
Di atas batu es giok, Ling Yan duduk bersila sambil melakukan teknik pernafasan untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang lemah akibat racun, lalu setelah kondisi fisiknya sedikit membaik, Ling Yan akhirnya mengeluarkan satu sumber daya miliknya yang paling berharga.
"Untungnya aku belum menggunakan buah apel keabadian untuk menaikkan kekuatanku, jadi buah ini bisa berguna disaat-saat genting seperti ini." Ling Yan menatap sejenak buah apel berwarna perak itu sebelum mulai memakannya sedikit demi sedikit.
Tepat pada saat Ling Yan menghabiskan semua dari buah apel keabadian itu, Ling Yan mendapati ada satu benih di dalam buah yang di konsumsinya itu.
"Benih buah apel keabadian, mungkinkah bisa aku simpan lebih dulu di dalam cincin natku, siapa tau dimasa depan benih ini bisa tumbuh." Batin Ling Yan sebelum memasukkan benih tersebut kedalam cincin natnya.
Tepat setelah itu, energi alam dari buah apel keabadian kini bergejolak di dalam tubuh Ling Yan hingga membuat harus mengatur energi tersebut yang terus memaksa masuk kedalam lautan rohnya.
"Ugh..... Banyak sekali, ini bahkan lebih banyak daripada energi alam dari kristal binatang gaib waktu itu."
Ling Yan bisa merasakan sebagian energi alam itu menjalar keseluruh tubuh Ling Yan dan menghilangkan racun ular hantu di seluruh pembuluh darah miliknya.
Sebagian lagi juga masuk kedalam organ tubuh Ling Yan dan menghapus semua cairan hitam yang merupakan racun ular hantu, selain itu energi alam tersebut juga memperbaiki kualitas organ dalam yang dimiliki oleh Ling Yan.
Hanya butuh waktu beberapa menit saja setelah Ling Yan mengkonsumsi buah tersebut untuk menghilangkan semua racun yang ada ditubuhnya dan sekarang energi alam yang tersisa masih begitu melimpah.
"Ilmu Jalan Langit." Ling Yan berusahalah keras mengendalikan akar roh surgawi yang menyerap energi alam tersebut secara tidak beraturan hingga membuatnya tidak seimbang.
Namun semakin berusaha ia mengendalikan itu semakin membabi buta pula akar roh surgawi tersebut menyerap semua energi alam itu, sampai akhirnya lautan roh milik Ling Yan tiba-tiba bergejolak dan membuat seluruh energi alam yang tersisa menghilang seluruhnya.
"Apa!!!" Ling Yan begitu terkejut dengan kejadian yang terjadi barusan karena energi alam sebanyak itu bisa-bisanya menghilang secara misterius tanpa ia ketahui kemana perginya energi alam tersebut.
Ling Yan masih menutup matanya sambil mencoba masuk kedalam lautan rohnya, ia bisa melihat tidak ada apapun disana selain akar roh surgawinya yang sudah kembali stabil.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi tadi... itu seperti menghisap semua energi alam yang baru saja aku dapatkan, apakah ini bisa dibilang aku menjadi rugi setelah mengkonsumsi buah apel keabadian."
Ling Yan tersenyum masam karena hanya berhasil menetralkan racun ular hantu saja tanpa membentuk tenaga dalam sedikitpun hingga membuat energi alam yang ia dapatkan menghilang begitu saja.
"Sebenarnya apa yang menyerap energi alam itu, apakah itu akar roh surgawiku, tapi kenapa semua energi alam itu tidak berubah menjadi tenaga dalam, apa yang sebenarnya terjadi."
Ling Yan begitu kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi di dalam lautan rohnya, karena ini bukanlah pertama kali kejadian tersebut terjadi.
Pada saat ia latihan menyerap energi alam pun ia juga pernah merasakan hal yang sama, bahkan pada saat ia ingin mendekati pedang kabut ilusi waktu itu kejadian yang sama juga terulang.
Walaupun memang sebagian dari energi alam itu ada yang menjadi tenaga dalam dan juga diserap oleh telur binatang gaib miliknya, tetapi selebihnya semua diserap oleh lautan rohnya yang bagaikan lubang dalam tidak berdasar itu.
"Entahlah, mungkin lebih baik sekayaku melanjutkan latihan ku, jika terus memikirkan hal ini itu hanya akan memperlamat perkembangan kultivasi ku."
Ling Yan akhirnya kembali fokus pada pelatihannya sambil terus membentuk tenaga dalam sedikit demi sedikit ke dalam akar roh surgawinya yang pertama.
Pada akhirnya Ling Yan masih terus melanjutkan latihannya hingga matahari pagi muncul dari arah timur, dan disaat ia membuka matanya, ia mendapati Bing An tengah berdiri dan menatapnya lekat.
Ling Yan sedikit terkejut saat mendapati Bing An yang sudah berdiri di hadapannya itu hingga dia lupa harus bersikap seperti apa di depan Bing An dan pada akhirnya ia hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Eh.... Ketua Bing kau...." Ling Yan sedikit canggung sebelum Bing An membuka pembicaraan dan berterimakasih kepada Ling Yan.
"Ehhh terimakasih telah meracik pil untukku, aku dengar dari Qianlin kau terkena racun ular hantu, apakah kondisi tubuhnya baik-baik saja?" Tanya Bing An.
Ling Yan bisa melihat lengan kiri dari Bing An sudah tidak ada lagi tetapi Bing An tidak mempermasalahkannya sedikitpun.
__ADS_1
Bing An bisa melihat kalau Ling Yan memperhatikan lengannya sekilas.
"Hehehe tidak perlu melihatnya seperti itu, yang jelas hilangnya lengan kiriku ini bukan berarti aku kalah melawan 3 orang pendekar suci itu, aku bahkan berhasil membuat salah seorang dari mereka juga kehilangan lengan kirinya sama seperti ku." Jelas Bing An sambil tertawa.
Tak lama kemudian Xui, Shuyang dan juga Qianlin masuk kedalam ruangan secara bersamaan dan bisa dilihat Bing Qianlin membawa sebuah buku bersampul biru di tangannya.
"Sesuai janjiku, aku akan membiarkan Xui mempelajari kitab yang sama dengan Qianlin." Bing An menerima kitab biru itu dan menatapnya sejenak sebelum memberikan kitab itu kepada Ling Yan.
Baru saja Ling Yan mau meraih kitab itu, Bing An sudah menariknya kembali sambil berkata.
"Ekhmm sebelum kau melihatnya, aku ingin bertanya tentang bagaimana cara dia menaikkan kultivasinya sampai seperti itu hanya dengan teknik tingkat rendah."
"Ehh.... Itu.... Aku juga tidak mengerti, tapi sepertinya aku mengerti apa yang terjadi pada kecepatan kultivasi Bing Qianlin." Ucap Ling Yan sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.
Bing An sedikit mengerutkan dahinya mendengar perkataan Ling Yan, ia yang selama ini tinggal serta selalu mengawasi latihan Qianlin saja tidak mengerti apa yang terjadi pada tubuh cucunya itu.
Namun Ling Yan yang baru berada dua hari berada di sekte mereka malah bisa mengetahui apa yang terjadi pada Bing Qianlin, bukan hanya itu, pada saat pertama kali bertemu dengan Qianlin saja Ling Yan sudah bisa mengetahui kalau Qianlin memiliki akar roh bunga teratai es di dalam lautan rohnya.
"Jadi apa yang terjadi pada kultivasi yang dia miliki?" Tanya Bing An.
Ling Yan tersenyum tipis sebelum menjawab.
"Sebelum itu biarkan aku memeriksa nadi miliknya terlebih dahulu, aku harus memastikan bahwa dugaan ku benar."
"Kau tidak mencoba untuk mengambil keuntungan dari cucuku bukan?" Bing An menatap Ling Yan dengan tatapan tajam, sementara di lain sisi Ling Yan sudah terlebih dahulu mendapatkan tatapan tajam dari Xui, ia bahkan bisa merasakan aura pembunuh dari gadis itu.
__ADS_1
"Ekhmm itu.... Tentu saja bukan seperti itu, aku hanya ingin memeriksa Meridian kecil yang ia miliki." Jawab Ling Yan sedikit canggung.
Tanpa Bing An sangka tiba-tiba saja Qianlin berjalan mendekati Ling Yan sebelum gadis itu mengulurkan tangan kanannya tanpa berbicara sedikitpun.