
Setelah cukup lama menunggu dari kejauhan terlihat para pendekar yang sedang menuju sekte naga langit .
Jumlah mereka sekitar 500 pendekar berbeda dari penyerangan sebelum nya, karna kali ini yang paling tinggi hanya tingkat pendekar suci itu pun hanya ada 10 pendekar dan sisinya hanya pendekar Raja Hingga pendekar Kaisar
"Mau apa kalian datang kemari" ucap Huang Zi saat para pendekar itu audah dekat dengan dirinya
"Haha kami ingin meratakan sekte ini, sama seperti apa yang telah kau lakukan pada sekte kami" ucap salah seorang pemimpin mereka
Huang Zi hanya mengerutkan dahi, Huang Zi bisa menebak jika mereka merupakan salah satu anggota sekte yang Huang Zi lenyapkan
"Apakah kalian dari sekte rubah iblis atau dari sekte tapak iblis"
"Kau tak perlu tau dari sekte mana kami berasal, yang perlu kau tau jika hari ini adalah hari kematianmu"
"Cepat serang" ucap pemimpin itu sanbil berteriak lantang
Huang Zi hanya menggelengkan kepala dia berpikir bahwa mereka tidak pernah belajar dari kejadian yang menimpa sekte mereka
Huang Zi memgambil pedang nya dan langsung maju menyerang para pendekar itu,
Pemimpin mereka merasa terkejut pasal nya dia berpikir bahwa setelah serangan besar besaran dari aliran hitam, setidaknya akan membuat para jagoan sekte naga langit mengalami luka serius tapi dugaan nya ternyata salah
Huang Zi pun terus menerobos maju dengan terus menyerang ayunan pedang di tangan nya seakan tak mau berhenti, dalam sepuluh menit sudah lebih dari seratus orang yang tumbang
*
Di tempat lain, di lapangan latihan telah berkumpul para murid dan Tetua sekte, mereka tau jika akan ada serangan lagi makanya mereka begitu panik
Melihat situasi itu Patriak pun berdiri dari kursinya dan mulai berbicara
"Semua nya harap tenang kita pecayakan semua nya kepada Tetua Huang" ucap Patriak yang sedikit memakai tenaga dalam agar bisa terdengar semua orang
Semua orang begitu terkejut ketika mengetahui bahwa Huang Zi sedang bertarung seorang diri wajah yang tadinya panik menjadi ber api api
Karna mereka merasa Huang Zi tidak seharusnya berjuang sendirian apalagi demi melindungi sekte
__ADS_1
suara riuh pun terdengar karna para murid ingin mereka di izinkan bertarung membantu Huang Zi
"Patriak Izinkan Kami bertarung bersama Tetua Huang, bukan nya kita semua memiliki kewajiban yang sama untuk melindungi sekte" ucap salah satu murid dan di setujui seluruh murid
"Semua nya harap tenang, ini adalah permintaan Tetua Huang jadi kalian tak boleh membantahnya" ucap Patriak Li dengan nada di naikan sehingga murid murid terdiam
Ketiak Suasana sedang hening nampak seseorang berlari menuju pintu gerbang sekte
"Haiiis Yui'er kau begitu keras kepala, sama seperti bocah itu" ucap Patriak sambil mimijat kening nya, karna dia tau yang bergerak ke gerbang adalah putrinya
Di depan gerbang nampak hanya tinggal 200 orang pendekar yang masih berdiri di sisi lain Huang Zi pun sudah banyak mengalami luka walau pun tidak terlalu parah tapi cukup membuat gerakan nya melambat
Huang Zi yang meresa bahwa sudah cukup untuk memberi pelajatan dia pun mengeluarkan jurus "Tapak Dewa Petir" dan mengarahkan nya pada sepuluh pendekar suci
Tanpa bisa menghindar kesepuluh pendekar itu pun akhirnya tewas, para anggota yang melihat pemimpin mereka tewaa dengan satu serangan langsung berlari untuk menyelamatkan diri mereke, mereka berpikir bahwa pemimpin mereka saja tewas dengan satu serangan apalagi mereka
Huang Zi yang melihat mereka kabur hanya menggelengkan dan tersenyum dia pun membalikan badan nya untuk kembali ke sekte tapi ketika berbalik dia mendapatkan pukulan di kepala nya
"Aduuhh Guru apa yang kau lakukan" ucap Huang Zi sambil memegangi kepala nya
"Kau bisa tidak sekali saja tidak membuatku hawatir" ucap Yui dengan nada tinggi
Dan benar saja muka Yui pun langsung merona merah karna baru pertama kali di panggil seperti itu
Huang Zi yang menyadari itu lantas mendekatkan diri nya dan memegang pundak Yui dengan kedua tangan nya
"Maaf kan aku selalu membuat mu hawatir dan Terimakasih karna selalu ada di sampingku" ucapan Huang Zi dengan senyum
Yui yang mendengar itu hanya bisa menganggukan kepala nya tanpa bisa bicara sepatah kata pun karna hatinya begitu senang di perlakukan seperti itu
Huang Zi pun menciun kening Yui membuat Yui terdiam hatinya berdetak begitu kencang pasal nya baru pertama dia medapat perlakuan seperti itu
"Sayang, apakah kau mau seperti ini sampai besok" ucapan Huang Zi mendapat cubitan di pinggang nya membuat Huang Zi merintih kesakitan pasal nya disana terdapat luka sayatan yang lumayan dalam
"Maaf aku tidak tau jika disana ada luka" ucap Yui yang merasa bersalah
__ADS_1
"Sudahlah tak usah di pikirkan, lebih baik kita masuk kedalam" ucal Huang Zi tersenyum
Yui pun hanya mengagukan kepala nya, Huang Zi pun bergegas masuk ke sekte sambil menggandeng tanngan Yui
mereka pun pergi ke lapangan tempat para Tetua dan murid sekte sedang berkumpul sesampai nya disana banyak pasang mata yang melihat kearah mereka
Mereka merasa ada yang aneh dengan Tetua Yui yang sedari tadi terus tersenyum
"Patriak Tetua" ucap Huang Zi memberi hormat tapi tidak melepas tangan Yui
"Hua'er bagai mana, siapa yang kembali menyerang sekte" ucap Patriak dengan penasaran
"Patriak tenang saja semua nya sudah aman, aku tidak tau mereka berasal dari mana yang jelas mereka mengatakan bahwa mereka adalah anggota sekte yang aku lenyapkan"
Setelah mengatakan itu Patriak pun menyuruh Tetua seluruh murid kembali ke kediaman masing masing untuk kembali beristirahat
Patriak yang melihat putrinya tersenyum begitu bahagia, karna sebagai ayah sudah kewajiban bagi nya untuk membahagiakan anak nya
"Hua'er aku harap kau bisa menjaga putriku dan membahagiakan nya" ucap Patriak setelah para tetua dan murid pergi ke kediamab mereka masing masing
"Patriak aku akan selalu melindungi Yu'er walau pun harus mengorbankan nyawa ku"
"Aku peecaya padamu Hua'er"
"Terimaksih Patriak"
Setelah itu mereka pun kembaki ke kediaman maaing masing
Pagi hari nya Dunia Persilatan kembali di hebohkan dengan berita pemyerangan sekte aliran hitam yang kembali menyerang sekte naga langit
Huang Zi pun kembali menjadi perbincangan hangat karna dirinya mampu menjadi kunci kemenangan dalam serangan yang terjadi terhadap sekte naga langit
Di sebuah tempat tampak seorang pria sedang tersenyum dengan penuh arti
"Huang Zi sepertinya dia pemuda yang sangat menarik"
__ADS_1
* Buat kalian yang suka novel ini silahkan baca dan yang tidak suka silahkan membaca novel lain *
+ Jangan Lupa Like/Komen +