
Bai Lee yang melihat itu sontak bereaksi dan tidak mau kalah dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh Ling Yan. Bai Lee menambah kekuatan tenaga dalamnya hingga membuat tekanan serta aura iblis api yang ia ciptakan menjadi sama besarnya dengan naga api milik Ling Yan.
Sementara itu Xiao Hu yang melihat tekanan tenaga dalam yang begitu besar tersebut langsung bereaksi dan pergi dari tempat itu karena mengetahui kerusakan yang terjadi akibat benturan tenaga dalam keduanya akan berakhir buruk.
Sementara Gui Hua, ia hanya bisa terpana seakan rasa sakit yang ada di tubuhnya hilang, ada niat didalam fikirannya untuk pergi dari tempat tersebut, namun karena efek racun sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, ia kini tidak dapat bergerak sama sekali dari tempatnya.
Bahkan saat ini kesadarannya sudah mulai hilang dan tak lama kemudian ia pun akhirnya tumbang ketanah dengan posisi tengkurap tak bernyawa.
"Haaaaaaa!!!!! Akan aku tunjukkan padamu kekuatan pendekar suci yang sebenarnya!!!" Bai Lee mengumpulkan semua tenaga dalamnya hingga api iblis merah miliknya terbentuk sempurna.
Sama seperti Bai Lee, Ling Yan juga melakukan hal yang sama hingga naga api spiritual yang ia ciptakan kini sudah berbentuk sempurna dan siap untuk di arahkan ke arah lawannya.
Perlahan terlihat tubuh Ling Yan mengambang di udara dan tak lama kemudian Bai Lee sudah siap dengan jurusnya dan tanpa menunggu lama lagi.
"Rasakan kekuatanku ini!!! Serangan iblis api merah membara!!!" Teriaknya sambil melepaskan serangannya kearah Ling Yan.
"Hmp kalau begitu aku akan menyambutnya dengan ini, Jurus naga api menguasai langit!!" Ling Yan melepaskan serangannya kearah Bai Lee, dan saat serangan keduanya bertemu.
Boom!!!!!
Suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar dan menyebabkan daerah sekitar pertarungan tersebut hancur dan membentuk kawah yang sangat luas.
Bai Lee yang masih setia melihat tenaga dalamnya berbenturan dengan tenaga dalam milik lawannya terlihat tersenyum sinis dan membatin.
"Tidak akan ada orang yang bisa mengalahkan jurus tingkat bumi milikku sekalipun yang digunakan olehnya adalah jurus tingkat langit." Ucapnya dengan senyum sinisnya.
Namun tak lama kemudian senyum sinisnya tersebut berubah menjadi wajah buruk karena jurusnya hancur dan jurus Ling Yan berhasil menembusnya dan kini naga api itu mengarah ke arahnya.
__ADS_1
"Tidak tidak mungkin aku kalah!!!!!!" Sampai tubuh dan jiwanya menghilangpun Bai Lee masih tidak percaya kalau kematiannya disebabkan oleh seorang pendekar muda yang tingkatannya berada dibawah pendekar suci.
"Hah.... hah.... hah....." Ling Yan terengah-engah sambil perlahan turun dari udara hingga terduduk lemas didalam kawah hasil serangan yang dia lakukan.
"Sial, karena menggunakan 3 teknik tingkat tinggi secara bersamaan, tenaga dalam ku terkuras hampir semuanya." Ling Yan terengah-engah sambil memulihkan tenaga dalamnya menggunakan ilmu jalan langit.
"Hehehe sepertinya jurus tadi membuat tenaga dalammu terkuras sangat banyak." Api kehidupan berkata sambil membantu Ling Yan mengembalikan tenaga dalam yang ia miliki dengan energi kehidupan.
"Hehehe akhirnya aku bisa menguasai dengan sempurna teknik bertarung pemberian guru, hahhh..." Ling Yan membaringkan tubuhnya di dalam kawah sambil tersenyum sumringah.
Namun ada satu hal yang sepertinya sudah ia lupakan hingga ada sesuatu yang sedikit mengganjal pikirannya, dan berselang beberapa menit kemudian ia akhirnya tersadar kalau Xiao Hu tidak ada di dekatnya.
"Ah tunggu? dimana Xiao Hu? Jangan-jangan dia terkena efek benturan tenaga dalamku." Ling Yan mulai menjadi sedikit panik sambil mengamati sekitarnya yang kini hancur lebur karena jurusnya yang sangat dahsyat.
Namun di tengah kepanikannya tersebut tiba-tiba saja Xiao Hu menjilati wajahnya dari belakang yang sontak membuatnya terkejut akan kehadirannya yang tiba-tiba.
"Ahahah Xiao Hu hentikan itu, itu sangat geli, aku pikir kau sudah hilang tadinya." Ling Yan tersenyum bahagia melihat keadaan Xiao Hu yang ternyata baik-baik saja dan tak lama kemudian Xiao Hu juga ikut berbaring disamping Ling Yan yang kini merubah posisinya menjadi bersila.
Setelah mengembalikan tenaga dalam yang hilang saat pertarungannya melawan ketua sakte kalajengking hitam, Ling Yan kini terlihat sedang membersihkan diri di sebuah sungai tidak jauh dari tempatnya bertarung tadi.
Byurrrrr
Xiao Hu keluar dari dalam air dan menggoyang-goyangkan badannya yang diselimuti api biru yang tidak bisa padam itu, dan tak lama kemudian iya akhirnya naik ke daratan untuk mengeringkan dirinya di ikuti oleh Ling Yan dibelakangnya.
"Hmm kau ini sudah menenggelamkan diri didalam air, tapi tetap saja api di tubuhmu tidak padam, sebenarnya api seperti apa itu?" Ling Yan menatap api biru yang menyelimuti tubuh Xiao Hu tersebut.
Ling Yan lalu kembali memakai pakaian baru yang ia simpan didalam cincin natnya karena baju yang ia kenakan sebelumnya sudah sedikit rusak karena terbakar.
__ADS_1
Saat ia mulai memakai pakaiannya mata Ling Yan tidak sengaja tertuju pada tanda lahir di bahunya yang sebelumnya hanya memiliki satu tanda api abadi dan sekarang sudah bertambah menjadi 4 warna berbeda dari api spiritual yang ia miliki, dan terlihat juga keempat api tersebut seakan membentuk bulatan menjadi satu.
Biru laut : Api Samudera
Biru tua : Api Abadi
Hijau : Api Sakral Surgawi
Ungu : Api Kehidupan
"Melihat tanda ini ditubuhku aku jadi penasaran bagaimana bentuk roh api semesta milik saudara seperguruan guru Wei, selain itu....." Ling Yan menggantung kata-katanya sambil mengeluarkan sebuah gulungan peta yang ia dapatkan dari lelang Asosiasi beberapa waktu yang lalu.
"Api dingin, api spiritual yang dapat bertahan tak pernah padam walaupun berada didalam bongkahan es terdingin sekalipun."
Ling Yan sedikit tertegun melihat peta tersebut menunjukkan bahwa api dingin berada di sebuah pulau es di Utara yang lokasinya searah dengan tuju saat ini.
Namun tak lama kemudian Ling Yan terlihat mengerutkan dahinya saat menyadari kalau pulau es tersebut merupakan pulau es Utara tempat dimana sakte pulau es Utara berdiri.
"Pada saat lelang kemarin ketua sakte pulau es Utara juga menginginkan peta ini, itu berarti mereka juga tidak tahu mengenai lokasi persis dimana api ini tersimpan, kalau begitu aku masih punya kesempatan." Ling Yan mengangguk pelan dan tak lama kemudian meraih pedang darah apinya.
"Baiklah Xiao Hu mari kita lanjutkan perjalanan." Ling Yan memasukkan gulungan peta itu kembali dan berniat melanjutkan perjalanan.
Namun saat ia sudah mulai melangkahkan kakinya, Xiao Hu terlihat tidak bereaksi dan hanya duduk menatap Ling Yan seperti sedang menunggu sesuatu.
"Eh ayo Xiao Hu kita lanjutkan perjalanan, jangan menatapku dengan wajah seperti itu." Ling Yan mencoba membujuk Xiao Hu sampai akhirnya ia mengaum dengan perut yang berbunyi.
Gruuuurr
__ADS_1
"Eh..... hahh pantas saja kau tidak mau bergerak, ternyata kau sedang lapar." Ling Yan sedikit menepuk jidatnya sendiri sambil mengeluarkan 3 buah kristal siluman dari dalam cincinnya.
"Baiklah ini untukmu." Dan entah kenapa saat barusaja ia memberikan kristal itu tiba-tiba saja Ling Yan juga merasa lapar kembali dan memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.