari itu pastinya begitu terkejut karena tiba-tiba saja serangannya itu dipatahkan dengan mudah, bahkan karena perbedaan kekuatan api spiritual, serangan Yuanrang malah menghilang karena tinju kobaran api Ling Yan.
"Apa itu!! darimana datangnya ke enam api itu." Ucapnya.
Setelah efek serangan itu menghilang, pandangan Yuanrang akhirnya tertuju pada bayangan seorang pemuda yang tengah berdiri tidak jauh dari menara.
Lalu di detik berikutnya tiba-tiba saja bayangan pemuda itu menjadi banyak karena Ling Yan menggunakan teknik tubuh ilusi setelah benturan tenaga dalam itu.
Sesaat sebelum Ling Yan menggunakan teknik tubuh ilusi, Ling Yan dapat merasakan adanya bahaya yang menerpa temannya, jadi ia segera menggunakan teknik tersebut dan menciptakan 8 tubuh ilusi.
Berkat akar roh surgawi serta teknik permainan api, kekuatan tubuh ilusi Ling Yan saja kini sudah bisa menyaingi seorang yang berada di puncak pendekar suci.
Bahkan tubuh ilusi itu tidak akan menghilang selama tubuh Ling Yan yang asli tidak kekurangan tenaga dalam.
Segera semua tubuh ilusi itu menyebar keseluruh wilayah sekte untuk membantu para tetua dan teman-teman Ling Yan yang lain.
Sementara tubuh Ling Yan yang asli jangan di tanya lagi, saat ini ia tengah bertarung menghadapi Yuanrang dan sudah berhasil membuat salah satu murid gurunya itu terpojok.
Apalagi saat ini Ling Yan sudah memiliki 6 jenis api spiritual yang 2 diantaranya berada di atas peringkat api batu bintang milik Yuanrang.
"Boom!!!" Suara ledakan terdengar bersamaan dengan tubuh Yuanrang yang membentur tembok menara seribu pedang.
Bisa dilihat saat ini terdapat bekas luka sayatan pedang pada tubuhnya, dan terdapat racun api jiwa yang membuat lukanya semakin lama semakin membesar.
Darah segar yang cukup banyak bahkan sudah mulai membasahi tempatnya disertai nafasnya yang sudah mulai tersengal-sengal karena kehabisan tenaga.
Ling Yan kini berdiri di hadapannya sambil menggenggam lampu pengikat roh yang sekarang sudah menjadi miliknya.
"Kau..... Lampu itu.... Jangan-jangan kau ingin..." Suara Yuanrang parau dan mulai kehabisan nafas.
Ling Yan menatap tajam ke arah Yuanrang sebelum mengarahkan lampu itu pada Yuanrang.
__ADS_1
"Sudah kubilangkan kau tidak layak memiliki api batu bintang." Perlahan roh api batu bintang terangkat keluar dan masuk kedalam lampu pengikat roh.
Tidak sampai disitu lampu pengikat roh juga menarik secara paksa roh milik Yuanrang dan menyegelnya di ruang yang berbeda.
"Beraninya kau mengikat rohku, keluarkan aku dari lampu sialan ini!!!" Ling Yan dapat dengan jelas mendengar roh Yuanrang berteriak padanya tapi ia mengabaikannya dan menyimpan lampu itu di dalam cincin natnya.
"Api abadi membakar langit." Ling Yan membakar tubuh Yuanrang sebelum meninggalkannya dan menuju ke tempat pertarungan yang lain.
*****
"Kak Ling Yan!!!" Ucap Xui.
Kedatangan Ling Yan yang tiba-tiba cukup membuat para aliran hitam terkejut karena mereka tidak merasakan aura kehadirannya sama sekali.
Bagaimana tidak, Ling Yan yang saat ini berada di hadapan mereka bukanlah Ling Yan yang asli melainkan salah tubuh ilusi miliknya.
Ling Yan menarik pedang di punggungnya dan seketika pedang itu diselimuti api berwarna putih yaitu api langit.
"Sial itu api spiritual!!"
Belum sempat para aliran hitam bereaksi, Ling Yan sudah berhasil membunuh salah seorang pendekar berlian yang ada di depannya lalu pada gerakan berikutnya Ling Yan berhasil menebas 3 orang pendekar perak dalam sekali gerakan.
"Sial hentikan dia!!" Salah seorang pendekar senior terlihat panik saat melihat gerakan Ling Yan yang sangat cepat, karena setiap kali ia mengayunkan pedangnya, pedang itu bahkan bisa merenggut 2 hingga 3 nyawa sekaligus.
Murid sekte seribu pedang yang berada di sana hanya bisa melongo melihat Ling Yan membunuh 2 hingga 3 orang pendekar aliran hitam hanya dalam beberapa tarikan nafas.
Hanya Xiao Hu yang bereaksi dengan cepat karena ia kini sudah mulai ikut menyerang dan membunuh satu persatu dari pendekar aliran hitam yang ada di sana.
"Serang!!!" Satu teriakan dari Shuyang membuat para murid tersadar dan mengikuti apa yang diteriakkan olehnya.
Kini keadaan yang tadinya terpojok menjadi berubah sebaliknya karena kedatangan Ling Yan, bahkan di tempat pertempuran yang lain
sudah banyak dari aliran hitam yang kabur.
__ADS_1
Apalagi disaat yang bersamaan, bantuan dari pendekar asosiasi lelang harta juga sudah sampai dan membantu aliansi aliran putih.