LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 242. 3 Murid Baru Shuyang


__ADS_3

Pada percobaan yang kesepuluh, Ling Yan akhirnya berhasil membentuk pil penyembuh tingkat lima dan membuatnya tersenyum senang, tetapi senyumannya itu tidak berlangsung lama setelah mendapati warna dari pil itu yang terlihat kehitaman seperti pil yang sudah gosong.


Warna dari pil penyembuh tingkat 5 yang berkualitas sendiri umumnya memiliki warna putih cerah yang di penuhi oleh bau harum dari bahan obat yang telah menyatu pada pil tersebut.


Sementara pil yang baru saja Ling Yan ciptakan ini sangat berlawanan dengan pil penyembuh tingkat 5 yang ia lihat di dalam paviliun rumah obat sebelumnya.


Warnanya saja sudah mencerminkan kalau pil itu adalah pil gosong yang tidak memiliki khasiat apa-apa.


"Sepertinya pil ini termasuk dalam pil penyembuh tingkat 5 yang gagal." Ling Yan sedikit menggaruk pipinya dan membuang pil obat tersebut dan jatuh tepat mengenai kepala Xiao Hu.


Xiao Hu yang terkejut dengan pil itu sontak melompat kebelakang, tetapi karena merasa penasaran, teman kecil Ling Yan itu terlihat mendekati pil tersebut sebelum mendesis dan menjauh dari pil yang tadi sempat mengenai kepalanya.


"Miao!!!" Desiss Xiao Hu yang perlahan menjauh dari pil berwarna hitam itu.


"Bahkan Xiao Hu yang seekor binatang gaib juga tahu mana pil yang tidak memiliki khasiat sama sekali." Ling Yan tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sebelum memasukkan bahan obat selanjutnya, pandangan Ling Yan kini tertuju pada Shuyang yang masih mengajari Ling Xuilan dan juga Ling Mei tentang cara mengendalikan tenaga dalam.


Dan hari ini, murid yang dimiliki oleh Shuyang itu bertambah 2 orang yakni Han Li dan juga Zhu Qing yang baru memulai latihan mereka.


Dari kejauhan Ling Yan bisa melihat Han Li dan juga Zhu Qing yang merasa frustasi, karena setiap keduanya mengalirkan tenaga dalam pada ranting kayu yang ada di tangannya, ranting itu juga kembali patah dengan begitu mudahnya.


Dari waktu pertama kali mereka memulai latihan saja keduanya masing-masing sudah mematahkan lebih dari 100 ranting kayu yang membuat Shuyang harus mengumpulkan lebih banyak ranting kayu lagi untuk latihan kedua murid barunya itu.


Tidak seperti Ling Mei dan Xui yang sudah cukup lama belajar dari Shuyang, mereka berdua saat ini bahkan sudah mulai melakukan latih tanding menggunakan ranting kayu yang telah di alirkan tenaga dalam.


Walaupun terkadang ranting kayu itu masih patah karena tenaga dalam yang tidak dapat mereka kendalikan pada saat kedua ranting kayu itu bertemu.


"Sepertinya dalam beberapa bulan terakhir kedua gadis itu berkembang cukup pesat." Batin Ling Yan yang mulai memasukkan bahan obatnya lagi.

__ADS_1


Belum sempat Ling Yan melelehkan sebuah inti kekuatan lagi, tiba-tiba sebuah suara berat yang cukup familiar terdengar di telinga Ling Yan, membuatnya sontak mengangkat kepalanya dan menemukan seorang murid berpakaian serba merah berdiri di hadapannya.


Senyuman khas pemuda tersebut terukir pada saat pandangannya bertemu dengan seorang pemuda yang beberapa waktu lalu berhasil mengalahkannya dalam sebuah pertarungan.


"Ternyata disisi tempat berlatih yang tetua pedang Ling Yan maksud." Ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Yan Yang, seorang murid yang sebelumnya Ling Yan kalahkan di pertarungan penentuan peringkat sekte.


Ling Yan yang melihat pemuda itu berada di depannya lalu bangkit dari tempatnya sambil menggaruk pipinya.


"Yan Yang, bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan tetua, aku merasa sangat tidak enak dengan panggilan formal seperti itu."


Mendengar perkataan Ling Yan itu membuat Yan Yang mengerutkan dahinya, pasalnya baru kali ini ia menemukan seorang yang semenarik Ling Yan.


"Biasanya orang yang menjadi tetua pedang akan senang dengan sanjungan seperti tadi, tapi sepertinya kau berbeda dengan para tetua itu." Ujar Yan Yang.


"Haihhhh... kau ini, jangan samakan aku dengan para tetua pedang yang lain." Ling Yan kembali mulai memasukkan bahan-bahan obat kedalam tungku obat di depannya.


Sementara Yan Yang yang masih berdiri di hadapan Ling Yan, pemuda itu kemudian mengalihkan pandangan ke arah tungku obat yang ada di hadapan Ling Yan saat ini.


"Begitulah, guru Shen Yu memberiku latihan yang cukup berat beberapa hari ini, tapi.... mungkin aku memiliki satu latihan yang mampu membuat kemampuanmu meningkat." Ling Yan mengulas senyuman penuh makna yang membuat Yan Yang sedikit tertarik.


"Benarkah, kalau begitu beritahu aku." Jawabnya dengan nada antusias karena Yan Yang sejatinya memang menyukai sebuah latihan, apalagi jika latihan itu bisa sangat berguna bagi perkembangannya.


Melihat ekspresi wajah pemuda di hadapannya yang cukup tertarik, Ling Yan lalu berteriak.


"Shuyang!!!" Ling Yan memanggil Shuyang yang masih mengawasi beberapa rekannya yang berlatih itu.


Mendengar teriakan Ling Yan, Shuyang kemudian berjalan mendekat dan mendapati Yan Yang tengah berdiri berhadapan dengan Ling Yan.


"Ada apa?" Tanya Shuyang sebelum pandangannya jatuh ke arah Yan Yang lagi.

__ADS_1


"Yan Yang, walaupun kekuatan Shuyang berada di bawah kekuatan yang aku miliki, tetapi pemahaman tentang ilmu tenaga dalamnya masih berada di atasku, dialah yang selama ini mengajarkan tentang teknik pengendalian tenaga dalam padaku." Jelas Ling Yan.


Yan Yang yang mendengar perkataan Ling Yan itu pun tidak dapat menahan rasa terkejutnya, bahkan ekspresinya saat ini melebihi ekspresi wajah Xui dan yang lainnya saat mengetahui kalau seorang pendekar senior seperti Ling Yan memiliki seorang guru yang kekuatannya bahkan terlampau jauh di bawahnya.


"Tetua Ling Yan, kau tidak mencoba untuk bermain-main denganku bukan?" Yan Yang mencoba mencari sesuatu dari pandangan mata Ling Yan saat ini, tetapi ia bisa melihat di dalam tatapan itu tidak terdapat unsur kebohongan sedikitpun.


"Aku mengerti kalau kau tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan barusan, tetapi bagiku tidak ada batasan dalam kemampuan seorang pendekar.


Karena selagi pemahaman milik orang lain berada di atas pemahaman kita, maka tidak ada alasan bagi kita untuk belajar pada orang itu meskipun kekuatannya masih berada dibawah." Jelas Ling Yan yang membuat pandangan Yan Yang tentang kekuatan menjadi terbuka.


"Terimakasih atas pelajaran yang kau berikan." Ucapnya setelah mendengar perkataan Ling Yan.


Sementara Shuyang yang berada di sana hanya bisa cengengesan sambil membatin.


"Sepertinya murid yang aku ajari kembali bertambah." Batinnya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Yan Yang kini juga ikut bergabung bersama ke empat rekan Ling Yan yang sedang berlatih di bawah pengawasan Shuyang.


Awalnya memang ia masih meragukan kemampuan Shuyang karena kekuatan pemuda itu bahkan masih berada jauh dibawahnya yang memiliki kekuatan seorang pendekar berlian bintang 5.


Akan tetapi setelah melihat kemampuan Shuyang yang dapat mengubah sebuah ranting kayu menjadi sebuah senjata yang bahkan lebih kuat dari sebuah pedang kelas elit, Yan Yang akhirnya mengubah pandangannya dan mulai memanggil Shuyang dengan sebutan master.


Hingga pada saat sinar matahari mulai meredup, ketiga murid baru Shuyang yang tidak lain adalah Han Li, Zhu Qing, dan Yan Yang kini masih setia berdiri melakukan latihan mereka.


Namun tak lama kemudian, Zhu Qing yang sudah mulai bosan karena selama latihannya itu ia masih belum bisa mendapatkan titik terang, kini memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan latihannya besok.


Sementara kedua pemuda yang ada di hadapan Ling Yan.


Ptak!! Ptak!!! Ptak!!!

__ADS_1


Walaupun di depan keduanya telah berdiri 2 buah tumpukan ranting kayu yang mereka patahkan, raut wajah kedua pemuda itu terlihat masih belum mau menyerah begitu mudah, sampai akhirnya Shuyang menyarankan kalau keduanya bisa melanjutkan latihan besok pagi.


__ADS_2