LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 114. Teknik Bertarung Langit, Jurus Naga Api Menguasai Langit


__ADS_3

Dia mulai teringat saat ia bertemu dengan seorang anak yang juga sama sepertinya waktu masih kecil dan memiliki keadaan hidup yang bahkan lebih buruk darinya.


Ling Yan yang melihat itu hanya diam dan membiarkan Wei Tian Long larut dalam pikirannya sejenak sebelum ia kembali melanjutkan ceritanya.


"Saat aku bertemu dengan Yun Zhao waktu itu, entah mengapa hatiku tergerak dan merasa iba padanya, dan itulah awal dari kesalahan pertamaku karena mengangkatnya sebagai murid." Wei Tian Long menghela nafas beratnya dengan wajah yang lesu seakan ada sebuah penyesalan di dalam raut wajahnya itu.


"Yun Zhao sendiri adalah seorang anak yang berbakti dan berbakat dalam ilmu pedang dan tenaga dalam, bahkan dalam kurun waktu 5 tahun saja ia sudah berhasil naik ke tingkat pendekar jiwa, dan dari situlah aku melakukan kesalahanku yang kedua dengan merekrut 4 murid lainnya, dan mereka adalah Jin Fan, Yuanrang, Gu Liang, dan yang terakhir adalah satu satunya perempuan serta merupakan murid yang paling berbakat aku miliki Yan Susu."


"Tapi meskipun Yan Susu adalah murid yang paling berbakat, namun tetap saja waktu itu ia belum bisa menggapai kekuatan yang dimiliki oleh murid pertamaku Yun Zhao."


"Awalnya ke empat murid yang baru aku angkat itu adalah anak-anak yang begitu baik dan mempunyai bakatnya masing-masing hingga keempatnya membuatku lupa dengan ramalan yang dikatakan oleh guruku sendiri, sampai akhirnya aku melakukan kesalahanku yang ketiga dengan mewariskan ke empat muridku itu api spiritual."


"Aku memberikan api 3000 kobaran(15) pada Jin Fan, api batu bintang(17) pada Yuanrang, api hati(35) pada Gu liang, dan api naga Yin Yang(4) pada Yan Susu, dan saat itulah ke empat muridku berubah 180° dan mulai membangkang padaku, bahkan saat keempatnya mengetahui bahwa aku tidak ingin mewariskan teknik bertarung ku yang paling kuat saat itu keempatnya malah mencoba untuk meracuniku dan merebut gulungan ini." Wei Tian Long mengeluarkan sebuah gulungan berwarna emas dari dalam cincin natnya.


Ling Yan yang melihat itu sontak menjadi begitu antusias dan menatap gulungan yang ada di tangan Wei Tian Long dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.


"Senior, apakah ini adalah sebuah gulungan teknik bertarung tingkat langit?" Tanya Ling Yan dengan wajah antusiasnya.


"Iya, tebakanmu itu benar sekali, gulungan ini adalah sebuah teknik bertarung tingkat langit bernama teknik naga api menguasai langit, teknik ini merupakan teknik yang sangat hebat namun memerlukan tenaga dalam yang cukup besar serta api spiritual untuk menggunakannya tapi jika seseorang berhasil menggunakan teknik ini dengan menggunakan 1 api spiritual saja dan mengenai lawannya dengan telak, maka yang terkena serangan ini tidak akan memiliki kesempatan untuk hidup lagi." Jelas Wei Tian Long.

__ADS_1


Mendengar perkataan pria di hadapannya membuat Ling Yan begitu terkagum-kagum dan membatin di dalam hati, "Pantas saja keempat muridnya menjadi begitu serakah, ternyata teknik bertarung ini begitu hebat." Batin Ling Yan.


"Ya kau benar sekali anak muda, karena teknik bertarung inilah keempat muridku menjadi orang yang serakah, tapi dimasa depan teknik ini jugalah yang akan membuat keempatnya berakhir di tanganmu." Kata Wei Tian Long yang sudah membaca pikiran Ling Yan.


Ling Yan yang terbaca pikirannya sontak saja terkejut dan merasa kebingungan dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Wei Tian Long.


"Bagaimana bisa ia mengetahui apa yang aku pikirkan?" Batin Ling Yan.


"Tidak perlu merasa kebingungan seperti itu anak muda, aku bisa mengetahui isi pikiranmu karena mewarisi ilmu guru ku." Ucap Wei Tian Long yang kini mengulurkan gulungan emas itu pada Ling Yan.


"Ambillah muridku yang ke enam, ini adalah takdir mu, aku harap kau bisa menyelesaikan kekacauan yang sebentar lagi akan terjadi di masa depan." Ucap Wei Tian Long.


"Aku berjanji tidak akan mengecewakan guru di masa depan." Ucap Ling Yan sambil bersujud.


"Anak muda, tidak perlu sampai bersujud seperti itu padaku, kau hanya boleh bersujud pada orang tuamu yang sudah membesarkanmu, bukan padaku." Ucap Wei Tian Long sambil tersenyum.


"Bangunlah, besok aku akan melatih mu cara menggunakan tenaga dalam dengan benar agar saat kau menggunakan teknik bertarung tingkat tinggi, kau tidak menghabiskan terlalu banyak tenaga dalam, selain itu..... aku juga meminta maaf padamu karena telah memberikanmu beban yang sangat besar dan lagi nantinya kau juga harus menghadapi murid pertamaku Yun Zhao yang juga menguasai teknik bertarung ini dan juga memiliki api spiritual yang terkuat yang pernah aku miliki, yaitu kobaran api suci (3)."


"Kobaran api suci, tapi bagaimana bisa guru memberikan api spiritual yang begitu kuat padanya?" Tanya Ling Yan yang kini memanggil Wei Tian Long dengan sebutan guru.

__ADS_1


"Hmm dari semua kesalahan yang aku perbuat, itulah kesalahanku yang paling aku sesali, saat itu adalah saat dimana perkataan guruku benar, aku sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk mengambil kembali api spiritual yang sudah kuberikan, karena ke empat muridku itu sudah pergi dan terpencar."


"Dan disitulah aku mulai mengingat bahwa ada salah satu dari muridku yang akan menyelamatkan kekacauan itu, disitu jugalah aku memberikan api spiritual yang paling kuat pada Yun Zhao yang ternyata juga berkhianat setelah aku memberikan api spiritual itu padanya, bahkan aku juga terkena serangan dari teknik terkuat yang aku ajarkan padanya dan berakhir dengan luka dalam yang sangat parah dan hampir mati di tangan muridku sendiri."


"Untungnya saat itu aku memiliki trik tersembunyi dan berhasil lolos darinya dan mulai mencari muridku yang terakhir, murid yang ditakdirkan untuk mengubah sebuah kekacauan menjadi sebuah perdamaian, tapi sayangnya.... aku bertemu dengan muridku itu saat umurku sudah tinggal beberapa minggu lagi." Baru beberapa saat setelah Wei Tian Long mengatakan hal tersebut, seteguk cairan berwarna merah kini sudah keluar dari dalam mulutnya.


"Uhuk uhuk." Wei Tian Long batuk sambil memuntahkan darah dari dalam mulutnya.


"Guru, guru tidak apa-apa." Ling Yan mulai khawatir melihat wajah gurunya yang mulai memucat.


"Tidak, aku tidak apa-apa, ini hanya efek dari luka dalam yang aku terima dari murid brengsek itu, dan penderitaanku ini juga kan berakhir beberapa minggu lagi." Jawabannya sambil menahan rasa sakit.


Mendengar perkataan gurunya itu Ling Yan langsung saja teringat sebuah sumber daya yang ia miliki dan sontak berfikir untuk memberikannya kepada gurunya.


Tapi sebelum Ling Yan berhasil mengeluarkan buah apel keabadian dari dalam cincin natnya,


"Tidak perlu memberikan buah apel keabadian itu padaku." Wei Tian Long menahan Ling Yan.


"Tapi... buah ini bisa membuat guru...." Belum sempat Ling Yan menyelesaikan kalimatnya Wei Tian Long kembali memotong pembicaraan.

__ADS_1


"Tidak nak, aku ingin kau menyimpannya dan menggunakannya untuk dirimu sendiri, selain itu kau juga memerlukan kekuatan yang sangat kuat di masa depan, karena setahuku saat ini Yun Zhao sudah memiliki kekuatan pendekar suci tingkat sembilan.


__ADS_2