
Ling Yan lalu berusaha menenangkan diri dan pikirannya sebelum menggali lubang yang cukup dalam dan memakamkan jenazah para pedagang itu.
Walaupun saat memakamkan jenazah itu Ling Yan berulang kali merasa mual, tapi pada akhirnya setelah beberapa lama akhirnya Ling Yan selesai juga memakamkan mayat para pedagang itu.
"Sial, tubuh ku sekarang di penuhi oleh bau amis, dan juga pakaianku dipenuhi oleh noda darah, aku harus segera membersihkannya." Gumam Ling Yan sebelum beranjak dari tempatnya.
Ling Yan kini bergegas mencari sumber air di sekitar tempatnya untuk membersihkan dirinya dari noda darah yang menempel pada pakaian dan juga tubuhnya.
"Hahh kenapa sangat susah menghilangkan aroma amis ini." Umpatnya.
Butuh waktu sekitar 2 jam bagi Ling Yan untuk menghilangkan noda serta aroma darah yang menempel di tubuhnya, dan setelah itu Ling Yan pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju desa rumput giok.
Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Ling Yan kini melesat dengan kecepatan tinggi menuju kediaman tabib yang ia ingin temui di desa rumput giok.
Dengan ilmu meringankan tubuh yang ia miliki, tidak memerlukan waktu lama baginya untuk sampai di sana, dan setelah beberapa mil perjalanan, Ling Yan akhirnya sampai juga di desa rumput giok saat hari sudah menjelang sore.
*****
Sementara itu di kediaman tetua pertama Klan Ling, Ling Yue yang sedari tadi tidak melihat Ling Yan sedikit pun keluar dari kamarnya kini sedikit merasa heran dan berjalan mendekat ke arah kamar Ling Yan.
"Ehh anak ini mengapa tidak keluar sedari pagi." Ling Yue mencoba membuka pintu kamar Ling Yan, akan tetapi sebelum telapak tangannya menyentuh pintu kamar Ling Yan.
"Ah sudahlah, mungkin ia sedang berusaha membuka meridian kecilnya, aku tidak boleh mengganggu latihannya." Ling Yue kembali mengurungkan niatnya dan membalikkan badannya menjauh dari kamar Ling Yan.
Di halaman rumah Ling Yan terlihat Yu Fei dan Yu Qian yang sedang duduk bersila menyerap energi alam untuk meningkatkan tenaga dalamnya.
Ling San yang mengawasi latihan keduanya kini hanya bisa berdecak kagum melihat penyerapan energi alam yang begitu cepat bahkan di luar nalar.
"Hmm teknik pengembangan ilmu halilintar bumi yang mereka pelajari memang teknik pengembangan tingkat tinggi, buktinya dalam dua bulan saja Yu Qian yang baru saja menyerap tenaga dalam kini sudah berhasil naik ke tingkat 7." Gumam Ling dengan setetes keringat di pipinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Yu Fei yang masih dalam posisi bersila kini memancarkan energi petir dari dalam tubuhnya pertanda ia akan segera menembus tingkatannya.
"Hmm dia akan segera menembus." Gumam Ling San.
Tak lama kemudian sebuah ledakan tenaga dalam dari dalam tubuh Yu Fei disertai teriakan keras darinya kini terdengar jelas di telinga Ling San.
"Ahhhh!!!!" Yu Fei berteriak sambil menstabilkan tenaga dalam yang ia miliki, dan setelah beberapa saat akhirnya ia berhasil menembus ke tingkat pendekar perunggu bintang 8.
Yu Fei mengulas senyum puas sambil menatap ke arah Ling San yang juga menatapnya dengan tersenyum hangat.
Setelah beberapa saat, Ling San yang masih fokus mengawasi latihan dari kedua anak angkatnya menyadari kehadiran seseorang dan sontak membalikkan badannya.
Saat ia membalikkan badan, ia menemukan seorang pria sepuh dengan rambut yang sudah memutih tengah berjalan ke arahnya yang tidak lain adalah Ling Han.
"Salam ketua Han." Sapa Ling San sambil memberi hormat.
"Hmm tidak perlu seformal itu tetua San, aku lihat sekarang ini di dalam keluargamu kembali hadir dua orang yang begitu jenius." Ucap Ling Han sambil memperhatikan Yu Qian dan Yu Fei yang masih duduk bersila.
"Tidak perlu kau jelaskan tetua Han, aku tahu perkembangan keduanya bisa seperti ini karena teknik pengembangan yang mereka miliki bukan?" Sambung Ling Han sambil tersenyum.
Pernyataan Ling Han sontak di sambut anggukan kepala dari Ling Han.
"Hmm itu benar ketua, sayangnya... Ling Yan tidak mengizinkan teknik pengembangan itu dipelajari oleh Klan Ling kita, karena...." Ling San sedikit mengingat kejadian 2 tahun lalu saat Ling Yuan meminta teknik ilmu halilintar bumi dipelajari oleh seluruh Klan Ling.
"Hmm sudahlah tetua San, yang dilakukan oleh Ling Yan bukanlah sesuatu yang salah, karena walau bagaimanapun, kita memang tidak memiliki hak sama sekali pada gulungan teknik itu."
Ling Han bisa mengingat dengan jelas saat Ling Yan membantah permintaan Ling Yuan dua tahun lalu, bahkan ia masih dapat mengingat aura petarung yang dikeluarkan oleh Ling Yan pada saat itu.
"Tiga api spiritual miliknya masih terbayang jelas di pikiranku." Batin Ling Han yang membayangkan saat Ling Yan memperlihatkan 3 jenis api spiritual yang ia miliki.
__ADS_1
Sebenarnya pada saat para tetua Klan Ling mengetahui alasan Klan Chu menyerang kediaman Klan Ling karena teknik ilmu halilintar bumi, Ling Yuan pada saat itu meminta agar teknik tersebut bisa dipelajari oleh seluruh anggota Klan Ling.
Akan tetapi Ling Yan membantah keras permintaan Ling Yuan itu karena menurutnya Klan Ling tidak memiliki hak apa-apa pada gulungan itu, karena gulungan tersebut merupakan peninggalan dari kakek kedua adik angkatnya.
Namun Ling Yuan yang masih bersikeras dalam hal itu bahkan menekan Ling Yan dengan energi petarungnya, dan karena merasa tidak tahan lagi, akhirnya Ling Yan menggunakan teknik permainan api dan mengeluarkan aura petarung setingkat pendekar raja bintang 3.
Saat itu Ling Han yang bahkan seorang pendekar raja dapat melihat dengan jelas kekuatan Ling Yan berada cukup jauh diatas tingkatannya, apa lagi saat itu Ling Yan tanpa ragu memperlihatkan 3 jenis api spiritual yang ia miliki.
Ling Han masih dapat mengingat dengan jelas ketiga api spiritual dengan karakteristik yang berbeda, hijau (kobaran api sakral surgawi tingkat 32), ungu (kobaran Api Kehidupan tingkat 26) dan biru (kobaran api abadi tingkat 2).
Dan sejak peristiwa itu, tidak ada lagi satu orang pun yang berani membahas tentang gulungan teknik ilmu halilintar bumi di depan Ling Yan.
*****
Ling Yan melangkahkan kakinya ke arah rumah obat tempat tabib itu berada, akan tetapi saat ia sudah sampai di rumah obat tersebut, ia menemukan rumah obat itu yang sudah kosong dan sepertinya sudah lama di tinggalkan.
"Rumah obat ini kosong, kemana perginya tabib itu, atau aku salah alamat, tapi sepertinya tidak." Ling Yan nampak mengedarkan pandangannya dan benar saja ia tidak salah dengan tempat itu.
"Hmm lebih baik aku tanya saja pada orang di sekitar sini." Gumam Ling Yan sambil mengedarkan pandangannya.
Namun saat Ling Yan melihat sekelilingnya, perhatian malah teralihkan pada rombongan keluarga kerajaan yang sepertinya baru saja sampai di desa itu.
"Eh, itu bukannya rombongan keluarga kerajaan, apa yang sedang mereka lakukan di desain ini?" Ling Yan nampak memperhatikan rombongan tersebut selama beberapa waktu.
Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat seorang gadis muda yang sangat tidak asing lagi baginya tengah duduk di dalam tandu, selain itu ia juga melihat jendral Wu yang tengah duduk di atas kudanya.
"Bukankah itu tuan putri Zhu Qing dan jendral Wu, mereka sedang apa di desa ini, dan juga mengapa tuan putri memakai pakaian seperti itu, ah juga ada pedang di punggungnya." Ling Yan terlihat kebingungan saat melihat Zhu Qing mengenakan pakaian layaknya seorang pendekar wanita.
Ling Yan melangkahkan kakinya ke arah rombongan tuan putri Zhu Qing dan juga jendral Wu, akan tetapi setelah berpikir beberapa saat, Ling Yan malah mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Ah sebaiknya aku tidak menemui mereka sekarang, hmm karena tabib itu tidak ada, lebih baik sekarang aku pergi berkunjung ke makam senior Shen Long di hutan kegelapan terlebih dahulu, baru setelah itu aku pergi ke sakte seribu pedang." Ucap Ling Yan lalu membalikkan badannya.