LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 66. Akhir Dari Klan Chu


__ADS_3

Satu persatu pasukan dari sakte Petir Hitam dan juga Klan Chu kini bertumbangan setelah kehadiran Ling Yan, arus pertempuran langsung berubah seketika hingga sakte Petir Hitam kini menarik mundur pasukannya dan pertempuran akhirnya berakhir dengan kemenangan yang di raih Klan Li dan Klan Ling.


Chu Ning yang berhasil selamat berkat bantuan dari beberapa tetua Klannya kini terpaksa mengikuti kemana anggota sakte petir hitam bergerak mundur bersama anggota Klan Chu yang lain.


Begitu banyak anggota dari Klan Ling dan juga Klan Li yang menjadi korban dalam pertempuran, tidak sedikit yang mengalami luka-luka bahkan mati dalam pertempuran itu.


Kini kediaman Klan Ling dipenuhi oleh banyak sekali mayat, baik dari pihak Klan Ling dan juga Klan Li maupun dari pihak Klan Chu dan sakte Petir Hitam.


Ling Yan yang saat ini telah berhasil memukul mundur pasukan lawan juga sudah mulai kehabisan tenaga dalamnya, ketiga tubuh ilusi yang ia ciptakan juga sudah menghilang.


"Akhirnya semuanya berakhir, tapi..." Perhatian Ling Yan kini tertuju ke sekelilingnya, ia bisa melihat banyak sekali anggota dari Klannya yang menjadi korban dalam peristiwa itu.


Ling Yan lalu berjalan ke arah ayahnya yang masih terduduk dan membantunya untuk berdiri. " Ayo ayah, biar aku bantu." Ucapnya.


"Ling Yan, bukankah tadi kau pergi bersama Xui? lalu dimana dia sekarang." Ling Hao Tian tiba-tiba datang menghampiri keduanya.


"Emm Xui tidak apa-apa paman, tadi aku membawanya menuju kediaman ketua, walaupun sebenarnya tadi ada sedikit masalah tapi semuanya telah teratasi." Jawab Ling Yan.


Ling San yang mendengar itu sontak kembali bertanya. "Masalah seperti apa yang kau maksud?" Tanya Ling San.


"Ahaha tadi ada satu orang pendekar raja lagi dari sakte Petir Hitam, tapi untungnya aku bisa mengalahkannya" Ling Yan menghentikan kalimatnya saat Ling Haotian dan Ling San menatapnya dengan ekspresi wajah yang tak biasa.


"Kau.... kau mengalahkan seorang pendekar raja, tapi.... bukannya kekuatanmu masih berada di tingkat emas?"


Ling San begitu terkejut saat mendengar perkataan Ling Yan, pasalnya setahu Ling San, putranya itu baru saja naik ke tingkat pendekar emas, bagaimana mungkin ia dapat mengalahkan seorang pendekar raja.


"Tunggu dulu, jangan jangan kau..." Ling San lalu mengalirkan tenaga dalamnya untuk memeriksa kekuatan yang Ling Yan miliki saat ini.

__ADS_1


Dan alangkah terkejutnya ia saat mengetahui bahwa saat ini Ling Yan sudah berhasil menembus ke tingkat berlian bintang 8 dan sudah cukup dekat dengan tingkatannya.


Ling Yan yang menyadari itu lantas hanya bisa pasrah dan tidak bisa menutupi tingkat kekuatannya dari ayahnya lagi.


"Ling Yan bagaimana kau mencapai tingkat pendekar berlian dalam waktu sesingkat ini." Ling San begitu terkejut dengan perkembangan pelatihan Ling Yan yang begitu mengerikan.


Pasalnya walaupun Ling Yan meningkatkan kekuatan serta tenaga dalamnya dengan cara mengkonsumsi pil atau sumberdaya daya dan semacamnya, tapi tetap saja itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyerap semua khasiat dari sumber daya tersebut.


Ling Haotian juga memiliki pikiran yang sama dengan Ling San, akan tetapi setelah Ling Yan membuka suara dan menjawab pertanyaan ayahnya, Ling Haotian hanya memilih diam dan tidak menelusurinya lebih lanjut.


"Ayah bisakah kita membicarakan ini nanti saja, disini bukanlah tempat yang pas untuk itu." Ucap Ling Yan yang kini menatap sekelilingnya.


Ling San yang mengerti apa yang dimaksud oleh Ling Yan sontak mengangguk mengerti dan tidak menanyakan tentang hal itu lebih jauh.


*****


"Apakah ini yang kalian janjikan pada kami! bahkan dua orang pendekar raja yang kalian miliki tidak mampu meratakan Klan Ling dan Klan Li yang hanya memiliki seorang pendekar raja!!" Umpatnya.


"Diam kau pak tua, kau pikir kami menginginkan hal ini terjadi, aku peringatkan padamu sebelum kami benar benar marah." Ucap seorang pendekar jiwa dari sakte Petir Hitam.


"Hmp memangnya apa yang bisa kau lakukan, ketua yang kau bangga-banggakan itu saja sudah mati." Chu Ning berkata dengan nada suara yang tinggi.


Para anggota sakte petir hitam yang mendengar perkataan Chu Ning itu kini tersulut emosinya, "Pak tua, aku sudah memperingatkanmu, tapi kau malah mengancam kami, kalau begitu jangan salahkan kami jika bertindak kasar." Pendekar petir hitam itu lalu membentuk sebuah segel di tangannya.


"Teknik serangga pemakan jiwa!!" Ia berteriak setelah membentuk segel itu, akan tetapi tidak terjadi apa-apa setelahnya.


"Dasar bodoh, memangnya apa yang sedang kau lakukan." Chu Ning tertawa keras sebelum mulai berjalan mendekati pendekar dari sakte Petir Hitam itu.

__ADS_1


Namun setelah beberapa saat, tiba-tiba seorang anggota dari Klan merasakan sakit yang luar biasa dari dalam dadanya.


"Aaaaa!!!" Chu Ma yang juga berhasil kabur dan juga ikut bersama Chu Ning, kini mulai berteriak kesakitan sambil memegang dadanya.


Chu Ning yang mendengar suara teriakan kesakitan dari putranya sontak membalikkan badannya dan mendapati putranya yang ternyata sudah jatuh tergeletak tak sadarkan diri.


"Apa... apa yang sebenarnya terjadi?" Tak lama kemudian satu persatu anggota Klan Chu kini berteriak kesakitan sambil memegang dadanya sebelum ikut berjatuhan sama seperti yang di alami oleh Chu Ma.


"Hehehe kau pikir kami tidak memiliki persiapan apa-apa untuk mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi?" Pendekar sakte Petir Hitam kini tertawa licik melihat satu persatu anggota dari Klan Chu yang kini berjatuhan.


"Apa... apa yang kalian lakukan pada anggota Klan ku." Raut wajah Chu Ning kini berubah menjadi buruk saat ia juga mulai merasakan rasa sakit yang mulai menyerang tubuhnya.


"Hehehe bagaimana pak tua, apakah kau sudah merasakannya juga." Ucap pendekar berjubah hitam itu dengan tawa yang mengerikan.


Rasa sakit yang Chu Ning rasakan kini mulai bertambah hingga membuatnya terduduk sambil memegangi dadanya. Ia mencoba mengalirkan tenaga dalamnya untuk menekan rasa sakit itu, akan tetapi saat ia melakukan itu, ia merasakan tenaga dalamnya malah tersedot seakan ada sesuatu yang menyerap tenaga dalam yang ia miliki.


Tiba-tiba Chu Ning mengingat sesuatu yang di berikan oleh Yu Huang pada seluruh anggota Klan Chu. "Ugh mungkinkah...." Chu Ning belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat salah satu pendekar sakte Petir Hitam langsung mengiyakan dugaannya.


"Dugaanmu sangat tepat sekali pak tua, pil yang kau dan seluruh anggota klanmu konsumsi itu berisi seekor serangga pemakan jiwa yang akan menyerap semua energi kehidupan yang kau miliki." Ucap salah satu dari pendekar berjubah hitam itu.


Ekspresi wajah Chu Ning kini semakin memburuk saat mendengar perkataan dari salah satu pendekar sakte Petir Hitam, dengan penuh amarah, Chu Ning berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dari posisinya untuk menyerang mereka.


"Sialan kalian, kalau begitu aku akan membawa kalian ikut keneraka bersama kami!!" Chu Ning bangkit dari posisinya dan mengalirkan seluruh tenaga dalam yang ia miliki.


Akan tetapi belum sempat ia menggunakan teknik bertarungnya, serangga pemakan jiwa yang ada didalam tubuhnya kini sudah berhasil menyerap semua energi kehidupan yang ia miliki.


Chu Ning yang tadinya sudah berhasil bangkit dan berdiri, perlahan kehilangan kesadarannya dan akhirnya mati karena serangga pemakan jiwa didalam tubuhnya.

__ADS_1


"Heh mengganggu saja, ayo! kita harus kembali secepatnya untuk melaporkan ini kepada ketua Yu Lao." Ucap salah satu dari mereka sebelum kembali melesat menuju saktenya.


__ADS_2