
Suasana nampak hening seketika. para pendekar itu merasa bersalah apalagi ketika mereka mengetahui identitas dari pemuda yang mereka suruh pergi,
"Maafkan kami, kami benar benar tidak tau jika pemuda itu adalah teman kalian" ucap salah satu pria disana
Tidak ada jawaban dari para tetua, mereka sedang larut dalam pemikiran mereka masing masing.
"Tetua, sebelum pemuda itu pergi dia sempat berpesan pada kami, jika dia akan pergi dalam waktu yang lama, jadi kalian tidak perlu mencari dia" ucap pendekar itu sambil menghela napas
Para tetua begitu terkejut dengan ucapan pria yang ada di depan nya.
Yui yang mendengar itu langsung menatap pria itu dengan tajam
"Kalian pasti bohong kan, kalian pasti sudah membunuhnya" ucapan Yui dengan nada marah dan mencoba untuk bangkit dari tidurnya
Para pendekar itu mencoba untuk bersikap tenang "nona mana mungkin kami bisa membunuh pemuda itu" ucap salah satu pendekar dengan tenang
"Apa buktinya jika kalian tidak mebunuhnya" ucap tetua Zo yang juga mulai terlihat marah
Pendekar itu melempar sebuah lecana dan ditangkap oleh tetua Zo.
"Jika benar dia telah terbunuh, kalian bisa mencari kami di sekte rajawali" ucap salah satu pendekar yang melemparkan lencana milik nya
Para tetua saling memandang satu sama lain dan memejamkan mata mereka.
"Baiklah, untuk sekarang kami percaya pada kalian tapi jika kami menemukan bukti bahwa kalian telah membunuhnya" ucapan tetua Zo terhenti saat dia mengambil napas
"Kami sekte naga langit takan tinggal diam, kami akan menghancurkan sekte kalian hingga tidak akan ada yang tersisia" Lanjut tetua Zo sambil mengeluarkan aura pembunuh nya
Para pendekar itu hanya bisa menelan ludah mereka. mereka tidak pernah menyangka bahwa pemuda yang mereka hadapi di hutan merupakan salah satu pilar penting di sekte naga langit.
"Tetua saya mohon anda jangan asal bicara, saya tau kemampuan sekte naga langit diatas sekte kami, tapi bukan berarti kalian dengan mudah bisa menghancurkan sekte kami" ucap salah satu pendekar itu merasa tidak terima
"Hmmm, apa kalian ingin mencobanya" ucap Yui dengan dingin
"Nona siapa pun anda kami tidak akan pernah takut" ucap salah satu pendekar itu dengan nada geram
__ADS_1
"Sudah sudah. kita ini sama sama sekte aliran putih tidak baik kalo kita saling bermusuhan, lagi pula kekutan kita saat ini sangat dibutuhkan aliran putih untuk menumpas sekte sekte aliran hitam" ucap salah satu pendekar sepuh
"Aku setuju dengan ucapan senior, kita lebih baik fokus menyelesaikan masalah dengan aliran hitam dari pada kita membuang buang waktu untuk hal yang tidak penting" ucap Tetua Ho dengan tenang
"Maksud kau apa tetua Ho apa keselamatan Hua'er tidak penting untuk mu hah" ucap Yui dengan nada tinggi
"Tetua Yui apa kau meragukan kekuatan tetua Huang?, sampai kau berpikir bahwa tetua Huang bisa terbunuh dengan mudah" ucap tetua Ho dengan tenang
Semua pendekar yang ada di sana tampak terkejut dengan nama yang di sebutkan oleh tetua Ho, apalagi nama perempuan yang ada di hadapan mereka.
Mereka tidak menyangka bahwa perempuan yang ada di hadapan mereka adalah tetua Yui Putri dari Patriak sekte naga langit.
Para pendekar yang tadi berdebat dengan Yui hanya bisa menelan ludah mereka, pasalnya mereka tidak tau jika orang yang berdebat dengan mereka adalah anak dari seorang pendekar terkuat yang ada di kaisar Han ini
"Lalu setelah ini kalian hendak pergi kemana" ucap pria sepuh itu
"Kami akan kembali ke sakte" ucap Tetua Ho dengan ramah
--------
Huang Zi hanya menatap lagit sambil menunggu Kun Peng menyelesaikan meditasinya
"Hua'er selagi kau menunggu orang itu selesai beermeditasi lebih baik kau selamatkan teman mu itu" ucao Zhu membuyarkan lamunan Huang Zi
"Senior aku lupa jika Tao San masih terikat di dalam" ucap Huang Zi sambil berlari kembali kedalam rumah
Dengan ilmu meringankan tubuh nya Huang Zi dengan cepat sampai di tempat Tao San berada.
Saat sudah berada di ruangan tempat Tao San diikat, Huang Zi terdiam sesaat dia begitu prihatin melihat kondisi Tao San yang begitu banyak luka cambukan di sekujur tubuhnya
Setelah cukup lama berdiam diapun bergegas melepas tali yang mengikat Tao San "Tuan muda Huang apakah itu kau" ucap Tao San saat mencoba menggerakan tangan nya
"Iya ini aku, sudah cepat kau telan pil ini" ucap Huang Zi setelah melepas semua tali yang ada di tubuh Tao San
Tao San hanya mengangguk dan mengambil pil itu, setelah mengambil pil itu Tao San duduk bersila dan bermeditasi
__ADS_1
Setelah satu jam luka luka di tubuh Tao San menutup dan kembali seperti semula dan Tao San pun membuka matanya dan menatap Huang Zi dengan senyuman .
"Tuan muda terimakasih sudah mau menolongku, suatu saat aku akan membalas semua kebaikan tuan muda" ucap Tao San dengan ramah
"Sudahlah tidak usah di pikirkan, aku senang bisa menolong orang yang membutuhkan" ucap Huang Zi dengan tulus.
Mereka diam sesaat sebelum Tao San panik saat mengingat adik nya yang masih ditawan .
"Tuan muda aku harus mencari adik ku" ucap Tao San bergegas berdiri dan hendak pergi dari sana
"Senior Tao adik mu sekarang berada di tempat aman, jadi kau tenanglah" ucap Huang Zi menenangkan Tao San
"Tuan muda apakah kau juga yang menyelamtkan adik ku" ucap Tao San sambil memegang pundak Huang Zi
Huang Zi hanya tersenyum kearah Tao San "Tuan muda terimakasih" ucap Tao San dengan tulus
Ketika mereka sedang asik menbrol tiba tiba Tao San bersembunyi di belang tubuh Huang Zi .
Huang Zi yang melihat itu hanya menaikan alisnya "Senior anda kenapa" ucap Huang Zi sambil menggeser tubuhnya
Tao San tidak memjawab pertanyaan Huang Zi dia terua menatap kedepan dengan kaki bergetar.
"Hua'er" ucap seorang pria yang menghampiri mereka
"Senior Kun rupanya anda sudah selesai bermeditasi" ucap Huang Zi dengan ramah
Tao San yang melihat itu hanya memandangi Huang Zi dengan tatapan bingung,, Huang Zi yang melihat tatapan dari Tao San hanya menggaruk kepalanya karna dia juga tidak tau harus menjelaskan apa pada Tao San.
"Tuan muda ternyata anda mengenal dia" ucap Tao San sambil berjalan menjauh dari mereka
Tapi Huang Zi dengan cepat berada di belakang Tao San "Senior aku ingin menanyakan sesuatu padamu dan senior Kun tentang ini" ucap Huang Zi sambil memperlihatkan kristal alam pada mereka
Mereka berdua nampak kaget terlebih lagi Tao San yang tidak mengira bahwa kristal alam yang selama ini iya jaga ternyata sudah ada di tangan Huang Zi
"Jadi benar kristal itu ada disini" ucap Kun dengan tenang
__ADS_1