LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Kemenangan Yang menyedihkan


__ADS_3

Berita tentang penyerangan sekte naga langit cepat tersebar, banyak orang yang tidak percaya bahwa salah satu sekte besar di Kaisar Han, menjadi sasaran serangan dari aliran hitam


Para Tetua yang sedang menjalankan tugas segera kembali ke sekte karna mereka hawatir dengan kondisi sekte


Di sekte naga langit sendiri walau pun berhasil menang dalam pertempuran kali ini, tapi tak ada sedikut pun kegembiraan di wajah mereka


Mengingat dari 25 ribu murid hanya tersisa 15 ribu, belum lagi banyak yang terluka dan ada 20 Tetua yamg gugur dalam peristiwa penyerangan tersebut membuat mereka begitu sedih


Sekte naga langit pun menutup diri dari dunia persilatan karna mereka ingin memulihkan diri paska penyerangan tersebut


Setelah 1 hari berlalu, para murid serta Tetua yang gugur di makam kan dengan layak, sementara jasad para Pendekar aliran hitam di bakar agat tidak membusuk dan menyebarkan penyakit


Huang Zi sendiri mengurung diri nya di dalam kamar dan hanya sesekali keluar kamar untuk sarapan dan membersihkan diri


Yui yang melihat murid sekaligus kekasih nya itu begitu sedih, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa dalam situasi sekarang


Huang Zi terus menyalahkan dirinya yang masih begitu lemah hingga tidak bisa melindungi para murid dari serangan tersebut


Patriak yang tidak melihat Huang Zi pada saat proses pemakaman pun berkunjung setelah proses pemakaman selesai


"Yui'er bagai mana kondisi Hua'er" ucao Patriak kepada Yui


"Ayah, dia masih begitu terpukul akan insiden kemarin, dia pun hanya sesekali meninggalkan kamar nya" ucao Yui yang begitu sedih


"Yui'er dia masih terlalu muda, walau pun kekuatan nya begitu hebat tapi mental nya begitu lemah, jika seperti ini ayah takut dia takan bisa hidup lama di dunia persilatan yang begitu kejam ini"


Yui hanya mengangguk dengan tampang sedih dia tau walau pun kekuatan seseorang itu tinggi, tapi jika mental serta jiwa nya lemah maka dia akan sangat mudah di kalahkan oleh pendekar lain


"Ayah, apa yang harus kita lakukan"


"Kita tidak akan bisa melakukan apa apa yang bisa menolong nya sekarang hanyalah dirinya sendiri"


Yui merasa sedih dia ingin sekali melakukan sesuatu tapi dia pun tidak tau harus melakukan apa.

__ADS_1


Huang Zi yang sedari tadi di dalam kamar nya, sebenar nya mendengarkan omongan Patriak dan Yui hanya saja Huang Zi enggan menemui mereka


Keesokan pagi nya Huang Zi nampak keluar dari kamar nya dan hendak menemui Yui


"Guru" ucap Huang Zi yany melihat Yui sedang berada di dapur


Yui pun menghampiri Huang Zi "apa kau meninginkan sesuatu" ucap Yui dengan ramah


"Ada yang ingin aku bicarakan" ucap Huang Zi menarik Yui ke ruang tengah


"Hua'er sebenar nya apa yang ingin kau bicarakan"


"Guru, mungkin besok aku akan kembali berkelana, aku ingin terus memperkuat diri agar aku bisa melindungi orang orang yang berada di sekitarku"ucap Huang Zi sambil mengepalkan tangan nya


Ucapan Huang Zi membuat Yui mematung dia tidak rela jika Huang Zi pergi tapi Yui pun tak punya alasan untuk menahan nya tetap tinggal


"Baiklah aku takan menahan mu untuk tetap tinggal di sekte, tapi izinkan aku ikut berkelana bersamamu" ucao Yui dengan penub harap


"Guru, aku tidak ingin melibatkan mu dalam bahaya jadi sebaiknya aku pergi sendiri saja"


Huang Zi yang melihat itu langsung mendekatin Yui dan memeluk nya, saat memeluk Yui, Huang Zi merasa hati nya begitu tenang dan hangat ada rasa nyaman yang tak peenah iya rasakan sebelum nya


"Baiklah kita akan pergi bersama besok guru" ucapan Huang Zi membuat Yui kembali tersenyum


Keesokan hari nya Huang Zi pun menemui Patriak untuk membicarakan perihal dirinya yang akan kembali bekelana


"Patriak" ucap Huang Zi yang sudah ada di kediaman Patriak


"Hua'er sepertinya kondisimu sudah jauh lebih baik"


"Aku sudah baik baik saja Patriak, Aku kesini ingin membicakan sesuatu"


"Apa itu Hua'er katakanlah" ucap Patriak sambil tersenyum

__ADS_1


"Aku akan kembali pergi berkelan, aku merasa kekuatan ku belum cukup untuk melindungi orang orang yang berada di sekitar ku"


Ucapan Huang Zi pun membuat senyum di wajah patriak menghilang dan dia pun menatap Huang Zi


"Hua'er aku tau kau masih merasa bersalah karna gagal melindungi para murid, tapi itu semua bukan kesalahan mu" ucap Patriak Li sambil menghela napas pelan


"Patriak aku ingin berkelana karna ingin mengetahui dunia luar aku pun ingin bisa bertambah kuat, aku berjanji suatu hari nanti aku akan kembali ke sekte"


"Baiklah aku akan mengijinkan mu untuk pergi berkelana, tapi aku harap kau pergi setelah keadaan sekte membaik"


"Baiklah Patriak, aku akan menunggu kondisi sekte kembali membaik setelah itu baru aku akan pergi berkelana"


Huang Zi merasa omongan Patriak ada benar nya, karna menurut nya kondisi sekte yang sekarang belum stabil apalagi setelah kehilangan banyak murid dan beberapa Tetua yang membuat sekte naga langit menjadi lemah dan rawan akan serangan


Akhirnya Huang Zi pun mengurungkan niat nya untuk segera pergi berkelana sampai kondisi sekte kembali membaik


Saat sedang mengobrol mereka di kejutkan dengan seorang murid yang berlari dengan napas yang tersenggal senggal


"Ada apa, kenapa kau terlihat panik" ucap Patriak menghampiri murid itu


"Patriak, Tetua Huang Maaf mengganggu, di perbatasan kota para murid yang berjaga melihat pergerakan banyak pendekar yang menuju kemari"


Huang Zi dan Patriak pun di buat panik pasal nya belum sampai 1 minggu mereka kembali akan di serang oleh pihak musuh


"Kabari Tetua yang ada suruh mereka menyusul ku ke gerba_" ucapan Patriak yang di hentikan oleh Huang Zi


"Patriak biarkan aku sendiri saja yang akan pergi ke gerbang sekte, aku akan coba menahan dan memukul mundur mereka, aku tidak mau banyak korban di pihat kita lagi"


Patriak ingin membantah tapi Huang Zi sudah pergi dari hadapan nya


"Kau panggil semua Tetua yang ada dan kumpulkan murid di lapangan latihan sekarang" ucap Patriak kepads murid itu


"Baik Patriak" ucap murid itu dan berlalu pergi

__ADS_1


Di sisi lain di gerbang sekte tidak ada siapapun selain Huang Zi karna dia berpesan pada murid yang berjaga di gerbang untuk masuk dan bergabung dengan yang lain


__ADS_2