
Setelah beberapa saat berjalan Huang Zi Melihat sebuah bangunan yang sedang di jaga dan kemungkinan itu adalah Sakte Rubah Iblis
Setelah mendekati bangunan itu dia melihat Tulisan disana bahwa emang benar bahwa itu adalah Sakte Rubah iblis
"Siapa kau dan ada keperluan apa mengunjungi sakte kami" Ucap penjaga pintu gerbang yang melihat Huang Zi berjalan ke arah mereka
"Aku hanya ingin menemui ketua dan Tetua sakte ini saja apakah mereka ada di dalam" Ucap Huang Zi dengan santai
"Untuk apa menemui Patriak kami dan katakan siapa nama mu dan darimana kau berasal" Ucap penjaga pintu dengan memasang wajah yang waspada
"Mmmmm, apa nama dan asal ku penting, Jadi kalian tidak ingin memberitahu Ketua kalian dimana, biar aku sendiri yang akan membuat dia keluar" Ucap Huang Zi
"Jurus Tapak Dewa Petir"
Seketika itu pun muncul sebuah tapak besar mereka yang melihatkan hanya bisa berkeringat dingin
Booom Booom Booomm
Ledakan besar pun terjadi karna sekarang Huang zi menjadi pendekar suci setiap jurus nya pun jauh lebih mematikan
Setelah kabut itu menghilang puluhan orang pun terkapar tanpa bernyawa karna yang ada di sana hanya Pendekar Mahir
"Masih belum mau keluar yah"
"Baiklah aku akan meratakan sakte ini jika pemimpin kalian tak mau keluar"
Huang Zi pun mengeluarkan jurus tapak nya dia mengeluarkan beberapa kali membuat getaran hebat di sakte itu
Akhirnya delapan puluh orang pun muncul dengan tingkatan pendekar paling rendah adalah pendekar raja sedangkan yang tertinggi pendekar suci
"Hais Sebanyak ini kenapa aku bisa begitu gegabah sekali"
"Aku sudah takbisa melarikan diri lagi" Gumam Huang Zi dalam hati
Huang Zi pun menatap para pendekar itu dengan tampang yang waspada
__ADS_1
"Waw ternyata ada bocah yang berani sekali mengacau di sakte ku ini" Ucap pendekar tinggak suci
"Kau sudah datang takusah berpikir lagi untuk kembali bocah" ucap pendekar itu dengan marah
"Aku emang tak berniat kembali sebelum meratakan sakte kalian ini" ucap Huang Zi dengan santai tapi walau pun terlihat santai dia begitu waspada
Huang Zi pun mengeluarkan semua jurus yang dia punya kecuali amarah dewa petir
Setiap serangan setidak nya bisa membunuh tiga sampai empat pendekar raja dan pendekar kaisar
Dia pun berulang kali terbang dan memuntahkan darah di pinggir bibir nya tapi karna sudah berada di tahap pendekar suci membuat tubuh nya jauh lebih kuat dari sebelum nya
sudah sekitar satu jam Huang zi bertukar jurus dan membunuh para tetua sakte Rubah iblis
Puncak nya ketika tinggal tersisa dua puluh orang saja semua menyerang dengan kekuatan penuh sedang kan Huang Zi yang sudah mulai kelelahan dan tenaga dalam yang terkuras banyak
hanya bisa menghindar setiap serangan tapi tanpa di duga pendekar tahap pendekar suci menyerang nya karena Huang Zi tak siap akhirnya dia terlempar jauh dan tergeletak di tanah
Disisi lain di desa Lotus Yui hanya bisa mengumpat karna tak juga menemukan murid nya sampai dia bertemu kakek yang begitu sepuh
"Ah apakah yang nona cari merupakan seorang pendekar muda"
"Benar kek dia seorang pendekar apa kakek melihat nya dmana"
"Semalam dia membantu ku melindungi desa ini dari kekacawan"
"Lalu kalo boleh saya tau dia sekarang berada dmana" Ucap Yui yang seketika hawatir dengan murid nya
"Aku tidak tau kemana dia tapi dia menanyakan asal para pengacau dan aku memberi tahukan mereka berasal dari Sakte Rubah Iblis dan dia menanyakan dimana letak sakte itu pada ku"
Yui pun mematung karna dia tau apa yang akan di lakukan murid nya dia pun begitu pucat dan cemas walau dia tau kekuatan Huang Zi terbilang lebih kuat dari nya tapi menghadapi sebuah sakte bukan lah perkara mudah
Yui pun menanyakan letak sakte dan setelah tau letak sakte itu Yui pun langsung pamit dan berniat menyusul murid nya dia takut akan terjadi sesuatu
"Dasar murid bodoh bisakah dia memberi tahuku dulu jika ingin bertindak" ucap Yui dengan airmata yang ntah kenapa keluar dia begitu mencemaskan murid nya
__ADS_1
Apa yang akan dia katakan pada ayah nya dan Tetua lain jika terjadi sesuatu terhadap Huang Zi
Di sisi lain Huang Zi yang terkapar memandangi langit
"Apakah aku akan mati disini, maaf kan aku guru karna sudah mengecewakan mu, mungkin aku akan menyusul ayah dan ibuku diatas sana" ucap Huang Zi beberapa keping kenangan terus muncul di atas kepala Huang Zi
"Kenapa kau bocah hahha, kemana larinya kesombongan mu tadi hah, hahhah" ucap Pemimpin itu dengan tawa kemenangan
"Walau pun aku harus mati setidak nya aku bisa membawa kalian bersama ku" Ucap Huang Zi sambil berusaha keras untuk bisa berdiri
"Amarah dewa petir" seketika tubuh Huang Zi diselimuti petir disana pun cuaca mulai gelap petir pun bersaut sautan dmana mana
"Apa,, dia bukan kah pendekar yang di kabarkan telah melenyapkan sakte tapak iblis" Ucap pemimpin itu dengan tampang yang waspada
Mereka selama ini tidak percaya kalo Sakte Tapak Iblis dilenyapkan oleh seorang pemuda tapi sekarang mereka percaya ketika melihat nya secara langsung
Huang Zi pun maju setiap serangan meluncurkan petir yang menyambar para pendekar itu setiap serangan setidak nya dapat membunuh lima pendekar
dalam waktu yang singkat tinggal tersisa pemimpin sakte itu
"Pendekar ampuni aku, aku akan berjanji akan menjadi orang baik jika kau mengampuni nyawa ku" ucap pemimpin itu dengan kaki begetar
Huang Zi tidak mendengar perkataan itu karna dia sedang tidak bisa mengendalikan tubuh nya
Petir pun menyambar pemimpin itu dan dia pun mati dengan tubuh terbelah menjadi dua
Huang Zi tidak sampai disana dia terus saja menyambarkan petir membuat semua bangunan dan para murid disana menjerit ketakutan dan tewas seketika tersambar petir
Dan sakte itu pun rata dengan tanah bersamaan dengan itu Huang Zi pun tumbang dia masih bisa sadar walau pun tubuh takbisa dia gerakan
Ketika Yui sampai dia melihat semua kekacawan dan mencari seseorang dan melihat seorang yang dia kenal terbaring di tenagah tengah banyak nya tumpukan jasad
Dia pun menghampiri orang itu dengan kaki bergertar dan airmata yang telah membasahi pipi nya
"Guru maafkan aku karna sudah membuat mu hawatir" Ucap huang zi dengan suara pelan sambil tersenyum
__ADS_1
"Dasar murid bodoh, bodoh, bodoh" Ucap Yui yang melihat kondisi murid nya yang memprihatinkan