
Jendral Song Yun yang baru sadar dari keterkejutan nya segera berlutut di depan semua orang yang ada diruangan itu dan itu membuat semua orang melihat aneh kearah sang Jendral.
"Jendral Song Yun kenapa anda bersikap seperti itu" ucap Sang Kaisar sambil menatap kearah Song Yun
"Maafkan saya Kaisar dan juga Putri karna sebelumnya saya telah salah bertindak dengan membantu anggota keluarga Huang, saya tidak tau jika wanita yang diinginkan oleh Tuan Muda Huang Tian adalah diri anda Tuan Putri, jika saya tau maka-" ucapan sang Jendral buru buru di potong oleh Bing Chie
"Sudahlah Jendral, ini semua bukan salah mu dan juga kamu tidak tau bahwa wanita itu adalah aku, jadi bangunlah" ucap Bing Chie yang melihat Sang Jenderal masih berlutut
Mendengar itu Jenderal Song Yun segera berdiri dan memberi hormat kepada mereka yang ada di sana.
"Baiklah lebih baik kita sekarang pergi ke ruang pertemuan karna tidak baik kita membiarkan Pangeran Zo Mao menunggu di sana" ucap Sang Kaisar sambil berjalan keluar dari ruangan pribadi nya.
Saat mereka berjalan ke ruang pertemuan, beberapa orang yang bertemu dengan mereka merasa aneh karna mereka melihat seorang pemuda memakai topeng dan seorang gadis cantik memakai cadar berjalan di belakang Kaisar dan Permaisuri dan diikuti oleh Jendral Song Yun di belakang Pemuda dan gadis itu.
Tapi mereka tetap memberi hormat kearah Kaisar dan Kaisar hanya menanggapi nya dengan anggukan serta senyum yang tidak pernah hilang dari wajah nya.
Ketika rombongan itu sampai Aula pertemuan nampak di sana sudah banyak petinggi kerajaan dan beberapa orang dari Kaisar Zo termasuk Pangeran Zo Mao.
"Salam Kaisar" ucap semua orang dalam ruangan itu sambil menunduk memberi hormat pada Kaisar mereka, walau sebagian dari mereka merasa aneh terutama utusan dari Kaisar Zo yang melihat Kaisar Tang selalu tersenyum.
Setelah Kaisar mengangguk semua orang kembali duduk di kursi mereka masing², Huang Zi dan Bing Chie tidak duduk mereka berdua berdiri di dekat Kaisar Tang Leo.
__ADS_1
Dan itu membuat pemikiran orang yang ada di sana makin tidak jelas, karna mereka tidak tau siapa 2 orang itu hanya beberapa orang yang tau siapa pemuda dan gadis yang ada di sisi Kaisar, mereka tau bahwa pemuda dan gadis itu adalah orang yang memaksa ingin berbicara secara pribadi dengan Kaisar.
"Selamat datang Pangeran Zo Mao dan rombongan di istana ku ini" ucap Kaisar Tang Leo membuka percakapan.
"Salam Yang Mulia Kaisar maaf mengganggu waktu istirahat anda, kami kesini karna di minta oleh ayah Kaisar untuk membantu anda mencari Tuan Putri" ucap Pangeran Zo Mao dengan sopan
"Tidak masalah Pangeran, maaf juga karna aku tidak bisa menyambut kedatangan pangeran dan rombongan yang sudah jauh² datang dari Kaisar Zo Kekaisar Tang ini"
"Yang Mulia kami mengerti dan kami tidak mempermasalahkan itu" ucap Pangeran sambil tersenyum kearah Kaisar Tang
Setelah mengobrol beberapa saat, Pangeran Zo Mao terlihat merasa aneh karna sedari tadi Kaisar terlihat tenang dan juga tanpa beban pikiran, apa Kaisar Leo tidak merasa panik atau berita tentang penculikan itu tidak benar.
"Pangeran Zo Mao apa maksud anda berbicara seperti itu, apa anda berpikir bahwa Kaisar kami seorang pembohong" ucap seorang yang ada di sana sambil berdiri.
"Maafkan saya, bukan maksud saya seperti itu saya hanya ingin memastikan berita itu saja" ucap Pangeran Zo Mao dengan tenang karna dia berpikir bahwa apa yang di ucapkan tidak ada yang salah.
Saat sang mentri akan menjawab kaisar mengangkat tangan nya pertanda bahwa Kaisar ingin mentri itu diam.
"Pangeran Zo Mao apa yang anda dengar memang benar ada nya Putri saya memang sempat di culik beberapa hari lalu di tempat kompetisi dan banyak orang menjadi saksi tentang insiden itu" ucap Kaisar Leo dengan tenang
"Jika seperti itu kenapa anda sangat tenang Yang Mulia, apa anda tidak mencemaskan Putri anda yang saat ini berada di tangan penjahat" ucap sang Pangeran dengan penasaran.
__ADS_1
"Di tangan penjahat? Siapa bilang Putri saya sekarang di tangan penjahat" ucapan sang Kaisar membuat Pangeran dan semua orang yang ada di ruangan itu bingung, bukan nya sudah jelas bahwa Putri Kaisar berada di tangan Gu Mei tapi kenapa Kaisar mereka bertanya seperti itu.
"Maaf Yang Mulia hamba lancang, bukankah memang benar Putri anda saat ini berada di tangan penjahat dan kita semua tidak ada yang tau dimana Tuan Putri berada" ucap salah satu mentri sambil berdiri.
"Mentri Song Li memang beberapa hari lalu dia bersama dengan Gu Mei tapi saat ini Putri saya sudah tidak bersama dengan dia lagi" ucapan sang Kaisar membuat mereka semakin bingung.
"Kalau hamba boleh tau, dimanakah Tuan Putri saat ini berada Kaisar" ucapan mentri itu membuat semua menatap Kaisar dengan tatapan penasaran.
Melihat tatapan semua orang Sang Kaisar hanya menganggukan kepalanya kearah Bing Chie.
Bing Chie yang mengetahui maksud dari ayah nya perlahan membuka cadar yang di kenakan nya.
Saat cadar itu terbuka mulut semua orang hampir jatuh ke lantai karna mereka melihat wajah seorang gadis yang begitu cantik kulit seputih giok sedang tersenyum kearah mereka, dan wajah gadis itu begitu familiar di mata para petinggi Kekaisar Tang ini.
Pangeran Zo Mao pun sampai terpana dengan kecantikan Bing Chie, walau pun sempat di jodohkan dengan Bing Chie tapi Pangeran Zo Mao tidak pernah sekalipun melihat wajah dari calon istri nya itu.
"Salam Tuan Putri" ucap semua orang sambil membungkuk memberi hormat kearah Bing Chie, para Petinggi kerajaan begitu senang saat melihat Tuan Putri merek sudah kembali walau pun mereka penasaran dengan apa yang terjadi dengan Tuan Putri mereka, semua Petinggi seketika mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat seorang Pemuda datang dan berniat untuk berbicara pribadi dengan Kaisar mereka.
Para Petinggi menyimpulkan bahwa pemuda yang datang beberapa waktu lalu pasti ada hubungan nya dengan Putri Kaisar mereka
Pangeran Zo Mao yang masih terpana tidak henti² nya menatap Bing Chie dengan tatapan kagum, dan itu membuat Bing Chie sedikit tidak nyaman apalagi di sebelah nya ada Kekasihnya.
__ADS_1