
Sosok pria gagah itu hanya tersenyum kearah Huang Zi dan menyuruh nya untuk duduk di sebuah batu yang ada disana .
"Duduklah dulu aku takan berniat jahat padamu" ucap pria itu dengan tenang
Huang Zi yang masih tidak percaya dengan orang asing yang ada di depan nya memilih untuk tetap berdiri dengan penuh kewaspadaan .
"Bisakah aku tau dimana ini dan dimana teman temanku" ucap Huang Zi dengan hati hati
Pria itu tersenyum kearah Huang Zi "Sebelum kau bertanya, bukankah seharusnya kau memperkenalkan diri terlebih dahulu" ucap pria itu dengan tatapan tenang
Huang Zi mengerutkan dahinya karna menurutnya apalah arti sebuah nama dalam situasi sekarang tapi walau begitu dia tetap memperkenalkan namanya "Aku Huang Zi, dan jika boleh tau sekarang ini aku ada dimana"
"Huang Zi, nama yang bagus. perkenalkan aku Raijin dan sekarang kau berada di alam bawah sadarmu" ucapan pria itu membuat Huang Zi semakin bingung
"Apa maksudmu,, aku benar benar tidak mengerti" ucap Huang Zi dengan kesal karna seperti di permainkan oleh pria yang ada di hadapan nya
Pria itu terdiam sesaat dan menatap mata Huang Zi dengan tajam, tatapan pria di depan nya membuat Huang Zi seperti tertindi batu besar dan memejamkan matanya,,
Saat dia membuka mata dia begitu terkejut melihat pemandangan yang mengerikan, petir bersaut sautan serta angin yang bertiup kencang membuat suasana begitu menyeramkan,,
Huang Zi memeriksa sekeliling nya dia begitu tidak asing dengan tempat itu dan benar saja pandangan nya langsung melotot ketika melihat para tetua yang sedang terkapar di tanah dengan luka di sekujur tubuh nya ,,
Huang Zi ingin mendekati para tetua tapi sosok pria yang tadi Huang Zi temui langsung memegang tangan nya
"Lepaskan aku, aku ingin menolong teman temanku" ucap Huang Zi sambil memberontak
"Apakah kau tau siapa yang telah membuat mereka seperti itu" ucapan pria itu membuat Huang Zi terdiam sesaat sebelum kembali memberontak
"Aku tidak peduli siapa yang melukai mereka yang terpenting aku harus menyelamatkan mereka sekarang" ucap Huang Zi dengan penuh kehawatiran
__ADS_1
"Yang melukai mereka adalah dirimu" ucapan pria itu bagaikan sebuah sambaran petir yang membuat Huang Zi mengingat kembali kejadian sebelum berada di tempat aneh tadi.
"Liatlah siapa yang sedang berada disana" ucap pria itu sambil menunjuk kearah depan,, Huang Zi yang awal nya tidak percaya kalau dia yang melukai teman teman nya seketika jatuh berlutut dan airmata pun mengalir dari matanya,,
Dia bisa melihat bahwa dirinya yang sedang di selimuti petir dan menyebabkan tempat itu porak poranda
"Kenapa bisa seperti ini" ucap Huang Zi sambil memukul tanah yang ada di depan nya
Pria itu menatap mata Huang Zi dengan tajam sama seperti apa yang di lakukan pria itu tadi seketika Huang Zi dan pria itu muncul di sebuah istana yang amat megah dengan hiasan yang begitu indah
"Bangunlah aku yakin teman temanmu tidak akan tewas" ucap pria itu mendekati Huang Zi
Huang Zi yang mendengar itu hanya menatap pria itu dengan tatapan nanar "kenapa ini semua bisa terjadi" ucap Huang Zi sambil kembali tertunduk
"Hua'er mungkin ini semua sudah takdir,, sudahlah lagi pula mereka takan tewas aku bisa menjamin itu"
"Hua'er percayalah ini yang terbaik untukmu, semakin lama kita bertemu maka semakin banyak orang yang berada di dekatmu yang akan menjadi korban"
Huang Zi lantas menatap pria yang di hadapan nya dia merasa omongan pria yang ada di depan nya begitu tidak masuk akal,
"Apa maksud ucapan senior" ucap Huang Zi dengan marah karna merasa pria di depan nya terus saja membuat dirinya pusing,
"Apa kamu tau kenapa kau bisa lepas kendali dan melukai teman temanmu" ucap pria itu sambil menepuk pundak Huang Zi
Huang Zi hanya menggelengkan kepala karna sebenarnya diapun tidak tau apa yang terjadi dengan tubuh nya
"Hua'er ketika kau melihat teman mu sedang dalam keadaan tidak berdaya kau tanpa sengaja melepas jurus Amarah Dewa petir dan itu membuatmu lepas kendali dan mengakibatkan mereka terluka"
"Jangan coba coba membodohiku karna aku sudah bisa mengendalikan jurus itu" ucao Huang Zi sambil melayangkan pukulan kearah pria di hadapan nya, tapi sayang nya pukulan itu bisa di tepis dengan mudah oleh pria yang ada di hadapan nya
__ADS_1
Sambil menggelengkan kepala pria itu pun kembali berucap "Apa kau tau selama ini semua jurus yang kau keluarkan dari kitab Dewa Petir hanya 30% dari kekuatan aslinya"
Huang Zi hanya terdiam pasalnya dia tidak tau soal itu, tapi jika omongan pria itu benar 30% saja jurus dari kitab itu sudah sangat mengerikan apalagi dirinya bisa menguasai kekuatan asli dari kitab itu, bukan tidak mungkin dia bisa mengubah dunia menjadi lebih baik pikir Huang Zi sambil terdiam.
"Lalu apa hubungannya kekuatan dari kitab itu dengan kejadian yang menimpa sekarang" ucap Huang Zi yang sudah mulai bisa tenang
"Hua'er secara tidak sengaja kau bisa melepaskan 70% kekuatan dari kitab amarah dewa petir, itu karna kau melihat orang yang ingin kau lindungi dalam bahaya " ucap pria itu dengan tenang dan menatap Huang Zi
"Hua'er untuk bisa menguasi kitab itu kau harus berlatih disini" ucap pria itu sambil menatap Huang Zi
"Tapi senior bagaimana dengan teman temanku di luar sana" ucap Huang Zi yang kembali memikirkan teman teman nya
"Kau tidak perlu hawatir soal itu, karna waktu disini berbeda dengan duniamu selama satu tahun disini sama saja dengan saju jam di duniamu"
"Lalu bagai mana dengan tubuh asliku yang sedang lepas kendali di sana,, aku tidak ingin ada orang tak bersalah menjadi korban"
"Aku tidak bisa membantu soal itu,, karna yang bisa menghentikan jurus itu hanya kau sendiri,,, makanya aku berharap kau bisa menyempurnakan jurus itu dengan cepat" ucap pria itu sambil menatap Huang Zi
"Baiklah senior mari kita berlatih, aku ingin secepatnya menguasai jurus itu agar tidak memakan banyak korban"
"Hua'er mari ikuti aku" ucap pria itu mengajak Huang Zi pergi ke istana yang begitu indah dan megah yang ada di sana
-----------
Di dunia luar tampang 10 pendekar itu sudah sampai di tengah hutan tempat dimana Huang Zi sedanng lepas kendali,,
mereka begitu terkejut melihat seorang pemuda yang di selimuti petir di tubuh nya dan mereka yakin bahwa pemuda itu yang menyebabkan penomena aneh ini .
✡ Makasih buat kalian yang sudah mau menunggu dan tetap setia membaca novel ini,, Terima kasih juga yang udah like komen dan vote maaf kalo sering telat update karna disini jaringan kadang bagus yah kadang jelek jadi harap di maklum yah 🙏🙏 ✡
__ADS_1