
Siang harinya, rombongan kereta kuda keluarga Jia kini sudah melewati perbatasan antara kekaisaran Wei dan kekaisaran Feng, dan sebentar lagi akan berbelok untuk menghindari area hutan kegelapan.
Para pemacu kereta kuda terlihat memacu pergerakan kereta kuda agar berjalan lebih cepat. Walaupun jarak hutan kegelapan memang masih sedikit jauh dari rute yang mereka ambil, akan tetapi tetap saja para pemacu tersebut lebih memilih menghindar dari bahaya yang bisa saja tiba-tiba datang dari arah hutan.
Sebenarnya walaupun rombongan kereta kuda tersebut melewati hutan kegelapanpun tidak akan ada satu ekor siluman tingkat rendah yang akan menghampiri mereka.
Pasalnya di dalam rombongan mereka saat ini ada hal yang paling di takuti oleh para siluman yaitu aura keberadaan teman kecil Ling Yan yang tidak lain adalah Xiao Hu yang merupakan seekor binatang gaib.
Kecuali jika para rombongan keluarga Jia bertemu dengan seekor siluman tingkat menengah, karena hasilnya akan berbeda jauh.
"Penyamaran yang kau lakukan cukup bagus juga senior Yu Leng, bahkan tetua Yan Shiki saja sampai tidak bisa mendeteksi aura petarungmu." Kata Ling Yan yang sedang berbaring pada tumpukan jerami yang ada pada kereta kuda paling belakang.
"Hehehe, walaupun tenaga dalam yang aku miliki sudah tidak bisa meningkat, tapi jangan pernah meremehkan penyamaran orang tua ini." Jawab Yu Leng sambil terkekeh.
Shuyang yang sedari tadi berjalan agak sedikit di depan kini memperlambat langkahnya lalu menghampiri Ling Yan yang sedang berbaring di atas tumpukan jerami.
"Hei kau ini, kau bilang ingin mengawasi pak tua itu, nyatanya sekarang kau malah asik berbaring di atas tumpukan jerami." Ucap Shuyang.
Ling Yan hanya terkekeh sebelum berkata.
"Tentu saja aku bersantai, pak tua ini adalah temanku, aku yang menyuruhnya datang pagi tadi, benar bukan pak tua." Ujar Ling Yan sambil tersenyum penuh makna.
Yu Leng juga ikut tersenyum sambil mengangguk, sementara Shuyang.
"Hah.... pantas saja kau menawarkan diri untuk mengawasinya, ternyata dia ini adalah temanmu." Shuyang menghela nafasnya lalu ikut membaringkan tubuhnya di atas tumpukan jerami.
__ADS_1
Selama perjalanan menuju kota teratai terlihat begitu aman, bahkan tidak ada satu perampok pun yang menghadang perjalanan mereka, dan setelah matahari hampir terbenam di ufuk barat, para rombongan keluarga Jia lalu memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan melanjutkan perjalanannya besok pagi.
Sebenarnya Yan Shiki yang sedari tadi memimpin perjalanan merasa sedikit aneh dengan keadaan sekitarnya, karena baru kali ini di daerah perbatasan tidak ada satupun perampok yang menghadang perjalanan mereka.
Walaupun sebenarnya ia merasa senang karena tidak mendapatkan kesulitan apapun, akan tetapi tetap saja di dalam pikirannya ada sesuatu yang sedikit mengganjal.
"Hmm, aneh, sepertinya perjalanan kali ini terlalu lancar." Yan Shiki nampak memperhatikan sekitarnya untuk memastikan keadaan mereka aman.
"Haihhh... mungkin hanya perasaanku saja." Ujar Yan Shiki yang kini mencoba membuang pikiran buruknya itu tanpa menurunkan kewaspadaannya.
Gelap kini sudah datang, para rombongan keluarga Jia kini mulai menyalakan obor untuk penerangan mereka, dan di tempat Jia Li saat ini terlihat ada beberapa Pendekar perunggu serta Yan Shiki dan Han Li yang sedang berjaga disekitar kereta kuda miliknya.
Dan di kereta kuda tempat Yu Leng terlihat Ling Yan yang tengah bermeditasi meningkatkan tenaga dalamnya menggunakan teknik pengembangan ilmu jalan langit.
Sementara Shuyang, ia saat ini terlihat sedang memanggang tiga ekor ayam hutan yang baru saja ia tangkap tidak jauh dari tempat Yu Leng yang sedang memperhatikan Ling Yan.
Saat ini Ling Yan sedang mengumpulkan energi alam untuk membentuk tenaga dalam di dalam tubuhnya, akan tetapi pada saat ia berhasil membentuk sebuah garis tenaga dalam yang baru, ia merasakan tenaga dalam yang ia miliki malah membuat energi baru yang membuat tenaga dalamnya terbagi menjadi dua bagian.
"Ada apa ini, mengapa tenaga dalam yang baru saja aku buat itu malah membentuk energi lain di bagian tubuhku." Batin Ling Yan merasa bingung.
Lalu berselang beberapa saat kemudian, Ling Yan kembali berhasil membentuk tenaga dalam yang baru, bahkan saat ini tenaga dalam itu terbentuk lebih cepat dari sebelumnya.
Dan sama seperti tadi, tenaga dalam tersebut kembali terbagi lagi hingga saat ini tenaga dalam milik Ling Yan menjadi kumpulan 5 bagian berbeda di dalam tubuhnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuhku, tenaga dalam yang baru saja aku buat mengapa malah membentuk energi sendiri, apakah ini adalah efek dari mempelajari teknik ilmu jalan langit." Batin Ling Yan.
__ADS_1
Saat ini Ling Yan merasakan kalau di dalam tubuhnya terdapat 5 kumpulan energi yang masing-masing memperkuat elemen yang ia miliki, yaitu elemen petir, api abadi, api kehidupan, api samudra, dan api sakral surgawi.
Lalu dari kelima elemen itu Ling Yan merasakan roh api abadilah yang berada di pusatnya dan semua tenaga dalam milik Ling Yan yang berada di tingkat pendekar senior bintang 8 dikuasai seluruhnya oleh roh api abadi tersebut.
Sementara elemen petir, roh api sakral surgawi, api kehidupan, dan api samudra masing-masing menguasai 22 garis tenaga dalam yang memperkuatnya.
Yu Leng yang masih memperhatikan Ling Yan juga nampak kebingungan dan mengerutkan dahinya.
"Ada apa dengan tenaga dalamnya, mengapa tenaga dalam milik Ling Yan terbagi menjadi 5 bagian?" Batin Yu Leng yang baru pertama kali melihat hal itu.
Ling Yan yang merasa aneh pun membuka matanya dan menghentikan latihannya sambil menatap kedua telapak tangan miliknya.
"Ada apa dengan tenaga dalam mu anak muda, mengapa aku merasa di dalam dirimu saat ini malah terdapat 5 kumpulan energi yang berbeda?" Tanya Yu Leng yang sedari tadi memperhatikan Ling Yan, namun tidak dapat merasakan kehadiran api spiritual yang ia miliki.
"Aku tidak tau senior, ini adalah pertama kalinya aku merasakan hal yang seperti ini, bahkan aku merasa kalau 4 dari kumpulan energi yang aku miliki seperti mencoba untuk berkembang, sama seperti saat aku berada di tingkat pendekar pemula bintang 1."Jawab Ling Yan.
"Hmm seperti itu rupanya, lalu hal apa lagi yang kau rasakan?" Tanya Yu Leng lagi.
"Aku juga merasa kalau kekuatanku bertambah 2 kali lipat dari tingkatan ku saat ini." Jawab Ling Yan.
Yu Leng lalu tersenyum tipis sambil berkata.
"Sepertinya itu adalah sebuah keberuntungan bagimu, mungkin saja itu adalah efek dari mempelajari sebuah teknik pengembangan tingkat tinggi." Ucap Yu Leng.
Ling Yan yang mendengar itu lalu tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan sebelumnya.
__ADS_1
"Ah, mengapa aku malah menggunakan teknik ilmu jalan langit di depan senior Yu Leng, untung saja dia tidak seperti pendekar-pendekar yang serakah." Batin Ling Yan yang merasa tindakannya sedikit ceroboh.
"Sepertinya lain kali kau harus memperhatikan sekitarmu lebih dulu sebelum berlatih, karena jika kau melakukan hal yang sama di depan orang lain, bisa saja itu akan menjadi sinyal yang begitu berbahaya bagimu." Ucap Yu Leng sambil mengeluarkan sebotol arak dari dalam cincin natnya.