
"Peserta yang terakhir, Ling Yan." Ucap Ling Huotian.
"Baiklah sekarang giliranku." Ucap Ling Yan penuh semangat dan mulai berjalan menaiki arena ujian.
"Kak Ling Yan berjuanglah." Teriak Ling Xuilan menyemangati Ling Yan.
Sementara itu di bangku tetua klan, "Oh akhirnya tiba juga giliran si sampah itu, aku harap dia masih bisa di selamatkan." Ucap Ling Yuan sambil menatap Ling San dengan senyum sinisnya.
"Kita akan tahu setelah ia meletakkan tangannya di atas batu penguji." Ucap Ling San
Sementara itu Ling Mei yang saat ini sedang berdiri dibawah sebuah pohon hanya tersenyum meremehkan Ling Yan yang saat ini sedang naik ke atas panggung.
Ling Yan yang semakin dekat dengan batu pengujian dapat dengan jelas mendengarkan suara bisik-bisik dari para penonton yang datang menyaksikan upacara kedewasaan Klan Ling itu.
"Akhirnya giliran si sampah Klan Ling tiba juga, paling kekuatannya hanya setara dengan kekuatan pendekar pemula bintang 4."
"Akan lebih baik jika ia tidak mengikuti upacara kedewasaan ini."
Sesampainya di depan batu pengujian Ling Yan lalu mengulurkan tangan kanannya dan menaruhnya di atas batu pengujian itu.
"Semua hinaan yang aku alami, semua orang yang merendahkan ku, dengan ini berakhirlah sudah." Batin Ling Yan.
Ling Yan lalu memasukkan tenaga dalamnya pada batu pengujian yang seketika membuat batu itu bersinar dan membuat penonton membelalakkan matanya.
"Ling Yan, tingkat perak bintang 5 lulus." Ucap Ling Huotian.
Mendengar perkataan Ling Huotian yang mengumumkan bahwa Ling Yan saat ini berada di tingkat pendekar perak bintang 5 sama dengan Ling Feng, membuat penonton yang tadinya membicarakan Ling Yan menjadi bungkam seketika.
Sementara itu di bangku tetua Klan, Ling Han selaku ketua Klan Ling hanya tersenyum tipis saat Ling Huotian mengumumkan tingkat kekuatan Ling Yan.
"Hoho ternyata hasil latihan anak tetua pertama di hutan kegelapan tidak sia sia, bahkan saat ini ia sudah berada di tingkat perak bintang 5 sama seperti Ling Feng." Ucap Ling Han.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa si sampah itu bisa naik ke tingkat perak secepat itu." Ucap Ling Yuan sangat terkejut.
"Hahaha bukankah sudah kukatakan kau mungkin akan kecewa." Ucap Ling San.
__ADS_1
"Tidak, ini pasti ada kecurangan." Ucap Ling Yuan lagi.
Mendengar perkataan Ling Yuan yang tidak menerima kenyataan, Ling Han selaku ketua Klan langsung menyadarkannya.
"Tetua kedua, bukankah kau sendirilah orang yang menyiapkan persiapan upacara kedewasaan Klan ini." Ucap Ling Han dengan sedikit aura petarung setingkat dengan pendekar raja.
"Ugh... ketua Klan sudah naik ke tingkat pendekar raja." Batin Ling Yuan.
"Maafkan atas kelancangan ku tetua." Ucap Ling Yuan.
Ling San yang melihat kejadian itu hanya tertawa pelan dan kembali mengalihkan perhatiannya menuju arena hingga pandangan matanya dan putranya bertemu.
Ling San lalu tersenyum sebentar dan di sambut anggukan kepala dari putranya itu.
"Sepertinya Ling Yan belum ingin memperlihatkan kekuatannya yang sesungguhnya." Batin Ling San.
Sebenarnya bukan Ling Yan yang menekan kekuatannya saat ia menyentuh batu pengujian itu melainkan roh inti api abadi dan juga roh inti api kehidupan.
"Kak Ling Yan...." Ucap Ling Xuilan sambil menatap kagum kearah Ling Yan, sementara itu dibawah sebuah pohon, Ling Mei juga menatap lekat Ling Yan dengan wajah yang berseri.
Ling Yan lalu berjalan dan berniat turun dari arena, akan tetapi sebelum kakinya menginjak anak tangga yang pertama, Ling Feng yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa Ling Yan berada di tingkatan yang sama dengannya menyuruh salah satu anak buahnya yang berada di tingkat perunggu bintang 9 untuk menguji kemampuan Ling Yan.
Anak buah Ling Feng yang bernama Ling Fan lalu berteriak meminta izin kepada ketua Ling Han, "Ketua, pada ujian pertama ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menantang salah satu peserta ujian bukan." Ucapnya.
"Hmm itu benar, lalu." Ucap Ling Han singkat.
"Hmm kalau diperbolehkan, aku ingin menantang Ling Yan dan menguji seberapa besar kekuatan yang ia miliki sekarang, bagaimana saudara Yan, apakah kau tertarik untuk berlatih tanding denganku." Ucap Ling Fan sinis.
"Hmm benar juga, jika mengukur kekuatan dengan cara seperti ini, maka kekuatan yang sebenarnya pasti akan terungkap." Ucap Ling Yuan tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah, Ling Yan apakah kau bersedia menerima tantangan dari Ling Fan." Ucap Ling Han.
Ling Yan menanggapinya dengan berjalan menuju ketengah arena dan menggerakkan jari telunjuknya seakan memanggil Ling Fan untuk maju.
"Kemarilah, aku akan meladenimu." Ucap Ling Yan.
__ADS_1
Ling Fan lalu melompat ke atas arena dan kini sedang berdiri berhadapan dengan Ling Yan.
"Heh, aku akan membuktikan kalau si sampah selamanya pasti tetap akan menjadi sampah." Ucapnya lalu menarik pedang di pinggangnya serta memasang kuda-kuda bersiap menghadapi Ling Yan.
Ling Yan pun memasang kuda-kudanya dan mengarahkan kedua tinjunya kedepan, melihat itu Ling Fan berkata sambil mencibir.
"Ingin mengalahkanku dengan tangan kosong, sepertinya kau terlalu meremehkan ku." Ucapnya.
Ling Houtian selaku pengawas ujian pertama kini berganti pekerjaan menjadi wasit dalam latih tanding antara keduanya.
"Peraturannya dalam latih tanding ini sangat sederhana, tidak boleh menggunakan pil dan juga tidak boleh saling membunuh, apa kalian mengerti." Ucapan Ling Huotian lalu disambut anggukan kepala dari keduanya.
Melihat keduanya sudah bersiap, tanpa pikir panjang Ling Huotian langsung memulai latih tanding antara Ling Yan melawan Ling Fan.
"Mulai!!!!!"
Mendengar itu Ling Fan lalu maju menyerang dengan pedangnya dan tanpa pikir panjang langsung menggunakan teknik bertarung miliknya.
"Teknik pedang angin puyuh." Teriakannya.
Melihat serangan yang dilancarkan oleh lawannya masih terlalu kaku, Ling Yan lalu tersenyum tipis dan mencibir.
"Jika kemampuanmu cuma seperti itu, kau akan kalah hanya dengan sekali pukulan." Ucap Ling Yan.
Dengan menggunakan kekuatan fisiknya serta tulang harimau besi, Ling Yan dengan cepat menghindari serangan Ling Fan dan langsung menghilang dari pandangan.
Ling Fan yang maju menyerang dan tidak berhasil mengenai sasarannya kini terlihat bingung karena tidak mendapati Ling Yan disana.
"Apa, kemana dia." Ucapnya sambil mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan.
"Aku ada disini dasar bodoh." Ucap Ling Yan yang sontak membuat Ling Fan membalikkan badannya.
Pada saat Ling Fan membalikkan badan dengan cepat Ling Yan menyerang dengan tinjunya tanpa menggunakan tenaga dalam sedikitpun dan berhasil mendaratkan pukulannya dengan telak pada wajah Ling Fan.
Mendapatkan serangan tiba-tiba dari Ling Yan, Ling Fan tidak sempat bereaksi dan berakhir terlempar sejauh sepuluh meter hingga pingsan.
__ADS_1
Semua orang yang melihat Ling Yan mengalahkan Ling Fan dengan sekali pukulan sempat terdiam sejenak dan akhirnya menatap kagum ke arah Ling Yan.