
Sang Kaisar menyuruh Bing Chie untuk membuka pintu dan saat Bing Chie membuka Pintu, ternyata yang mengetuk pintu adalah Jenderal Song Yun dia begitu kaget saat melihat Tuan Putri mereka sudah kembali.
"Salam Tuan Putri" ucap Jenderal Song Yun sambil memberi Hormat kepada Bing Chie
"Tidak perlu seperti itu jenderal, oh iya ada keperluan apa Jenderal datang kemari" ucap Bing Chie.
"Saya hanya ingin bertemu dengan Kaisar karna ada satu hal penting yang harus aku sampaikan kepada Kaisar"
"Baiklah Jenderal kalo begitu silahkan masuk" ucap Bing Chie membuat Jendral Song Yun diam di tempat nya karna dia tau bahwa ruang pribadi Kaisar tidak pernah di masuki oleh sembarang orang termasuk dirinya walaupun dia seorang Jenderal di Kekaisaran itu.
"Ayah Kaisar sedang ada tamu di dalam, jika Jendral ingin berbicara dengan ayah sebaiknya Jendral masuk kedalam" ucap Bing Chie yang tau akan keraguan dari Jendral Song Yun yang tidak ingin masuk keruangan pribadi ayah nya itu.
Jendral Song Yun sebenarnya ragu untuk masuk tapi saat di katakan ada tamu di dalam dia juga merasa aneh karna biasa nya tidak sembarang orang bisa masuk apalagi bukan keluarga dari Kaisar sendiri.
Akhirnya Jendral Song Yun masuk kedalam karna dia juga harus menyampaikan sesuatu yang sangat penting kepada Kaisar Tang.
Begitu masuk sang jendral melihat Kaisar serta permaisuri yang sedang duduk dengan seorang pria yang dia tidak tau karna dia tidak bisa melihat wajah nya.
Huang Zi sebenarnya tau siapa yang datang dari aura nya saja dia tau pasti itu Jenderal Song Yun makanya dia memakai topeng dengan alasan bahwa tidak biasa memperlihatkan wajah nya ke sembarang orang.
Kaisar dan Permaisuri yang awal nya merasa aneh pada akhirnya mengijinkan Huang Zi untuk memakai topeng itu.
"Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Permaisuri" ucap Sang Jendral sambil membungkuk memberi hormat.
"Jendral Song Yun berdirilah, ada keperluan apa anda ingin menemui ku" ucap Sang Kaisar dengan penuh Wibawa.
"Aku ingin membicarakan tentang seorang pemuda yang beberapa saat lalu menghajar anggota keluarga bangsawan Huang di depan gerbang masuk ibukota" ucap sang Jendral membuat Huang Zi dan Bing Chie tersenyum tipis mereka sudah tau siapa yang di maksud sang Jendral.
"Bukan nya itu hanya seorang pemuda, lalu apa masalah nya Jendral sampai kau memberitahukan hal ini kepada ku" ucap sang Kaisar.
"Yang Mulia pemuda itu bukan pemuda biasa karna saat hamba datang kesana, hanya dengan tekanan Aura nya saja hamba sampai tidak bisa bergerak dan lebih parah nya lagi pemuda itu mengancam akan mendatangi kediaman Keluarga Bangsawan Huang"
__ADS_1
"APA" Ucap sang Kaisar dan Juga Permaisuri karna mereka tau kekuatan dari Jenderal Song Yun belum lagi pemuda itu akan mendatangi kediaman salah satu keluarga bangsawan yang berpengaruh di Kaisar Tang.
"Apa benar yang kau katakan itu Jenderal, dan kenapa pemuda itu marah kepada keluarga bangsawan Huang" ucap Sang Kaisar masih tidak percaya dengan pernyataan dari Jendral yang menurut nya tidak masuk akal bagaimana mungkin ada seorang pemuda yang begitu kuat belum lagi dia tidak takut dengan nama besar dari keluarga bangsawan Huang.
"Hamba tidak berani berbohong Yang Mulia, untuk kenapa dia marah sebenarnya ini salah dari Tuan Muda dari Keluarga Bangsawan Huang, dia ingin membawa istri dari pemuda itu dan itu membuat pemuda itu marah" ucapan Sang Jenderal membuat wajah Kaisar menjadi jelek, pantas saja pemuda itu marah, bukanlah sudah pasti semua orang akan marah jika istri yang mereka cintai akan di rebut orang.
"Huang Tian, Arggg dia benar-benar tidak tau tinggi nya langit, baiklah Jenderal Song Yung jika seperti itu masalah ini kita bahas nanti dengan kepala keluarga bangsawan Besar di Kaisar ini" ucap Sang Kaisar dengan nada marah, bagaimana tidak karna kesombongan seseorang membuat Kaisar Tang terancam
"Yang Mulia benar, karna itu hamba sudah menyuruh anggota keluarga bangsawan Huang untuk mengumpulkan semua kepala keluarga di istana untuk membahas hal ini" ucap Sang Jenderal sambil menundukkan kepalanya, dia baru melihat Kaisar Leo semarah ini.
Huang Zi yang sedari tadi diam sempat terkejut karna perbuatan nya membuat Kaisar Tang heboh, padahal awalnya dia hanya ingin memberi pelajaran kepada Tuan Muda keluarga bangsawan Huang yang begitu sombong.
"Baiklah jika begitu, kita tunggu saja mereka sampai ke istana baru kita membahas soal masalah ini" ucap Sang Kaisar dengan nada sedikit tenang.
"Yang Mulia, Itu-" ucap sang jendral terbata² karna dia bingung untuk menyampaikan nya pada Kaisar, apalagi sang Kaisar masih terlihat emosi
"Jendral katakan lah" ucap Sang Kaisar yang melihat kebingungan di wajah Jendral Song Yun
"Sebelum hamba kemari di Aula pertemuan ada Pangeran dari Kaisar Zo mereka menanyakan tentang kejadian penculikan Tuan Putri dan mereka berniat membantu untuk mencari Tuan Putri, Tapi ternyata Tuan Putri sudah kembali" ucap Sang Jendral sambil menatap Bing Chie dia sebenarnya penasaran dengan apa yang terjadi dan bagaimana Putri Kaisar mereka bisa ada di Istana tanpa ada yang Tau tapi dia tidak bisa menanyakan nya karna itu urusan Kaisar Pribadi
"Maaf Paman bukan nya lebih baik aku tidak ikut kesana, aku takut orang² akan berpikir yang tidak² jika aku ikut kesana dengan paman" ucapan Huang Zi membuat Jendral Song Yun mematung dia kaget saat pria bertopeng itu menyebut Sang Kaisar dengan sebutan Pama sebenarnya siapa pemuda yang ada di depan nya ini.
"Nak apa kamu tidak penasaran dengan apa yang kami bahas nanti dengan Pangeran dari Kekaisaran Zo" ucap Sang Kaisar dengan tenang sambil tersenyum penuh arti kepada Huang Zi.
"Paman aku tidak berasal dari Kekaisaran ini jadi aku tidak berhak tau tentang urusan dari Kekaisaran ini" ucapan Huang Zi membuat Jendral Song Yung makin penasaran karna orang itu bilang bukan dari Kekaisaran ini.
"Dan untuk masalah di gerbang masuk ibukota, aku minta maaf paman aku tidak berniat membuat heboh Kekaisaran Tang ini aku hanya tidak suka sikap sombong dari Tuan Muda Keluarga Bangsawan itu" ucapan Huang Zi hampir membuat sang Jendral dan juga Kaisar hampir jatuh.
"Zi'er kamu sudah kami anggap anak jadi kamu juga berhak tau tentang masalah ini dan apa maksud perkataan mu Zi'er" ucap Sang Kaisar masih tidak bisa mencerna omongan dari Huang Zi
Huang Zi tidak menjawab dia membuka topeng nya dan ketika Jendral Song Yun melihat wajah itu dia mundur beberapa langkah kebelakang saat melihat wajah pemuda itu.
__ADS_1
"Kauu-" ucap Sang Jendral sambil menunjuk kearah Huang Zi dengan perasaan takut karna dia masih teringat kejadian di gerbang seketika wajah Sang Jendral berkeringat dingin.
"Jendral Song Yun aku minta maaf soal kejadian di gerbang" ucap Huang Zi dengan tulus.
"Jendral jangan bilang kalo pemuda itu-" ucapan Kaisar Terpotong saat melihat wajah Jendral Song Yun yang begitu ketakutan saat menatap kearah Huang Zi.
"Zi'er apa benar kamu yang telah bertarung dengan anggota keluarga bangsawan Huang di depan gerbang" ucap Sang Kaisar sambil menatap serius kearah Huang Zi.
"Benar Paman aku hanya tidak suka dengan sifat sombong pemuda itu apalagi dia hanya menggunakan latar belakang nya untuk menekan seseorang" ucapan Huang Zi membuat Kaisar sedikit kecewa karna pemuda yang ada di depan nya sudah memiliki seorang istri.
Melihat wajah kecewa dari suami nya Permaisuri berinisiatif untuk bertanya kepada Huang Zi
"Zi'er dimana istrimu kenapa dia tidak kau ajak kemari" ucapan Permaisuri membuat Pipi Bing Chie merona merah, dan itu membuat Kaisar dan Permaisuri mengerutkan kening mereka
Bing Chie hanya tertunduk malu saat melihat tatapan dari ibu dan ayah nya sementara Huang Zi hanya menggaruk kepalanya, karna dia tidak tau harus menjawab apa.
"Benar Zi'er dimana istrimu kenapa dia tidak di ajak kemari, kami sudah menganggap mu sebagai keluarga jadi kami juga ingin kenal dengan istri mu" ucapan Sang Kaisar membuat Huang Zi semakin bingung untuk menjawab
"Itu-" Huang Zi begitu gelagapan saat mendapat pertanyaan dari Kaisar dan Permaisuri.
Bing Chie yang sudah tidak tahan dengan situasi sekarang memilih untuk berbicara.
"Ayah ibu, sebenarnya Zi Gege belum memiliki istri dia mengatakan itu supaya Huang Tian tidak membawa ku pergi" ucapan Bing Chie membuat Sang Jendral kaget berarti wanita yang ingin di rebut adalah Putri Kaisar mereka sendiri, berapa berani Huang Tian itu jika tau wanita yang ingin dia rebut adalah anak dari Kaisar nya sendiri.
Kaisar dan Permaisuri juga kaget berarti Istri yang di maksud pemuda itu adalah anak nya dan itu membuat kedua nya tersenyum penuh arti.
"Seperti sebentar lagi kita akan memiliki cucu, suamiku" ucapan permaisuri membuat Huang Zi dan Bing Chie tertunduk malu.
"Eh" ucap kedua nya sambil tertunduk malu
---------
__ADS_1
Buat kalian semua maaf yah kalo kesan nya, cerita ini alur nya lambat karna saya sedang mencari ending yang pas untuk mengakhiri cerita di tempat ini, saya mau buka judul baru Legenda Pendekar Petir II tapi saya sedang mencari ending yang pas
Jadi untuk kalian yang merasa bosan atau gasuka sebaik nya skip aja , buat kalian pembaca setia author mengucapkan beribu terimaksih untuk kalian masih suport Author sampai sekarang ,