
Elang Hitam yang mendengar suara tidak asing di pikirannnya itu, membuat dia mematung di tempat nya.
"Heh elang jelek apa kau sudah melupakan ku" ucap suara itu kembali menggema di pikiran elang hitam
"Tuan apakah itu anda?" ucap elang hitam dengan sedikit bergemetar karna mendengar suara itu
"Hehehe! sepertinya kau masih mengingat ku dengan baik ya elang jelek" ucap suara itu sambil terkekeh melihat tingkah elang hitam itu
"Tuan bagai mana aku bisa lupa dengan anda, sejak saat itu aku tidak pernah meninggalkan hutan ini karna aku merasa bersalah karna tidak bisa menyelamatkan anda" ucap burung elang dengan penuh penyesalan.
"Sudahlah mungkin memang itu sudah takdir, dan aku berharap kau sekarang mau menjaga murid ku sebagai mana kau menjaga ku dulu, apa kau bisa elang jelek?"
"Tuan aku takut seandainya tidak bisa menjaga murid anda seperti dulu aku tidak bisa menjaga anda," ucap burung elang itu
"Aku sudah bilang itu takdir, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri dan aku hanya ingin kau patuh pada murid ku ini bagaimana"
"Baiklah tuan jika itu memang yang Tuan inginkan aku akan menjaga murid anda dengan nyawaku sebagai taruhan nya"
Sementara di luar para Tetua nampak kebingungan melihat burung elang hitam itu hanya diam di tempat nya.
"Hua'er bagaimana keadaanmu" ucap Tetua Kun sambil membantu Huang Zi berdiri
"Tetua aku baik baik saja, jadi tidak perlu secemas itu padaku" ucap Huang Zi sambil tersenyum lemah
"Tetua Kun kenapa burung itu hanya diam dan kenapa dia tidak menyerang kita lagi" ucap Tetua Tao
"Aku juga tidak tau tapi ada baik nya kita pergi dari sini walaupun kita menyerang burung itu secara bersamaan belum tentu kita menang walau pun kita menang pasti kita akan terluka" ucal Tetua Kun dengan serius
Sebelum mereka pergi burung elang hitam itu sudah terlebih dahulu mendekat kearah mereka dan membuat mereka waspada dan mengeluarkan senjata mereka.
"Tenang lah aku tidak akan menyerang kalian lagi" ucap burung hitam itu sambil mendekat kearah Huang Zi
Meski burung elang hitam tidak menunjukan gelagat mencurigakan tapi mereka tetap waspada karna mereka tidak tau apa yang akan di lakukan oleh burung elang hitam itu kepada mereka.
__ADS_1
"Anak muda siapa namamu" ucap burung elang hitam sambil mendarat didekat Huang Zi
Walau sedikit heran dengan sikap elang hitam itu tapi Huang Zi tetap menjawab pertanyaan dari elang hitam itu.
"Namaku Huang Zi" ucap Huang Zi dengan tenang tapi tetap terlihat waspada
"Baiklah,, setelah dari sini kemana tujuanmu anak muda"
mereka bertiga tampak saling pandang karna meraka merasa aneh melihat tingkah burung elang hitam di depan mereka ini.
"Aku akan pergi ke Kaisar An"
"Aku bisa mengangtar kalian kesana tapi dengan satu syarat, bagaimana" tanya elang hitam sambil menatap kearah Huang Zi
"kalo boleh tau syarat apa yang kau inginkan" ucap Huang Zi walau sebenarnya dia begitu heran dengan perubahan sikap dari elang hitam itu.
"Aku ingin kau dan aku melakukan kontrak jiwa" ucap elang hitam dengan tenang
"APA" ucap ketiga orang itu secara bersamaan, mereka tidak habis pikir bagaimana seorang burung dengan kekuatan Dewa Langit mau mengikat kontrak dengan orang yang baru saja dia temui, apa burung ini sudah gila pikir mereka bertiga.
Huang Zi menatap kedua Tetua yang masih terkejut dengan situasi yang dialami mereka saat ini.
"Tetua bagaimana menurut kalian" tanya Huang Zi pada Tetua Tao dan Tetua Kun
"Kami serahkan padamu Hua'er tapi menurut ku ada baiknya kau mengikat kontrak jiwa dengan burung itu karna mungkin suatu saat kau akan membutuhkan bantuan dari burung itu" ucap Tetua Kun
Setelah diam beberapa saat akhirnya Huang Zi menyetujui kontrak jiwa dengan burung elang hitam itu meskipun Huang Zi masih bingung kenapa burung sekuat elang hitam ini mau mengikat kontrak dengan dirinya.
Setelah selesai mengikat kontrak dengan burung hitam Huang Zi tampak masih bingung karna dia tidak tau harus berbuat apa.
"Tuan sekarang suruh mereka naik kepunggung ku, aku akan mengantar kalian ke Kaisar An dengan cepat" ucapan itu membuat Huang Zi terdiam karna ucapan itu hanya terdengar oleh nya saja
"Tuan tidak usah bingung seperti itu, karna setelah kita menjalin kontrak jiwa kita bisa berkomunikasi melalui pikiran" ucap elang hitam yang sedikit mengerti kebingungan Huang Zi
__ADS_1
Huang Zi hanya menganggukan kepalanya lalu menyuruh Tetua Tao dan Tetua Kun naik keatas burung elang Hitam itu.
walau sempat ragu Tetua Kun dan Tetua Tao tetap naik keatas punggung elang hitam itu
Saat di perjalanan Huang Zi mengobrol dengan elang hitam melalui pikiran mereka agar tidak di dengar oleh Tetua Tao dan Tetua Kun.
"Elang hitam apa tujuan mu mau mengikat kontrak dengan ku" tanya Huang Zi melalu pikirannnya.
"Tuan aku hanya melaksanakan tugas dari tuanku sebelum nya agar menjaga anda dengan baik" ucapan burung itu membuat Huang Zi mengerut kan kening nya
"Kalo boleh tau siapa tuan mu sebelum nya"
"Maaf tuan aku tidak bisa memberitahu anda siapa tuan ku sebelum anda karna dia ingin aku merahasiakan nya dari anda"
"Baik aku mengerti oh ya ngomong² apa kau memiliki nama elang hitam" ucap Huang Zi karna merasa tidak enak belum mengetahui nama elang hitam itu.
"Aku?, tuan aku tidak pernah memiliki nama, tuan ku sebelum nya selalu menyebutku dengan sebutan elang jelek" ucap elang hitam dengan masam saat mengingat tuan pertama nya itu
Huang Zi ingin sekali tertawa saat mengetahui tuan sebelum dirinya menyebut elang ini dengan sebutan yang sama dengan yang dia sebutkan sebelum nya tapi karna merasa tidak enak dia menahan untuk tidak tertawa,,
"Baiklah mulai sekarang nama mu Huang Fu bagaimana, apa kau suka nama itu"
Elang hitam yang mendengar nama yang di berikan tuan nya tampak begitu antusias dan menganggukan kepalanya dengan semangat.
dia begitu senang akhirnya memiliki nama apalagi nama itu satu marga dengan tuan nya ini.
Para Tetua hanya terdiam sepanjang perjalanan mereka begitu menikmati perjalan mereka saat ini.
"Tetua apa Kaisar Tang masih jauh dari sini" ucap Huang Zi memecah keheningan diatas burung elang hitam itu.
"Sebenarnya kita sudah berada di wilayah Kaisar Tang lebih tepat nya wilayah selatan Kaisar Tang, Hua'er untuk apa kau menanyakan hal itu" ucap Tetua Kun
"Tidak apa² Tetua aku hanya ingin singgah sebentar di Kaisat Tang, aku memiliki sedikit urusan disana, apa tidak masalah jika kita singgah dulu di sana Tetua" ucapan Huang Zi mendapat anggukan dari 2 Tetua itu
__ADS_1
Setelah cukup lama terbang mereka melihat sebuah kota tidak jauh dari tempat mereka terbang, Huang Zi pun menyuruh elang hitam untuk turun agak jauh dari kota karna tidak mau timbul kehebohan jika mereka mendarat didekat kota.