LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Markas Gagak Hitam


__ADS_3

"Lebih baik sekarang kita beristirahat supaya besok pagi kita bisa langsung berangkat" ucap Kun Peng sambil melangkah kan kaki nya


"Hua'er kau istirahatlah, biar aku yang menjemput Lu'er di penginapan" ucap Tao San sambil memandangi Huang Zi


Huang Zi hanya menganggukan kepala dan bergegas mengikuti Kun Peng masuk kedalam rumah .


Keeseokan pagi Huang Zi bangun lebih awal dia berniat untuk melatih kitab dewa kematian di halaman belakang .


Saat dia keluar cuaca begitu cerah angin bertiup dengan perlahan suasana pun nampak begitu tenang .


"Aku harap suatu saat keadaan seperti ini bisa aku rasakan juga di desa desa lain"ucap Huang Zi sambil memandangi sekitarnya


"Aku yakin kau pasti bisa mewujudkan nya Hua'er" ucap salah seorang pria yang baru saja keluar dari rumah


"Senior Kun rupanya anda sudah bangun" ucap Huang Zi sambil tersenyum kearah Kun Peng


"Emang Kau pikir aku pria tua yang senang bermalas malasan" ucap Kun Peng sambil tertawa


"Senior aku tidak bermaksud seperti itu" ucap Huang Zi sambil tersenyum canggung


"Aku hanya becanda Hua'er. sesekali kita harus bisa menikmati hidup karna kita tidak akan tau kapan kita akan gugur dalam pertempuram" ucap Kun sambil menatap langit


Kata kata Kun membuat Huang Zi tertegun sesaat, dia begitu memahami kata kata yang di lontarkan oleh Kun


"Rupanya kalian sudah siap berangkat yah" ucap seorang pria menghampiri mereka


"Tetua Tao anda juga sudah siap rupanya, kalo begitu mari kita berangkat" ucap Kun yang melihat Tao sudah siap


"Baiklah mari kita berangkat" ucap Tao San sambil melangkah kan kaki keluar


"Senior dimana adikmu, kenapa dia tidak ikut bersama kita" ucap Huang Zi sebelum mereka meninggalkan rumah itu


"Lu'er aku titipkan pada temanku disini, akan sangat berbahaya membawa Lu'er untuk pergi ke sekte raga abadi apalagi dengan status ku yang masih belum jelas" ucap Tao San dengan sedikit berat


Huang Zi yang memahami situasi nya hanya menganggukan kepala nya dan mereka pun segera bergegas kearah timur untuk pergi ke markas penculik bayaran.


"Hua'er kita akan pergi ke markas gagal hitam terlebih dahulu karna jarak nya tidak terlalu jauh dari sini" ucap Tao San sambil terus berlari di samping Huang Zi


Setelah berlari selama 3 jam akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan yang terletak di tengah hutan.

__ADS_1


"Pantas mereka sangat sulit di lacak rupanya markas mereka berada di tengah hutan" ucap Huang Zi sambil berdiri diatas pohon besar


"Hua'er kami akan mengalihkan perhatian mereka kau pergi kedalam dan cari putri kaisar di dalam" ucap Kun sambil siap siap melompat dari pohon


"Baik senior, maaf aku merepotkan kalian" ucap Huang Zi tersenyum canggung


Kun dan Tao tidak menjawab mereka langsung turun dan mengagetkan para penjaga yang ada di sana .


"Siapa kalian, berani sekali kalian datang kemari" ucap salah satu penjaga


Tao dan Kun hanya tersenyum dan menyerang mereka, dalama hitungan menit hampir semua penjaga berhasil mereka kalahkan .


Karna perbedaan tingkatan membuat Kun dan Tao dengan mudah melumpuhkan mereka .


"Hhaha kalian berani sekali membuat keributan di markas ku" ucap pria sepuh membawa tongkat berjalan kearah Kun dan Tao


"Pemimpin" ucap anggota penculik bayaran yang tersisa saat melihat kedatangan pria sepuh itu


"Tetua Kun biar aku saja yang menhadapi dia, kau habisi anggota mereka yang tersisa" ucap Tao sambil siap siap menyerang


"Kau ini masih sama seperti dulu tetua Tao" ucap Kun sambil tersenyum dan menggelangkang kepalanya


Tao San tidak memperdulikan itu dia terus melesat kearah pria sepuh itu sambil menebaskan pedang nya.


"Jurus pedang ilusi" ucap Tao san sambil menebaskan pedang nya dengan cepat


"Tongkat pembelah awan" ucap pria sepuh itu sambil mengetukan tongkatnya ketanah


Kun yang belum bergerak tersenyum kearah Tao San "Sudah lama aku tidak melihat jurus itu" ucap nya sambil tersenyum


Jurus Tao San dan pria sepuh itu bertemu dan menghasilkan golombang energi yang sangat besar


"Apaan apaan dia itu, kenapa dia bisa dengan mudah menangkis serangan ku" ucap pria sepuh itu sambil terus mundur karna menghindari tebasan dari Tao San


**


Sementara di sisi lain Kun tengah bermain main dengan para anggota penculik bayaran dia begitu menikmati setiap serangan yang diarahkan padanya


"Kenapa kalian diam saja apa kalian sudah kelelahan" ucap Kun sambil mengejek kearah para anggota penculik bayaran di depan nya

__ADS_1


"Siapa sebenarnya dia, kenapa serangan kita tidak bisa mengenai tubuh nya" ucap salah satu gagak hitam sambil menelan ludah nya


-----


Di sisi lain Huang Zi dapat dengan mudah masuk kedalam markas gagak hitam dan terus menyusuri setiap ruangan yang ada di markas itu.


Dia terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain, walau pun banyak pendekar yang mencoba menghalangi Huang Zi, tapi dia dapat dengan mudah mengalahkan pendekar yang menghalangi jalan nya


"Sial dimana mereka mengurung para tawanan mereka" gumam Huang Zi yang sedari tadi belum menemukan satu tawanan pun


Huang Zi terus berjalan dan menemukan sebuah pintu yang terbuat dari baja dan Huang Zi pun langsung menghampiri pintu itu.


"Jurus Tapak Dewa Petir" ucap Huang Zi sambil mengarahkan tapak nya kearah pintu baja itu


Duuuuuuuuuar....


Pintu itu hancur saat terkena tapak daru jurus Huang Zi , dia cepat cepat masuk dan memeriksa ruangan itu tapi di sana dia pun tidak menemukan apa apa,


"Hua'er coba kau fokuskan penglihatan mu menggunakan Qi " ucap Zhu yang tiba tiba ada di sisi Huang Zi


"Senior darimana saja kau, kenapa kau baru muncul" ucap Huang Zi dengan kesal


"Sudahlah Hua'er masalah ini kita bahas nanti sekarang kau lakukan apa yang aku perintahkan tadi" ucap Zhu dengan serius


Huang Zi langsung menuruti perkataan dari Zhu dan pada saat dia memfokuskan Qi kearah matanya dia bisa melihat di balik tembok ada sebuah pintu yang kasat mata berada disana


"Senior kenapa bisa ada pintu disana" ucap Huang Zi dengan tatapan heran


"Itu karna mereka menggunakan segel tingkat tinggi untuk menjaga pintu itu Hua'er"


"Lalu aku harus bagaimana Senior" ucap Huang Zi sambil meraba dinding yang ada di depan nya


"Alirkan energi Qi kepedang mu dan gunakan jurus pedang dewa petir untuk menghancurkan segel itu"


"Jurus pedang dewa petir" ucap Huang Zi sambil menebaskan pedang nya kearah tembok di depan nya


"Arrrgg,,, Siapa yang berani menghancurkan segel yang aku buat"


♻ Maaf telat update dan hanya satu chapter saya sedang ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan, makasih buat kalian yang masih setia membaca Novel ini dan buat kalian yang tidak mau menunggu saya tidak pernah memaksa kalian membaca novel saya ♻

__ADS_1


☮ Terimakasih 🙏☮


__ADS_2