
Suasana begitu hening semua mata menatap Huang Zi yang sedang memjamkan mata,,, mereka yang mengetahui masalalu Huang Zi bisa merasakan kesedihan yang di alami Huang Zi
"Sayang,, aku tau perasaan mu saat ini, tapi kamu harus ingat tugas kita keluar sekte untuk apa" ucap Yui dengan lembut dia tidak ingin melihat kekasih nya itu larut dalam kesedihan
Huang Zi yang mendengar itu langsung membuka matanya dan mentap semua orang yang ada di ruangan itu,,, "Maaf sudah membuat kalian cemas" ucap Huang Zi dengan pelan
"Sudahlah Tetua Huang lebih baik kita lanjutkan perjalan kita, di luar sana masih banyak yang membutuhkan bantuan kita" ucap Tetua Ho
Setelah berpamitan kepada Patriak Jun mereka pun akhirnya melanjutkan perjalan mereka,,,
"Tetua Huang sekarang kita akan pergi kemana" ucap Tetua Zo sambil terus berlari
"Aku juga tidak tau,, lebih baik kita mencari desa terdekat untuk mencari informasi sekte mana yang sedang dalam kesusahan" ucap Huang Zi
Mereka pun terus berjalan hinggal menjelang malam, mereka menemukan sebuah desa yang amat berbeda dari desa yang pernah mereka lalui,, disana napak tidak ada aktivitas padahal malam belum terlalu larut..
"Tetua, apakah kalian merasakan ada yang aneh dengan desa di depan kita?" ucap Huang Zi dengan tatapan menyidik
"Aku juga merasakan nya Tetua Huang, lalu apa yang akan kita lakukan" ucap Tetua Ho
"Sebaiknya kita cari tau dulu apa yang terjadi,,, setelah itu baru kita putuskan akan membantu atau tidak" ucap Huang Zi di jawab dengan anggukan oleh para tetua
Setelah mereka sepakat, Huang Zi pun membagi 2 tim dia bersama Yui pergi ke kanan sedangkan para tetua ke sisi kiri
Huang Zi dan Yui berjalan dengan berhati hati, mereka menyelidiki setiap sisi yang ada di desa itu tapi mereka tidak menemukan apa pun ,,,
"Sayang,, aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan siapaun di desa ini" ucap Huang Zi dengan heran
"Aku juga sama, seperti ada sesuatu yang membuat desa ini seperti desa mati" ucap Yui yang juga sama heran nya
__ADS_1
"Sebaiknya kita menemui para tetua dan segera bergegas pergi dari sini,, entah kenapa aku merasakan firasat yang tidak enak" ucap Huang Zi sambil menarik tangan Yui pergi dari sana
Mereka berdua pun kembali ke tempat dimana para tetua sudah menunggu "Tetua Huang kami sudah menelusuri desa ini tapi kami tidak menemukan apa pun" ucap Tetua Ning
"Aku pun sama seperti kalian aku tidak bisa merasakan keberadaan satu orang pun di desa ini,, lebih baik kita bergegas pergi, karna aku memiliki firsat buruk tentang desa ini" ucap Huang Zi sambil berlalu pergi
Sebelum Huang Zi dan para tetua melangkah lebih jauh, mereka di hentikan oleh 6 orang pria memakai baju kuning serta memakai caping di kepala nya
"Maaf Tuan boleh kah kali lewat" ucap Huang Zi dengan sopan
"Kalian sudah masuk ke sekte kami lalu kalian ingin pergi,,, hahha kalian hanya mimpi" ucap Pria itu dibarengi dengan munculnya 30 pendekar Raja
"Sekte,? apa maksud kalian sekte kami hanya memasuki sebuah desa bukan sebuah sekte" ucap Huang Zi yang merada kebingungan
"Desa yang kalian datangi adalah sekte kami, kami sengaja membuat sekte seperti desa agar tidak banyak yang tau keberadaan kami" ucap Pria itu.
"Katakan apakah kalian merupakan sekte aliran hitam" ucap Huang Zi dengan tatapan dingin
Para pendekar tingkat pendekar Raja pun mundur karna tidak ingin terkena epek dari tekanan Aura yang di keluarkan oleh Huang Zi
"Tuan Pendekar ma'afkan kami,, kami punya mata tapi kami tidak bisa melihat".. ucap pria itu berusaha berbicara walau pun dalam tekanan Aura Huang Zi
Huang Zi sebenarnya tidak ingin adanya keribukan makanya dia mengeluarkan aura pendekar Petapa milik nya dan itu semua berhasil membuat para pendekar itu menjadi gentar
" Katakan apa tujuan kalian sebenarnya,, dan kenapa kami tidak bisa merasakan hawa keberadaan seorang pun di desa itu" ucap Huang Zi sambil menarik kembali Aura nya
"Sebenarnya kami merupakan angga sekte Gagak Hitam,, kami sengaja membuat sekte kami seperti sebuah desa karna kami ingin banyak pendekar yang bisa masuk ke sekte kami,, karna sejak kejadian 2 bulan yang lalu sekte kami di serang dan di hancurkan banyak murid dan tetua yang tewas makanya kami yang selamat memilih untuk membangun ulang sekte kami di desa ini" ucap Pria itu menjelaskan
"2 bulan lalu? siapa yang menyerang sekte kalian" ucap Tetua Ho dengan penasaran
__ADS_1
"Yang menyerang kami adalah sekte kalajengking merah" ucapan Pria itu membuat Huang Zi dan para Tetua begitu terkejut, bagai mana pun sekte kalajengking merah adalah salah satu sekte besar aliran hitam,
"Bukan nya kalian sama sama dari sekte aliran hitam,, lalu kenapa kalian di serang oleh mereka" ucap Huang Zi dengan penasaran
"Kami tidak bisa memberitahukan alasan nya,, karna ini menyangkut sekte kami" setelah mengatakan itu suara ledakan pun terdengar
Duuuuuar , ,,,,, Duuuuarrr
Semua orang yang berada di sana nampak terkejut dengan ledakan yang terjadi disana
"Apa yang terjadi" ucap pria di depan Huang Zi dengan panik
"Patriak sepertinya kita telah di serang" ucap salah satu pendekar yang baru tiba di sana
"Siapa kalian sebenar nya,, Hah" ucap Pria yang di panggil Patriak itu dengan wajah yang memerah
Belum sempat Huang Zi menanggapi omongan Patriak Gagak Hitam sebuah suara keras membuat mereka menoleh ke arah sumber suara tersebut
"Sun Xi rupanya kau ada disini,, sudah lama aku mencari mu kemana mana" ucap Pria itu dengan tatapan tajam
"Bi Cho Untuk apa kau dang kesini" ucap Sun Xi dengan lantang ,,
"Untuk Apa? Tentu untuk mengambil kitab yang kau ambil dari sekte kami" ucap Pria itu dengan tatapan marah
"Kau pikir hanya karna kau sudah jadi pendekar Petapa aku takut padamu hah"
"Baiklah akan aku pastikan kalian semua akan terkubur bersama si tua bangka Sun Zhi itu" ucap orang yang di panggil Bi Cho seketika muncul 5 orang pendekar suci 20 pendekar kaisar 30 pendekar Raja
Mereka semua hanya terpana melihat banyak nya pendekar tingkat tinggi hadapan mereka maklum saja sekte Gagak Hitma sekarang hanya ada 10 pendekar Kaisar 30 pendekar Raja dan hanya ada 6 orang pendekar suci
__ADS_1
"Serang dan ratakan tempat ini" ucap Bi Cho dengan lantang