
"Tetua Huang maaf mengganggu, tapi sebaiknya kita bergerak secepatnya ke sekte Teratai Ungu aku yakin sekte aliran hitam akan menyerang kesana" ucap Tetua Ho
"Anda benar Tetua Ho lebih baik kita berangkat secepatnya kesana" ucap Huang Zi
"Sayang, apa kau sudah bisa berjalan" ucap Huang Zi sambil menghampiri Yui
"Aku sudah baik baik saja, sekarang lebih baik kita berangkat"
Mereka berlima pun berangkat menuju sekte Teratai ungu,, sekte Teratai ungu merupakan sebuah sekte menengah aliran putih yang terletak di perbatasan antara Kaisar Han Dan Kaisar Tang
Butuh waktu sepuluh hari jika mereka melewati hutan untuk sampai ke sekte Teratai Ungu
--
Di tempat lain di sebuah sekte dekat perbatasan nampak disana keadaan sangat tenang dan damai, banyak para pendekar sedang berlatih dan beraktivitas
"Patriak Jun apa yang harus kita lakukakan untuk membantu para sekte aliran putih" ucap salah satu tetua
"Tetua Lin lebih baik kita mengirim beberapa Tetua, untuk membantu beberapa sekte yang sedang dalam masalah"
"Patriak Jika kita mengirim beberapa Tetua lalu bagaimana dengan sekte kita"
"Tetua Lue tak perlu hawatir karna sekte kita sangat jauh dari ibukota, jadi mereka takan menyianyiakan waktu mereka hanya untuk menyerang sekte kita"
"Baik Patriak aku akan memberitahukan beberapa Tetua sekte untuk bergerak membantu sekte lain"
---
Disisi lain sedang bergerak Ratusan pendekar ke arah perbatasan Kekaisar Han, mereka mengenakan pakaian hitam dengan lambang kelabang dan harimau di jubah mereka
"Patriak Ming, bagaimana orang orang yang kita kirim kan ke sekte teratai ungu, apa sudah ada kabar dari mereka" ucap Patiak Qu yang merupakan Patriak Sekte Harimau Hitam salah satu sekte menengah yang sebentar lagi menjadi sekte besar
"Aku tidak tau sepertinya mereka mendapatkan masalah disana Patriak Qu" ucap Patriak Ming merupakan Patriak Dari sekte kelabang merah yang merupakan salah satu sekte menengan aliran hitam
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang"
"Kita segera berangkat kesana seperti rencana awal, jika mereka tidak mau kerja sama dengan kita, hancurkan saja sekte mereka"
__ADS_1
**
Sembilan hari setelah melewati Hutan, Huang Zi dan para Tetua terus bergerak, mereka tidak mau mebuang banyak waktu karna takut akan terlambat untuk menolong sekte teratai ungu
Huang Zi berserta para Tetua sudah sampai di sebuah desa deket perbatasan, ketika mereka sampai suasana disana napak tenang dan banyak orang yang sedang beraktivitas
"Para Tetua sebaiknya kita beristirahat saja dulu di desa ini, besok kita akan lanjutkan perjalan" ucap Huang Zi
"Baik Tetua Huang, aku setuju karna aku rasa jika sekte aliran hitam ingin menyerang sekte teratai ungu, mereka akan melewati desa ini juga" Tetua Ho
"Baiklah sekarang kita cari restoran terlebih dahulu untuk mengisi perut kita" ucap Tetua Zo
mereka pun memasuki desa dan mencari sebuah restoran, tidak terlalu jauh dari gerbang desa mereka menemukan sebuah restoran yang tidak terlalu ramai
"Selamat datang Tuan" ucap pelayan restoran dengan ramah, namun sebenar nya nampak jelas ketakutan yang terpancar dari wajah pelayan itu
"Kami ingin memesan makanan daging dan sayuran" ucap Huang Zi
"Baik tuan, apakah tuan juga ingin memesan arak" ucap pelayan itu berhati hati karna takut menyinggung kelima pendekar bertopeng tersebut
"Baik Tuan" ucap pelayan itu sambil berlalu pergi
Setelah mereka duduk di kursi restoran, mereka menjadi pusat perhatian karna penampilan mereka, ada beberapa pendekar di restoran itu yang langsung keluar karna mereka tidak ingin menyinggung orang yang tidak mereka kenal
Setelah beberapah saat menunggu akhirnya pelayan itu pun datang membawa makanan yang di pesan Huang Zi
"Silahkan tuan" ucap Pelayan itu sambil menaruh makanan nya ke atas meja
"Terimakasih" ucap Tetua Ho
Pelayan itu pun pamit undur diri, setelah pelayan itu pergi, Huang Zi pun menyuruh para Tetua membuka topeng mereka karna Huang Zi yakin di desa itu takan ada yang mengenali mereka
Orang orang yang melihat wajah asli dari ke lima orang itu pun hanya bisa melotot ke arah mereka, mereka pikir ke lima orang itu memakai topeng karna wajah mereka yang tidak enak di pandang, tapi nyatanya pikiran mereka salah, nampak di depan mereka sekarang ada 2 wanita cantik dan 3 pria tampan dan gagah
Apalagi setelah melihat Yui, mereka berpikir bahwa Yui adalah anak seorang bangsawan yang sedang menyamar dan ke 4 orang lain nya hanya para pelayan nya saja
Banyak orang mencuri curi pandang ke arah Yui dan itu membuat Huang Zi kesal dia begitu ingin menghabisi mereka yang menatap Yui dengan tatapan mesum
__ADS_1
Para Tetua hanya tersenyum melihat tingkah Huang Zi yang menahan amarah nya, sementara Yui hanya memegang tangan Huang Zi untuk menenangkan kekasih nya itu
Ketika mereka sudah selesai makan datang 3 orang yang berpakaian seperti bangsawan menghampiri mereka
"Maaf tuan semua nya, boleh kah kami bergabung dengan kalian disini" ucap salah satu pria
"Maaf tuan, bukan kah kursi di restoran ini masih banyak yang kosong" ucap Huang Zi
"Di sini memang banyak kursi kosong, tapi aku hanya ingin berbincang sebentar dengan nona ini" ucap salah satu dari mereka
Huang Zi tambah kesal dengan kelakuan ketiga pemuda itu, ketika dia ingin berdiri dia di tahan oleh Tetua Ho
Karna tetua Ho tau tingkatan pendekar dari ke tiga orang itu bukan tandingan Huang Zi
"Maaf tuan lebih baik anda mencari tempat lain, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian jika kalian masih ngotot untuk duduk disini" ucap Tetua Ho dengan tenang
"Lancang,,, berani sekali kau berbicara seperti itu, pelayan rendahan sepertimu tidak pantas untuk berbicara seperti itu pada kami" ucap salah satu pemuda
Tetua Ho hanya menggelengkan kepala nya sambil meneguk arak yang sudah di pesan
"Tuan anda kenapa begitu keras kepala, Hais,,, membuat ku kesal saja" ucap Huang Zi sambil berdiri
Huang Zi pun langsung memukul pemuda yang ada di depannya itu hingga terbang ke dinding ujung restoran
kedua pemuda yang tersisa hanya menatap Huang Zi dengan raut ketakutan karna bagaimana pun dari mereka bertiga orang yang di pukul Huang Zi adalah orang paling kuat dari mereka bertiga
"Apakah kalian masih mau duduk disini" ucap Huang Zi dengan nada dingin
"Ampuni kami Tuan karna kami sudah lancang" ucap Pemuda itu samil berlutu
Tiba tiba datang 20 orang dangan tingkat pendekar bermacam macam dari pendekar mahir hingga pengdekar suci
"Tuan muda Huang Yelu anda tidak apa apa" ucap para pendekar itu sambil mengangkat tubuh orang yang di pukul Huang Zi tersebut
"Siapa yang berani melukai Tuan muda Huang Yelu" ucap pria itu dengan nads tinggi
"siapa sebenar nya Huang Yelu kenapa marga nya bisa sama denganku" ucap Huang Zi dalam batin nya
__ADS_1