
Teua Huu_" ucap para Tetua terpotong dengan gerakan tangan Huang Zi yang menyuruh mereka berhenti bicara
"Aku yang telah melukainya" ucap Huang Zi pada pendekar itu
"Berani sekali kau melukai tuan muda keluarga bangsawan Huang" ucap Pendekar itu maju menyerang Huang Zi
Huang Zi yang mendengar nama keluarga bangsawan Huang langsung terkejut, dia berpikir apa kah dia merupakan salah satu anggota kekuarga Huang
Sampai ketika pukulan hampir mengenainya Tetua Ho langsung melompat dan memukul pendekar itu yang hanya berada di tahap pendekar Raja
"Mau menyentuh nya, haha kalian hanya mencari mati berurusan dengan dia" ucap Tetua Ho dengan lantang
Para pendekar itu hanya mematung karna mereka tau orang yang berbicara sudah berada di tingkat pendekar suci
Huang Zi tidak bergeming sedikit pun dia begitu terkejut karna ada yang memakai marga yang sama dengan dirinya, selama ini Huang Zi beranggapan bahwa dirinya dari kalangan rakyat biasa
"Lancang,,, berani nya kau memukul pengawal serta tuan muda keluarga Huang akan aku pastikan kalian takan hidup tenang setelah ini" ucap salah satu pendekar sambil meninggalkan restoran tersebut
Huang Zi masih tetap diam tanpa memperdulikan omongan orang tersebut, melihat itu yui pun mendekati Huang Zi
"Sayang, aku tau apa yang sedang kamu pikirkan, lebih baik kita mencari penginapan terlebih dahulu, setelah semua urusan kita selesai,, aku berjanji akan menemanimu untuk pergi ke keluarga Huang" ucap Yui sambil memegang pipi Huang Zi
"Benar Tetua Huang sebaiknya kita bermalam disini, karna dari tempat ini ke sekte teratai ungu tidak terlalu jauh jadi lebih baik kita meninap disini agar tidak ada yang merasa curiga" ucap Tetua Ho
Huang Zi hanya mengangguk karna dia berpikir bahwa menolong sekte teratai ungu jauh lebih penting ketibang memikirkan keluarga bangsawan Huang
Setelah itu Huang Zi menyerahkan 10 koin emas kepada pelayan, untuk membayar makanan dan ganti rugi atas rusak nya restoran akibat insideb yang terjadi
mereka pun keluar dari restoran itu dangan menggunakan topeng mereka kembali
setelah bertanya kepada beberapa warga, akhirnya mereka pun sampai ke salah satu penginapan yang sederhana yang ada di desa itu
__ADS_1
"Selamat datang Tuan" ucap Pemilik penginapan sambil bergetar ketika melihat lima orang memakai topeng memasuki penginapan nya
"Maaf bibi kami ingin memesan 4 kamar apa masih ada" ucap Huang Zi dengan ramah
"Masih ada Tuan" ucap pelayan itu dengan hati hati takut meninggung mereka
Huang Zi pun menyerahkan sekantong emas kepada pemilik penginapan itu membuat sang pemilik terkejut setelah melihat isi dari kantong itu
"Tuan ini terlalu banyak" ucap Pemilik penginapan
"Sisanya untuk bibi saja" ucap Huang Zi dengan ramah
"Sayang, ayo kita istirahat badanku terasa begitu pegal" ucap Huang Zi sambil menggendong Yui
Melihat itu para tetua tersenyum dan ikut merasa bahagia dengan hubungan mereka, di lain sisi Yui memukul dada Huang Zi
"Sayang,, turunkan aku" ucap Yui dengan rona merah di pipinya
setelah sampai di dalan kamar Huang Zi pun menurunkan Yui dengan perlahan
"Sayang,,,, kau ini yah" ucap Yui yang mengomeli Huang Zi
"Aku ingin membersihkan badanku terlebih dahulu" ucap Huang Zi menghindari omelan kekasihnya itu
Setelah selesai membersihkan diri Huang Zi pun menghampiri Yui yang tenang duduk di kursi yang ada di kamar tersebut
"Sayang, aku kita istirahat ini sudah malam" ucap Huang Zi sambil menggendong Yui ke ranjang mereka
Yui hanya mencoba tersenyum, bagai mana pun dia berpikir harus bisa menyesuaikan diri dengan sifat manja Huang Zi padanya.
Mereka pun tidur terlelap karna lelah setelah berjalan beberapa hari,,, tengah malam banyak pendekar yang melewati desa, mereka bergerak dengan sangat cepet sepertinya mereka menuju kesuatu tempat
__ADS_1
Saking banyak nya yang bergerak mereka menimbulkan banyak suara, Huang Zi yang belum tidur bisa mendengar nya dengan jelas
"Sayang apa kamu mendengar nya" ucap Huang Zi kepada Yui yang masih dalam pelukan nya
"Aku mendengarnya, sepertinya mereka lebih dari seratus orang sayang" ucap Yui yang juga mendengar begitu banyak langkah kaki
"Sayang kita harus memberitahu para Tetua, kita akan segela menyusul mereka" ucap Huang Zi sambil berjalan ke arah pintu
Huang Zi dan Yui pun membangunkan para Tetua setelah menceritakan semuanya mereka pun bergerak keluar penginapan dengan cepat dan langsung berlari menuju sekte teratai ungu
Setelah berlari selama 2 jam akhirnya mereka pun bisa menyusul rombongan para pendekar yang memakai jubah hitam,, mereka bergerak begitu cepat dan dengan jumalah yang sangat banyak
"Tetua Huang apa yang harus kita lakukan" ucap Tetua Zo setelah melihat bannyak nya pendekar aliran hitam di depan mereka
"Para Tetua sebaiknya kita mengurangi jumlah mereka sebelum mereka sampai kr sekte teratai ungu" ucap Huang Zi
"Bagimana cara kita mengurangi jumlah mereka, apa kita akan menyerang mereka sekarang" ucap Tetua Ho
"Tidak,kita akan menyerang mereka secara diam diam, Tetua Ho, Tetua Zo kalian bergeraklah kesebelah kiri cobalah untuk mengurangi jumlah pendekar di sebelah kiri sebanyak yang kalian bisa, Tetua Ning, Yu'er bergerak kesebelah kanan lakukan hal yang sama seperti Tetua Ho dan Tetua Zo, aku sendiri akan menyerang mereka dari belakang secara diam diam, apa kalian mengerti" Ucap Huang Zi
Walau pun masih muda dan terbilang baru di sekte naga langit, para tetua begitu mengegumi dan menghormati Huang Zi mereka pun tak pernah marah jika di perintah Huang Zi
Setelah mengerti mereka pun bergerak di posisi mereka masing masing, mereka bergerak dengan cepat,
Sebelum pagi mereka sudah hanpir membunuh 150 pendekar dari aliran hitam
kurang nya penerangan membuat Huang Zi dan tetua bisa menjalankan tugas mereka dengan baik
saat pagi para pendekar aliran hitam sudah sampai di depan sekte teratai ungu.
mereka begitu terkejut ketika melihat jumlah mereka yang berkurang banyak, belum keterkejutan mereka hilang sekarang mereka di kejutkan kembali dengan kehadiran lima pendekar memakai topeng
__ADS_1
"Siapa Kalian, Berani sekali kalian ikut campur urusan kami" ucap Patriak Qu