
"Akhir nya aku bisa menerobos ke tingkat pendekar petapa" Ucap Huang Zi yang Merasa senang
Setelah selesai dia pun keluar kamar dan disana dia menemukan Yui yang sedang terdiam Huang Zi pun menghampiri nya
"Guru apa yang sedang guru lakukan disini" Ucap Huang Zi dengan senyum
"Aku hanya kebetulan lewat saja, Oh iya Hua'er selamat kau sekarang sudah menjadi pendekar Petapa" Ucap Yui dengan senyum mengembang
Huang Zi yang mendengar nya begitu kaget dia selalu menekan tingkatan nya hingga tahapan pendekar raja bagai mana Yui bisa mengetahui nya
"Ah guru aku masih berada di tingkat pendekar raja mana mungkin aku bisa berada di tingkat petapa" ucap Huang Zi
"Sudah lah Hua'er aku sudah tau kau tausah menyembunyikan nya lagi dari ku" Ucap Yui dengan berlalu pergi
Huang Zi pun tidak memikirkan nya lagi dia lebih memilih membersihkan diri dan kembali berlatih di halaman belakang
Ketika sedang asik berlatih seorang murid menghampiri nya
"Maaf Saudara Huang Anda di minta Patriak untuk ke kediaman nya" Ucap Murid tersersebut
"Baik lah aku akan kesana terimakasih" Ucap Huang Zi langsung menyelesaikan latihan nya
Huang Zi pun beranjak ke kediaman Patriak dia tidak menggunakan jurus meringankan tubuh nya karna dia ingin berjalan sebari melihat lihat kota
setelah berjalan cukup lama Huang Zi pun sampai di tempat Patriak disana tampak begitu ramai para Tetua berkumpul Gurunya pun ada disana
"Hormat Patriak Tetua sekalian" Ucap Huang Zi membungkuk memberi Hormat
"Hua'er Duduk lah ada yang ingin kami bicarakan dengan mu" Ucap Patriak dengan senyum nya
Huang Zi yang nampak kebingungan hanya menuruti saja duduk di sebelh Guru nya nya
"Hua'er kami semua turut bahagia karna sekarang di sakte ini sudah ada pendekar petapa selain aku" Ucap Patriak dengan Lembut
__ADS_1
"Maaf Patriak aku tidak mengerti maksud pembicaraan ini" Ucap Huang Zi dengan kebingunan dan menatap Guru nya Yui yang di tatap Huang Zi hanya membuang muka
"Hua'er Yui'er sudah memberitahuku jika kau sekarang sudah berda di tingkat petapa" Ucal Patriak dengan lantang
Semua Tetua termasuk Tetua Zo Tetua Ho Tetua Ning begitu terkejut bagai mana bisa bocah berusia 17 tahun sudah mencapai tingkat Petapa mereka saja baru berada di tingkat pendekar suci
"Maaf Patriak aku kurang percaya jika Hua'er sudah berada di tingkat pendekar petapa" Ucap Tetua Nie salah satu Tetua perempuan di Sakte Naga Langit
"Benar Patriak Bagai mana pun tidak mungkin anak yang baru sektiar 17 Tahun sudah berada di tingkat petapa" Ucap Tetua Son dengan dianggukan semua Tetua Kecuali Tetua Ho Tetua Zo dan Tetua Ning
"Aku Tau Patriak ingin menjadi kan Hua'er Tetua termuda tapi kami tidak suka dengan cara Patriak yang mengatakan dia seorang pendekar petapa" Ucap Tetua Xi Zhun
Huang Zi yang mendengar itu hanya terdiam karna dia pun tak tau harus berbuat apa di situasi seperti itu
"Maaf semua Tetua aku Yui berani menjamin jika omongan Ayah ku memang benar ada nya" Ucap Yui dengan nada marah karna ayah nya di sebut sebagai pembohong
"Tetua Yui anda dan Patriak sama saja kami akan menerima Hua'er menjadi Tetua dengan cara memperebutkan posisi bukan dengan cara menyebar isu seperti ini" Ucap Tetua Ma Bai Yang merupakan Tetua terkuat setelah Patriak Li
Huang Zi yang mendengar Guru dan Patriak di hina dia pun tidak tinggal diam dia langsung berdiri
Semua orang disana terkejut karna mereka tau bagai mana kehebatan Ma Bai mereka pikir bahwa Huang Zi sudah tidak waras sehingga berani menantang Ma Bai
"Baiklah Saudara Hua'er jika kau mau menantang ku aku akan menerima tantangan mu dengan senang hati" Ucap Tetua Ma dengan tatapan meremehkan
Yui dan Patriak yang melihat itu hanya menggelengkan kepala jika benar Huang Zi sudah berada di tingkat petapa maka dengan mudah dia mengalahkan Tetua Ma Bai
"Baiklah mari kita ke Arena Latihan para murid" Ucap Patriak diikuti oleh semua orang disana
Disana pun terdapat banyak murid yang ingin menyaksikan pertarungan itu tak lupa juga Patriak dan para Tetua memasang Formasi penghalang agar ketika mereka bertarung tidak meninbulkan kerusakan
Setelah Patriak Dan Tetua memasang Formasi pengahalang Patriak pun memberi kata sambutan
"Semua Murid Sakte Naga Langit aku Patriak Li ingin kalian menjadi saksi bahwa saudara Huang Zi murid Tetua Yui menantang Tetua Ma untuk menjadi Tetua di sekte ini" Ucap Pateriak dengan lantang
__ADS_1
Setelah itupun banyak yang berpikir jika Huang Zi sudah tidak waras karna berani menangtang Tetua Mo
Pertandingan itu pun memakai wasit yang menjadi wasit disana adalah Tetua Ho
"Baik ini anggap saja ini latih tanding tidak ada yang boleh membunuh satu sama lain apa kalian mengerti" Ucap Tetua Ho
"Kami menegerti" Ucap Huang Zi dibarengi dengan Tetua Mo Bai
"Bocah majulah lebih dulu aku akan sangat senang jika kamu menyerang ku duluan" Ucap Tetua Mo dengan senyum mengejek
"Cih" Huang Zi pun mengeluarkan pedangnya dan langsung memggunakan jurus Naga membelah Awan dan Jurus pedang dewa petir
Tetua Mo Bai yang sedari tadi meremehkan mulai kewalahan menghadapi Huang Zi dia tidak tau jika kekuatan Huang Zi begitu mengerikan
Dia pun sudah beberapa kali terkena sayatan pedang dari Huang Zi
"Jurua Tapak Dewa petir"
Tetua Mo Bai Tidak tinggal diam dia mengeluarkan Jurus terkuat nya
"Jurus Tombak membelah samudra"
Duuuuar Duuuuuar
Dua Jurus itu bertemu Huang Zi hanya memakai 50% kekutan nya jika dia memakai kekuatan penuh bisa di pastikan Tetua Mo Bai akan tewas dengan sekali serang
Setelah kabut yang menutupi arena menghilang Tampak Huang Zi masih berdiri sedangkan Tetua Mo Terpental menabrak Formasi Pelindung Semua murid dan Tetua hanya bisa menganga bagai mana pun mereka tau Sekuat Apa tetua Mo tapi bisa di kalahkan dengan mudah oleh seorang bocah berusia 17 tahun
Tetua Mo yang masih terkapar hanya bisa mengumpat karna sudah salah menyinggung orang semua mata tertuju pada Huang Zi yang masih diam tanpa bergerak dan Huang Zi pun mengeluarkan Aura pendekar perapa
Semua yang merasa aura itu sempat sesak nafas walau pun hanya di lepas kan selama 2 detik tapi begitu terasa pada mereka yang ada di sana
Tetua Mo yang mengetahui itu langsung berkeringat dingin karna dia sudah salah berucap tapi sekarang dia hanya bisa menyesali apa yang telah dia Mulai
__ADS_1
"Baiklah sesuai aturan yang ada posisi Tetua Ma Bai Di sakte Naga langit resmi di gantikan oleh Huang Zi" Ucap Patriak dengan Lantang
"Selamat Tetua Huang sekarang anda menjadi Tetua Termuda dalam sejarah Dunia Pesilatan" Ucap Tetua Ho memberi Hormat