
"Bocah, apakah kau yakin ingin menggunakan teknik permainan api? ini akan menjadi sangat berbahaya jika kau tidak mengalahkannya dalam sekali serangan." Ucap api abadi.
Tanpa memperdulikan perkataan roh api abadi di dalam fikirannya, Ling mengalirkan tenaga dalamnya dan mengeluarkan 2 jenis api spiritual di kedua telapak tangannya.
"Teknik permainan api jurus pertama, penggabungan 2 inti kekuatan api spiritual!!!" Ling Yan kini menggabungkan api abadi dan api kehidupan menjadi satu.
Wushang yang melihat itu, mengerutkan keningnya sejenak namun tidak mengubah ekspresi wajahnya sama sekali,
"Oh, ternyata kau memiliki sebuah teknik bertarung dan juga api spiritual lain yang lebih kuat." Ucapnya sambil menatap ke arah Ling Yan.
Setelah berhasil menggabungkan kedua api spiritual miliknya, kini tubuh Ling Yan mengeluarkan aura petarung yang sangat kuat dan terlihat dua buah kobaran api spiritual menyelimuti tubuhnya.
Wushang yang melihat itu dapat dengan jelas merasakan aura petarung Ling Yan yang saat ini setingkat dengan kekuatannya.
"Ugh... mengapa tiba-tiba kekuatannya meningkat sebesar ini." Raut wajah Wushang seketika menjadi serius dan waspada.
Xui yang baru pertama kali melihat Ling Yan mengeluarkan kekuatan penuhnya kini hanya bisa terdiam melihat 2 jenis kobaran api spiritual yang menyelimuti tubuh Ling Yan.
"Kak Ling Yan.... bagaimana kak Ling Yan bisa memiliki kekuatan seperti itu?" Ucap Xui kebingungan.
Ling Yan kini menatap wajah Wushang dengan tatapan mata yang membara layaknya warna kobaran api abadi. Ling Yan kembali menarik pedang darah api dan mengalirkan tenaga dalamnya dan maju menyerang.
"Teknik Pedang Api penghancur gunung!!"
Wushang yang mendapatkan serangan dari Ling Yan sontak bereaksi, dengan cepat dia menarik pedangnya dan menahan serangan yang dilancarkan oleh Ling Yan.
Dentingan suara pedang beradu kini terdengar keras tanpa henti, Ling Yan dapat mengimbangi kecepatan gerakan Wushang dengan kekuatan yang Ling Yan miliki saat ini dan membuat Wushang kerepotan menahan serangannya.
Setelah beberapa saat bertukar jurus, Ling Yan melompat mengambil jarak dan kembali memperagakan sebuah teknik bertarung miliknya.
"Jika serangan ini tidak berhasil, maka habislah sudah, Teknik tubuh ilusi!!" Ling Yan menciptakan 3 tubuh ilusi yang langsung melompat mengelilingi Wushang.
Wushang yang berada dalam kepungan tubuh ilusi yang Ling Yan ciptakan, kini menatap ke arah sekelilingnya sambil mengerutkan keningnya.
"Ternyata kau memiliki banyak teknik bertarung tingkat tinggi, sepertinya aku terlalu meremehkanmu bocah." Ucapnya.
__ADS_1
Ling Yan kembali memperagakan sebuah teknik bertarung andalannya di ikuti oleh ketiga tubuh ilusi yang ia ciptakan.
"Hiyah!!!!!!" Ling Yan berteriak dan mengalirkan tenaga dalam yang luar biasa pada kepalan tangan kanannya.
"Teknik tinju kobaran api spiritual!!!" Seketika Ling Yan mengeluarkan tekanan aura petarung elemen api yang sangat kuat dan membentuk tinju kobaran api raksasa menggunakan 2 jenis api spiritual sekaligus.
Ling Yan mengarahkan serangannya pada Wushang di ikuti oleh ketiga tubuh ilusinya yang juga mengunakan tinju kobaran api ke arah Wushang.
Wushang yang melihat itu langsung bereaksi dengan cepat dan menggunakan teknik bertarungnya.
"Pelindung Petir api!!" Wushang mengalirkan tenaga dalamnya dan mengeluarkan pelindung yang menyelimuti tubuhnya dengan 2 elemen berbeda.
4 buah tinju kobaran api kini mengarah pada Wushang dari 4 arah yang berbeda, dan saat keempat kobaran api spiritual itu mengenai tubuh Wushang, ledakan kobaran api spiritual yang sangat keras kini menggema di udara bahkan sampai terdengar oleh semua orang yang sedang berada di kediaman Klan Ling.
Ling Han yang saat ini sedang bertukar serangan dengan Yu Huang seketika menghentikan serangannya dan memandang ke arah dimana suara ledakan itu berasal.
Yu Huang juga sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar sontak ikut mengalihkan pandangannya ke sekelilingnya.
Dan saat keduanya melihat ke arah dimana ledakan itu berasal, mereka berdua hanya bisa melihat kepulan asap dan energi petarung yang sangat kuat dari arah kediaman Ling Han.
Berselang beberapa saat Ling Han akhirnya tersadar dan kini raut wajahnya berubah panik.
"Ling Mei!!" Ling Han seketika teringat pada putrinya yang tadi diantar oleh Ling Yan kembali ke kediamannya.
Ling Han sontak melesat dengan cepat dan melangkahkan kakinya menuju kediamannya dengan terburu-buru, namun belum terlalu jauh ia melangkah, Yu Huang tiba-tiba mengarahkan serangannya pada Ling Han dan berhasil mengenainya.
"Hehehe jangan harap kau bisa kesana." Ucapnya sambil tertawa licik.
Ling Han yang terkena serangan itu mengumpat kesal dan menggerakkan giginya.
"Teknik tinju kobaran api petir." Ling Han memusatkan tenaga dalamnya dan membentuk sebuah energi tinju kobaran api dan petir.
Mendapatkan serangan tiba-tiba dari Ling Han, Yu Huang sedikit terlambat bereaksi dan terkena serangan yang dilancarkan oleh Ling Han.
Tenaga dalam yang Ling Han gunakan saat melakukan serangan barusan begitu besar hingga membuat Yu Huang terpukul mundur dan terkena luka dalam yang cukup parah.
__ADS_1
"Sial aku lengah." Yu Huang menggunakan tenaga dalamnya untuk menekan luka dalam yang ia derita, dan melesat mencoba untuk kabur dari Ling Han.
"Hmp ingin kabur setelah mengacaukan kediaman Klan ku, jangan pernah berharap terlalu jauh." Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Ling Han mengejar Yu Huang dan dengan cepat berhasil menghadang jalannya.
"Terimalah takdirmu!!! Teknik pedang api pemusnah." Ling Han menciptakan pedang energi lalu menyerang Yu Huang dengan teknik Pedang andalannya.
Dengan sekali tebasan, pedang energi tersebut berhasil membelah tubuh Yu Huang di udara dan seketika mati mengenaskan.
"Hmp aku harus cepat sekarang." Setelah mengalahkan dan membunuh lawannya, Ling Han kembali melesat menuju kediamannya.
*****
Ling Yan menatap ke depan dengan nafas yang tak beraturan, perlahan tenaga dalam yang Ling Yan miliki kini berkurang sedikit demi sedikit setelah menggunakan 2 teknik bertarung tingkat bumi dalam waktu bersamaan.
Kepulan asap yang dihasilkan oleh ledakan serangan dahsyat yang ia ciptakan mulai menghilang, akan tetapi ia tidak mendapati ke hadiran Wushang disana.
"Ugh kemana dia..." Ling Yan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya mencoba mencari dimana Wushang berada, akan tetapi ia tidak menemukannya dimanapun.
"Apakah aku berhasil mengalahkannya?" Ling Yan masih menelisik ke sekelilingnya tetapi tetap saja tidak menemukan Wushang di manapun.
Ling Yan kini bisa bernafas lega karena serangan yang dilancarkan olehnya tidak mengenai tubuh Ling Mei, ibu dan kedua adik angkatnya, sementara itu di sisi lain, Ling Yan dapat melihat Xui yang sedang menatapnya dengan senyum bahagia serta mata yang berkaca-kaca.
Akan tetapi senyum di wajah Xui langsung berubah buruk saat ia melihat Wushang sedang berdiri di belakang Ling Yan dengan senyum jahatnya.
Belum sempat Xui berteriak memperingati Ling Yan, sebuah pedang energi kini sudah menancap pada tubuh Ling Yan dari belakang.
Ling Yan yang tertusuk oleh pedang energi itu kini hanya bisa berbalik sejenak sebelum jatuh dan tergeletak di tanah.
"Dasar sampah!!" Wushang menendang tubuh Ling Yan hingga terlempar dan terbentur pada dinding yang ada di kediaman Ling Han.
"Kak Ling Yan." Xui yang melihat itu sontak berteriak histeris dan berlari ke arah Ling Yan yang sudah terbaring lemah tak sadarkan diri.
Sesampainya di tempat Ling Yan yang tergeletak.
"Kak Ling Yan sadarlah, jangan tinggalkan aku!!!" Xui berteriak histeris dengan buliran air mata yang mulai membasahi pipinya.
__ADS_1