
Ia menatap langit-langit ruangannya sambil merenung dengan apa yang baru saja terjadi pada sekte seribu pedang beberapa waktu yang lalu.
"Jika dipikirkan kembali, sebenarnya semua yang terjadi pada sekte ini adalah karena diriku." Ucapnya sambil mengingat kembali masa lalunya.
Awalnya ia memang hanya seorang sampah yang terhina di dalam Klannya sebelum mendapatkan keberuntungan yang merubah hidupnya menjadi jauh lebih baik.
Tapi keberuntungan yang ia dapatkan itu sekaligus juga memberikan beban baru padanya di mulai pada saat ia bertemu dengan Wei Tian Long.
Di mulai dari orang-orang yang menginginkan Xiao Hu, sampai pada kelima murid gurunya yang harus ia hentikan sebelum terjadi kekacauan pada dunia persilatan.
Saat ini ia memang sudah berhasil membunuh 2 dari lima murid gurunya itu, namun yang Ling Yan khawatirkan saat ini adalah 3 murid yang lain serta aliran hitam lainnya yang sewaktu-waktu dapat menyerang.
"Apa mungkin aku sendiri yang harus menyingkirkan para aliran hitam itu?" Ling Yan mulai larut dalam pikirannya sebelum akhirnya terlelap menuju alam mimpi.
Beberapa detik sebelum tertidur tadi sepertinya Ling Yan sudah memutuskan sesuatu di dalam benaknya untuk mengembara mencari kekuatan agar dapat menghentikan kekacauan yang dapat terjadi kapan saja.
Sore hari saat Ling Yan masih terlelap, ia dapat merasakan adanya hawa seseorang yang sedang berdiri dihadapannya, dan dari auranya, ia merasakan kalau orang ini bukanlah orang yang ia kenali.
Ling Yan mengerjapkan matanya lalu kemudian pandangannya tertuju pada seorang pria yang sedang mencoba untuk menusukkan sebuah belati pada tubuhnya.
"Siapa kau!!!" Ling Yan refleks menghindari belati tersebut sebelum bangun dari tempatnya dan menendang lengan pria itu hingga membuat pisau di tangannya terlepas.
Dengan gerakan yang begitu cepat, Ling Yan berhasil mendaratkan sebuah tendangan keras pada perut pria tersebut hingga membuatnya terlempar menabrak tembok.
Segera Ling Yan menangkap pria itu lalu membuka penutup wajahnya.
Seketika Ling Yan terkejut karena ternyata pria tersebut merupakan salah satu dari murid sekte seribu pedang.
"Kau!!!! Mengapa kau melakukan ini? mengapa kau mencoba membunuhku?"
Pria yang saat ini ada di depan Ling Yan tidak lain merupakan orang yang menatap penuh kebencian pada Ling Yan pada saat ia melihatnya menggunakan teknik tubuh ilusi pada pertempuran beberapa waktu yang lalu.
"Lepaskan aku!!! Kau harus menerima hukuman karena telah membunuh kakakku!!" Teriak pria tersebut menatap wajah Ling Yan dengan marah.
Sementara Ling Yan yang mendengar itu hanya bisa mengerutkan dahinya kebingungan.
__ADS_1
"Kakak? apakah salah satu dari aliran hitam yang aku bunuh adalah kakak dari pria ini." Batin Ling Yan.
Ling Yan yang tidak punya pilihan akhirnya terpaksa membuat pria tersebut tidak sadarkan diri sebelum membawa pria itu ke paviliun rumah obat, karena dia tahu selain Shen Yu, Zhao Zhang juga pasti masih berada di tempat tersebut.
Sesampainya di paviliun rumah obat.
"Tetua Yan, apa yang terjadi padanya?" Tanya Xiao Gang yang sepertinya mengenali pemuda tersebut.
"Apa kau mengenalinya?" Sahut Ling Yan.
"Ya tetua, di adalah adik dari salah satu murid inti, tapi murid tersebut sudah mati pada saat menjalankan misi di ibukota 3 tahun yang lalu." jawab Xiao Gang.
"3 tahun yang lalu? Di ibukota? Apa jangan-jangan dia adik dari pendekar raja waktu itu." Batin Ling Yan mengingat kembali pendekar raja sekte seribu pedang yang sebelumnya memang ia temui di ibukota.
Pendekar raja yang sebelumnya berada di ibukota memang berhasil memenangkan lelang atas gulungan teknik tubuh ilusi, tetapi bukan Ling Yan yang membunuh pendekar raja itu melainkan Feng Ao.
"Sepertinya aku sudah mengerti mengapa dia ingin membunuhku, mungkin ia salah paham terhadapku dan mengira aku yang telah membunuh kakaknya, karena teknik tubuh ilusi itu sekarang ada padaku, aku harus menjelaskan semuanya setelah ia sadarkan diri nantinya." Batin Ling Yan.
"Kalau begitu bawa aku kepada ketua Zhao Zhang dan guru Shen Yu." Ucap Ling Yan lagi.
Sesampainya di ruangan Shen Yu, Zhao Zhang yang mengenali pemuda yang di papah oleh ling Yan tanpa pikir panjang langsung menghampiri mereka seraya bertanya.
"Ling Yan, ada apa ini, apa yang terjadi dengan Zhao Tian?" Tanya Zhao Zhang dengan wajah khawatir.
Ling Yan sedikit tertegun mendengar kalau pemudanya tersebut juga bermarga Zhao sama seperti ketua sektenya.
"Sebenarnya tadi dia menyelinap masuk kedalam kamarku pada saat aku sedang tidur, dia hampir saja membunuhku, jadi aku terpaksalah membuatnya tidak sadarkan diri." Jawab Ling Yan apa adanya.
"Selain itu ia juga berkata kalau aku harus bertanggung jawab terhadap kematian kakaknya." Sambung Ling Yan.
Zhao Zhang yang mendengar penjelasan Ling Yan terlihat menundukkan kepalanya sambil memasang wajah penuh penyesalan, pasalnya 3 tahun yang lalu dialah yang memberikan misi kepada kakak dari Zhao Tian untuk pergi keibukota.
Hingga pada saat kabar tentang kematian kakaknya itu sampai di sekte seribu pedang, Zhao Tian menjadi sebatang kara karena hanya kakaknya sajalah satu-satunya kerabat dekat di Klannya.
Saat itulah Zhao Zhang mengangkat Zhao Tian menjadi murid dan membiarkan Zhao Tian tinggal di kediamannya karena merasa bersalah.
__ADS_1
"Hahhhh sepertinya aku harus menjelaskan semuanya kepada Zhao Tian." Ucap Zhao Zhang sambil menghela nafas berat.
Sementara Ling Yan yang mendengar itu.
"Ketua Zhao, bisakah kau membiarkanku berbicara 4 mata dengannya."
*****
Zhao Tian terbangun dari pingsannya dan mendapati ia sedang berbaring di dalam sebuah ruangan yang tidak ia kenali.
"Ahhhhh.... Apa yang terjadi padaku." Zhao Tian memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit.
Setelah beberapa saat mengerjapkan matanya, tiba-tiba ia mendengarkan suara seseorang dari samping tempat tidurnya.
"Kau sudah sadar?" Ucap suara itu yang tidak lain adalah Ling Yan.
Zhao Tian mengalihkan pandanganya dan mendapati Ling Yan yang sedang berdiri membelakanginya sambil memperhatikan beberapa bahkan obat.
"Kau!!!" Zhao Tian berteriak dan bangun lalu kembali mencoba menyerang Ling Yan dengan tinjunya.
Namun Ling Yan bergerak dengan sangat cepat menahan serangan Zhao Tian dengan hanya menggunakan satu tangan saja dan berhasil membuat Zhao Tian jatuh terduduk.
Ling Yan bahkan tidak membalikkan badannya pada saat menahan serangan tersebut, sementara Zhao Tian.
"Ugh....." Zhao Tian melenguh merasakan sakit pada bokongnya.
Ling Yan lalu duduk di salah satu kursi di dalam ruangan tersebut sambil menatap Zhao Tian yang masih terduduk di lantai sambil menatap wajah Ling Yan dengan tajam.
"Aku sudah mendengar tentang kakakmu dari ketua Zhao, tapi sepertinya kau sedikit salah paham padaku." Ling Yan menatap Zhao Tian dengan serius.
"Salah paham apa yang kau maksud." Jawab Zhao Tian dengan tatapan sinisnya.
Ling Yan tersenyum tipis sebelum mengeluarkan gulungan teknik tubuh ilusi dari dalam cincin natnya.
"Teknik tubuh ilusi ini aku dapatkan dari salah seorang pendekar aliran hitam yang aku bunuh saat berada di ibukota, dan kakakmu, sepertinya ia terbunuh oleh pendekar yang aku bunuh itu." Jelas Ling Yan.
__ADS_1