LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 253. Tatapan Kematian


__ADS_3

Kelima petinggi sekte aliran putih yang ada di tempat itu akhirnya mengangguk setuju dan berkata secara bersamaan.


"Kami akan memberikan dukungan sebanyak yang kami bisa untuk mempertahankan sekte seribu pedang dan masa depan aliran putih." Jawab kelima pendekar tingkat tinggi itu secara bersamaan.


Zhao Zhang sebenarnya juga mengerti, kelima sekte aliran putih yang beraliansi dengan sekte seribu pedang tidak akan mungkin bisa mengirim semua jagoan sekte mereka untuk membantu sekte seribu pedang dalam penyerangan tersebut.


Tidak mungkin para jagoan itu meninggalkan sekte mereka sendiri tanpa menyisakan kekuatan yang cukup untuk menjaga sekte mereka masingmasing.


Karena jika semua pendekar kuat tersebut hanya berfokus pada sekte seribu pedang, maka sekte mereka sendiri bisa saja menjadi sasaran empuk bagi aliran hitam jika para aliran hitam itu mengetahui jagoan sektenya sedang tidak berada di tempat.


Tetapi tetap saja, walaupun bantuan yang diberikan hanya sebagian kecil dari kekuatan mereka, itu pastinya akan sangat berguna dan bisa saja mengubah kemungkinan yang akan terjadi.


Setelah pertemuan singkat tersebut, 3 orang petinggi sekte aliran putih akhirnya memutuskan untuk tinggal di sekte seribu pedang dan hanya mengirim pesan pada sektenya untuk mengirim bantuan menuju sekte seribu pedang.


3 petinggi sekte aliran putih yang memilih tinggal itu tidak lain adalah Yao Qiu petinggi sekte gunung bunga persik, Yuan Hai dari sekte pedang ilahi, dan yang terakhir adalah Cai Bouyu ketua sekte lentera naga.


Sementara 2 pemimpin sekte yang lain yaitu Xia Mo pemimpin sekte bunga teratai dan Tian Fung pemimpin sekte pedang kembar memilih untuk kembali ke sekte mereka dan mengirim bantuan dua hari lagi karena keduanya memang merupakan pemimpin sekte kecil dan tidak bisa terlalu lama meninggalkan sekte mereka.


"Maaf karena tidak bisa ikut tinggal bersama kalian, karena sekte kami tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk bertahan jika kami tidak berada di tempat." Ucap Xia Mo seraya membungkuk.


"Tidak masalah ketua Mo, kami mengerti dengan keadaan sekte kalian berdua." Jawab Zhao Zhang dengan nada bicara yang santai sebelum akhirnya kedua petinggi sekte tersebut pamit untuk kembali ke sekte mereka masingmasing.


Setelah kepergian kedua pemimpin sekte itu, Shen Yu terlihat berjalan mendekat ke arah Zhao Zhang lalu membisikkan sesuatu, dan setelah bisikannya itu Zhao Zhang terlihat mengangguk mengerti.


Yao Qiu dan ketiga petinggi sekte lain yang ada di sana sedari tadi memang tidak terlalu memperhatikan Shen Yu yang berdiri di belakang Zhao Zhang.


Namun setelah beberapa saat, akhirnya mereka sadar bahwa ketiganya tidak bisa melihat kekuatan yang dimiliki oleh pria berjenggot putih tersebut.

__ADS_1


"Pria tua ini.... tidak salah lagi, sepertinya dialah orang yang sering disebut oleh Zhao Zhang sebagai master peracik obat itu, pantas saja selama berada di dalam ruang pertemuan tadi aku seperti tidak pernah melihat orang ini sebelumnya.." Ujar Yao Qiu yang pandangannya masih tertuju pada Shen Yu.


Ia masih terus mencoba mencari sesuatu di dalam tubuh pria berjanggut putih itu, tetapi semakin lama ia mencoba melakukannya semakin kabur pula pandangan mata batin yang ia miliki.


Hingga setelah beberapa saat terus memperhatikan Shen Yu, Yao Qiu akhirnya dibuat terkejut setelah roh api semesta mengarahkan aura petarung ke arahnya.


"Ugh..... itu...." Yao Qiu merasa sedikit canggung saat merasakan kalau Shen Yu ternyata menyadari tatapannya itu, apalagi setelah merasakan kekuatan besar yang ada di dalam tubuhnya.


Hanya sekejap, tetapi itu sudah cukup untuk membuat Yao Qiu berkeringat dingin.


Sementara dua petinggi sekte yang lain yang juga merasakan hawa keberadaan yang sangat kuat itu, hanya bisa diam dan larut dalam pikirannya masing-masing.


*****


Gunung tengkorak.


Satu bulan lebih telah berlalu, dan keadaan sekte gunung tengkorak terlihat sudah ramai oleh gerombolan para perampok yang tidak lain merupakan anggota dari sekte itu sendiri.


Karena saat ini seluruh anggota sekte gunung tengkorak itu sudah berkumpul di kediaman Gu Liang dan menunggu perintah dari pemimpin sekte aliran hitam tersebut.


Tidak sama seperti sebelumnya, setelah Gu Liang berhasil menyerap inti roh api kematian, aura kematian yang mulanya terasa begitu pekat di wilayah sekte itu, kini sudah berkurang sangat banyak.


Hingga pada saat Gu Liang perlahan berjalan keluar dari dalam kediamannya, para anggota sekte gunung tengkorak terlihat merinding saat menatap wajah ketua sektenya yang dipenuhi oleh aura pembunuh yang begitu pekat.


Tap tap tap tap.....


Gu Liang menghentikan langkahnya dan menatap dingin ke arah para anggota sekte beserta 3 orang petinggi sektenya yang akan ikut menuju sekte serigala neraka.

__ADS_1


Saat pandangannya tertuju pada anggota sektenya, tidak ada satupun dari mereka yang berani bertatapan langsung dengan Gu Liang, karena tatapan mata dari ketua sektenya itu sudah di penuhi oleh aura kematian yang begitu pekat.


Bahkan Tzu Ning yang seorang pendekar suci bintang 7 saja hanya bisa menunjukkan kepalanya, tapi sepertinya hal ini tidak berlaku kepada dua orang pendekar suci paling bringas di sekte gunung tengkorak yaitu Lao Qun dan Lao Qin.


Mereka berdua bahkan masih bisa tertawa cekikikan saat pandangannya bertemu dengan Gu Liang.


"Hehehe selamat untuk ketua sekte Gu Liang karena telah berhasil menyerap inti roh api kematian." Ucap Lao Qun dan Lao Qin secara bersamaan.


Sementara Tzu Ning beserta para tetua lainnya terlihat begitu tidak percaya dengan kemampuan kedua pendekar kembar itu.


"Apa-apaan mereka berdua, bisa-bisanya mereka tidak terpengaruh sama sekali dengan tatapan kematian yang dimiliki oleh ketua Gu Liang." Batin Tzu Ning menggerutu.


Sedangkan yang lainnya hanya bisa mengumpat keras di dalam hati melihat Lao Qun dan Lao Qin yang terlihat biasa saja.


Ingin rasanya mereka memukul kepala Lao Qun dan Lao Qin agar membuat kedua pendekar kembar itu tersadar, tetapi mereka tau kalau mereka tidak mempunyai kemampuan itu.


Di detik berikutnya, tawa mengerikan dari Gu Liang sudah mulai terdengar sebelum akhirnya berteriak lantang.


"Hahahaha!! Hahahaha!!! kita berangkat menuju sekte serigala neraka sekarang."


Tepat setelah mengatakan itu, para perampok serta para petinggi sekte gunung tengkorak termasuk Lao Qun, Lao Qun dan Tzu Ning langsung berseru sebelum satu persatu dari mereka melesat menuju sekte serigala neraka.


Dan di gunung tengkorak saat ini hanya menyisakan 2 jagoan dan beberapa tetua serta seperempat dari anggota sekte yang tinggal.


"Hehehe! para adik-adik seperguruan ku maafkan aku karena tanpa sepengetahuan kalian, aku mengetahui ada benda berharga lain yang tersimpan di sekte seribu pedang." Gu Liang tertawa licik dalam hatinya.


Sebenarnya alasan Gu Liang menerima kerja sama dengan ketiga saudara seperguruannya itu bukanlah karena pil-pil yang diberikan oleh Yan Susu kepadanya melainkan ia mengetahui kalau sekte seribu pedang menyimpan sebuah rahasia besar yang belum di ketahui oleh orang lain.

__ADS_1


Entah darimana ia mengetahui, kalau ternyata sekte seribu pedang menyimpan 2 barang berharga lain yang bahkan mungkin lebih berharga dari api pembakar jiwa.


"Sekte seribu pedang! bersiaplah kalian karena aku akan mengambil kedua pusaka itu, dan dengan dua benda pusaka itu, akan ku pastikan api pembakar jiwa juga akan menjadi milikku, ahahaha Hahaha hahaha." Batin Gu Liang tertawa lepas di dalam hatinya.


__ADS_2