LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Kembali Menjalankan Misi Berbahaya


__ADS_3

Patriak yang mendengar itu hanya terdiam dan berpikir ulang


"Patriak aku yakin ini solusi terbaik yang kita miliki aku tak mau banyak korban dari Kaisar kita jika kita tak bergerak berhati hati"


"Baik lah Tetua Huang Aku serahkan misi ini pada mu besok aku kan mengadakan rapat bersama sekte sekte aliran putih yang lain untuk membahas hal ini" ucap Patriak yang merasa ucapan Huang Zi memang benar


"Aku juga minta kepada Patriak untuk memberi tahu Kaisar dan seluruh sakte aliran putih untuk menunda acara" Ucap Huang Zi menarik napas


"Dan sampaikan pada semua nya untuk tetap berangkat ke Ibukota agar mereka tidak merasa curiga dan katakan pada sekte sekte yang akan datang ke Ibukota jangan membawa terlalu banyak murid setidak nya membawa hanya 10 murid dan satu Tetua untuk menantisipasi jika organisasi mereka bergerak tidak terlalu banyak memakan korban di pihat kita dan pilih lah murid yang sitidak nya sudah di tingaat pendekar Raja" Ucap Huang Zi menutup penjelasan nya


"Baiklah Hua'er aku akn sampai kan pada semua perwakilan sekte sekte aliran putih yang akan hadir besok" Ucap Patriak


Setelah itu Rapat pun di tutup mata para Tetua tertuju pada Huang Zi bagai mana pun beban di pundak pemuda itu begitu berat padahal beban itu tak seharus nya di pinggul sendirian


Semua Tetua membubarkan diri kecuali Tetua Ho Tetua Zo Tetua Ning Dan Tetua Yui yang masih tidak beranjak dari tempat duduk nya


"Hua'er aku akan ikut dengan mu" Ucap Tetua Ho


"Aku juga akan ikut dengan mu" Ucap Tetua Zo


"Tetua Ho Tetua Zo sudahlah jika kalian ikut itu akan sangat berbahaya sebaik nya kalian disini dan menjaga sekte"


Ucap Huang Zi dengan tenang


"Tapi kami tidak akan tenang jika menyerahkan misi ini kepadamu sendirian" Ucap Tetua Zo


"Tetua Zo aku tau misi ini berbahaya tapi jika aku membawa kalian aku takut malah akan menampakan kecurigan jadi sebaik nya aku pergi sendiri" Ucap Huang Zi


"Sudah lah kita percayakan saja semua nya kepada Hua'er" Ucap Patriak Li


Yui hanya diam sebenar nya banyak yang ingin dia bicarakan tapi dia enggan untuk membuka mulut nya


Melihat itu Patriak pun hanya menggelengkan kepalanya


"Yui'er apa kau tak mau mengucapkan sesuatu pada Tetua Huang" ucap Patriak sambil memandangi murid nya

__ADS_1


"Aku tidak tau harus berbicara apa aku hanya bisa mengucapkan semoga kau selamat Tetua Huang" ucap Yui dengan acuh tapi jauh di lubuh hati nya penuh dengan ke kawatiran dan rasa cemas pada murid nya itu


"Guru tenang saja aku pasti akan kembali dengan selamat" Ucap Huang Zi sambil tersenyum


Melihat itu Patriak pun hanya bisa ikut tersenyum


"Hua'er aku sebagai ayah ingin mengatakan sesuatu" Ucap Patriak Li


"Apa itu Patriak" ucap Huang Zi dengan penasaran


"Aku selama ini melihat Yui'er begitu menyukai mu dan bukan kah kau pun menyukai Yui'er" Ucap Patriak Li


Ucapan Patriak Li membuat Huang Zi tersendat ludah nya sendiri dia tidak tau harus berkata apa karna bagai mana pun dia belum memikirkan soal itu


Terlebih lagi masih ada tugas yang dia emban kedepan nya yang jauh lebih penting dari pada soal prasaan


"Ayahh aku tidak menyukai Tetua Huang " Ucap Yui dengan malu karna ucapan ayah nya


"Yui'er aku tahu kau begitu menyukai Tetua Huang karna itu aku sebagai ayah ingin melihat putri nya bahagia" Ucap Patriak sambil melihat kearah putri nya


"Tapi Ayaaa_" Ucap Yui teeputus oleh omongan Patriak


Melihat itu Huang Zi pikiran nya semakin kacau bagai mana bisa Patriak menanyakan soal masalah seperti itu di situasi saat ini


"Patriak aku memang menyukai Guru tapi aku masih mempunyai tanggung jawab mengubah dunia ini menjadi lebih baik akan sangat egois jika aku membawa Guru dalam bahaya" Ucap Huang Zi dengan tegas


Patriak dan Tetua yang ada pun hanya bisa terdiam berbeda dengan yang lain Yui yang mendengar itu tampak ada perasaan senang di hati nya hingga pipu nya pun terdapat rona merah


"Baiklah Patriak aku akan kembali ke kediaman ku dan akan bersiap siap karna besok aku akan kembali berangkat ke Ibukota" Ucap Huang Zi .


Patriak hanya tersenyum dan menganggukan kepala setelah memberi Hormat mereka pun kembali ke kediaman mereka masing masing


Di kediaman Yui Huang Zi langsung memasuki kamarnya dan beristirahat sedang kan Yui memilih untuk belatih karna dia merasa ingin lebih kuat karna tidak ingin selalu menyusahkan Huang Zi


Waktu pun beranjak dengan cepat, pagi di kediaman Yui tampak Huang Zi sedang bersiap siap untuk berangkat

__ADS_1


Setelah selesai bersiap siap dia pun bergegas meninggalkan sekte saat di depan kediaman nya tampak Yui menunggu nya dengan tampilan yang berbeda


Dia begitu anggun dan cantik di tambah gaun yang di kenakan nya membuat dia tampak semakin cantik


Huang Zi yang melihat itu pun tesentak Kagum dengan kecantikan guru nya


"Selamat pagi guru" Ucap Huang Zi dengan Manis


"Hua'er kau akan berangkat" Ucap Yui dengan manis


"Iya guru murid akan segera berangkat ke Ibukota" Ucap Huang Zi menatap Yui


Tanpa terduga Yui pun memeluk Huang Zi dia pun meneteskan airmata nya


"Hua'er berjanjilah kau akan kembali dengan selamat" ucap Yui dengan masih berada di pelukan Huang Zi


Huang Zi yang mendaptkan perlaku itu sempat tertegun tapi tak lama setelah itu dia tersenyum


"Yu'er aku pasti akan kembali dengan selamat" Ucap Huang Zi dambil mengelus rambut Yui


"Termiakasih" Hanya itu yang Yui ucapkan dan dia pun melepaskan pelukan dari Huang Zi


Huang Zi pun mengangkat tangan nya dan mengusap air mata yang ada di pipi guru nya itu


"Aku berjanji akan baik baik saja" Ucap Huang Zi dengan tersenyum


Yui hanya mengangkut dengan pipi merona merah akhir nya Yui pun mengantarkan Huang Zi ke depan gerbang Seket


Di sepanjang jalan banyak para murid yang melihat itu hanya bisa berdecak kagum melihat seorang pemuda tampang berjalan bersama seorang wanita cantik bahkan kebanyakan murid lelaki yang melihat penampilan Yui di buat terpanah akan keanggunan dan kecantikan


Di depan gerbang sudah menunggu para Tetua dan Patriak mereka sedikit tertegun melihat penampilan Yui yang beda dari biasa nya


"Hormat kepada Patriak dan Tetua" Ucap Huang Zi memecah keheningan


"Hua'er ingat berhati hatilah jangan terlalu memaksakan diri mu ingat keselamatan mu jauh lebih penting" Ucap Patriak

__ADS_1


"Aku mengerti Patriak aku berjanji akan menjalankan misi ini dengan baik" Ucap Huang Zi


Setelah mengobrol sebentar Huang Zi pun berpamitan dan dia pun berangkat bersama Mo Bai untuk ke Ibukota


__ADS_2