LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 272. Mendapatkan Pengawalan Seorang Pendekar Suci


__ADS_3

Sementara itu, orang yang menciptakan gejolak tersebut terlihat tersenyum senang mendapati boneka rohnya yang telah berhasil ia ciptakan.


Ia bisa melihat boneka roh itu sedang berdiri di hadapannya sambil menunduk dengan mata yang tertutup tanpa menggunakan sehelai benangpun.


"Tampangnya cukup lumayan, sekarang tinggal langkah terakhir yaitu kontrak darah."


Ling Yan menggigit sedikit jarinya sebelum mengolesi kepala boneka roh tersebut dengan darahnya, lalu setelah itu tiba-tiba saja bola mata boneka roh tersebut terbuka dan menatap Ling Yan dengan ekspresi datar.


Tak lama kemudian boneka roh tersebut berlutut dihadapan Ling Yan sambil berkata.


"Aku siap untuk melayanimu tuan!!" Ucapnya dengan nada datar.


Ling Yan tersenyum tipis sebelum kembali berkata.


"Mulai saat ini namamu adalah Jin Yuan, kau boleh berdiri sekarang." Ucap Ling Yan dengan nada mendominasi.


"Jin Yuan siap mendampingi dan mengikuti tuan sampai akhir hayat." Sambut boneka roh tersebut yang sekarang ini sudah memiliki nama, yaitu Jin Yuan.


Awalnya Ling Yan sedikit bingung ingin menamai boneka rohnya itu seperti apa tapi akhirnya ia memilih untuk menggabungkan nama dari kedua bahan yang ia gunakan yaitu tubuh Jin Fan dan roh dari Yuanrang.


Di detik berikutnya Ling Yan yang melihat Jin Yuan masih tidak menggunakan sehelai benangpun kini mengeluarkan pakaian dari dalam cincin natnya.


"Pakai ini, kau tidak mungkin kubiarkan keluar dengan penampilan seperti itu." Ujar Ling Yan.


Selama Jin Yuan mengenakan pakaian yang ia berikan, Ling Yan mencoba mengukur tingkat kekuatan yang dimiliki oleh boneka rohnya itu.


"Hehehe walaupun tingkatan ku masih berada di tingkat pendekar senior, tetapi berkat akar roh surgawi dan api spiritual, aku bisa bebas melihat tingkatan pendekar yang lebih tinggi dariku."


Ling Yan kemudian mengalirkan tenaga dalam pada matanya dan melihat kekuatan serta tenaga dalam yang dimiliki oleh Jin Yuan.


"Pendekar Suci bintang 9!!! Selain itu ia juga sudah membuka 7 gerbang!!!." Ling Yan kembali tersenyum sumringah sambil membatin.


"Mendapatkan pengawal pribadi yang setingkat dengan pendekar suci, Hahahaha aku sangat beruntung kali ini." Ling Yan tertawa di dalam hatinya.


Bertepatan dengan itu pula Jin Yuan sudah selesai mengenakan pakaian yang diberikan oleh Ling Yan.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Ehhh ini sudah hampir malam, siapa yang datang diwaktu seperti ini." Ling Yan akhirnya membuka pintu kediamannya dan mendapati Zhao Yun Zhi yang berdiri dengan beberapa luka lebam di lengannya.


"Master!! Aku berhasil!!!" Zhao Yun Zhi terlihat terengah-engah, lalu tak lama kemudian Zhao Yun Zhi akhirnya kehilangan keseimbangannya dan jatuh diperlukan Ling Yan.


"Posisi ini sepertinya agak sedikit canggung." Ling Yan terpaksa membawa Zhao Yun Zhi untuk berbaring sebelum akhirnya memutuskan untuk memanggil Ling Xuilan untuk mengganti pakaian muridnya itu.


"Sepertinya ia sangat memaksakan diri sampai membuat tenaga dalamnya terkuras habis, Jin Yuan jaga dia selagi aku keluar." Perintah Ling Yan.


"Baik master." Jawab Jin Yuan singkat.


Ling Yan lalu pergi menuju kediaman Xui dan dalam beberapa menit saja ia sudah kembali bersama Xui yang masih kebingungan karena Ling Yan membawanya ke kediamannya.


"Apa yang sebenarnya harus aku bantu?" Tanya Xui dengan ekspresi yang tidak dapat diartikan.


Di dalam benaknya saat ini ada pemikiran liar yang membuat wajahnya sedikit memerah.


"Mengapa pikiranku menjadi seperti ini, sebenarnya kak Ling Yan ingin aku melakukan apa?" Batinnya


Lain halnya Ling Xuilan, ia nampak begitu terkejut saat melihat Jin Yuan yang sedang menatap datar ke arah mereka berdua.


"Kak Ling Yan, siapa orang ini auranya tampak seperti aliran hitam." Tanya Ling Xuilan lagi dan kali ini ekspresi wajahnya sedikit ketakutan.


Walaupun Jin Yuan adalah boneka roh, tetapi tetap saja karena tubuh serta rohnya berasal dari aliran hitam, maka aura petarung yang ia miliki terlihat seperti memiliki aura yang gelap.


Ling Yan tersenyum tipis sebelum menjawab.


"Heheh tidak apa-apa Xui, dia adalah temanku, aku akan menjelaskannya nanti, tapi sebelum itu aku ingin kau membantu Yun Zhi terlebih dahulu."


Mata Xui akhirnya tertuju pada Yun Zhi yang tengah berbaring di tempat tidur Ling Yan, ia bisa melihat pakaian gadis itu sedikit lusuh serta ada beberapa yang sobek dan juga luka lebam di sekitar tubuhnya.


"Haaa kak Yun Zhi, apa yang terjadi padanya." Xui dengan cepat menghampiri Yun Zhi.


"Sepertinya dia terlalu memaksakan diri pada saat aku memberikan latihan padanya siang tadi, berikan pil ini serta ganti pakaian yang lebih baik untuknya, aku akan menunggu diluar." Jawab Ling Yan seraya memberikan pil penyembuh miliknya.

__ADS_1


"Jin Yuan, ayo ikut dengan ku." Mendengar panggilan tuannya Jin Yuan sontak saja mengikuti Ling Yan dari belakang.


"Baik tuan." Jawabnya.


Sementara Xui yang mendengar Jin Yuan memanggil Ling Yan dengan sebutan tuan terlihat mengerutkan dahinya sambil memasang ekspresi wajah bingung.


"Tuan?, kenapa orang itu memanggil kak Ling Yan seperti dia adalah seorang budak." Batinnya.


Namun di detik berikutnya ia membuang pikirannya itu dan kemudian membantu Zhao Yun Zhi mengganti pakaiannya lalu setelah itu ia membantu Yun Zhi memulihkan keadaan tubuhnya.


Di luar ruangan, Ling Yan nampak duduk bersila di atas sebuah kursi panjang sambil melakukan latihannya, sementara Jin Yuan terlihat berdiri tidak jauh dari Ling Yan sambil memperhatikan sekitarnya.


"Ilmu Jalan Langit!!"


Kali ini Ling Yan tidak masuk kedalam lautan rohnya melainkan berusaha mengumpulkan energi alam untuk perkembangan akar roh surgawinya yang kelima.


Garis-garis tenaga dalam Ling Yan dengan cepat terbentuk dan berapa kali juga sempat terhenti seperti energi alam tersebut menghilang kedalam pusat lautan rohnya.


Ling Yan sebenarnya masih cukup kebingungan dengan apa yang terjadi pada saat energi yang ia serap itu tiba-tiba menghilang.


"Sebenarnya pergi kemana energi alam yang tiba-tiba menghilang itu, dan mengapa setiap aku mengumpulkan energi alam hal ini selalu saja terjadi." Ling Yan masih tetap berada dalam posisinya dan terus mengumpulkan energi alam.


Tak lama kemudian Xui keluar dari dalam kediaman Ling Yan dan mendapatinya sedang berlatih serta mendapati Jin Yuan sedang berdiri tidak jauh dari tempat tersebut.


Xui lalu duduk di samping Ling Yan tanpa menyadarkannya dari latihan, lalu setelah itu ia nampak menyandarkan kepalanya di bahu Ling Yan.


"Jika aku bisa meminta sebuah harapan aku hanya ingin keadaan seperti ini bisa terus berlanjut tanpa adanya perpisahan." Ujar Xui pelan.


Nampak ekspresi wajah Xui dipenuhi kebahagiaan hingga ia tak sadar kalau dirinya sudah tertidur di bahu Ling Yan.


Sebenarnya Ling Yan sedari tadi sudah merasakan kehadiran Xui hingga ia tertidur tapi ia membiarkan hal tersebut sambil terus melanjutkan latihannya.


Lalu setelah ia selesai dengan latihannya itu, ia hanya tersenyum hangat melihat gadis itu tengah tidur di bahunya.


"Aku juga berharap keadaan seperti ini berlangsung lama."

__ADS_1


Karena tidak ingin menggangu Xui yang tengah tertidur, akhirnya Ling Yan juga ikut tertidur pulas dibawah sinar rembulan bersama Xui disampingnya.


__ADS_2