LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 161. Menyelinap


__ADS_3

"Sepertinya mereka berencana untuk mengurangi kemungkinan datangnya bantuan dari pendekar yang ada di dalam kota, itulah mengapa mereka membunuh para pendekar-pendekar itu." Ujar Shen Yu.


"Berarti ada kemungkinan besar mereka akan datang untuk menyerang kita dalam waktu dekat ini." Sambung Zhao Zhang.


"Hmm sepertinya tidak begitu." Sahut Ling Yan.


"Maksudmu?" Tanya Shen Yu memastikan.


"Memang sekilas terlihat keadaannya saat ini memang sedang menguntungkan bagi mereka, tapi aku pastikan mereka juga tidak akan begitu gegabah untuk melakukannya." Jawab Ling Yan yang membuat Zhao Zhang dan Shen Yu tidak mengerti.


"Aku masih tidak bisa mengerti maksud perkataanmu." Jawab Zhao Zhang dengan wajah kebingungan.


"Maksudku mereka tidak akan menyerang kita tanpa ada informasi apapun tentang kekuatan yang dimiliki oleh sekte kita, karena orang yang memiliki informasi tersebut hanyalah 2 orang pendekar yang kita sekap saat ini." Jawab Ling Yan dengan senyuman penuh makna.


"Maksudmu ada kemungkinan kalau mereka akan mengirimkan orang lain dan menyelinap sebagai mata-mata." Sambut Shen Yu.


"Lebih tepatnya mereka akan mengirim orang menyelinap untuk menyelamatkan kedua rekannya sekaligus mencari informasi itu juga." Jawab Ling Yan yang kini disambut anggukan kepala dari Shen Yu dan Zhao Zhang yang sudah mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Ling Yan.


"Kalau begitu, apa rencanamu?" Tanya Zhao Zhang lagi.


"Kita akan melakukan rencananya malam ini." Jawab Ling Yan sambil tersenyum penuh makna.


*****


Sementara itu di tempat lain.


Babak terakhir ujian kelulusan sekte seribu pedang kini sudah hampir usai dan sudah memasuki pertarungan terakhir antara 2 orang pendekar muda yang saat ini tengah saling berhadapan.


Pertarungan keduanya terlihat cukup sengit dan berimbang karena keduanya memang memiliki tingkatan serta tenaga dalam yang setara.


Para tetua pedang yang menyaksikan pertandingan tersebutpun terlihat serius karena keduanya terlihat sama-sama memiliki teknik bertarung yang baik serta pengendalian kekuatan dan tenaga dalam yang lumayan baik juga.


Sementara di bangku penonton sendiri terlihat Shuyang, Han Li dan 2 orang gadis cantik yang sedari tadi menunggu Ling Yan yang kini sudah mulai bosan dengan pertandingan itu.

__ADS_1


"Hahh lama sekali, sebenarnya kemana tetua Shen membawa kak Ling Yan, bukankah tadi ia mengatakan hanya sebentar, tapi mengapa kak Ling Yan belum kembali juga." Zhu Qing terlihat sudah tidak sabaran dan hal itu juga terjadi pada Ling Xuilan.


Sementara Han Li dan Shuy ituang hanya menatap malas melihat keduanya dan kembali memfokuskan pandangannya pada pertarungan.


Tak lama kemudian pertarungan akhirnya sudah usai dan dimenangkan oleh pendekar bernama Lin Muyang, bersamaan dengan itu pula Ling Yan kini sudah kembali dan berjalan ke arah ke empat orang itu.


"Kak Ling Yan, kau membuat kami menunggu, sebenarnya hal apa yang kau lakukan hingga baru kembali sekarang." Tanya Zhu Qing yang merasa sedikit kesal.


Han Li dan Shuyang yang mendengar itu langsung mengumpat keras di dalam batin mereka.


"Kami? apa yang kau maksud dengan kami, perasaan hanya kalian berdua saja yang menunggunya dari tadi." Batin keduanya.


Entah mengapa Ling Xuilan terlihat menatap Ling Yan tidak seperti biasanya jika mereka bertemu, dan bahkan saat ini ia tidak terlalu mendekati Ling Yan seperti tadi.


Xui terlihat menatap Ling Yan sekilas dengan tatapan penuh makna sebelum akhirnya tersenyum tipis seperti mengetahui sesuatu.


"Apa Xui menyadarinya." Batin Ling Yan yang sebenarnya saat ini adalah sebuah tubuh ilusi.


Ling Yan sebenarnya bisa saja menyuruh tubuh ilusinya untuk menjalankan rencana tersebut bersama Shen Yu dan Zhao Zhang, namun karena merasa kekuatan yang ia miliki sepertinya akan sangat diperlukan, maka dari itu Ling Yan terpaksa melakukannya sendiri dan berharap mereka berempat tidak menyadari apapun.


Namun sepertinya tipuan itu tidak dapat menipu pandangan Xui yang sepertinya sudah mengetahui hal itu.


"Hihihi kak Ling Yan yang satu ini hanyalah sebuah tubuh ilusi saja, karena yang asli pastinya akan selalu di ikuti oleh Xiao Hu." Batin Ling Xuilan sambil tersenyum.


"Kak Ling Yan, karena kak Ling Yan sudah resmi menjadi anggota sekte seribu pedang, maka izinkan kami mengajakmu berkeliling." Ajak Zhu Qing.


Sementara Ling Xuilan. "Kalau begitu aku mohon pamit dulu, sepertinya guru Gao Lang akan membutuhkan bantuanku." Ujar Xui yang berniat menghindari Zhu Qing.


"Hmm kalau begitu baiklah." Zhu Qing terlihat sangat ceria saat ini karena merasa memiliki kesempatan yang sangat besar untuk bersama Ling Yan.


"Ah kalau begitu aku akan ikut dengan adik Xui." Sambung Han Li yang mengikuti langkah kaki Ling Xuilan.


Sebenarnya Han Li merasa sedikit bingung dengan sikap Ling Xuilan yang tiba-tiba saja merubah sikapnya terhadap Ling Yan, namun didalam hatinya ia merasa sangat senang.

__ADS_1


Sama seperti Han Li, Shuyang juga terlihat bingung dengan sikap Ling Xuilan yang berubah drastis.


"Wanita memang sangat susah di tebak." Ujarnya sebelum mengikuti langkah kaki Zhu Qing dan Ling Yan.


"Hei tunggu aku, aku juga ingin melihat dan berkeliling sekte." Teriaknya sambil berlari kecil mengikuti keduanya dari belakang.


*****


Malam akhirnya tiba membuat suasana sekte seribu pedang menjadi begitu hening tanpa ada suara sedikitpun. Di bawah gelapnya malam yang tenang itu, terlihat 5 orang pendekar berpakaian hitam tengah mengendap-endap tanpa menyebabkan suara sedikitpun.


Kelima pendekar berjubah hitam itu tidak lain adalah 3 orang tetua sekte Tengkorak iblis bersama Wu Mei dan juga Wang Lee yang saat ini sudah berpakaian hitam agar tidak mudah terlihat di bawah gelapnya malam.


"Hehehe inikah pertahanan dari sekte aliran putih terkuat kekaisaran Wei, penjagaan yang begitu longgar." Ujar Wang Lee mengejek para penjaga yang terlihat tidak menyadari kedatangan mereka berlima.


Kini kelima orang tersebut sudah berhasil memasuki area seribu pedang tanpa membuat para penjaga gerbang curiga dengan kedatangan keduanya.


"Diamlah,dan pelankan suaramu, lebih baik kita bergerak cepat sebelum mereka menyadari keberadaan kita." Ujar Wu Mei.


Kelima pendekar itu lalu kembali bergerak masuk lebih dalam ke area sekte seribu pedang tanpa mengetahui kalau kedua penjaga gerbang tadi sudah mengetahui kedatangan mereka dan terlihat mengumbar senyum sinisnya.


"Seperti yang dikatakan oleh ketua Zhao Zhang, mereka memang datang kemari." Penjaga gerbang tersebut ternyata merupakan 2 orang tetua pedang sekte seribu pedang yang saat ini sedang menyamar menjadi penjaga.


Mereka berdua nampak sengaja untuk membiarkan keduanya terlihat lolos dari penjagaan agar jebakan yang mereka rencanakan untuk para penyusup itu berjalan sesuai rencana.


"Sepertinya tikus-tikus itu tidak menyadari jebakan yang sudah menunggunya." Sambung tetua itu sambil memberikan sebuah kode bahwa mereka sudah datang.


Terlihat dari arah timur tidak jauh dari tempat tetua itu berdiri, salah satu dari tubuh ilusi Ling Yan yang sudah terhubung dengan benang energi kini mengangguk.


Sementara itu tubuh Ling Yan yang asli kini sedang bersama Zhao Zhang dan Shen Yu terlihat membuka kedua matanya.


"Bagaimana?"Tanya Zhao Zhang.


"Mereka sudah datang." Jawab Ling Yan yang sudah beranjak dari posisinya.

__ADS_1


__ADS_2