LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Identitas 5 Pendekar bertopeng


__ADS_3

Patriak Jun yang melihat sebuah tapak mengarah kepada dirinya langsung mencoba untuk menghindar ,,,


Duuuuuuarr ,,


Suara ledakan keras menggema di sekitar pertarungan, para pendekar yang sedang bertarung pun langsung melihat kearah ledakan itu


Patriak Jun yang tidak jauh dari ledakan terkena epek dari ledakan itu dia pun memuntahkan darah segar dari bibir nya


"Uhuk.... Uhuuukk.. Siapa yang menolongku" ucap Patriak Jun melihat sekeliling nya


Patriak Ming yang melihat tapak nya di hancurkan oleh orang lain merasa tidak percaya, karna di Kaisar Han hanya beberapa orang yang bisa mematahkan jurus nya,, belum sempat ketidak percayaan Patriak Ming selsai


Dia tiba tiba tumbang ketanah dengan kepala yang terlepas dari badan nya ,, semua orang yang menyaksikan itu begitu terkejut dan tidak percaya melihat Patriak Ming yang sudah menjadi pendekar petapa bisa di bunuh oleh pendekar bertopeng itu


Anggota aliran hitam yang mengetahui kedua Patriak mereka tewas hanya bisa pasrah dengan nasib yang akan menimpa mereka,, mereka pun berlutut dan membuang senjata dan memilih menyerah


Para tetua pun merasa lega karna pertempuran sudah usai,, Huang Zi yang melihat mereka menyerah langsung menghampiri mereka


Para pendekar dari sekte teratai ungu pun begitu ketakutan ketika Huang Zi menghampiri mereka pasal nya tidak ada yang tau asal usul pendekar yang memakai topeng itu sebenar nya kawan atau lawan yang akan mereka hadapi setelah ini...


"Terimakasih pendekar sudah mau menolong kami" ucap salah satu pendekar membungkuk sambil menahan ketakutan nya


"Tidak perlu sungkan seperti itu" ucap Huang Zi dengan ramah


Pandangan nya beralih pada para pendekar aliran hitam yang sedang berlutut di depan nya itu


Patriak Jun pun menghampiri mereka dengan senyum mengembang di bibir nya karna merasa para pendekar yang memakai topeng itu adalah orang baik


"Tangkap mereka semua dan bawa mereka ke sekte" ucap Patriak sambil menunjuk anggota aliran hitam yang tinggal 20 orang itu


"Baik Patriak" ucap para tetua sekte teratai ungu dan langsung membawa anggota sekte aliran hitam pergi


"Pendekar jika anda berkenan mampirlah dulu ke sekte kami untuk memulihkan kondisi kalian" ucap Patrik Jun dengan ramah


"Baiklah Patriak kami akan singgah ke sekte anda terlebih dahulu" ucap Huang Zi dengan ramah


Patriak Jun begitu senang dan langsung membawa mereka pergi ke sekte Teratai Ungu,,,


Sesampai nya di sekte teratai ungu mereka langsung di bawa ke kediaman Patriak Jun

__ADS_1


"Pendekar silahkan masuk" ucap Patriak Jun dengan ramah saat sudah tiba di kediaman nya


Huang Zi dan para tetua pun di bawa ke sebuah ruangan yang terdapat banyak lukisan dan beberapa kursi yang berada di ruangan itu ,,,


"Maaf Pendekar, bolehkah saya tau pendekar berasal dari mana,, kenapa pendekar membantu sekte kami" ucap Patriak setelah mereka duduk di ruangan itu


"Kami berasal dari sekte naga langit" ucap Huang Zi sambil melepaskan topeng nya


Patriak Jun begitu terkejut mendengar mereka berasal dari sekte naga langit, karna dia tau sakte besar tersebut sedang menutup diri pasca serangan yang membuat kekuatan mereka melemah


"Kami adalah para Tetua sekte yang di utus untuk membantu sekte sekte aliran putus oleh Patriak kami" ucap Tetua Ho sambil melempar lencana miliknya


Patriak yang sempat ragu akhirnya percaya ketika melihat lencana yang dia kenal itu


"Pendekar sekali lagi terimakasih dan maafkan aku telah meragukan kalian" ucap Patriak sambil membungkuk


Melihat itu para Tetua pun jadi salah tingkah karna reaksi yang di tunjukan Patriak Jun yang berlebihan itu


"Patriak sudahlah, kami hanya minta kau bisa merahasiakan semua ini" ucap Huang Zi sambil mengangkat tubuh Patriak Untuk berdiri


"Aku berjanji akan menjaga rahasia ini dengan nyawaku" ucap Patriak Jun dengan bersungguh sungguh


"Aih, Dimana sopan santun ku,, Perkenalkan nama saya Jun Maxzing Patriak sekte Teratai ungu" ucap Patriak dengan ramah


"Patriak, Nama Ku Huang Zi dan ini Tetua Zo, Tetua Ho, Tetua Ning Dan Tetua Yui" ucap Huang Zi dengan ramah


Patriak baru menyadari ada 2 wanita diantara mereka, dia begitu kagum terutama melihat Yui dia tau sepak terjang Yui di dunia persilatan ,,


Setelah mengobrol banyak Patriak Jun pun menyuruh mereka beristirahat karna menurut nya Huang Zi dan para Tetua nampak kelahan


Setelah menyuruh mereka beristirahat Patriak Jun menyuruh beberapa Tetua dan murid untuk menguburkan Para Tetua yang gugur dalam pertempuran yang barusan ,,,


------


Di tempat lain beberapa Patriak yang sedang menunggu kabar Patriak Qu dan Patriak Ming begitu geram karna sampai saat ini belum ada kabar dari mereka ,,,


"Arrggggg,,, sebenar nya apa yang sedang mereka lakukan kenapa meratakan sekte menegah begitu lama" ucap salah satu pria sambil memukul meja di depan nya


"Patriak mungkin mereka menemukan kendala" ucap salah seorang Tetua disana

__ADS_1


"Seharusnya dengan jumlah serta kekuatan mereka,, mereka tidak akan menemui masalah apapun" ucap Patriak Itu


"Kami akan mengirim mata mata kesana Patriak" ucap Salah satu tetua


------


Setelah berada di kamar mereka masing masing, mereka pun mengganti pakaian mereka dan beristirahat karna mereka merasa lelah setelah pertarungan yang menguras tenaga mereka ,,,


Pagi hari nya mereka di ajak Patriak untuk sarapan, setelah sarapan mereka pun kembali keruangan kemarin untuk berbincang bincang ,,


"Patriak Kami akan melanjutkan perjalanan kami" ucap Patriak Jun


"Baiklah, sebenarnya aku ingin kalian tetap tinggal, tapi jika kalian ingin pergi aku tidak bisa berbuat apa apa" ucap Patriak Jun senyum


"Terimaksih Patriak sudah mengijinkan kami beristirahat di sini" ucap Tetua Ho


"Aku tidak pantas menerima ucapan terimakasih itu, yang seharusnya berterimakasih adalah aku, karna kalian sudah mau membantu kami" ucap Patriak dengan ramah


"Sudahlah Patriak memang sudah tugas kami membantu sekte sekte aliran putih yang dalam kesulitan" ucap Tetua Ho dengan senyum


"Patriak Jika boleh aku ingin bertanya kepada Patriak" ucap Huang Zi membuat semua yang ada di ruangan itu penasaran


"Silahkan Tetua Huang, aku akan menjawab semampuku" ucap Patriak Jun


"Apa Patriak tau Keluarga Bangsawan Huang?" ucap Huang Zi


Para Tetua pun baru teringat akan pertemuan mereka dengan bangsawan keluarga Huang tempo hari,,,


"Maaf Tetua Huang bukan kah marga anda Huang Kenapa anda menanyakan soal itu kepadaku" ucap Patriak Jun dengan keherahan


"Ceritanya panjang Patriak,, dan apakah Patriak mengetahui kediaman mereka" ucap Huang Zi datar


Melihat itu Patriak sedikit terkejut walau pun dia baru bertemu Huang Zi dia tau Huang Zi adalah orang yang ramah tapi melihat raut wajah nya berubah saat berbicara soal bangsawan Huang, dia bisa menebak pasti telah terjadi sesuatu di masalalu nya dan itu pasti bukan sesuatu yang baik ,,


"Mereka adalah bangsawan di Kaisar Tang mereka merupakan salah satu bangsawan yang berpengaruh di Kaisar Tang,, kediaman mereka terletak di kota Sanzi terletak tidak jauh dari sini" ucap Patriak dengan Tenang


Mendengar itu para Tetua pun melihat kearah Huang Zi, sedangkan Huang Zi hanya menutup matanya


"Ayah, Ibu apakah aku masih memiliki keluarga di dunia ini"

__ADS_1


__ADS_2