
"Zhao Lin...." Ling Yan membalikkan tubuhnya kembali. "Apa dia adalah ketua sekte seribu pedang yang pertama?" Tanya Ling Yan.
"Ya ketua sekte pertama, sekaligus salah satu dari 7 pendekar takdir surga di dunia daratan tengah yang dijuluki sang pendekar dewa pedang Zhao Lin, dia jugalah orang yang pertamakali mendirikan sekte seribu pedang." Jelas Guo Kai.
"Begitu ya, salah satu dari pendekar takdir surga, itu artinya ia pasti mengenal leluhur Klanku yang juga salah satu dari pendekar takdir surga itu." Jawab Ling Yan.
Sementara Guo Kai yang mendengarnya terlihat sedikit terkejut sebelum kembali bertanya dengan nada bicara sedikit penasaran.
"Leluhur Klan mu, memangnya marga Klan mu itu apa?" Tanya Guo Kai.
"Oh maaf karena lupa memperkenalkan diri, margaku adalah Ling dan namaku adalah Yan, Ling Yan." Jawab Ling Yan.
Mendengar jawaban Ling Yan membuat Guo Kai membuka lebar-lebar mata dan mulutnya, pasalnya orang yang ada didepannya saat ini adalah keturunan dari seorang pendekar takdir surga yang paling kuat di daratan tengah.
Dan orang yang dimaksud adalah Ling Tian sang pendekar takdir surga terkuat dan sering dijuluki sebagai pendekar roh pengubah takdir Ling Tian.
"Kau.... Kau pasti berbohong, apa buktinya kalau kau adalah salah satu dari keturunan sang pendekar roh pengubah takdir itu?"
Guo Kai masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak dihadapannya itu, tapi dari raut wajah Ling Yan yang ia lihat, ia tidak bisa menemukan kebohongan diwajah Ling Yan.
"Jika kau tidak percaya, mungkin ini bisa membuatmu percaya sepenuhnya padaku." Ling Yan mengalirkan tenaga dalamnya dan mengeluarkan api abadi, selain itu ia juga mengeluarkan pusaka miliknya yaitu lampu pengikat roh.
Guo Kai kembali terbelalak dan setelah itu ia malah membungkuk dan bersujud dihadapan Ling Yan sambil berkata.
"Hamba memberi hormat kepada tuan muda Ling."
"Ehhhh.... Apa maksudnya ini." Ling Yan menatap bingung ke arah Guo Kai yang tiba-tiba memberi hormat bahkan bersujud dihadapannya.
__ADS_1
"Tuanku Zhao Lin adalah murid sekaligus pengikut setia leluhur Ling Tian dimasa lalu, dan aku sebagai pengikut setia leluhur Zhao Lin akan tetap selalu setia padanya dan keturunannya." Ucap Guo Kai tulus.
Ling Yan sedikit tertegun dengan sikap Guo Kai padanya.
"Padahal itu sudah sangat lama dan aku adalah keturunan yang termasuk gagal dalam meneruskan bakat beladiri leluhurku, tapi roh pedang ini...."
"Bangunlah senior, kau tidak perlu berbuat sampai sejauh itu." Ling Yan ingin membantu Guo Kai untuk bangkit dari tempatnya tapi roh pedang itu malah menolak.
"Tidak tuan muda Ling, sebelum aku bangun dari tempatku setidaknya aku harus melakukan sesuatu untuk menebus kesalahan tuan ku dimasa lalu karena tidak dapat membantu gurunya menghadapi lima orang pendekar takdir surga yang lain."
Guo Kai masih tetap dalam keadaan bersujud sebelum Ling Yan berkata.
"Kalau begitu izinkan aku mewarisi kekuatan dari pedang kabut ilusi, dan satu lagi aku tidak ingin kau memanggilku dengan sebutan tuan muda karena aku lebih suka menjadi orang biasa daripada menjadi orang yang dipuja."
Melihat Ling Yan yang tidak suka dengan sikapnya membuat Guo Kai bangkit dengan cepat dari tempatnya.
"Ha.... Kenapa begitu, bukankah tenaga dalam yang aku miliki sudah lebih dari cukup untuk mengendalikan pedang ini?" Ling Yan bertanya sambil mengangkat kedua bahunya.
"Ya itu benar, tapi pedang kabut ilusi bukanlah pedang sembarangan, karena sekali kau menarik pedang ini dari sarungnya, ia akan menghisap seluruh tenaga dalammu jika saja kau tidak naik ke tingkat pendekar suci terlebih dahulu.
Lalu setelah itu kesadaran yang kau miliki akan menghilang dan membuat pedang kabut ilusi mengambil alih jiwa dan roh penggunanya, dan jika itu terjadi, kau juga akan terhisap masuk kedalam pedang kabut ilusi dan menjadi roh pedang ini seperti yang telah terjadi padaku." Jelas Guo Kai.
Ling Yan sedikit merinding mendengar penjelasan tentang pedang kabut ilusi dari Guo Kai, tapi setelah beberapa saat, Ling Yan merasa ada sedikit kejanggalan dari penjelasan itu.
"Tunggu dulu, tadi kau bilang aku bisa saja menjadi roh pedang sepertimu, jadi kamu ini... kau ini juga dulunya manusia seperti aku ya!!!" Ling Yan menunjuk-nunjuk ke arah Guo Kai dengan ekspresi wajah konyol.
Sementara Guo Kai, ia malah cengengesan sambil tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Hehehe sebenarnya dulu aku adalah salah seorang tangan kanan dari tuan Zhao Lin, dan saat aku masih berada di tingkat senior, aku memiliki sedikit sifat nakal dan iseng memeriksa pedang pusaka milik tuan.
Dan hari itu juga yang membuatku menyesali perbuatan yang aku lakukan hingga aku menjadi roh pedang seperti saat ini." Jawab Guo Kai sambil terkekeh.
"Ekhmm ekhmm tapi.... Jika saja saat ini aku bisa kembali ke wujud manusia, mungkin kekuatanku sekarang sudah berada di atas pendekar bumi bintang 1, karena setiap tuan Zhao Lin bertarung, aku selalu mendapatkan banyak pasokan energi alam dari lawan-lawannya yang ia bunuh saat itu." Lanjut Guo Kai lagi.
Ling Yan awalnya tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Guo Kai, tapi mengingat bahwa Guo Kai adalah roh, sebuah ide cemerlang terlintas dipikirannya.
"Hehe aku bisa membuatmu kembali menjadi manusia, itupun jika kau bersedia membantuku dimasa depan." Ucap Ling Yan berhasil membuat Guo Kai tertarik.
"Mengembalikan aku menjadi manusia? bagaimana caranya?" Ling Yan kembali mendapatkan tatapan tidak percaya dari roh pedang kabut ilusi itu.
"Jika kau percaya padaku, ikuti aku selama 10 tahun maka aku akan membuatmu kembali menjadi manusia seperti dulu."
Guo Kai melihat tatapan Ling Yan yang penuh keyakinan kembali tertegun, tetapi ia merasa hal itu sangat mustahil bagi seorang pemudanya yang bahkan belum naik ke tahap pendekar suci.
"Jika kau berhasil mengembalikan aku menjadi manusia lagi, maka aku akan mengikutimu dan menjadi pengikut setia sampai akhir hayat, bahkan jika kau punya keturunan aku juga akan setia sampai tubuhku tidak bisa berbuat apapun lagi." Jawab Guo Kai tanpa ada rasa ragu sedikitpun.
Guo Kai menjawab seperti itu karena harapannya untuk menjadi manusia kembali sudah hampir tidak ada sama sekali, jadi jika saja Ling Yan bisa melakukan hal tersebut, maka mengikuti Ling Yan sampai akhir hayatnya pun tidak masalah baginya.
Ling Yan tersenyum manis mendengar jawaban roh pedang kabut ilusi itu.
"Baiklah, kau sendiri yang mengatakannya ya, kalau begitu sekarang keluarkan aku dari kabut ilusi ini."
Guo Kai lalu kembali kedalam pedang kabut ilusi sembari menarik kembali kabut yang menyelimuti dan menghalangi pandangan Ling Yan.
Beberapa saat kemudian kesadaran Ling Yan akhirnya kembali dengan tangannya yang masih menempel pada gagang pedang kabut ilusi.
__ADS_1