
Setelah memasuki Ibukota orang² masih tetap memandang Huang Zi dengan tatapan takut, walaupun kejadian itu terjadi di luar tapi ada beberapa warga yang melihat dan mereka dengan cepat menyebarkan berita bahwa seorang pemuda yang berani menantang keluarga Bangsawan di Kekaisaran ini.
Sementara Huang Zi tampak tidak peduli dengan tatapan mereka karna baginya itu tidak terlalu penting untuk di pikirkan.
"Zi Gege ayo sekarang kita ke istana" ucap Bing Chie sambil memegang tangan Huang Zi .
"Hua'er sebaiknya kalian pergilah ke Istana kami akan menunggumu di sini" ucap Tetua Kun
"Tetua apa tidak sebaiknya kalian juga ikut dengan kami ke istana kekaisaran" ucap Huang Zi yang merasa tidak enak jika harus meninggalkan mereka.
"Senior apa yang di katakan Zi Gege itu benar, bagaimana pun kalian juga telah menolong ku pasti ayah akan senang jika senior juga datang ke Istana" ucap Bing Chie sambil melihat kearah para Tetua.
"Haha! Sudahlah kalian tidak perlu mencemaskan kami atau merasa tidak enak, justru jika kami ikut ke istana itu akan membuat kami sedikit aneh, biarkan lah kami bersenang² sebentar di ibukota Kaisar Tang ini" ucap Tetua Tao sambil tersenyum penuh makna.
"Benar apa yang di katakan oleh Tetua Tao biar yang Tua ini bersenang² sebentar disini hehe" ucap Tetua Kun sambil tersenyum juga
Huang Zi dan Bing Chie merasakan ada yang aneh dengan senyum mereka berdua, apa yang mereka maksud senang² dan apa selama ini mereka selalu tersiksa? Begitulah pikiran Huang Zi.
"Apa Tetua yakin tidak akan ikut ke Istana?" Tanya Huang Zi untuk memastikan.
"Sudahlah kalian tidak usah pikiran kami, segera lah kalian ke istana untuk menemui ayah dari wanita mu itu" ucap Tetua Kun sambil menggoda Huang Zi.
Huang Zi dan Bing Chie awalnya sedikit tidak enak tetapi ketika mereka melihat senyum dua Tetua mereka hanya pasrah dan meninggalkan mereka di sana.
walaupun mereka tidak tau arti dari senyum dua tetua tapi mereka memilih untuk tetap pergi.
__ADS_1
Sesampainya Huang Zi dan Bing Chie di depan gerbang istana suasana nampak hening, itu membuat Bing Chie sedikit hawatir dengan kedua orang tua nya karna dia tau pasti orang tua nya sangat mencemaskan dirinya.
"Zi Gege mari kita masuk" ucap Bing Chie sambil menarik tangan Huang Zi.
Huang Zi hanya mengangguk dan terus melangkah mengikuti Bing Chie dari belakang.
Beberapa penjaga yang melihat 2 orang muda mudi mendekat ke arah gerbang istana langsung melangkah dan mencegah mereka untuk masuk.
"Tuan, nona ada keperluan apa kalian ke istana, karna untuk sementara yang mulia kaisar tidak ingin di temui oleh siapa pun" ucap penjaga itu sambil memegang sebuah tombak.
"Maaf tuan tapi kami memiliki urusan penting dengan Yang Mulia Kaisar jadi aku harap kalian mengijinkan kami masuk" ucap Bing Chie
"Tapi maaf sekali lagi nona ini adalah perintah langsung dari Yang Mulia Kaisar, jadi kami tidak bisa membiarkan kalian masuk" ucap penjaga itu.
Sebenarnya penjaga itu sedikit kaget ketika mendengar suara wanita yang ada di depan nya walau pun wajah nya tertutup cadar tapi dia seperti tidak asing dengan suara itu.
Bing Chie melirik ke arah belakang dengan bingung karna dia tidak tau kenapa Huang Zi menghentikan nya.
Huang Zi hanya tersenyum dia lalu mengeluarkan sebuah lencana yang baru di lihat oleh Bing Chie namun tidak bagi kedua penjaga itu, mereka mengenali lencana yang di berikan oleh pemuda di depan nya.
"Salam Tetua Naga Langit ada keperluan apa anda sampai datang ke Kekaisar kami" ucap penjaga yang ada di belakang nya sambil memberi hormat.
"APA" ucap semua orang kaget termasuk Bing Chie walaupun dia dekat dengan Huang Zi tapi dia masih belum tau latar belakang kekasih ini itu, para penjaga juga kaget karna mereka tentu tau Sekte Naga Langit, sekte yang sedang Naik daun di Kekaisaran Han karna andil besar Sekte itu dalam memberantas Sekte Aliran Hitam yang ada di Kekaisaran Han dan berita itu sudah tersebar sampai ke Kekaisar Tang.
"Oh jadi kau mengenali lencana ini"ucap Huang Zi yang sedikit kaget, awalnya dia ingin mengeluarkan lencana keluarga Nio tapi karna tanpa di sangka dia malah mengeluarkan lencana Tetua dari sekte nya.
__ADS_1
"Tentu saja Tuan, aku dulu adalah salah satu murid dari sekte Rajawali dari aku tau tentang lencana itu Tuan" ucap penjaga yang ternyata pernah tinggal dan menjadi murid di salah satu sekte di Kekaisaran Han.
"Pantas kau tau lencana ini ternyata kau pernah tinggal dan menjadi murid dari sekte Rajawali" ucap Huang Zi sambil menggukan kepalanya.
"Ya begitulah Tetua, oh iya jika saya boleh tau ada urusan apa Tuan jauh² sampai datang Kekaisar Tang ini" ucap penjaga yang mengenali lencana itu.
"Tolong sampaikan pada Kaisar bahwa aku ingin bertemu dengan nya, karna ada masalah yang sangat penting yang harus aku bicarakan dengan Kaisar kalian" ucap Huang Zi dengan tenang.
"Baik Tetua, saya akan melapor dulu kedalam anda bisa menunggu di sini sebentar" ucap penjaga itu sambil memberi hormat dan pergi dari sana kedalam istana.
Para penjaga yang ada di situ masih tidak menyangka bahwa pemuda yang masih terlihat muda ini merupakan salah satu Tetua dari sekte aliran Putih yang di perhitungkan di Kekaisaran Han.
-----
Di istana penjaga tadi menemui Kaisar Tang walaupun Kaisar sempat merasa aneh karna ada salah satu Tetua dari Sekte Aliran Putih di Kekaisaran Han yang ingin bertemu dengan nya tapi dia tetap menyuruh Tetua itu masuk.
Setelah mendapat izin penjaga itu membawa Huang Zi dan Bing Chie memasuki istana, sesampai nya di dalam istana Huang Zi melihat seorang laki² dengan penuh wibawa sedang duduk di kursi paling tinggi disana.
Dan ada beberapa orang juga yang sudah duduk di kursi di sebelah kanan dan kiri pria itu.
"Salam Yang Mulia Kaisar, mereka adalah Tetua dari Sekte Naga Langit yang hendak menemui Yang Mulia" ucap penjaga itu sambil memberi hormat.
Bing Chie sebenarnya sudah tidak tahan dia ingin berlari kearah ayah nya dan memeluk nya tapi dia menahan itu karna dia ingin tau apa yang akan di lakukan Kekasih nya itu.
Kaisar Hanya menganggukan kepala nya kepada penjaga itu, Kaisar menatap sekilas kearah Huang Zi dan dia juga menatap kearah seorang wanita yang ada di sebelah pria itu, dia seperti tidak asing dengan wajah wanita itu walaupun di tutupi oleh cadar.
__ADS_1
"siapa wanita itu kenapa seperti nya aku mengenal wanita yang ada di sebelah pria itu" gumam Kaisar dalam hati