
Sementara itu di arena pertandingan ujian kelulusan murid baru, terlihat Ling Yan yang sedang menonton pertarungan antara Shuyang dan seorang pendekar muda bernama chi hyu yang berada di tingkat pendekar perak bintang 3.
Dapat dilihat kekuatan keduanya sangat berbeda jauh dan alhasil membuat Shuyang keluar sebagai pemenang dan lolos ke babak berikutnya.
"Hehehe aku sudah berhasil lolos teman, selanjutnya sepertinya giliran mu yang akan bertarung." Shuyang tersebut senang.
Tak lama kemudian, seperti apa yang di katakan oleh Shuyang, nama Ling Yan kini dipanggil untuk naik ke atas arena bersama dengan satu pendekar muda yang lain bernama Xian Yin.
"Semoga beruntung kawan!!!." Shuyang menyemangati Ling Yan yang sudah dia anggap seperti saudaranya itu.
"Tentu." Ling Yan berjalan santai ke atas arena dan tak lama kemudian pendekar bernama Xian Yin itu juga langsung melompat ke atas arena tersebut.
"Ingin menyerah lebih dulu, atau merasakan pukulan anginku yang dahsyat." Terlihat pemuda tersebut yang sedikit sombong karena sudah berada di tingkat pendekar perak bintang 7 yang sedikit lebih tinggi dari tingkatan Ling Yan saat ini setelah ia menekan tenaga dalamnya.
Terlihat beberapa pendekar yang menonton pertarungan antara Ling Yan dan Xian Yin sudah menebak kalau kekuatan Xian Yin berada di atas Ling Yan bahkan ada beberapa dari mereka yang sudah memprediksi kalau Xian Yin lah yang akan keluar sebagai pemenang.
Ling Yan tidak membalas perkataan lawannya dan hanya bergerak menarik pedang yang ada di punggungnya.
"Aku sama sekali tidak ada niatan untuk menyerah, karena menyerah hanyalah pilihan seorang pengecut." Ling Yan mulai mengalirkan tenaga dalam dan api samudra pada pedangnya.
"Hei jangan terlalu kasar pada mereka." Ujar api abadi saat melihat Ling Yan mengeluarkan api samudra.
"Ugh pedang itu... kenapa bisa ada api berwarna biru laut yang menyelimutinya." Xian Yin agak sedikit gusar melihat api berwarna ungu pada pedang yang di gunakan oleh Ling Yan, pasalnya baru kali ini ia melihat api yang seperti itu.
Sementara pendekar yang menjadi pengadil pertarungan terlihat sedikit menahan nafasnya karena mengenali api berwarna biru laut tersebut.
"Anak ini.... dia memiliki api samudra." Batinnya yang memang sudah sering mempelajari tentang api spiritual.
Ling Yan langsung saja maju menyerang dan berniat menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat, pasalnya saat ini ia baru saja merasakan kalau 2 tubuh ilusinya yang lain sudah menghilang dan hanya tersisa satu saja.
__ADS_1
"Aku harus cepat, sepertinya tubuh ilusiku memiliki informasi yang sangat penting." walaupun tidak dapat melihat atau mengetahui apa yang terjadi pada ketiga tubuh ilusi yang ia miliki, namun tetap saja ia dapat merasakan di saat salah satu dari tubuh ilusi tersebut menghilang.
Sementara itu Xian Yin Yang melihat Ling Yan maju menyerang sontak sedikit terkejut karena melihat gerakan Ling Yan yang begitu cepat.
Dengan sigap ia melompat menghindari serangan tersebut lalu bersiap melayangkan jurus pukulan angin andalannya.
"Jurus pukulan ang.... Ugh...." Baru saja ia bersiap ingin melayangkan pukulan tenaga dalamnya, Xian Yin malah terpental keluar arena dan terkapar karena terkena pukulan api Ling Yan.
Para pendekar yang menonton pun terlihat membelalakkan matanya karena apa yang mereka perkirakan malah salah, bahkan orang yang mereka unggulkan dikalahkan dengan sekali serangan cepat.
"Cepat sekali gerakan orang ini, sepertinya dia akan menjadi lawan yang cukup berat bagiku." Umpat salah satu pendekar muda yang memiliki tingkatan terkuat diantara para peserta.
Ling Yan dengan sengaja melakukan serangan pengalihan menggunakan pedangnya karena tidak ingin lawannya berakhir tewas oleh ketajaman pedang darah api yang ia miliki.
"Sial, ternyata jurus itu adalah jurus pengalihan." Xian Yin berdecak kesal karena kecerobohannya sendiri.
Setelah kemenangannya itu, Ling Yan sontak saja langsung turun dari arena tanpa ada ekspresi apapun pada wajahnya.
"Jika saja kau tidak menekan tenaga dalam pada pukulanmu tadi, kau pasti sudah membunuh anak muda itu." Api abadi berkata sinis.
"Hehehe aku hanya memberinya sedikit pelajaran karena sombong, selain itu sepertinya tubuh ilusiku sudah kembali." Ling Yan dapat merasakan tubuh ilusinya yang tersisa saat ini sudah berada tidak jauh dari tempatnya.
Sementara pengadil pertarungan tadi.
"Bukan hanya api samudra, bahkan gerakan anak muda ini begitu cepat bahkan aku sendiri hampir tidak bisa melihatnya."
Setelah Ling Yan turun dari arena, pengadil tersebut memberikan sebuah kode pada rekannya dan bergantian menjadi pengadil.
"Aku harus memberitahu guru Shen akan hal ini." Pikir pendekar itu yang sebenarnya adalah salah satu murid yang sering mempelajari ilmu alkemia pada Shen Yu.
__ADS_1
"Wahh ternyata kau sangat hebat teman hahaha, kau bahkan mengalahkan si sombong itu dengan sangat cepat." Shuyang langsung menghampiri Ling Yan saat ia sudah turun dari arena.
"Ahh.... aku lupa dengannya, bagaimana caranya aku menghindari dia sejenak." Pikir Ling Yan yang ingin bertemu dengan tubuh ilusinya.
Baru saja Shuyang ingin berbicara lagi, tiba-tiba saja namanya kembali di panggil ke atas arena.
"Hei!!! bagaimana mungkin aku bertarung lagi, aku baru saja bertarung sebelumnya." protes Shuyang tidak terima.
"Ah maaf, karena jumlah peserta yang ganjil, kami terpaksa mengacak kembali." Kata pendekar yang memanggil nama Shuyang itu.
"Sial!!! malah aku yang kena batunya." Shuyang sedikit kesal dan terpaksa berjalan naik ke atas arena. pasalnya di pertarungan sebelumnya ia sudah kehilangan sedikit tenaga dalamnya, namun ia kembali senang karena ternyata pendekar yang menjadi lawannya berada 3 tingkat dibawahnya.
"Baiklah tidak masalah, aku akan memenangkan pertandingan ini dengan cepat." Setelah pengadil mengisyaratkan pertarungan dimulai, Shuyang dengan kecepatannya maju menyerang menggunakan pedang pemberian Ling Yan.
"Petir memecah langit!!!" Sama seperti sebelumnya, Shuyang kembali keluar sebagai pemenang dan lolos ke babak selanjutnya mengikuti langkah Ling Yan.
"Teman!!! kau lihat itu aku sangat hebat bukan." Shuyang berteriak ke arah penonton yang dimana sebelumnya ada Ling Yan disana.
"Ehh kemana Ling Yan pergi?" Batin Shuyang yang kebingungan dan saat ini menjadi pusat perhatian.
Sementara itu Ling Yan yang berhasil menghindari Shuyang saat ini sedang berada di sebuah tempat sepi dan tak lama kemudian tubuh ilusi miliknya juga sudah sampai disana.
Ling Yan tersenyum tipis sebelum akhirnya tubuh ilusi miliknya masuk ke dalam tubuhnya dan secara otomatis pikiran Ling Yan menyatu dengan tubuh ilusi tersebut.
"Begitu rupanya, 7 pendekar senior dan ada puluhan pendekar raja, dan juga... ketua sekte Tengkorak iblis, Sepertinya ini akan menjadi serangan besar-besaran jika memang mereka ingin menyerang sekte." Batin Ling Yan.
"Sepertinya dengan kekuatan seperti itu mereka tidak akan berani, pasti mereka memiliki rencana lain." Api abadi angkat bicara.
"Kau benar sekali pasti mereka memiliki...." Belum sempat Ling Yan menyelesaikan perkataannya tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam dengan sangat cepat menariknya dan membawanya entah kemana.
__ADS_1