
"Tidak nak, aku ingin kau menyimpannya dan menggunakannya untuk dirimu sendiri, selain itu kau juga memerlukan kekuatan yang sangat kuat di masa depan, karena setahuku saat ini Yun Zhao sudah memiliki kekuatan pendekar suci tingkat sembilan."
Mata Ling Yan langsung membulat saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh gurunya itu, karena tak pernah ia sangka sebelumnya kalau yang akan menjadi lawannya nanti adalah seorang pendekar yang saat ini sudah berada di puncak pendekar suci.
Setelah beberapa saat kemudian memulihkan dirinya dengan menggunakan tenaga dalam yang ia miliki, wajah Wei Tian Long kini berangsur membaik kembali dan sudah tidak sepucat seperti sebelumnya.
Sementara itu Ling Yan kini masih terlihat termenung dengan wajah khawatir setelah mendengar cerita gurunya itu.
"Ada apa Yan'er, apakah ada sesuatu yang menggangu fikiranmu?" Tanya gurunya itu.
"Guru, apakah aku akan benar-benar sanggup mengalahkan Yun Zhao dimasa depan? Bahkan saat ini saja ia sudah memiliki kekuatan pendekar suci, tentu saja dimasa depan ia juga akan bertambah kuat bukan?" Tanya Ling Yan dengan nada bicara dan raut wajah khawatir.
Kekhawatiran yang Ling Yan rasakan tentunya bukan tanpa alasan, karena untuk beberapa saat yang lalu saja ia sudah kesusahan dalam mengalahkan seorang pendekar raja, apalagi lawan yang akan dihadapinya nanti bukan satu orang pendekar suci melainkan 5 orang pendekar suci yang juga memiliki api spiritual.
Mendengar pertanyaan murid yang baru ia angkat beberapa waktu lalu membuat Wei Tian Long tertawa pelan sebelum berkata.
"Heheh, nak, kau tidak perlu memikirkan dan membuat hal ini menjadi sebuah beban dalam hidupmu, karena di masa depan nanti, aku yakin dan percaya kalau kau bisa melakukannya." Jawab Wei Tian Long meyakinkan.
"Namun ada satu hal yang perlu kau ingat, keempat muridku selain Yun Zhao memiliki luka bakar di tubuhnya dan tidak akan pernah bisa menghilang walaupun menggunakan berbagai cara, tapi jika suatu saat nanti kau bertemu dengan salah satu kakak seperguruanmu itu, maka jangan mencoba untuk melawannya satu lawan satu jika kekuatanmu belum berada di tingkat yang sama dengannya." Tambah Wei Tian Long yang langsung disambut anggukan kepala dari Ling Yan.
__ADS_1
"Baik guru, murid mengerti." Setelah perbincangan itu, Wei Tian Long kini mengarahkan Ling Yan untuk mulai berlatih dibawah bimbingannya.
*****
Sementara itu di kediaman Sakte Tengkorak Iblis
Di dalam sebuah ruangan yang gelap, terlihat seorang pria berpakaian merah darah dengan topeng yang menutupi sebagian wajahnya tengah duduk sambil meraba topeng yang ia kenakan.
Pria itu tidak lain adalah Jin Fan, pemimpin dari sakte aliran hitam bernama sakte tengkorak iblis yang 2 tahun lalu menyuruh salah satu anak buahnya untuk mendapatkan api kehidupan yang ia temukan di gurun pasir tak berujung.
Awalnya saat menemukan api kehidupan itu ia berniat untuk menyerapnya agar dapat menambah api spiritual yang ia miliki dan berniat menggunakan sebuah teknik tingkat tinggi miliknya yang hanya bisa di gunakan jika memiliki 2 inti kekuatan api spiritual.
Namun karena kegagalan salah satu tetuanya yang bernama Feng Ao itu membuat apa yang ia rencanakan gagal, bahkan membuat sebuah teknik tingkat tinggi dan api kehidupan di dapatkan oleh seorang bocah yang tidak ia kenali.
"Bahkan aku juga gagal untuk bisa menggunakan teknik permainan api ini karena hanya memiliki satu api spiritual saja." Wajah Jin Fan terlihat memerah sambil mengeluarkan sebuah aura api berwarna merah darah dari telapak tangannya yang tidak lain merupakan api 3000 kobaran (peringkat 15).
Namun nyatanya kejadian 2 tahun yang lalu itu tidak sebanding dengan apa yang ia alami 80 tahun sebelumnya yang membuatnya saat ini harus menutupi sebagian wajahnya dengan topeng.
Perlahan Jin Fan membuka topeng yang ia kenakan itu dan meletakkannya di atas pangkuannya.
__ADS_1
Terlihat setelah ia membuka topengnya sebagian wajah yang tertutup oleh topeng itu terdapat sebuah bekas luka yang jika dilihat bekas luka tersebut adalah bekas luka bakar yang sudah lama.
Ia terlihat memegangi bekas luka itu perlahan dan merabanya secara halus, namun setelah beberapa saat meraba bekas luka bakar diwajahnya itu, terlihat ia mulai kesal karena teringat akan sebuah masa lalu dimana ia mendapatkan luka bakar itu.
"Kalian berempat, beraninya kalian mencoba meracuni guru kalian sendiri." Kata-kata dari gurunya tiba-tiba saja terlintas di benaknya dan berhasil membuatnya menggertakkan giginya.
"Api suci membakar langit!!!!" Jin fan kini teringat dengan teriakan tersebut saat gurunya 80 tahun yang lalu menyerangnya bersama dengan 3 saudara seperguruannya yang mencoba meracuni gurunya itu, dan akibat serangan dari gurunya itulah Jin Fan mendapatkan luka bakar di wajahnya dan membuatnya menjadi seperti sekarang.
Sebenarnya Jin Fan sudah beberapa kali menggunakan berbagai macam cara untuk menghilangkan bekas luka bakar yang ada di wajahnya itu, seperti menggunakan tenaga dalam yang cukup besar serta menggunakan energi kehidupan manusia yang ia bunuh dengan sadis dan berbagai teknik sesat lainnya juga ia sudah lakukan.
Namun karena luka bakar yang ia terima itu bukanlah luka bakar biasa melainkan karena api suci (peringkat 3) milik gurunya, luka bakar tersebut hanya sembuh sementara dan kembali muncul setelah berkali-kali ia berhasil menghilangkannya.
"Sial, gara-gara guru sialan itu, aku jadi harus menutupi sebagian wajahku dengan topeng sialan ini." Umpatnya sambil menggenggam erat topeng di tangannya hingga akhirnya hancur berkeping-keping.
"Guru Wei!!!! Aku pasti akan mengingat semua yang telah kau lakukan padaku!!!" Teriaknya keras karena marah dan suaranya itu bisa di dengar oleh semua orang yang ada di dalam sakte tersebut.
Terlihat murid serta para tetua sakte tengkorak iblis semuanya terdiam dan tak bisa bernafas karena aura kematian serta aura pembunuh yang keluar dari dalam kediaman Jin Fan.
Berselang beberapa menit kemudian akhirnya aura pembunuh itu akhirnya menghilang disusul dengan Jin Fan yang keluar dari kediamannya dan memanggil salah satu tetua saktenya yang terkuat.
__ADS_1
"Long Ya, kemari dalam 10 detik jika kau tidak ingin kehilangan kepalamu." Teriak Jin Fan menggunakan tenaga dalam yang langsung dapat di dengar oleh semua anggota saktenya sebelum ia berbalik masuk ke dalam kediamannya kembali.
Long Ya yang mendengar itu sontak saja menelan ludahnya dan langsung melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan masuk kedalam kediaman Jin Fan sebelum dalam waktu 10 detik.