LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 305. Isi Kitab Ilmu Pedang Tanpa Wujud


__ADS_3

Keesokan harinya, tibalah saatnya Ling Yan melanjutkan perjalanan mereka menuju tujuan selanjutnya, ketiga murid sekte seribu pedang itu terlihat sudah selesai menyiapkan semua keperluan serta perbekalan yang akan mereka bawa.


"Miao...!!"


"Yayaya kita akan berangkat sebentar lagi." Ucap Ling Yan sambil mengelus kepala Xiao Hu yang sedang berada di pundaknya.


Saat ini ketiga murid sekte seribu pedang itu tengah berada di pelabuhan kapal kota giok es dan sedang menunggu kapal mentari musim gugur untuk berlayar.


"Tuan kapal yang akan kita tumpangi sudah siap untuk berlayar." Ucap Jin Yuan sambil membungkuk ke arah Ling Yan setelah salah seorang awak kapal datang memberitahunya.


Ling Yan mengangguk mengerti dan bangkit dari tempatnya, terlihat juga Shuyang dan juga Xui yang tersenyum sambil menatap ke arah Ling Yan, tapi sepertinya di antara mereka terdapat satu orang tambahan yang juga ikut bersamanya mereka saat ini.


"Aku siap kapan saja." Orang tambahan yang dimaksud tentu saja tidak lain adalah Qianlin yang sudah mendapatkan persetujuan dari ayah dan kakeknya.


Awalnya Qianlin memang memiliki keinginan untuk ikut bersama Ling Yan untuk melihat kehidupan dunia luar, tetapi ia tidak berani meminta kepada ayah maupun kakeknya untuk itu.


Namun sepertinya keberuntungan masih berpihak kepada Qianlin, karena tanpa ia sangka, kakek dan ayahnya malah memintanya sendiri kepada Ling Yan dan tentu saja Ling Yan tidak ada pilihan lain selain menerima permintaan keduanya.


Ling Yan nampak tersenyum mendapati Qianlin yang awalnya selalu bersikap dingin kini berubah menjadi pribadi yang ceria.


"Baiklah kalau begitu ayo kita menuju tujuan selanjutnya."


Ling Yan dan ke empat rekannya kini menaiki kapal sebelum akhirnya kapal tersebut melaju ke depan dibantu hembusan angin yang mendorong mereka menuju pelabuhan kota batu hitam.


Diatas kapal mentari musim gugur, dua orang gadis yaitu Xui dan Qianlin sedang duduk bersila dan berlatih ilmu pernafasan mereka, dan selagi keduanya berlatih, nampak Ling Yan tengah mengawasi keduanya dan untuk berjaga-jaga jika akar roh bunga teratai es tiba-tiba tidak terkendali.


"Ugh....." Ling Yan sedikit terpana melihat kedalam lautan roh Xui yang awalnya hanya memiliki 7 cabang akar roh kini sudah bertambah menjadi 8 cabang akar roh.


"Akar roh bunga teratai esnya kembali bertambah, dan itu masih terus menyerap energi alam yang ada di sekitar sini." Gumam Ling Yan pelan tetapi bisa didengar oleh Shuyang.


"Benarkah? Bagaimana bisa kau melihatnya, sementara aku tidak." Tanya Shuyang yang mulai memperhatikan Xui yang sedang bersila secara teliti tetapi tidak menemukan apa-apa.


Shuyang nampak begitu penasaran sambil menatap ke arah keduanya dengan lekat hingga sebuah pukulan keras mendarat di kepalanya.

__ADS_1


Duk!!


"Aduh!! Sakit!! Kenapa kau memukul kepalaku." Ucap Shuyang dengan sedikit berteriak sambil memegangi kepalanya yang sakit.


"Sepertinya akhir-akhir ini kau sangat malas melatih tenaga dalam hingga kau terlalu jauh tertinggal, lebih baik kau juga ikut berlatih sekarang." Ucap Ling Yan sambil menggelengkan kepalanya.


Mendengar itu membuat Shuyang terkekeh.


"Hehehe bukankah kau yang membuatku jarang berlatih karena menyuruhku memberikan latihan pada mereka semua, jadi kau harus bertanggung jawab untuk melindungiku."


"Kau lindungi saja dirimu sendiri." Sahut Jin Yuan dengan tatapan datar.


Mendengar kalimat itu membuat Shuyang memasang wajah sedih sambil berkata.


"Kalian berdua sangat tega dengan pria tampan sepertiku."


Setelah mengatakan itu Shuyang akhirnya ikut duduk bersila menggunakan ilmu pelatihan tenaga dalamnya, sementara Ling Yan hanya diam mengawasi ketiga temannya saat berlatih.


Semenjak menjadi guru dari Ling Mei dan Xui waktu itu, waktu latihan Shuyang menjadi banyak berkurang hingga membuatnya jarang berlatih, apalagi pada saat Zhao Yun Zhi dan juga Yan Yang mulai bergabung dengan kelompok Ling Yan membuat Shuyang menjadi sangat sibuk dan tertahan di tingkat emas bintang 5, namun beberapa hari yang lalu Shuyang baru saja naik ke tingkat 6.


Selama ini Ling Yan memang tidak pernah melihat Shuyang melatih tenaga dalamnya dan ini adalah pertama kalinya Ling Yan menyaksikan sendiri secara langsung.


"Tulang harimau besi!! ia memiliki kualitas tulang yang cukup baik, seandainya saja ia memiliki ilmu latihan yang cukup bagus, mungkin kecepatan latihannya akan dapat bersaing dengan gadis yang baru saja menjadi temanmu itu." Guo Kai yang tiba-tiba keluar dan melayang disamping Ling Yan menambahkan.


Ling Yan mengangguk mengerti saat mendengar penjelasan Guo Kai.


"Ternyata itu alasannya, sepertinya dalam perjalanan ini aku perlu mencarikan sebuah teknik latihan yang bagus untuknya." Batin Ling Yan.


Ling Yan lalu mengeluarkan kitab ilmu pedang tanpa wujud dari dalam cincin natnya dan ini adalah kali ketiga ia membuka kitab itu setelah dipaksa oleh Guo Kai.


2 hari setelah mengaktifkan 10 Pilar Api di sekte pulau es utara, Ling Yan memang sudah mulai mempelajari kitab ilmu pedang tanpa wujud yang merupakan salah satu ilmu pedang tanpa tanding di dunia persilatan.


Dan dalam dua hari setelah melihat isi yang ada di dalam buku itu, Ling Yan masih terlihat kebingungan dan terus mengerutkan dahi pada saat membuka kitab itu.

__ADS_1


"Hei paman Guo, sebenarnya apa maksud dari kata-kata yang ada di dalam kitab ini, aku sama sekali tidak mengerti apapun." Ucap Ling Yan yang disambut tatapan malas dari Guo Kai.


Guo Kai menghela nafasnya melihat ekspresi Ling Yan yang bodoh, ini adalah ke lima kalinya Ling Yan bertanya hal yang sama seperti ini kepadanya.


"Sudah kubilang bukan, mempelajari kitab itu bukanlah sesuatu yang sederhana seperti saat kau mempelajari teknik pedang rendahan yang kau miliki sebelumnya, dan sayangnya aku juga tidak bisa membantumu untuk itu kecuali kau sendiri yang memahami isi kitab itu." Jawab Guo Kai.


Kitab ilmu pedang tanpa wujud adalah kitab yang berisi 10 lembaran yang setiap lembarannya berisi 3 jurus pedang yang tidak dapat ditandingi oleh jurus lain.


Namun di dalam lembaran tersebut tidak berisi tentang penjelasan cara ataupun gerakan jurus yang harus di ikuti oleh orang yang mempelajari teknik tersebut, melainkan hanya berisi kalimat-kalimat kata mutiara yang tidak dapat Ling Yan mengerti.


Itulah mengapa teknik pedang ini disebut dengan nama ilmu pedang tanpa wujud, karena tidak ada satupun kalimat di dalam kitab itu yang memberikan secara langsung wujud asli dari setiap jurus di dalamnya.


Sepertinya lembaran pertama yang tengah Ling Yan baca contohnya yang berisi 3 buah kalimat.


...Dalam kehidupan ini terbagi menjadi dua golongan...


...Ada yang putih ada pula yang hitam...


...Semuanya bersatu dalam keseimbangan duniawi...


...Ketika air bercampur debu...


...Maka kejernihan akan hilang...


...Dan terlupakan...


...Di dalam gelapnya malam...


...Terdapat sebuah duka...


...Yang mendalam...


"Aku tahu di dalam setiap kalimat tersembunyi sebuah jurus pedang yang sangat hebat dan tidak pernah aku ketahui sebelumnya, tetapi aku benar-benar tidak mengerti apa maksud dari ketiga kalimat ini."

__ADS_1


Ling Yan kemudian menutup kembali kitab itu dan memasukkannya kedalam cincin natnya.


"Huh..... Aku sampai menghapal salah satu kalimat itu setelah membacanya berulang-ulang."


__ADS_2