LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
PEMBICARAAN DENGAN KAISAR TANG


__ADS_3

Ruangan itu tiba² menjadi hening saat Huang Zi mengatakan bahwa telah membunuh Gu Mei.


"Nak apa kau yakin telah membunuh nya? Bukan maksudku tidak mempercayai mu tapi, aku sendiri tau bagaimana kehebatan Gu Mei dan apalagi dia bersama ratusan pendekar dengan kemampuan tinggi" ucap Kaisar Leo dengan ragu menatap kearah Huang Zi.


Permaisuri pun hanya diam karna dia sendiri melihat bagaimana Gu Mei datang ke acara kompetisi dan dia juga melihat banyak pendekar hebat yang berdiri di belakang Gu Mei.


Bing Chie yang melihat keraguan di wajah ayah dan ibunya hanya terdiam dan merasa bersalah pada Huang Zi karna dia sendiri tidak tau apa yang terjadi kepada Gu Mei, tapi dia jelas tau seberapa besar kekuatan Huang Zi saat dia menunjukan nya di gerbang masuk ke ibukota.


"Paman aku tau mungkin anda tidak akan percaya begitu saja karna itu aku memiliki sesuatu yang mungkin bisa membuat anda percaya" ucap Huang Zi dengan tenang sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin nya.


Huang Zi mengeluarkan sebuah kepala yang membuat Kaisar Leo tertunduk lesu dia amat mengenali wajah dari kepala itu, walau dia sudah jahat padanya tapi tetap saja dia adalah teman seperjuangan Kaisar dulu, karna itu dia cukup sedih karna itu.


Setelah beberapa saat Huang Zi kembali memasukkan kepala Gu Mei tapi tindakan itu di cegah oleh Kaisar karna Kaisar beralasan dia ingin memakamkan kepala itu untuk rasa hormat akan pertemanan nya dulu.


"Baiklah paman, aku tidak keberatan jika paman ingin menguburkan kepala ini" ucap Huang Zi sambil memberikan kepala itu kepada Kaisar


"Suami kenapa kau mau menguburkan kepala orang jahat seperti dia" ucap Permaisuri dengan nada tidak suka.


"Istriku walau bagaimana jahat nya dia, tapi dia tetap lah teman ku, waktu aku belum jadi Kaisar dia banyak membantu ku ketika aku terkena masalah" ucap Sang Kaisar dengan nada lembut.


Bing Chie yang melihat kedua orang tua nya berdebat hanya menggelengkan kepalanya dia juga tidak bisa berbuat apa² untuk masalah ini.

__ADS_1


Setelah sekian lama perdebatan antara suami istri itu akhirnya mereka malu sendiri saat menatap kearah Huang Zi dan Bing Chie mereka malu karna mereka lupa jika di sana ada orang lain selain mereka, maklum saja jika sudah menyangkut orang yang di sayang dunia serasa milik berdua yang lain hanya ngontrak.


"Zi'er maaf soal tadi hehe" ucap Kaisar Leo sambil tertawa malu kearah Huang Zi


Huang Zi hanya menatap Kaisar sambil terkekeh geli karna dia baru melihat sisi lain dari seorang Kaisar Tang.


"Tidak apa² paman wajar jika kalian seperti itu, itu adalah sebuah keharmonisan dalam suatu keluarga, aku juga senang bisa melihat keluarga yang harmonis seperti keluarga paman" ucap Huang Zi sambil tersenyum tapi dia tidak bisa menutupi rasa sedih yang terpancar di matanya.


Semua orang yang ada di dalam Ruangan itu bisa melihat jelas kesidihan yang terpancar dari mata Huang Zi, meski Huang Zi tersenyum mereka bisa tau bahwa anak muda di depan mereka sedang mencoba untuk tetap tegar meski hati nya sedang sedih.


Sang Kaisar dan Permaisuri sama² menatap kearah Bing Chie mereka ingin tau kenapa pemuda yang ada di depan mereka terlihat begitu sedih saat melihat mereka apa ada sesuatu yang salah dengan pemuda itu.


Bing Chie yang juga tau arti tatapan dari ayah ibu nya hanya menggelengkan kepala karna dia sendiri tidak tau kenapa kekasih nya itu.


"Tidak apa² Permaisuri aku hanya merindukan orang tua ku saja" ucap Huang Zi dengan suara pelan dia jadi teringat kembali kedua orang tua nya tewas di bunuh oleh orang lain dan itu karna dia lemah, dia tidak bisa melindungi apa yang paling berharga untuk nya itu.


Maka dari itu mulai saat ini Huang Zi bertekad untuk selalu melindungi mereka yang berharga dalam hidup nya walau nyawa sebagai taruhan nya.


"Zi Gege memang dimana orang tua mu, aku juga ingin bertemu dengan kedua orang tua mu" ucapan Bing Chie membuat Kaisar dan Permaisuri terkejut mereka saling pandang sebelum keduanya tersenyum satu sama lain.


"Hmmmmm" Huang Zi menghela napas perlahan sebelum dia menceritakan semua kejadian yang menimpa dia dan keluarganya disaat dia bercerita dia sudah tidak bisa membendung air mata nya.

__ADS_1


Bing Chie yang melihat air mata kekasih nya memegang tangan untuk menguat kan Kekasih nya itu, Sang Kaisar dan Permaisuri juga ikut sedih saat mendengar cerita dari anak muda itu.


Mereka juga tidak menyangka pemuda yang mereka liat kuat dan tegar tenyata mempunyai masa lalu yang begitu sulit bahkan permaisuri dan Kaisar tidak berani membayangkan berapa sulit nya kehidupan pemuda itu.


"Zi'er kamu tidak perlu sedih, mulai sekarang kamu bisa menganggap kami sebagai orang tua mu kalo kamu mau" ucap Permaisuri sambil memeluk Huang Zi.


Huang Zi yang merasakan pelukan dari permaisuri hanya diam dan menangis, dia begitu merindukan pelukan sosok ibu dalam hidup nya.


Bing Chie juga ikut menangis saat mendengar cerita kekasih nya yang begitu kelam dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidup nya jika tanpa kedua orang tua nya.


"Zi'er apa kamu tidak memiliki saudara dari ayah dan ibumu" tanya sang Kaisar saat melihat Huang Zi sudah mulai tenang di pelukan istrinya.


Huang Zi yang mendengar pertanyaan itu hanya menggelengkan kepalanya karna sebenarnya dia juga tidak tau apakah dia mempunyai saudara apa tidak.


"Zi Gege bukan kah marga Gege Huang apakah itu berkaitan dengan Keluarga Bangsawan Huang" ucapan Bing Chie kembali membuat Kaisar Dan Permaisuri tersentak kaget lagi² mereka di buat terkejut oleh pemuda yang ada di depan nya.


Huang Zi melepaskan pelukan Permaisuri dan mulai menatap kearah Bing Chie.


"Iya memang marga ku Huang tapi aku sedari lahir sudah berada di Kekaisaran Han dan aku juga tidak tau apakah aku merupakan salah satu keluarga bangsawan Huang atau bukan karna ayah dan ibuku tidak pernah memberitahukan apa² kepadaku" ucap Huang Zi


"Zi'er apa kami boleh tau siapa nama dari orang tuamu siapa tau kami mengenal mereka" ucap Sang Kaisar begitu ingin tahu apakah benar pemuda yang ada di depan nya ini mempunyai keterikatan dengan keluarga bangsawan di Kekaisaran nya.

__ADS_1


"Tentu saja Paman, nama orang tua ku-"


TOOK. TOOK. TOOK


__ADS_2