LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
KEPALA KELUARGA NIO


__ADS_3

Kakek paruh baya itu tampak begitu emosi saat Huang Zi bersikap sombong di depan nya.


"Kau sombong sekali anak muda, tapi aku suka sifat sombong mu itu haha" ucap kakek tua itu sambil menatap tajam kearah Huang Zi


Kakek paruh baya itu mengeluarkan pedang nya lalu dengan cepat menyerang kearah Huang Zi.


Huang Zi hanya tersenyum melihat serangan dari kakek tua itu, Huang Zi hanya menundukkan badan nya ketika pedang itu hendak menebas kepalanya.


"Cih ternyata kau memiliki kemampuan juga, pantas kau sombong sekali" ucap kakek paruh baya itu sambil kembali menyerang kearah Huang Zi


Huang Zi hanya menggelengkan kepalanya sambil kembali berkelit dari serangan kakek paru baya itu dengan mudah.


Kakek tua itu begitu marah karna sedari tadi serangan nya tidak dapat mengenai Huang Zi.


"Arrrggg, kau harus mati bajingan" ucap kakek tua itu sambil kembali menyerang kearah Huang Zi .


Tapi kali ini serangan kakek tua itu begitu kuat karna dia melepas aura pembunuh yang ada di tubuh nya, semua orang yang ada di sana berhamburan pergi saat merasakan aura pembunuhan dari kakek tua itu.


Tapi berbeda dengan Huang Zi dan kedua Tetua yang tampak santai, Bing Chie yang ada di dekat dua Tetua nampak kesusahan untuk bernafas karna tekanan aura pembunuh dari kakek tua itu.


Huang Zi yang melihat Bing Chie tertekan nampak begitu marah, dia sudah tidak bisa main² dengan kakek tua yang ada di depan nya.


Dia langsung mengeluarkan pedang nya, dan maju menyerang kearah kakek tua itu,


Pertarungan pun terjadi di sana jelas jika Huang Zi dapat menggungguli kakek itu dengan mudah.


Kakek tua yang awal nya begitu percaya diri kini perlahan mulai ragu bisa mengalahkan pemuda yang sedang bertarung dengannya ini.


"Jurus pedang Tiga naga langit" teriak Huang Zi seketika bayangan 3 naga keluar dari pedang Huang Zi,

__ADS_1


Melihat itu semua orang yang menyaksikan dari jauh nampak bergidik ngeri, mereka tidak pernah menyangka anak muda yang begitu tampan itu akan sangat mengerikan jika ada yang menyinggung nya.


"Kauuuu, bukan kah jurus ini jurus dari Sekte Naga Langit, siapa kau sebenarnya nya" ucap kakek tua itu saat melihat tiga bayangan naga yang ada di depan nya.


Dia yang sudah lama hidup di dunia ini pasti tau jurus yang di keluarkan oleh Huang Zi terlebih jurus itu adalah jurus yang menjadi ciri dari Sekte Naga Langit.


"Kau tidak berhak tau siapa aku, yang perlu kau tau hari ini adalah hari kematian mu" ucap Huang Zi sambil menyerang kearah Kakek itu.


"Jurus pedang pembantai iblis" walau sudah tau akan kalah dia tidak mau kalah begitu saja kakek tua itu mengeluarkan seluruh kekuatan nya untuk menahan serangan dari Huang Zi.


BOOOOOOOM


Ketika 2 jurus itu berbenturan membuat salah satu dari mereka terlempar kearah kedai, semua orang nampak penasaran siapa yang akan menang dalam pertarungan itu.


Setelah asap yang mengelilingi tempat itu menghilangkan mereka bisa melihat sosok kakek tua yang sedang terkapar di tanah sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.


Sementara itu sosok pemuda yang tadi melawan kakek itu nampak sudah berdiri kembali di tempat nya sebelum nya.


"Tenang aja Chie'er aku tau apa yang harus aku lakukan" ucap Huang Zi dengan lembut sambil berjalan kearah kakek tua itu.


"Pendekar muda maaf kan orang tua ini yang tidak tau berapa tinggi nya langit" ucap kakek tua itu sambil mencoba untuk berdiri.


"Aku akan memaafkan mu tapi dengan syarat bagaimana" ucap Huang Zi ketika sudah berada di depan orang tua itu.


Kepala keluarga Nio nampak sedang berpikir karna dia tidak tau harus berbuat apa, dia juga belum tau syarat apa yang akan di berikan oleh pemuda yang ada di depan nya ini.


"Kalo boleh tau syarat seperti apa yang diinginkan oleh pendekar muda dari yang tua ini" ucap kakek tua itu


"Nanti akan ku pikirkan syarat apa yang akan aku berikan, untuk sekarang aku akan pergi ke ibukota dulu setelah dari sana mungkin aku akan mengunjungi mu di kediaman mu" ucap Huang Zi dengan santai .

__ADS_1


"Baiklah pendekar muda, ambilah ini jika anda hentak pergi ke keluarga Nio anda bisa menunjukkan lencana ini" ucap kakek tua itu sambil menyerahkan sebuah lencana berwarna emas dan disana ada tulisan Nio di lencana itu.


"Baiklah aku pergi dulu, jaga diri mu baik² kek, suatu saat aku pasti akan mengunjungi mu lagi" ucap Huang Zi sambil pergi dari sana diikuti oleh para Tetua dan Bing Chie.


"Aku tidak pernah menyangka bahwa akan ada seorang pemuda yang begitu kuat di Kaisar Tang ini, tapi aku masih penasaran apa hubungan pemuda itu dengan Sekte Naga langit" gumam kakek itu sambil berbalik dan pergi dari sana.


Di perjalanan Huang Zi hanya diam, dia sedang memikirkan apakah dia memiliki keterikatan dengan keluarga bangsawan Huang apa tidak? Lalu kenapa dia dan orang tua nya bisa berada di Kekaisaran Han.


Bing Chie yang melihat Huang Zi sedari tadi diam mencoba mendekat dan memegang tangan Huang Zi


"Zi Gege apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran mu" ucap Bing Chie sambil menatap Huang Zi


Huang Zi yang mendengar suara gadis yang sudah menjadi kekasih nya itu langsung menoleh ke arah nya dan tersenyum.


"Aku tidak sedang memikirkan apa² Chie'er" ucap Huang Zi dengan lembut, Bing Chie hanya mengangguk kepala sambil tersenyum


Kedua Tetua Sekte Raga abadi itu sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang sedang di pikiran kan Huang Zi karena sebelumnya juga Huang Zi tampak sedang memikirkan sesuatu tapi mereka tidak bisa apa² karna Huang Zi sendiri tidak mau bercerita pada mereka.


----


Sejak kejadian itu mereka pergi meninggalkan Kota Daun wengi setelah membeli 4 kuda untuk di tumpangi mereka pergi ke Ibukota Kaisar Tang.


Selama 3 hari mereka terus memacu kuda mereka,


mereka hanya beristirahat di hutan yang mereka lewati, di perjalan pun tidak ada hal yang menggangu perjalanan mereka.


"Zi Gege kita sudah hampir sampai di Ibukota Kaisar" ucap Bing Chie dengan semangat karna dia begitu merindukan orang tua nya.


---------

__ADS_1


Makasih yah buat kalian yang selalu suport saya, saya akan usahakan update 2 chapter ntah jam berapa yang penting 2 chapter 1 hari ∆∆ buat kalian yang suka cerita ini jangan lupa untuk di like dan vote yah MAKASIH 🥰🥰


__ADS_2